Header Ads

Review Breast Pump PHILIPS AVENT



Menurutku Breast Pump merupakan salah satu perlengkapan yang wajib dibeli oleh para ibu. Baca juga Persiapan Kelahiran Anak Pertama. Kenapa harus punya? Kan saya bukan ibu pekerja? Mungkin ada yang bertanya seperti itu. Alasannya adalah antisipasi kalau ada kejadian apa-apa setelah si baby lahir. Contohnya jika bayi kuning dan harus disinar di rumah sakit yang mengharuskan ibu mengantarkan stok asi. Anakku Byan sempat mengalami kuning saat usianya 1 minggu. Walaupun tidak sampai disinar, tapi tetap juga aku harus pumping untuk memberikan ASI karena Byan terlalu lemas untuk menghisap, jadi aku nggak bisa mimikin langsung. Baca Bayiku Kuning. Atau bisa juga sang ibu mengalami hiperlaktasi seperti yang aku alami beberapa waktu lalu. Baca ASI Terlalu Deras (Hiperlaktasi). Mau nggak mau aku harus pumping karena anakku tidak sanggup menahan derasnya asi dan menolak untuk mimik secara langsung. Mungkin banyak lagi kejadian tak terduga lainnya yang mengharuskan kita memberikan ASIP kepada sang buah hati.

Awalnya berdasarkan pengalaman teman aku berencana membeli Breast Pump dengan merek Spectra. Dan direkomendasikan juga kalau tempat belanja perlengkapan bayi yang harganya miring adalah Toko Fany Baby di ITC Kuningan. Hanya saja saat itu stoknya lagi kosong. Terus mbak-mbak penjualnya juga bilang kalau parts Spectra lebih susah dicari jika nanti ada kerusakan. Tapi nggak tau juga sih itu benar apa nggak. Mana tau si mbak bilang gitu karena barangnya lagi nggak ada. Kalau mau tetap milih beli Spectra, ya harus nunggu dulu barangnya datang. Aku mikir kan susah juga ya hamil gede begini bolak-balik kesana yang macetnya gila-gilaan. Ya udah aku milih beli Avent aja. Lagian temenku juga banyak yang make ini.

Breast Pump Avent ada beberapa pilihan, yaitu yang manual, single electric dan ada juga yang double electric. Kalau yang manual emang enteng sih dibawa kemana-mana, tapi capek banget makenya. Pengennya sih beli yang double, tapi kalo dipikir-pikir mubazir juga belinya karena nanti aku pasti males bawa-bawa dua botol pumping ke kantor (saat itu belum kepikiran buat berhenti kerja-baca Berhenti Kerja Demi Anak), kan berat. Akhirnya aku beli yang single electric. 

Kira-kira beginilah tampilan luarnya.

Dan beginilah isinya.

Botol penampung ASI bisa langsung dijadikan botol dot. Karet penghisapnya (nggak tau nama sebenarnya apa) dikasih dua. Bonus Breast Pad satu buat siang dan satu buat malam (yang satu ini sangat dibutuhkan oleh ibu yang mengalami hiperlaktasi biar bajunya nggak basah kena rembesan ASI). Walaupun Cuma satu lumayan lah buat tester.

Tenyata harganya lumayan mahal ya..Rp. 1.800.000,-. Karena sebelumnya belum pernah nyari-nyari info mengenai merek dan harga Breast Pumps, aku sempet kaget lihat struk pembayaran. Tapi kata temenku malah itu harganya udah murah jika dibandingkan toko lain. Malahan ada juga Breast Pump yang harganya sampai 5jt. Whattt???? (hati langsung bergumamm nggak bakalan beli itu kecuali kalo udah kaya raya harta berlimpah, haha). Ya sudahlah..sayang anak..sayang anak..kan belinya cuma sekali ini aja, mudah-mudahan nggak pernah rusak ya.

Setelah bayar aku diajarin cara menggunakannya sama si mbak toko. Gimana ngerakitnya dan fungsi tombol-tombol yang ada. Secara garis besar mungkin sama dengan Breast Pump merek lain. Saat tombol On dipencet, otomatis payudara kita kan dipijat terlebih dahulu. Setelah dirasa cukup, baru menambah kekuatan daya hisapnya yang tersedia dengan tiga tingkatan. Nah yang paling aku suka dari Avent ini adalah bisa pakai baterai jika digunakan di tempat yang nggak ada colokannya. Baterainya seukuran baterai jam dinding dan dipasang 4 buah. Ini sangat-sangat menbantu kalo mau pumping dimobil saat bawa anakku Byan jalan-jalan. Baca Membawa Bayi Travelling?? Siapa Takut???.

Kekurangannya??? tetap ada dong ya. Yang aku kurang suka dari Breast Pump Avent ini adalah sering tumpah-tumpah kalo lagi pumping. Ada ASI tumpah dari karet yang menempel ke payudara. Jadi tiap pumping aku harus mengalas bagian bawah dengan tisu. Walaupun yang tumpah nggak terlalu banyak tapi lumayan bikin baju basah. Aku nggak tau ini disebabkan oleh posisi yang kurang tepat, atau pelekatannya yang kurang pas, atau ukuran payudaraku yang nggak sesuai sama alatnya, atau memang ASIku yang keluar terlalu deras, apapun itu aku nggak tau apa penyebab pastinya. Aku juga nggak tau apakah kalo menggunakan merek lain hasilnya tetap sama atau akan berbeda. Kan nggak ada perbandingan, secara hanya mencoba satu merek. Gimana mau nyoba merek lain, beli satu merek aja udah menelan ludah pas liat harganya.

Mungkin ada mommy-mommy yang berencana akan membeli Breast Pump Philips Avent Single Electric??? Semoga ini bisa menjadi bahan pertimbangan ya moms..

No comments