Header Ads

Jenis Imunisasi dan Manfaatnya

Imunisasi merupakan upaya yang dilakukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit tertentu dengan cara meberikan vaksin ke dalam tubuh manusia tersebut. Pemberian vaksin ini bisa secara oral atau diminumkan dan disuntikkan. Satu tahun pertama kehidupan adalah masa yang paling baik untuk melakukan imunisasi. 
Berikut jenis-jenis imunisasi dan manfaatnya berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2014.
Jadwal dan waktu pemberian vaksin atau imunisasi dapat dilihat di sini.
  1. Hepatitis B : Tujuan dari pemberian vaksin Hepatitis B ini adalah mencegah virus Hepatitis B yang merusak hati. Jika tidak diberikan vaksinasi Hepatitis B maka besar kemungkinan si anak akan terserang penyakit kanker hati.
  2. Polio : Pemberian vaksin polio bertujuan untuk mencegah polio. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak.
  3. BCG : Pemberian vaksin BCG ini dilakukan pada bayi yang berusia kurang dari 3 bulan, dan hanya dilakukan sekali seumur hidup. Tujuan dari pemberian vaksin BCG ini adalah mencegah komplikasi akibat tubercolosis (TBC). Bila bayi telah berusia lebih dari 3 bulan namun belum diberi vaksin BCG, maka sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Dan bila hasilnya negatif maka vaksin BCG harus diberikan.
  4. DTP : Pemberian vaksin DTP ini dilakukan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis. Penyakit difteri dapat menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan pada pernapasan dan melemahkan jantung karena racun. Sedangkan tetanus adalah bakteri yang menyerang saraf otot tubuh, sehingga menyebabkan sulit bernapas, sulit bergerak, dan otot menjadi kaku. Sementara penyakit pertusis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri bordetella pertusis yang dapat mengakibatkan radang paru-paru (pneumonia).
  5. Hib : Melindungi tubuh dari virus Haemophilus influenza type B, yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis (infeksi pada katup pita suara dan tabung suara). 
  6. PCV : Melindungi tubuh dari bakteri pnemukokus yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga. 
  7. Rotavirus : Imunisasi rotavirus bertujuan untuk mencegah infeksi rotavirus. Rotavirus adalah salah satu virus yang paling sering menyebabkan muntah dan diare pada bayi dan anak kecil. Muntah dan diare karena rotavirus bisa berat sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.Vaksin rotavirus cukup efektif mencegah infeksi rotavirus. Vaksin ini dapat mencegah 74% – 87% kasus infeksi rotavirus. Dan hampir semua bayi yang mendapatkan vaksin rotavirus terlindungi dari infeksi rotavirus berat. Sehingga vaksin rotavirus telah mengurangi jumlah kunjungan ke unit gawat darurat dan perawatan di rumah sakit yang disebabkan oleh muntah dan diare.
  8. Campak : Vaksin ini untuk mencegah penyakit campak pada anak.  
  9. Influenza :  Melindungi tubuh dari beberapa jenis virus influenza. 
  10. MMR (Measles, Mumps, Rubella) : Melindungi tubuh dari virus campak, gondok, dan rubella (campak Jerman). 
  11. Tifoid : Melindungi tubuh dari bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid (tifus).
  12. Hepatitis A : Melindungi tubuh dari virus Hepatitis A, yang menyebabkan penyakit hati.
  13. Verisela : Melindungi tubuh dari cacar air.
  14. HPV (Humanpapilloma Virus) : Melindungi tubuh dari Humanpapilloma Virus yang menyebabkan kanker mulut rahim. 

Referensi :
http://bundanet.com/imunisasi-rotavirus-pada-anak-bundanet/
http://www.constiti.com/2013/09/jenis-dan-manfaat-imunisasi-bagi-bayi.html
http://www.parenting.co.id/bayi/kenali+7+imunisasi+tambahan

No comments