Header Ads

Virus Roseola pada Bayi

Haaaii mom, udah lama aku nggak mencurahkan isi hati di blog ini. Soalnya Byan barusan sembuh dari penyakit yang datang silih berganti setelah terkena campak kemaren (baca Campak pada Bayi). Aku pikir udah sembuh, eh malah terkena virus yang lain lagi. 

Begini kronologinya. Setelah lumayan sembuh dari campak dan bekas-bekasnya udah hampir hilang, aku dan ayah Byan memutuskan untuk balik lagi ke ibukota tercinta. Seminggu di Jakarta semuanya aman terkendali. Byan terlihat sehat, makannya juga oke dan tidurnya pun nyenyak. Hari Sabtu-nya bertemulah kita dengan dokter anak untuk menanyakan perihal imunisasi campak Byan yang tertunda. Saudara sih banyak yang bilang kalau sudah terkena campak nggak perlu lagi imunisasi karena antibodi sudah terbentuk secara alami. Tapi kata dokter nggak apa-apa kalau diimunisasi lagi sebagai booster aja. Ya udah kami manut. Sekalian saat itu saya minta diresepkan suplemen zat besi untuk bayi karena setelah sekian lama menggali informasi mengenai si zat besi ini, penting banget lho buat bayi dan direkomendasikan juga oleh IDAI (lengkapnya bisa dibaca di Pemberian Zat Besi pada Bayi Asi). 

Byan dikasih suplemen zat besi Sangobion Baby. Aku  baca kandungannya nggak cuma zat besi doang, tapi ada asam folat juga. Rasanya juga enak, manis.

Sehari kemudian semuanya masih berjalan seperti sediakala. Tapi besoknya dimulailah tragedi yang bikin aku stres berkepanjangan. Byan jadi sering muntah (sebenernya setelah imunisasi udah mulai muntah-muntah, tapi belum parah). Setiap makan pasti muntah. Ditambah lagi muncul bintik merah dimuka dan pundak yang makin lama makin menyebar dan memenuhi seluruh muka. Yap hanya muka, leher dan bahu. Kayak bruntusan kecil-kecil dan banyak gitu. Geli deh pokoknya kalau diliat. Kalau tidur juga gelisah banget dan pasti garuk-garuk muka dan mata sampai matanya bengkak. Aku sempet curiga apa ada hubungannya sama imunisasi campak kemaren ya? Atau alergi suplemen zat besi? Soalnya Byan nggak pernah alergi makanan apapun sebelumnya. Tapi karena masih belum yakin aku balik lagi ke dokter. 

Saat diperiksa dokter cuma bilang kalau Byan terkena virus ringan (nggak dibilang virus apa dan bodohnya lagi aku nggak nanya, hiks). Trus dikasih resep tiga obat yaitu obat antivirus, obat alergi dan obat mual. Aku juga sempet nanya apa mungkin ada hubungannya sama imunisasi campak kemaren? Dokternya bilang nggak. Ruam setelah imunisasi campak palingan akan hilang setelah satu sampai 2 hari. Tapi kalau Byan nggak ilang-ilang dan ruamnya juga beda kayak campak, bruntusan. Aku juga nanya apa mungkin dia alergi suplemen zat besi kemaren? Doktenya juga jawab nggak dan memastikan kalau ini terkena virus. Yaudahlah akhirnya kita pulang. 

Ini obat yang diresepkan dokter yang pertama. Viridis sebagai antivirus, Celestamine sebagai obat alergi dan Vometa untuk obat mual.

Setelah mengkonsumsi obat akhirnya Byan mendingan. Bruntusannya ilang, bengkak di mata juga ilang dan tidurnya juga nyenyak tanpa garuk-garuk. Makan juga udah mulai enak dan frekuensi muntah berkurang. Tapi setelah 6 hari minum obat dan aku stop karena Byan udah terlihat sehat, malah ruam merahnya kambuh lagi sampai ke seluruh tubuh seperti campak kemaren. Muntah juga semakin sering. Malah demam selama 3 hari dan sempat mencret. Aku pikir demamnya karena mau tumbuh gigi, jadi cuma aku kasih Sanmol untuk menurunkan panasnya.
Mata semakin bemgkak dan dia nggak berhenti garuk-garuk. Sampai terlihat kurus banget karena nggak makan. Perutnya cekung dan tulang rusuknya keliatan jelas nonjol-nonjol. Miris banget deh liatnya. Masak iya kena campak lagi?

Akhirnya aku dan suami mencari second opinion. Setelah dokter mendengar keluh kesah emaknya Byan dan memeriksa, dokter bilang Byan terkena virus roseola dan katanya virus ini nggak berbahaya (informasi mengenai virus roseola bisa dibaca disini). Padahal dalam hati ngedumel banget denger ini nggak berbahaya, buktinya Byan aja bisa langsung kurus kering begini gara-gara virus roseola. Ya udah sebagai pasien kita bisa apa, ujung-ujungnya iya-iya aja. Diresepin obat lagi sama kayak kemaren, antivirus, obat alergi dan obat mual plus aku minta vitamin ke apotiknya biar Byan bisa makan enak (soalnya si dokter bilang mau ngasih vitamin tapi lupa nulis diresepnya).

Ini obat yang diresepkan oleh dokter kedua. Isprinol sebagai antivirus, Ozen untuk obat alergi dan Monell untuk obat mual.

Kalau yang ini vitamin yang direkomendasiin sama apotekernya, soalnya si buk dokter lupa nulis resep. Bisa menambah nafsu makan juga.

Sama seperti sebelumnya, Byan mendingan setelah diminumin obat. Karena setiap sebelum makan aku minumin obat mual, frekuensi muntahnya juga berkurang walaupun masih ada. Tapi yang penting makanan ada yang masuk. Zat besi aku stop dulu karena masih curiga sama yang satu ini. Setelah 8 hari minum obat, aku stop semua dan liat reaksi Byan. Alhamdulillah semuanya membaik dan Byan sembuh cerah ceria lagi.

Seminggu kemudian aku coba kasih lagi suplemen zat besinya. Eh bener langsung merah-merah dan garuk-garuk lagi. Tuh kan ternyata dugaanku bener, Byan alergi sama suplemen zat besinya. Karena masih mengingat kalau zat besi ini penting, sekarang aku hanya memberikan 0,3ml satu kali seminggu.  Alhamdulillah Byan nggak memperlihatkan reaksi alergi. Tapi kalau seandainya nanti masih muncul ruam merah dan dia mulai garuk-garuk lagi bakalan aku stop. Sebelumnya dokter menuliskan 0,6ml satu kali sehari.

Jadi kesimpulannya, aku nggak tau apakah kemaren Byan itu beneran terkena virus atau alergi sesuatu? Entahlah. Tapi yang penting Byan sembuh dan ceria lagi. Diagnosa dokter juga nggak mungkin asal-asalan kan. 

Sekian dulu cerita kali ini, besok kalau ada waktu aku cerita lagi pengalaman lain yang udah menumpuk untuk dituangkan disini. Semoga bermanfaat.


No comments