Parents, Punya Rencana Melakukan Perjalanan Jauh? Ini Dia 10 Tips Ampuh Agar Anak Tidak Rewel Di Mobil

Foto: freepik.com

"Duh, minggu depan harus pulang kampung, nih. Mau ada acara nikahan adikku. Naik mobil dari Jakarta ke Semarang butuh waktu paling cepat 6 jam perjalanan. Anak-anak rewel enggak, ya?"



Dilema klasik ini mungkin pernah dirasakan banyak orang tua. Termasuk aku, salah satu ibu dengan dua anak yang sudah puluhan kali melakukan perjalanan jauh jalur darat dengan menyertakan dua balita, bahkan sejak mereka masih bayi. Awalnya memang penuh kekhawatiran, takut tidak tahu harus bagaimana jika anak-anak merasa kurang nyaman selama berada di mobil. Kita yang dewasa saja bisa capek, bosan atau mabuk kendaraan. Apalagi anak kecil?


Saat menggunakan moda transportasi mobil, anak yang rewel dalam perjalanan tidak hanya berdampak pada anak itu sendiri, namun orang tua juga turut terlibat, serta berisiko mengganggu sopir dan penumpang lainnya.


Aku sempat keliru, mengira membawa bayi dalam perjalanan akan jauh lebih sulit. Padahal semakin tua usia anak, maka semakin ekspresif dan aktif pula mereka. Ingin memanjat lah, ingin membuka-tutup kaca lah, marah saat dilarang, menangis kencang, tantrum, atau yang paling parah adalah mengganggu sopir yang harusnya tidak boleh terbagi fokus penglihatannya. Jauh lebih sulit mengatur anak-anak seusia ini, ketimbang bayi yang hanya tidur pulas dan sesekali terjaga untuk menyusu, apalagi bayi yang masih dalam masa ASI Eksklusif (di bawah 6 bulan).


Jadi, tulisan ini akan lebih fokus kepada anak-anak usia 1 tahun ke atas, yang menurut pengalamanku, berpotensi lebih besar untuk rewel di mobil saat melakukan perjalanan jauh dan lama.






Apa yang Dimaksud Perjalanan Jauh?

Foto: freepik.com

Bagi masing-masing orang tua, definisi perjalanan jauh bisa berbeda. Bagiku pribadi, perjalanan jauh tidak sepenuhnya ditentukan oleh jarak, tapi waktu tempuhnya. Jika anak-anak sempat tertidur di mobil, lalu terbangun lagi, namun kami belum tiba di tujuan, itulah yang aku sebut perjalanan jauh. Kalau diperkirakan, melebihi 3 jam berkendara.

Berdasarkan pola anak-anakku dalam beberapa kali perjalanan, melewati 1 jam di dalam mobil, keinginan untuk meninggalkan posisi duduknya mulai terlihat. Setelah lelah melakukan ini-itu, 1 jam berikutnya, rasa kantuk akan terasa, sehingga lambat laun tertidur selama 1 jam hingga 2 jam. Barulah saat terjaga, masuk kepada fase yang paling membuat pusing orang tua, yaitu ketika tenaga anak terisi penuh kembali dan siap untuk bergerak lebih aktif lagi.




Faktor Pemicu Kerewelan Anak Dalam Perjalanan 

Foto: freepik.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rewel diartikan dengan banyak bicara (suka membantah, tidak menurut, ada-ada saja yang diminta). Jika diaplikasi pada anak-anak, rewel ini ditandai dengan banyak merengek dan menangis tanpa sebab, atau bisa juga dengan beraktifitas berlebihan yang bisa mengganggu orang lain dan membahayakan dirinya sendiri. Semakin dilarang, bukannya membaik, malah tambah menjadi. Apa yang diinginkannya tidak jelas, semua yang ditawarkan tidak ada yang benar. Makanya, kerewelan anak adalah sesuatu yang membuat khawatir orang tua karena tidak tahu mesti berbuat apa.

Prediksi orang tua bisa saja tidak sesuai kenyataan. Mengikutsertakan anak usia balita dalam perjalanan darat yang jauh, tentu berpotensi membuat mereka rewel karena berbagai faktor. Berikut beberapa pemicu yang paling sering memancing kerewelan anak.


1 Bosan

Bosan adalah penyebab utama anak rewel di mobil. Jika mengingat masa tumbuh kembang anak yang sedang aktif-aktifnya, bisa dibilang mustahil mereka akan duduk diam selama berjam-jam tanpa aktifitas apapun. 


2 Mabuk Perjalanan

Dikutip dari alodokter.com, mabuk perjalanan terjadi akibat ketidakmampuan otak menerima dengan baik campuran sinyal dari beberapa anggota tubuh. Dalam suatu perjalanan, mata dapat melihat ke arah yang berbeda dengan yang dirasakan otot dan sendi. Ditambah lagi, telinga bagian dalam yang berisi cairan untuk mengatur keseimbangan tubuh, akan merasakan adanya goncangan ketika kendaraan sedang melaju. Ketiga sinyal ini akan dikirim ke otak, namun otak tidak mampu memproses dengan baik sinyal-sinyal yang berbeda tersebut. Hal ini membuat kerja otak menjadi kacau dan timbul keluhan mabuk perjalanan. 

Mabuk perjalanan ditandai dengan mual, muntah, pusing, dan lemas. Meski tidak tergolong berbahaya, namun ketidaknyamanan dari gejala akan menjadikan anak rewel sebagai cara pengekspresian mereka. Orang tua hanya akan mengetahuinya setelah anak benar-benar muntah.


3 Tubuh Tidak Fit

Sama halnya dengan mabuk perjalanan, kondisi tubuh anak yang tidak fit, baik sebelum pergi, maupun setelah berada di mobil, akan membuatnya rewel dan mengganggu perjalanan. Gangguan tubuh ringan yang mungkin dialami anak di perjalanan diantaranya adalah masuk angin, kelaparan, kehausan, kedinginan, kepanasan atau kelelahan. Mengantuk juga menjadi pemicu yang paling sering terjadi. Jika tidak ditangani dengan cepat, menurunnya kondisi tubuh anak ini bisa berdampak pada datangnya penyakit baru yang lebih serius, seperti flu, pilek atau demam.


4 Tidak Nyaman 

Tidak nyaman yang dimaksud di sini lebih mengacu kepada faktor lingkungan, seperti keadaan dalam mobil, pengaruh cuaca atau kondisi jalan. Pemicu lainnya juga bisa dikarenakan oleh suhu yang tidak distabilkan dengan fasilitas mobil, misal saat panas terik, tapi AC mobil mati. Wajar jika semua itu membuat anak sangat tidak nyaman dan ujungnya menjadi rewel.




Kenapa Faktor Pemicu Tersebut Bisa Terjadi?

Foto: freepik.com

Faktor pemicu kerewelan anak harus diwaspadai orang tua di sepanjang perjalanan, karena tidak bisa dipastikan kapan waktu kejadiannya. Sebenarnya banyak penyebab yang melatarbelakangi, berikut sebagian besarnya.

1 Kondisi Mobil

Pernahkah orang tua berpikir bahwa kerewelan anak bisa disebabkan karena ia merasa terkekang dengan suasana mobil, yang tidak sesuai dengan keinginan bereksplorasinya yang tinggi? Mobil tidak menyediakan ruang yang luas untuk anak berkegiatan fisik seperti yang biasa mereka lakukan di rumah. Bagian dalam mobil, seperti area kemudi, pintu, jendela, atau tombol-tombol kendali, tentu dilarang keras untuk dimainkan. Aturan berkendara juga harus dipatuhi, sehingga dirasa anak semakin mengekang. Banyaknya keterbatasan ini tentu sulit diterima anak. Selain itu, kebersihan, kenyamanan dan fasilitas mobil, seperti AC atau pemutar musik, juga ikut menentukan. 


2 Rute Ekstrim dan Kemacetan

Tidak semua jalan bebas hambatan. Ada yang penuh belokan tajam, atau tidak teraspal sempurna. Guncangan dan goyangan mobil bisa memicu terjadinya ketidaknyamanan dan mabuk kendaraan, termasuk pada anak. Jika terjebak macet, posisi statis mobil juga mempengaruhi mood anak. Apalagi kemacetannya tidak kunjung terurai hingga berjam-jam. 


3 Cuaca

Belum tentu cuaca cerah ketika berangkat akan tetap sama hingga tiba di lokasi tujuan. Beda daerah, tentu beda pula cuacanya. Berpedoman kepada prakiraan cuaca sepenuhnya, tidak terbukti selalu efektif. Bisa saja hari ini diprediksikan berawan, malah terjadi hujan badai. Keadaan cuaca ini menentukan suhu udara yang jika tidak diantisipasi dengan tepat, akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak.


4 Kurangnya Persiapan

Memutuskan untuk membawa anak dalam perjalanan jauh, bisa melipatgandakan barang bawaan. Tidak sama dengan orang dewasa yang sudah memiliki kemampuan penyesuaian diri lebih baik, anak-anak akan lebih sulit menerima perubahan, apalagi bersifat mendadak. Orang tua yang kurang jeli mempersiapkan kebutuhan anak untuk berbagai kondisi, dapat menyebabkan terjadinya hampir seluruh faktor pemicu kerewelan anak. Contoh yang paling sederhananya adalah selimut yang sebenarnya sangat penting, namun sering lupa terbawa.


5 Kepekaan Orang Tua

Bahasa anak-anak yang susah dimengerti, apalagi bagi anak yang belum lancar bicara, sering membuat orang tua kebingungan. Anak yang masih belum dapat mengontrol emosi, tentu merasa kesal jika ungkapannya tidak kunjung dipahami. Contohnya ketika anak usia 1,5 tahun merasakan gejala mabuk kendaraan yang membuat perutnya tidak nyaman, biasanya akan merengek tanpa bisa menjelaskan. Orang tua tentu saja butuh waktu untuk memamahi maksud rengekan tersebut. Jika terlalu lama, sudah pasti rengekan itu akan berubah menjadi kerewelan.




Orang Tua Adalah Kunci! Ini 10 Tips Menyiasati Kerewelan Anak Di Mobil Saat Perjalanan Jauh 

Foto: freepik.com

Memutuskan anak usia balita untuk ikut melakukan perjalanan jauh, butuh peran ekstra orang tua agar anak tetap nyaman dan tidak rewel. Semua hal harus dipersiapkan dan dipertimbangkan, mulai dari kendaraannya, bagaimana posisi duduknya, hingga apapun kebutuhan anak selama berkendara, hingga nanti kembali lagi ke rumah. Berikut 10 tips agar anak tidak rewel di mobil selama perjalanan. 


1 Pastikan Kondisi Mobil Prima

Penting! Servis mobil sebelum berangkat agar dapat dipastikan kondisinya oleh teknisi yang berkompeten. Mulai dari mesin, AC, pemutar musik, fungsi semua tombol, pengunci pintu, tangki bensin, hingga angin ban. Jangan sampai karena menyepelekan manfaat servis ini, malah membuat perjalanan semakin sulit, misalnya mengalami kerusakan di jalan atau kehabisan bensin di tempat yang sepi. Bukan hanya menentukan kenyaman anak, tapi seluruh penumpang juga sangat tergantung kepada kelaikan mobil.


2 Pastikan Tubuh Anak dan Orang Tua Sehat

Selain memastikan kondisi mobil, kondisi tubuh anak dan orang tua juga sebaiknya dipastikan sehat sebelum berangkat. Tubuh yang sehat akan berpengaruh kepada baiknya suasana hati, dan meminimalisir kerewelan anak yang akan terjadi dalam perjalanan. Lalu, kenapa orang tua juga harus sehat? Tanpa orang tua yang mampu melakukan banyak hal, kebutuhan anak akan sulit terpenuhi. Apalagi tidak ada penumpang dewasa lainnya yang bisa membantu. Lagi pula hanya orang tua lah pihak terdekat anak. Tidak ada yang lebih tahu kebutuhan anak dan yang lebih tepat menenangkan anak saat rewel, selain orang tuanya sendiri. Sebelum berangkat, pastikan juga anak tidak kekurangan tidur dan perutnya sudah terisi makanan.


3 Cari Tahu Informasi Terkait Perjalanan

Informasi apa saja yang harus diketahui sebelum berangkat? Yang terutama adalah waktu tempuh normal, keadaan jalan dan lalu lintas agar dapat menentukan waktu berangkat yang tepat. Misalnya saat aku melakukan perjalanan dari Jakarta ke Semarang, paling telat jam 7 pagi sudah harus berangkat. Selain menghindari kemacetan ibukota karena warga yang berangkat kerja, biasanya setelah sarapan sepotong roti, anak-anak akan kembali tidur hingga mendekati jam makan siang. Makanya, aku membangunkan mereka sedikit lebih cepat karena kekurangan waktu tidurnya bisa diganti dengan tidur kembali beberapa jam di mobil. Aku juga terselamatkan dari kemungkinan kerewelan anak selama lebih kurang 3 jam.


Selain itu, sesuaikan juga waktu berangkat dengan kondisi jalan. Tidak semua jalan yang dilalui akan lurus-lurus saja, mungkin ada bagian yang banyak belokan. Saat melalui jalan seperti ini, sebaiknya anak tertidur guna menghindari terjadinya mabuk kendaraan. Selanjutnya bisa juga dicari tahu tempat pemberhentian atau rest area, prediksi cuaca, daerah-daerah mana saja yang ramai dan sepi penduduk serta area rawan tindak kejahatan (jika ada).  


4 Kenakan Pakaian Nyaman

Sesuaikan pakaian anak dengan keadaan cuaca dan hindari penggunaan terlalu banyak aksesoris. Mobil yang biasanya full AC, pasti terasa tetap sejuk meski suhu di luar sedang tinggi. Jadi sebaiknya anak mengenakan pakaian yang tidak terlalu terbuka agar tidak masuk angin atau kembung. Seandainya cuaca cenderung hujan dan suhu udara rendah, bisa menambahkan jaket, sweater atau kaus kaki agar tubuh Si Kecil tetap hangat. Sangat disarankan membawa beberapa baju ganti dengan kenyamanan yang sama sebagai antisipasi. Mungkin saja tanpa sengaja anak menumpahkan susu, makanan atau muntah. Jadi bisa segera diganti agar anak tidak risih. 


Khusus bagi anak yang masih menggunakan popok sekali pakai, gantilah setiap 3-4 jam sekali dan dilap bersih dengan tisu basah. Jika BAB (Buang Air Besar), gantilah segera. Ini sangat penting agar anak tetap nyaman. Lagi pula, terlalu lama mengganti popok sekali pakai, berisiko menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam urin atau feses yang menempel dengan permukaan kulit.


5 Anak Duduk Di Kursi Tengah 

Dilansir dari id.theAsianParent.com, sampai usia anak mencapai 13 tahun, selalu tempatkan anak di bagian tengah mobil. Jangan dudukkan ia di samping kemudi, apapun yang terjadi. Duduk di bagian belakang akan melindunginya saat terjadi benturan dari depan, Tubuh anak yang kecil dan ringan rentan sekali terpental ke depan saat ada benturan dari depan maupun belakang.


Selain alasan keamanan, duduk di kursi tengah sangat membantu orang tua untuk lebih mudah mengawasi anak dan mengatisipasi lebih cepat saat faktor pemicu kerewelan mulai terlihat. Ruangnya juga cukup luas dan tidak ada sekat antara orang tua dan anak. Di bagian tengah juga jauh dari area kemudi yang berbahaya jika dimainkan. Tombol dan berbagai tuas di bagian depan sangat menarik bagi anak, maka bisa berpotensi memancing kerewelannya saat dilarang.


Perhatikan pula jendela dan pintu mobil. Jangan sampai luput dari penglihatan orang tua ketika anak membuka tutup kaca atau malah memainkan tuas pintu. Akibatnya bisa sangat fatal! 


6 Jangan Berikan Gadget atau Buku Selama Mobil Berjalan

Gadget memang terbukti mampu mengatasi anak rewel dengan cepat. Tapi ini tidak bisa dilakukan saat mobil sedang berjalan. Penglihatan mata yang hanya fokus pada satu titik, akan meningkatkan potensi terjadinya mabuk kendaraan. Sama halnya dengan membaca buku, menyusun puzzel atau aktifitas apapun yang membutuhkan fokus dengan kepala menunduk ke bawah.


7 Siapkan Lagu Kesukaan Anak

Tips yang satu ini mungkin jarang diingat saat melakukan perjalanan jauh dengan mobil. Orang tua biasanya menyiapkan lagu-lagu edisi terbaru dari penyanyi favorit, atau memilih mendengar radio saja. Padahal, mendengarkan lagu kesukaan anak, akan membuatnya senang dan menghindari rasa bosan. Meski tidak sama dengan melihat video di gadget yang penuh gambar warna-warni, namun dengan mendengar musiknya saja tetap akan menarik bagi anak. Cara paling mudahnya adalah dengan mengunduh file .mp3 dari video Youtube yang sering ditonton anak.


8 Pikirkan Ide Permainan Sederhana

Alih-alih hanya diam saja sepanjang perjalanan, alangkah lebih asyik jika orang tua mengajak anak melakukan permainan sederhana. Beragamnya pemandangan yang terlihat dari jendela, dapat dijadikan media permainan seru, bahkan dapat diselipkan banyak pelajaran baru. Misalnya menghitung mobil berwarna merah yang dilewati, menebak bentuk dari bangunan dan benda yang terlihat, atau memperkenalkan gunung, sawah, petani dan berbagai hal yang jarang ditemui di perkotaan. 


9 Berhenti Sesuai Kebutuhan 

Orang tua harus fleksibel dengan waktu apabila membawa anak dalam perjalanan jauh. Selain untuk beristirahat dan makan, berhenti sejenak di rest area atau tempat makan bisa sekaligus mengganti baju, ke toilet, meregangkan otot, dan menyegarkan pikiran setelah berjam-jam terkurung dalam mobil. Aku biasanya memilih berhenti setiap 3-4 jam perjalanan, sesuai waktu ganti popok anak. 


Aku juga menghindari makan berat dan ngemil selama mobil berjalan. Goyangan mobil akan memudahkan makanan atau minuman yang dipegang anak tumpah, dan membersihkannya pun akan sangat sulit dilakukan. Risiko muntah juga jauh lebih besar. Makanya penting sekali untuk berhenti secara berkala agar perjalanan tidak terlalu melelahkan bagi anak dan orang tua.  Memaksakan untuk tidak berhenti sama sekali hanya akan membuat keadaan anak dan seluruh penumpang menjadi tidak stabil.


10 Siapkan Tas Khusus Keperluan Anak untuk Perjalanan

Berbeda dengan koper utama yang susah dibuka-tutup berkali-kali, pisahkanlah keperluan anak selama dalam perjalanan dalam tas yang berbeda. Taruh di tempat yang mudah dijangkau tanpa perlu meninggalkan posisi duduk. Saat anak meminta, tidak perlu menunggu lama untuk memberinya. 


Apa saja yang perlu dimasukkan dalam tas ini? Beberapa yang penting diantaranya adalah baju ganti, popok, selimut, botol minum, bekal makan dan cemilan (termasuk susu), obat-obatan, minyak-minyakan, tisu basah dan kering, serta mainan. Saat pandemi seperti sekarang, wajib menyertakan hand sanitizer dan masker. Jangan lupa pula membawa bantal kecil, minimal satu anak satu bantal. Jika masih menyusui, lebihkan juga satu untuk ibu sebagai pengganjal tangan agar tidak capek menahan beban tubuh bayi.



Orang tua memang dituntut memiliki kesiagaan, kesigapan, kepekaan dan pikiran kreatif demi meminimalisir kerewelan anak yang mungkin terjadi selama perjalanan jauh. Meski terkesan merepotkan, namun akan jauh lebih sulit saat menghadapi anak yang rewel di mobil. Sebaiknya mencegah sebelum terjadi.


Sebenarnya saat dialami sendiri, membawa serta anak dalam perjalanan jauh tidaklah sesulit yang dipikirkan. Selama kebutuhan anak tercukupi, mulai dari makanan, istirahat, hiburan dan perhatian, semua akan aman-aman saja. 


Semoga bermanfaat.


Referensi

Pengalaman Pribadi

Traveling Bawa Anak, Ini yang Harus Ibu Persiapkan. Tautan: https://www.alodokter.com/traveling-bawa-anak-ini-yang-harus-ibu-persiapkan

7 Tips Penting Saat Berkendara dengan Mobil Bersama Anak. Tautan: https://www.google.com/amp/s/id.theasianparent.com/tips-aman-berkendara-dengan-mobil-bersama-anak/amp

Mabuk Perjalanan. Tautan: https://www.alodokter.com/mabuk-perjalanan


No comments:

Post a Comment

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)