Header Ads

Mengapa memulai MPASI diumur 6 bulan? Bagaimana memulainya? Berapa banyak porsinya? Dan dimulai dari makanan apa?

Mengapa diusia 6 bulan bayi baru boleh diperkenalkan dengan makanan selain ASI/Sufor? Berikut alasannya berdasarkan WHO.
  1. Pada umur 6 bulan penolakan bayi terhadap sendok sudah lebih rendah.
  2. Bayi memerlukan tambahan energi dan zat gizi dari makanan karena kandungan gizi dari ASI/sufor sudah tidak mencukupi lagi, terutama zat besi.
  3. Pada umur ini saluran pencernaan bayi sudah lebih kuat dari pada di bawah 6 bulan sehingga bisa mengurangi resiko alergi atau masalah saluran cerna.

Bagaimana memulainya? Mulailah dengan porsi yang sedikit dan tekstur makanan yang encer. Ini berguna untuk melatih bayi menelan makanan. Berikan 2 kali sehari pada jam-jam biasanya dia menyusu. Jangan memaksakan jika bayi menolak. Hal ini biasa terjadi pada saat pertama MPASI. Pemberian makan bisa diulangi lagi beberapa saat setelah bayi tenang. Jika bayi mengantuk maka tidurkan saja dulu, atau jika mau menyusu disaat makan maka susui dulu sampai bayi merasa nyaman kembali. Mungkin akan banyak masalah yang dihadapi seperti muntah, nangis, disembur, ditendang dan sebagainya, tapi tenang saja karena masalah ini akan segera teratasi. Batasi waktu makan sekitar 20-30 menit, jika lewat maka sudahi saja. Dan buatlah catatan makanan bayi untuk mengingat makanan apa saja yang disukai/tidak, yang membuat alergi atau reaksi lainnya terhadap jenis makanan tertentu.

Seberapa banyak porsinya? (dikutip dari brosur UNICEF)
6 bulan : berikan makan dengan frekuensi 2-3 kali sehari sebanyak 2-3 sendok makan (30-45 ml) setiap kali makan . Tekstur makanan lumat, halus dan sedikit encer.

7-9 bulan : berikan makan dengan ferkuensi 2-3 kali sehari sebanyak 2-3 sendok makan (30-45 ml) sampai setengah cup (100-120 ml) setiap kali makan dan ditambah cemilan atau makanan selingan 1-2 kali. Tekstur makanan lembut tapi tidak terlalu halus.

10-12 bulan : berikan makan dengan ferkuensi 3-4 kali sehari sebanyak minimal setengah cup (100-120 ml) setiap kali makan dan ditambah cemilan atau makanan selingan 1-2 kali. Tekstur makanan lembut dan lebih padat atau nasi yang dilembekkan. Cemilan juga bisa diberikan makanan yang bisa dijumput dengan tangan bayi.

12 bulan - 2 tahun : berikan makan dengan ferkuensi 3-4 kali sehari sebanyak 3/4 cup - 1 cup (200-250 ml) setiap kali makan dan ditambah cemilan atau makanan selingan 1-2 kali. Sudah bisa diberikan makanan keluarga dengan bumbu yang tidak terlalu tajam, dihaluskan seperlunya.

Kebutuhan air putih bayi adalah 30ml × berat badan bayi. Jika berat bayi 7,5 kg berarti 7,5 × 30 = 225 ml.
Ini hanya panduan umum yang terkadang kenyataanya berbeda. Anak bisa dikasih makan lebih banyak atau lebih sedikit sesuai dengan keinginannya. Yang penting berat badan naik terus tiap bulannya dan masih dalam batas normal.

Dimulai dari makanan apa? 
Berdasarkan panduan WHO, berilah menu tunggal (satu jenis makanan saja) selama 2 minggu pertama. Biasanya dimulai dengan bubur beras, buah dan sayur bahkan protein hewani yang dihaluskan seperti hati ayam atau kuning telur. Hal ini dilakukan agar mempermudah melihat reaksi dari tubuh bayi terhadap suatu jenis makanan. Setelah melewati masa menu tunggal maka bisa dilanjut dengan menu lengkap 4 bintang yang dikombinasikan. 

Berikut penjelasan menu 4 bintang dan lemak tambahan dikutip dari grup yang paling banyak memberi ilmu mengenai MPASI yaitu Homemade Healthy Baby Food.
MENU 4 bintang yaitu terdiri dari :
🌟Sumber karbohidrat dikenal sebagai makanan pokok sumber penghasil energi (memenuhi fungsi zat tenaga). Selain nasi, ada kentang, ubi, singkong, labu kuning, jagung, oat, pasta, bihun, mie, roti.
🌟🌟 Sumber hewani; sumber pembentuk sel tubuh dan sumber zat besi (memenuhi fungsi zat pembentuk), dapat diberikan sesering mungkin. Aneka ikan air tawar, ikan laut, daging ayam, sapi, kambing (termasuk otak, ati), telur
🌟🌟🌟 Kacang-kacangan dan olahannya sebagai sumber protein nabati dan mineral zat besi (memenuhi fungsi zat pengatur). Ada kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang kedelai, kacang tolo, edamame, kecambah (toge), buncis, tahu, tempe.
🌟🌟🌟🌟 Aneka buah dan sayuran berwarna hijau dan jingga yang kaya vitamin A (memenuhi fungsi zat pengatur).
Penunjang yang wajib ada yaitu sumber lemak tambahan (minyak/mentega/margarin/santan --- boleh dan dianjurkan dikenalkan sejak usia 6 bulan ) untuk menambah nilai kalori makanan (bisa untuk membantu boost BB), sebagai pelarut vitamin A, D, E dan K; menambah rasa gurih alami makanan serta untuk membantu melancarkan pencernaan.
3. Susun komposisi bahan pangan dengan tepat agar tidak tinggi serat berurutan sehingga riskan sembelit. Panduan bahan tinggi serat:
Berikut list bahan pangan yg tinggi serat rentan memicu sembelit, sehingga disarankan tidak diberikan berurutan dalam menu tunggal :
Pepaya
Wortel
Oat
Mangga
Pisang
Jagung
Kangkung
Bayam
Buncis
Apel
Tempe (memadatkan feses)
Brokoli
Ubi
Beras merah
Sawi
Terong
Kentang
Labu kuning
Singkong
Kacang2 an, dll
Karena banyak, maka padu padan dengan rendah serat, dengan buah yang kaya kandungan air/lemak, protein hewani dan nabati, selalu beri lemak tambahan. Sayuran dan buah umumnya memang merupakan sumber serat.
Bayi butuh serat, tapi kalau terlalu banyak justru memberatkan kerja pencernaan. Selama padu padannya pas dengan yang rendah serat/banyak air/hewani/nabati, imbangi dengan lemak tambahan, air putih, tetap asi, akan mengurangi resiko sembelit tidak berurutan tinggi serat.
Tinggi serat berurutan maksudnya bahan tinggi serat yang diberikan berturut2 dalam satu hari (pagi ke sore) atau berbeda hari (sore ke pagi). Menu disusun selang-seling tinggi serat-rendah serat/hewani.
4. Pilih lemak tambahan yg tepat.
Sumber lemak tambahan ada santan, minyak kedelai, minyak canola, minyak kelapa, minyak kelapa sawit (minyak goreng biasa aneka merk Filma, Bimoli, Tropical dll), minyak jagung, minyak kulit ari beras, minyak zaitun (Filippo, Borges dll), mentega (Anchor, Elle Vire, Orchid dll), margarin (Blueband, Filma dll). Gunakan yang mudah dan murah didapat yang biasa menjadi konsumsi harian rumah tangga masing-masing saja :) Tidak harus evoo ataupun eloo
Cara terbaik menyajikan lemak tambahan adalah dengan tidak melalui proses pemanasan agar tubuh mendapat manfaat lemak baiknya secara optimal, yaitu dicampur setelah mp asinya disaring.
Takaran lemak tambahan jika berupa minyak adalah 2sdt-1sdm per porsi makan atau jika berupa mentega/margarine 1/2-1sdt.



Referensi :
Buku MPASI Perdana Cihuy
Pengalaman pribadi

No comments