Tidak sedikit orang tua yang mengira bahwa literasi hanya sebatas kemampuan membaca. Ayo, siapa yang pernah berpikir seperti itu? Tos, kita sama. Jujur, saya pernah bangga saat anak-anak sudah bisa membaca di usia 5 tahun. Padahal, literasi tidak sesederhana itu.
Misalnya anak sudah lancar membaca berlembar-lembar cerita, tapi tidak paham apa isinya. Anak terjadi pada anak saya sendiri. Saya kebingungan, kok bisa? Buat apa pandai membaca kalau cuma "lalu" saja? Hingga saya menyimpulkan bahwa ternyata tidak semua anak yang bisa membaca, mengerti dan memahami apa yang ia baca. Inilah satu indikator kecil yang menandakan bahwa anak kita butuh penguatan untuk kemampuan literasinya.
Baca juga: Orang Tua WAJIB Terlibat Aktif dan Tepat dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Intinya, apa yang anak baca, informasi apa yang ia dengar/lihat, sudahkan dapat diolah dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari? Ketercapaian inilah yang harus kita upayakan sebagai orang tua. Karena bagaimanapun, kemampuan literasi adalah kecakapan dasar yang tidak bisa tiba-tiba dikuasai, melainkan harus dibangun sejak dini dan sangat bisa melalui aktivitas sederhana di rumah. Apalagi fasilitasnya sudah ada, yaitu BUDI yang nanti akan kita bahas juga.
Tapi sebelumnya, penting untuk mengetahui dulu pengertian literasi agar menjadi dasar kuat kita untuk mendampingi anak. Percaya deh, kalau sudah paham, pasti ada saja cara praktis yang terpikirkan untuk menguatkannya.
Apa Itu Literasi?
Contohnya anak membaca sebuah cerita bergambar tentang anak yang suka mencuri. Bila memiliki kemampuan literasi yang baik, anak bisa memahami bahwa mencuri itu tidak baik, tidak akan melakukannya, dan bisa jadi akan berusaha mencegah orang di sekitarnya agar tidak mencuri. Atau anak melihat video kesukaannya yang mengajarkan manfaat hidup bersih, di mana dijelaskan tahapan mencuci tangan yang baik dan benar. Setelah menonton, dia mempraktikkan dan berusaha membuatnya menjadi sebuah kebiasaan agar menjadi sehat.
Jadi, sumber dalam ranah literasi bukan hanya buku bacaan, melainkan beragam sumber tak terbatas yang dapat memberikan informasi. Kalau saya menyimpulkan dalam satu kalimat, literasi adalah bagaimana memahami dunia melalui teks, kata, dan informasi.
Data Kondisi Literasi di Indonesia
![]() |
| Sumber gambar: goodstats.id |
Secara peringkat, Indonesia memang mengalami kenaikan lima sampai enam posisi dari PISA 2018. Namun, Indonesia mengalami penurunan skor di kemampuan membaca, matematika, dan sains sekitar 12-13 poin.
Yang mana dapat dikategorikan sebagai hasil terendah, setara dengan nilai yang diperoleh pada tahun 2003 untuk membaca dan matematika, serta tahun 2006 untuk sains. Artinya, semenjak partisipasi Indonesia dalam PISA mulai tahun 2000 hingga 2022, kualitas pendidikan Indonesia belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Mari menyorot satu poin dulu, yaitu membaca. Masih rendah, lo. Kalau hanya menyerahkan kepada guru di sekolah, tentu hasilnya tak akan semaksimal bila orang tua juga bekerja sama mengupayakan hal yang sejalan. Setidaknya, data ini bisa memberi gambaran kepada kita, orang tua, untuk lebih tergerak lagi melakukan perubahan. Mulai dari rumah saja dulu. Hal kecil, hal sederhana, bukan berarti tidak bisa memberi hasil yang besar.
Menguatkan Literasi Anak Bersama BUDI
Tapi buku kan mahal? Tenang, ada yang GRATIS dan super lengkap! Namanya BUDI, singkatan dari Buku Digital. BUDI merupakan platform yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Lebih dari 900 buku tersedia di sini dan akan terus bertambah.
Buku Digital atau BUDI bisa diakses melalui budi.kemendikdasmen.go.id. Semua orang tua dapat membaca buku secara gratis untuk menguatkan literasi anak. Mulai dari usia dini hingga SMA. Menarik kan?
Lebih detailnya, berikut beberapa fitur dan keunggulan BUDI yang menurut saya sayang sekali untuk tidak dimanfaatkan dalam menguatkan literasi anak.
- Format buku beragam, mulai dalam bentuk e-book (buku digital), audio, video, hingga komik. Tinggal pilih mana yang sesuai dengan selera anak.
- Terdapat 3 pilihan bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan bahasa daerah.
- Akses GRATIS. Semua bahan bacaan dapat diakses dan dibaca oleh siapa pun tanpa biaya. Hanya perlu akses internet saja.
- Buku bacaan sudah dikelompokkan berdasarkan usia dan tingkat pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum.
- Pilihan temanya banyak. Ada tema lingkungan, petualangan, tokoh Indonesia, cerita rakyat, budaya, sains, kesehatan, literasi finansial, dan banyak lagi.
- Meski gratis, semua buku ini resmi dan di bawah perlindungan hak cipta. Buku-buku dipastikan merupakan karya asli yang dilindungi undang-undang untuk menjaga orisinalitasnya.
- Buku yang kita sukai bisa di-save dan diunduh Tapi, jangan lupa bikin akun dulu, ya.
Cara membaca buku di BUDI ini anti ribet dan praktis banget. Tinggal buka URL budi.kemdikdasmen.go.id di mesin pencari. Lalu masukkan filter yang diinginkan sesuai selera anak. Jangan sesuai selera kita, ya. Kalau bisa, ajak anak untuk memilih. cerita mana yang ingin ia dengar atau baca.
Contoh, anak saya yang berusia 7 tahun saat ini lagi suka baca komik. Dan agar lebih seru, saya sarankan untuk memilih tema "petualangan". Beginilah pengaturannya pada kolom PENCARIAN BUDI.
Selanjutnya akan muncul buku-buku yang sesuai pencarian kita. Klik buku yang ingin dibaca. Kali ini saya memilih Petualangan di Museum.
Lalu klik tombol Baca Sekarang. Tinggal dibaca deh. Kalau mau di-save atau diunduh, klik tombol yang ada di sebelahnya.
Apakah sudah selesai? BELUM. Setelah membaca bersama, pastikan mengajak anak berdiskusi tentang isi bacaan. Inilah yang akan menguatkan kemampuan literasinya. Misal dengan menanyakan pesan yang ditangkap, hal baik apa yang didapat, dan poin mana yang bisa diaplikasikan dalam kesehariannya. Bisa sekalian meningkatkan ikatan antara orang tua dan anak juga.
Mudah, kan? Saya rasa, orang tua milenial seperti saya tak akan kesulitan mengakses buku-buku di BUDI. Pemerintah sudah menyediakan fasilitas membaca secara gratis, masak iya tidak dinikmati. Apalagi demi membangun pondasi masa depan anak-anak kita.
Baca juga: Ini yang Harus Disiapkan saat Market Day Anak di Sekolah
Terakhir, saya tidak akan pernah berhenti mengajak sesama orang tua, terutama sesama ibu, untuk terus belajar sebelum mengajar anak-anak kita. Seperti platform BUDI ini, saya mendapatkan informasinya justru dari komunitas Sidina Community yang memang fokus pada parenting dan pendidikan anak, serta pemberdayaan perempuan. Kalau teman-teman ingin sama-sama belajar juga, silakan kepoin akun Instagramnya di @sidinacommunity. Dan kalau ada komunitas lain yang rasanya juga relevan, jangan sungkan untuk mengutarakan keinginan untuk bergabung.
Karena kalau sudah berinteraksi dengan teman-teman yang sefrekuensi, bukan hanya ilmu dan pengalaman yang didapat, melainkan motivasi untuk berbuat lebih banyak hal positif dan berdampak demi pendidikan terbaik anak-anak kita, salah satunya penguatan literasi.
Semoga bermanfaat.
#FasilitatorSidinaCommunity #IbuPenggerak #SosialisasiFasilitatorSidina #Literasi
Sumber:
https://budi.kemendikdasmen.go.id/
Video Literasi dan Numerasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik di Channel YouTube Direktorat Sekolah Dasar. URL: https://www.youtube.com/watch?v=XigYrXdgGTM&t=31s
Risalah Kebijakan Nomor 3, April tahun 2024 berjudul Memperkuat Literasi Indonesia: Menuju Bangsa yang Maju dan Bermartabat oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. URL: chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/resource/doc/files/risalah_nomor_3_rev_cetak.pdf
.jpg)

















