Featured Slider

Racikan "Hangat" Urip Jamu untuk Pekerja Tambang Kalimantan

No comments
Ketika mendengar tentang pekerja tambang, mungkin yang pertama terbayang adalah gajinya yang menggiurkan. Namun, pernahkah melihat dari sisi lain, di mana ada pengorbanan yang tak kalah besar di balik nominal gaji tersebut? Pekerjaan penuh risiko karena medan berat, jam kerja panjang hingga 12 jam sehari, sistem kerja shift yang menuntut harus begadang semalaman, hingga lokasi terpencil yang menciptakan bentangan jarak dengan keluarga tercinta. Dampak dari kondisi inilah yang berusaha diringankan oleh Urip Jamu, melalui racikan herbal penambah energi, sekaligus membuka ruang hangat kebersamaan bagi para pekerja tambang Kalimantan.

Racikan Hangat Urip Jamu untuk Pekerja Tambang Kalimantan
Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana

"Bukan mendekati perkotaan yang ramai, Urip Jamu justru membuka kedua kedai di daerah pelosok agar lebih mudah dijangkau oleh para pekerja tambang." 
- Eva Erviana, owner Urip Jamu.

Diawali dari kepedulian sebagai sesama pekerja tambang, didukung keahlian orang tua dalam membuat jamu, Eva memulai perjalanan Urip Jamu pada tahun 2017 dan sekarang telah memberi manfaat herbal khas Nusantara bagi banyak orang, tepatnya ke lebih dari 1.600 pelanggan, dengan lebih dari 22.000 produk jamu yang terjual. Sekaligus berkontribusi dalam pelestarian tradisi meminum jamu yang bukan hanya merupakan warisan budaya Indonesia, melainkan juga sudah dinobatkan sebagai Warisan Budaya TakBenda dunia oleh UNESCO.

Dukungan Energi untuk Teman Seperjuangan

Dukungan Energi untuk Teman Seperjuangan
Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana

Sebelum fokus mengembangkan bisnis Urip Jamu, Eva juga bekerja di salah satu perusahaan tambang Kalimantan dan memutuskan membawa serta kedua orang tuanya untuk tinggal bersama. Eva merasakan sendiri tantangan demi tantangan selama bekerja di pertambangan, dan tak jarang pula mendengarkan kebutuhan teman-teman sesama pekerja akan dukungan energi agar tetap prima selama bertugas. 

Di sinilah ide itu muncul, menjadikan jamu sebagai jawaban. Eva langsung mengutarakannya kepada orang tua yang jauh lebih paham soal jamu. Sederhananya, kalau solusinya ada, kenapa tidak dicoba menawarkan? Benar saja, ide itu berubah menjadi peluang yang segera menemukan pelanggan-pelanggan pertamanya. Pekerja tambang mulai memesan jamu racikan orang tua Eva yang dikemas praktis dalam botol-botol plastik kekinian. Sehingga saat sedang bekerja pun, jamu tetap bisa dikonsumsi. 

Penjualan awal masih secara online dan diantarkan langsung oleh Eva
Penjualan awal masih secara online, diproduksi di rumah, dan diantarkan langsung oleh Eva (Foto: Instagram @urip_jamu)
 
Eva menceritakan, yang membuat jamu di awal-awal masih orang tuanya. Sedangkan dirinya hanya bertugas untuk mengantarkan pesanan sembari bekerja. Tapi, seiring bertambahnya jumlah pesanan dan pelanggan, meski awalnya tidak tertarik, akhirnya Eva ikut turun tangan juga membantu dan mendalami proses pembuatan jamu.

Di tahun ketiga berjalan setelah resmi menamai usaha dengan Urip Jamu pada tahun 2019, dilakukanlah penataan manajemen bisnis dan evaluasi untuk mencari segmen pasar yang lebih jelas. Langkah ini membuahkan ide inovasi untuk menghadirkan konsep menikmati jamu yang lebih modern, dengan tetap mempertahankan kepedulian terhadap kebutuhan pelanggan. 

Pertama, 80% pelanggan masih dari para pekerja tambang dan sawit. Sehingga kebutuhan mayoritas pelanggan inilah yang menjadi dasar dari inovasi yang dilakukan. Berhubung kehidupan pekerja tambang dan sawit jauh dari permukiman dan akses kota, Urip Jamu memilih membuka kedua kedai di pelosok agar lebih dekat dengan pelanggan. Kedai pertama berlokasi di Sangatta, lalu disusul kedai kedua di Bengalon.

Kedua, mereka tetap membutuhkan asupan energi untuk mendukung kondisi fisik yang terus diforsir saat bekerja. Makanya, Urip Jamu tak henti mengembangkan racikan herbal untuk peningkatan energi atau penghangat tubuh ketika harus bertugas di malam hari. 

Ketiga, ternyata mereka juga butuh tepat nongkrong untuk mengusir kesepian atau sekadar bercerita bersama teman. Kondisi daerah pelosok yang berbeda dengan di perkotaan, membuat ketersediaan tempat nongkrong yang nyaman masih sangat terbatas. Inilah dasar inovasi selanjutnya yang membuat Urip Jamu semakin istimewa, berkat penerapan konsep kedai layaknya kafe atau coffee shop.  

Mendekatkan Tradisi dengan Gaya Hidup Masa Kini

Kedai Urip Jamu Bengalon
Kedai Urip Jamu Bengalon (Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana)

Aktivitas nongkrong identik dengan duduk lama di kafe ditemani segelas kopi. Tapi, bagaimana bila kopi itu diganti dengan jamu? Ya, konsep unik ini diwujudkan oleh Urip Jamu di kedai yang dibangun di daerah Bengalon. "Kita membuat kedai dengan konsep homey, agar ketika para pekerja tambang bosan dan merasa sendiri di mess, mereka punya tempat untuk menuangkan masalah atau berbagi beban pikiran," jelas Eva.

Kedai dibuat luas dan minim sekat agar dapat memfasilitasi interaksi sosial antar pelanggan, sehingga lebih leluasa untuk saling bercerita dan mendengarkan. Open bar yang menjadi konsep andalan di coffee shop, juga diterapkan. Jadi, pelanggan yang datang bisa melihat jelas proses pembuatan jamu yang dipesan dan memastikan kesegarannya. 

Konsep open bar
Konsep open bar (Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana)

Ternyata konsep ini bukan hanya bermanfaat untuk pelanggan, melainkan juga Eva sebagai owner untuk lebih mengenali kebutuhan tubuh mereka sehingga resep jamu dapat disesuaikan. Pengamatan penting yang membuat Urip Jamu masih menjadi pilihan para pelanggan setianya hingga sekarang.

Pelanggan Urip Jamu yang menikmati kebersamaan
Pelanggan Urip Jamu yang menikmati kebersamaan (Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana)

Kembali ke tahun 2019, melalui kisah yang dibagikan Eva di akun Instagram @urip_jamu, setelah sekian lama hanya berjualan secara online, kedai pertama di Sangatta hadir dari hasil membeli gerobak kontainer bekas yang direnovasi dengan modal pas-pasan. Namun, karena inovasi menu jamu yang modern, kedai yang didesain layaknya kedai express yang bisa disinggahi di sela perjalanan, kedai ini semakin ramai dan dibukalah kedai kedua di Bengalon pada tahun 2022.

Kedai pertama Urip Jamu di Sangatta
Kedai pertama Urip Jamu di Sangatta (Foto: Instagram @urip_jamu)

Mulanya kedai Bengalon belum seperti sekarang. Masih berupa kedai kontainer yang mirip kedai Sangatta, tapi modal renovasinya lebih besar. Namun, "naik-turun" yang terjadi sungguh luar biasa. Pernah saking sepinya, jadi disambil dengan menjual kelapa muda dan aneka kue. Sampai akhirnya, fase kelam itu terlalui juga dan pelanggan mulai berdatangan. Kursi-kursi terus ditambah, tapi tidak cukup juga menampung pelanggan yang semakin ramai. Diputuskanlah untuk pindah ke tempat baru yang jauh lebih lega, yaitu di lokasi kedai berbentuk ruko yang sekarang. 

Kedai Bengalon sebelum pindah ke ruko
Kedai Bengalon sebelum pindah ke ruko di lokasi baru (Foto: Instagram @urip_jamu)

Bila selama ini jamu sering dianggap sebagai tradisi lama yang kian tergerus zaman, Urip Jamu tetap memilih mempertahankannya dengan memberi sentuhan inovasi kekinian. Sehingga jamu tetap diminati dan bisa menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern saat ini. 

Variasi Menu Jamu yang Nyaman Dinikmati 

Variasi Menu Jamu yang Nyaman Dinikmati
Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana dan Instagram @urip_jamu

"Jamu itu pahit" kerap membuat sebagian orang enggan meminumnya meski tahu berkhasiat. Namun, anggapan ini sebenarnya keliru, karena tidak semua jamu memiliki rasa pahit. Jamu pahit hanyalah salah satu racikan yang tidak bisa dijadikan penilaian general pada seluruh racikan jamu. Bahkan menurut data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indonesia memiliki 33 ribu spesies obat yang berpotensi menjadi bahan baku obat herbal dan saat ini baru sekitar 800 spesies yang menjadi bahan jamu. Meski baru 800, itu sudah banyak sekali. Dan bahan bercita rasa pahit, jelas bukan seluruhnya. 

Variasi menu Urip Jamu memberi bukti bahwa jamu dapat dinikmati oleh semua kalangan dengan rasa yang nyaman di lidah. Saat ini, Urip Jamu memiliki 15 varian jamu cair, 4 varian jamu kapsul, dan 2 varian jamu kering. Patut diapresiasi, inovasi produk jamu kering berhasil menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga penjualan bukan lagi sebatas di Sangatta dan Bengalon, namun juga sudah sampai ke Samarinda, Balikpapan, Pontianak, Kaliorang, Jawa Timur, hingga Jakarta. 
  • Jamu cair bisa dinikmati di kedai atau dibungkus dalam kemasan botol untuk dikonsumsi langsung, seperti STMJ (singkatan dari susu-telur-madu-jahe), jamu pegal linu, kunyit asam, temulawak, wedang uwuh, teh kombucha, sarabba, dan lainnya.
  • Jamu kapsul merupakan jamu yang sudah dikeringkan lalu dimasukkan dalam kapsul dan dikemas apik. Sehingga cocok bagi pelanggan yang butuh kepraktisan. Tersedia varian Pahitan untuk mengontrol gula darah, Kulangsing untuk membantu metabolise dan menurunkan berat badan, Sirawa untuk kesehatan wanita, dan Typhus Begone untuk membantu mengatasi gejala tifus. 
  • Terakhir, jamu kering dapat diseduh kapan saja dan di mana saja, seperti wedang uwuh berisi rempah alami yang dapat menghangatkan dan menjaga dayan tahan tubuh. Mau di kirim ke luar kota pun, tetap aman.

Kualitas bahan-bahan pun juga menentukan setiap sajian dapat memberi khasiat sesuai harapan dengan rasa alami yang terjaga. Urip Jamu membeli rempah basah dari petani lokal Bengalon dan Sangatta demi memastikan kesegarannya. Karena rempah basah inilah yang paling rentan terhadap kerusakan. Agar tahan lama, rempah basah segera dicuci, ditimbang, lalu dimasukkan ke freezer setelah diantarkan oleh petani. Jadi, ketika akan membuat jamu, tinggal diblender saja. Sedangkan untuk rempah kering seperti cengkeh, pala, atau kapulaga dikirim langsung dari Jawa.

Urip Jamu selalu menggunakan bahan-bahan yang segar untuk proses produksi
Urip Jamu selalu menggunakan bahan-bahan yang segar untuk proses produksi (Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana)

Respon pelanggan terhadap inovasi kekinian ini cukup baik. "Mereka sangat welcome. Jadi lebih nyaman minum jamu dan merasa lebih diperhatikan," ungkap Eva. Tidak heran bila pelanggan Urip Jamu tak lagi terbatas pada pekerja tambang, melainkan juga warga sekitar yang datang bersama pasangan, keluarga dengan mengajak serta anak-anaknya, atau bersama kawan dekat. 

Karena sebenarnya yang membuat orang enggan meminum jamu bukanlah rasanya yang pahit, melainkan pendekatannya. Bagaimana membuat tradisi itu relevan dengan kehidupan sekarang, lokasinya dekat, pemesanannya cepat dan mudah, serta sajian menu yang menarik untuk dicoba. Sehingga tanpa dipaksa pun, semua orang bisa menemukan racikan jamu yang sesuai dengan seleranya.

Eva berharap minuman herbal seperti jamu tidak lagi dipilih sebagai alternatif terakhir, melainkan sesuatu yang dicari sebagai minuman menyehatkan dengan bahannya yang alami dan tak perlu khawatir akan efek samping kimia. Merujuk pada catatan Kementerian Perindustrian, masa pandemi yang membuat nyaris semua sektor mengalami penurunan, industri herbal atau obat tradisional justru menjadi salah satu industri yang tetap gemilang. Ini menyimpulkan bahwa herbal sebenarnya masih dipercaya berkhasiat. Hanya saja, butuh pendekatan yang relevan agar jamu tak hanya menjadi idola sementara, melainkan sesuatu yang rutin dikonsumsi.

Sempat Tak Tahu Arah untuk Mengembangkan Bisnis

Sempat Tak Tahu Arah untuk Mengembangkan Bisnis
Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana

Meski di awal sudah menemukan pelanggan dari teman-teman sesama pekerja tambang, bukan berarti perjalanan Urip Jamu lepas dari tantangan dan kesalahan. Tantangan paling berat yang dirasakan Eva tidak melulu tentang pemasaran, melainkan menghadapi keterbatasan literasi pelanggan tentang jamu. Sehingga membutuhkan upaya lebih untuk mengedukasi mereka dengan bahasa yang lebih mudah dipahami generasi sekarang. Selain itu, Urip Jamu sempat berpindah lokasi produksi berkali-kali, salah beli kemasan sampai rugi jutaan rupiah, hingga pernah gagal membuka cabang. 

Bisa dikatakan saat itu Urip Jamu hanya sebatas menjual produk, belum memiliki arah yang jelas dalam berbisnis. Kondisi usaha masih sangat minim, belum memiliki legalitas, segmen market juga belum jelas, dan tujuannya pun samar. Eva menggambarkan, "Urip Jamu yakin bisa sukses, tapi tidak tahu jalannya. Ibarat saya mau ke Samarinda, tapi tidak tahu mau naik apa, kapan waktunya, berangkat sama siapa, dan di mana beli tiketnya. Begitulah keadaan Urip Jamu kala itu."

Tapi, menyerah tak pernah tebersit sama sekali. Yang membuat tetap bertahan adalah para pelanggan. 

Sayang sekali berhenti ketika pelanggan menemukan penopang harapan saat sudah lelah berobat ke mana-mana, tapi belum menghasilkan apa-apa. Juga saat mendengar kabar bahwa ada pelanggan yang sembuh atau berhasil sehat berkat racikan Urip Jamu. "Rasa bahagianya tidak bisa dibayar dengan duit, so happy banget bisa membantu orang lain," kata Eva. 

Hingga akhirnya titik balik itu datang pada tahun 2023, di mana seorang CSR dari PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memberikan tawaran pada Urip Jamu untuk menjadi salah satu UMKM binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Eva mengungkapkan rasa syukurnya karena pendampingan yang diberikan sangat sesuai dengan apa yang ia cari. Bukan yang hanya fokus memberi kucuran dana, melainkan membantu dalam hal manajemen, legalitas, administrasi, hingga menanamkan mindset dan mental pebisnis.

Pendampingan 5R oleh YDBA
Pendampingan 5R oleh YDBA (Foto: Instagram @urip_jamu)

Lebih detail, Eva menjelaskan 4 perubahan signifikan yang dirasakan Urip Jamu setelah mendapat pendampingan YDBA. 

1. Enterpreneur Mentality

YDBA memberikan ilmu berharga yang menjadi dasar utama agar tahan banting dalam menjalankan bisnis, yaitu mental seorang pengusaha yang mau terus upgrade diri. Meski pernah melakukan salah, dan itu wajar terjadi selama berproses, seorang pengusaha selalu mencari solusi alih-alih menyerah atau menutup diri. Berkatnya, walaupun Urip Jamu pernah merugi dan gagal, dapat segera bangkit dengan berinovasi.

2. Pelatihan 5R (Ringkas, Resik, Rapi, Rawat, Rajin)

Tak kalah penting, kesuksesan dalam berbisnis tak lepas dari penerapan konsep 5R sebagai ikhtiar untuk memantaskan diri menjemput rezeki. Urip Jamu selalu menjaga kebersihan dan kerapian kedai, memastikan kualitas bahan-bahan pembuat jamu tetap segar, serta tetap konsisten dan disiplin untuk mewujudkan tujuan bisnis.

3. Structure

Urip Jamu juga mendapatkan pelatihan untuk pembukuan dan manajemen usaha, sehingga dapat langsung merapikan dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan. Mulai dari membuat Standart Operating Procedure (SOP), Key Performance Indicator (KPI), mengurus sertifikasi Halal, HAKI, PIRT, hingga mengikuti pelatihan herbalist. Urip jamu sadar sekali akan pentingnya struktur usaha agar dapat terus bertumbuh dan dapat dipercaya.

4. Value dan Integrity

Bukan hanya ilmu tentang pengelolaan internal bisnis, Urip Jamu diberikan pula kesempatan untuk mengikuti berbagai lomba, memperluas jaringan, dan mendapatkan pelatihan instruktur sehingga lebih paham esensi berbagi. Agar tidak hanya menjadi usaha yang bertumbuh sendiri, melainkan tumbuh bersama. Urip Jamu percaya bahwa segala pencapaian yang diperoleh saat ini, tidak lepas dari kontribusi banyak pihak yang terlibat di dalamnya. 

Sangat berkesan ketika Urip Jamu berhasil menjadi UMKM Mandiri YDBA, lalu mendapat pendampingan dalam program U for U sebagai instruktur. Ini membuka peluang baru bagi Eva untuk membagikan ilmu kepada lebih banyak orang dan memberanikan diri membuka kelas setiap bulannya di Urip jamu.

Berbagi ilmu kepada orang lain
Berbagi ilmu sebagai instruktur (Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana)
    
"Pendampingannya banyak sekali. Semua diajarkan dari awal," jelas Eva. Pembenahan usaha yang dilakukan berkat ilmu dan pendampingan YDBA tersebut berhasil meningkatkan omzet, meluaskan jangkauan pasar, dan menambah jumlah karyawan. Ditambah lagi, Urip Jamu berhasil meraih Juara 1 QCC Terbaik Kuliner dan Juara 2 UMKM Mandiri Terbaik tahun 2025 oleh YDBA, serta Juara 3 UMKM Kuliner Terbaik oleh PT PAMA di tahun yang sama. Tapi, bagi Eva yang paling terasa adalah perubahan mindset yang dulunya hanya berpikir sebatas soal jualan, sekarang sudah lebih paham mana yang harus diprioritaskan dan mana yang harus dipikir ulang. "Mindset-nya sudah berubah jadi mindset entrepreneur, bukan mindset pedagang lagi."

Lebih lanjut Eva menceritakan momen paling membanggakan bagi Urip Jamu ketika mengikuti lomba yang akhirnya membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk jamu ke berbagai daerah yang belum pernah dikunjungi. Di mana secara tidak langsung menyampaikan pesan bahwa di dunia ini masih ada warisan yang perlu dipertahankan dan memberi dampak baik untuk banyak orang. "Aku bangga bisa menjadi salah satu yang melestarikan budaya Indonesia," ungkapnya.

Rasa Syukur dan Harapan

Rasa Syukur dan Harapan
Foto: Dokumentasi pribadi Eva Erviana

Semua proses dalam perjalanan panjang Urip Jamu sangat disyukuri Eva sebagai owner. Baginya, Urip Jamu telah menjadi wadah untuk mencipta, berkreasi, dan membantu sesama. Mewarisi keahlian meracik jamu dari orang tua yang sempat dianggap tidak menarik, kini di sinilah Eva merasa bebas bereksplorasi, menumpahkan segala keingintahuan, dan menuntaskan rasa penasaran. Hal yang mungkin terlihat menguras energi bagi orang lain, nyatanya ketika sudah menemukan tujuan, justru semakin menambah energi Eva untuk terus berkembang dan berinovasi. Perjalanan Urip Jamu jelas berbanding lurus dengan pertumbuhan owner-nya.

Berangkat dari pengalaman inilah, Eva berpesan untuk sesama pelaku UMKM agar terus berjalan dan mengupayakan memperbaiki diri, karena setiap perjalanan pasti ada waktunya untuk sampai di tujuan selama ada keyakinan. "Lakukan yang terbaik. Andai kamu penjual kue, jadilah penjual kue yang terbaik. Andai kamu guru, jadilah guru yang terbaik. Andai kamu penjual jamu, jadilah penjual jamu yang terbaik. Bahkan untuk hal sederhana seperti mencuci piring pun, lakukanlah yang terbaik. That's it," kata Eva.

Kini bersama 3 karyawannya di dua lokasi kedai, yaitu Bengalon dan Sangatta, Eva berharap Urip Jamu bisa memberi lebih banyak manfaat dan melebarkan sayapnya agar lebih banyak orang yang teredukasi tentang betapa penting dan luar biasanya warisan leluhur potensial ini. Semoga YDBA bisa terus memberi pendampingan dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dengan lini atau anak perusahaan yang terkait pertambangan dan sawit. 

Sejalan dengan tujuan Urip Jamu untuk merawat energi kehidupan, setiap manusia berhak mendapat energi yang mendukung perjuangannya. Tak terkecuali para pekerja tambang yang bertugas di seluruh pelosok negeri.

Referensi
Wawancara dengan Eva Erviana owner Urip Jamu melalui WhatsApp
Instagram @urip_jamu
Peluang Industri Obat Herbal Indonesia di Pasar Internasional. URL: https://agro.kemenperin.go.id/artikel/6520-peluang-industri-obat-herbal-indonesia-di-pasar-internasional (diakses 29 September 2026)

Memilih Gym di Surabaya Dekat Tempat Tinggal agar Rutinitas Olahraga Lebih Konsisten

No comments

Menentukan tempat olahraga yang dekat dengan tempat tinggal, secara langsung akan membantu kita lebih konsisten dan teratur menjalankan aktivitas fisik ini. Betul, kan? Terutama bagi teman-teman yang memiliki kesibukan kerja, kuliah, atau aktivitas padat harian lainnya, jarak tentu menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan. Nah, memilih gym di Surabaya yang mudah dijangkau dapat mempersingkat waktu perjalanan sehingga memiliki lebih banyak kesempatan untuk berlatih tanpa mengganggu kegiatan lain.


Memilih Gym di Surabaya Dekat Tempat Tinggal agar Rutinitas Olahraga Lebih Konsisten

Pertimbangkan Jarak dari Tempat Tinggal

Lokasi adalah faktor penting ketika kita ingin membangun kebiasaan berolahraga. Karena tempat latihan yang terlalu jauh kerap membuat perjalanan terasa melelahkan, terutama jika jadwal gym dipilih setelah menjalani berbagai kegiatan sepanjang hari. Sebaliknya, lokasi yang mudah dijangkau justru dapat membantu kita mengatur waktu dengan lebih baik.


Baca juga: Mengenal Olahraga Gym Ball Workout Dengan Segudang Manfaatnya


Sebelum menentukan tempat latihan, sebaiknya kita memperhatikan beberapa hal berikut.

  • Perkirakan waktu yang dibutuhkan dari rumah menuju tempat latihan.
  • Pilih lokasi yang mudah dijangkau dengan kendaraan yang biasa digunakan.
  • Perhatikan kondisi perjalanan di jadwal yang kita pilih untuk nge-gym atau berolahraga.
  • Hitung jarak tempuh dengan rutinitas harian agar tidak terasa merepotkan.

Dengan pertimbangan tersebut, kita dapat menentukan lokasi yang lebih tepat dan sesuai dengan pola aktivitas sehari-hari.


Sesuaikan dengan Jadwal Harian

Lokasi yang dekat memang pertimbangan utama, namun dekat saja belum cukup jika waktu latihan tidak sesuai dengan kegiatan harian kita. Karena itu, coba lihat kembali rutinitas sehari-hari sebelum membuat jadwal olahraga. Kita dapat menentukan apakah latihan lebih nyaman dilakukan pada pagi hari, setelah bekerja, setelah kuliah, atau pada waktu lain yang tersedia.


Jadwal yang realistis biasanya lebih mudah dipertahankan. Tidak perlu memaksakan frekuensi latihan yang terlalu padat apabila hal tersebut justru membuat kegiatan olahraga sulit dilakukan secara konsisten. Sisihkan waktu yang cukup dan pertimbangkan pula kebutuhan untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas lainnya.


Fasilitas yang Tersedia sesuai dengan Kebutuhan

Selain lokasi, fasilitas juga berperan dalam menciptakan pengalaman latihan yang nyaman. Kita tidak harus memilih tempat berdasarkan jumlah fasilitas semata. Hal yang lebih penting adalah memastikan fasilitas yang tersedia dapat mendukung jenis latihan yang ingin dilakukan.


FIT HUB menyediakan berbagai fasilitas yang bisa digunakan untuk menunjang kebutuhan latihan. Kita dapat menyesuaikannya dengan tujuan olahraga dan kemampuan yang hendak dikembangkan secara bertahap. Dengan fasilitas sesuai, waktu latihan dapat dimanfaatkan dengan lebih terarah tanpa harus membuat pola olahraga terasa rumit.


Beberapa fasilitas yang dapat dipertimbangkan meliputi:

  • Area latihan untuk aktivitas kekuatan;
  • Peralatan yang mendukung latihan kebugaran;
  • Ruang nyaman untuk menjalankan aktivitas fisik;
  • Pilihan fasilitas lain yang bisa digunakan sesuai kebutuhan latihan.

Ketersediaan fasilitas yang sesuai dapat membantu kita menjalankan berbagai jenis latihan dengan lebih leluasa. Selain mendukung variasi aktivitas, fasilitas yang tertata juga membuat proses berolahraga terasa lebih nyaman dan terorganisir.


Hitung Waktu Perjalanan dengan Realistis

Sering kali waktu perjalanan menjadi alasan seseorang menunda atau bahkan membatalkan niat untuk pergi berolahraga. Karena itu, jangan hanya melihat jarak berdasarkan peta atau perkiraan singkat. Pertimbangkan kondisi perjalanan yang sebenarnya, termasuk kepadatan lalu lintas pada jam tertentu.


Jika kita memilih gym di Surabaya yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal, waktu yang biasanya digunakan untuk perjalanan akan menjadi lebih singkat. Sehingga sisa waktunya kemudian bisa dialihkan untuk persiapan latihan, pendinginan setelah berolahraga, atau kegiatan lain dalam rutinitas harian.


Buat Target Latihan yang Masuk Akal

Perlu dicatat, konsistensi tidak hanya dipengaruhi oleh lokasi. Target latihan juga perlu dibuat sesuai dengan kondisi dan jadwal kita. Target yang terlalu berat sejak awal dapat membuat olahraga terasa sebagai kewajiban yang sulit dijalankan.


Cobalah membuat target sederhana, misalnya menentukan jumlah hari latihan dalam satu minggu dan durasi yang sesuai dengan waktu luang. Misal cuma satu atau dua kali saja dalam seminggu dengan durasi 1 jam, tidak masalah. Setelah terbiasa, kita pasti dapat menyesuaikan pola tersebut berdasarkan perkembangan dan kebutuhan.


Sebaiknya catat jadwal latihan agar lebih mudah melihat dan mengevaluasi kebiasaan yang sudah terbentuk. Catatan sederhana sudah cukup untuk membantu kita mengetahui kapan waktu tepat berolahraga dan kapan perlu memberikan tubuh waktu istirahat.


Ciptakan Rutinitas yang Bisa Dipertahankan

Sebenarnya, rutinitas olahraga yang baik bukan hanya tentang seberapa sering kita datang ke tempat latihan, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut dapat menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Pilih waktu yang memungkinkan, gunakan fasilitas sesuai kebutuhan, dan berikan ruang untuk istirahat agar pola latihan tetap terasa nyaman.


Baca juga: Gym Tutorial Jadi Solusi Latihan Mandiri di Rumah


Ketika tempat olahraga berada dalam jangkauan yang mudah, kita dapat mengurangi salah satu hambatan yang sering muncul sebelum latihan dimulai, yaitu malas diperjalanannya. Dari sini, kebiasaan dapat dibangun secara perlahan melalui jadwal sederhana dan realistis.


Kesimpulannya, tempat latihan yang dekat bisa menjadi awal yang praktis untuk menjaga keteraturan olahraga. Dengan memilih gym di Surabaya yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggal, jadwal, serta kebutuhan fasilitas, kita dapat memanfaatkan FIT HUB sebagai bagian dari aktivitas kebugaran sehari-hari. Bukan sekadar menentukan tempat untuk berolahraga, langkah tersebut juga membantu menciptakan pola yang lebih mudah dijalani dari waktu ke waktu.


Semoga bermanfaat.

Aplikasi Perbankan BCA untuk Transfer Antarbank melalui BI-FAST

No comments

Kebutuhan mengirim uang ke rekening tujuan, kini dapat dilakukan dengan lebih praktis melalui layanan digital. Nah, bagi teman-teman yang memiliki rekening BCA, aplikasi perbankan dapat mendukung aktivitas transfer tanpa harus selalu mendatangi kantor cabang. Salah satu pilihan yang tersedia untuk transfer antarbank adalah BI-FAST. Dengan memahami cara memilih layanan transfer sesuai kebutuhan, kita dapat menyelesaikan transaksi dengan lebih nyaman dan praktis hanya melalui smartphone.


Aplikasi Perbankan BCA untuk Transfer Antarbank melalui BI-FAST

Peran Agen Asuransi dalam Menjelaskan Perbedaan Manfaat Setiap Produk Chubb

No comments

Memilih perlindungan yang sesuai, tidak cukup hanya dengan melihat nama produk atau besarnya premi. Setiap perlindungan memiliki manfaat, cakupan, batasan, dan ketentuan yang perlu dipahami sebelum dipilih. Dalam kondisi seperti ini, agen asuransi dapat membantu kita melihat perbedaan setiap produk Chubb secara lebih jelas, sehingga keputusan yang diambil dapat disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan.


Peran Agen Asuransi dalam Menjelaskan Perbedaan Manfaat Setiap Produk Chubb

Bagaimana TBS Mendukung Pertumbuhan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Nasional?

No comments

Perkembangan transportasi listrik di Indonesia membuka peluang bagi hadirnya sistem mobilitas yang lebih terhubung. Kendaraan listrik membutuhkan dukungan energi, teknologi, dan layanan yang mampu menjawab kebutuhan perjalanan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, ekosistem baterai kendaraan listrik memiliki peran penting karena mencakup berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penyediaan, penggunaan, serta pengelolaan sumber tenaga kendaraan. TBS melalui pengembangan bisnis energi bersih dan mobilitas listrik dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekosistem tersebut.


Bagaimana TBS Mendukung Pertumbuhan Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Nasional

Makanan Penurun Kolesterol yang Kaya Serat dan Baik untuk Kesehatan Tubuh

No comments

Untuk menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas aman, dapat diupayakan melalui kebiasaan makan yang lebih teratur dan pemilihan bahan pangan yang tepat. Makanan penurun kolesterol yang kaya serat dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari karena dapat membantu mendukung kesehatan saluran pencernaan dan mengurangi penyerapan kolesterol di dalam tubuh. Namun, pola makan sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis bahan pangan. Variasi makanan, ukuran porsi, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan juga perlu diperhatikan agar kebiasaan yang diterapkan tetap seimbang.


Makanan Penurun Kolesterol yang Kaya Serat dan Baik untuk Kesehatan Tubuh