Featured Slider

Suka Curhat di Blog? Terapkan 5 Aturan Ini agar Artikelnya Positif

No comments

Tentu kita bebas dan boleh-boleh saja "nulis curhat" di blog milik pribadi. Di sini pun saya sering mencurahkan isi hati supaya tidak jadi beban pikiran. Tapi, curhatnya bukan tanpa rem, saya memiliki aturan sendiri agar curhatan itu dapat dituangkan dengan lebih positif.


Boleh Nggak Sih Curhat di Blog

Rekomendasi Jasa LCL Container untuk Pengiriman Internasional yang Lebih Efisien

1 comment

Persaingan bisnis yang semakin luas membuat banyak pelaku usaha mulai rutin mengirim barang ke luar negeri. Namun, tidak semua pengiriman membutuhkan satu kontainer penuh. Pada kondisi seperti ini, layanan LCL container menjadi solusi yang lebih fleksibel karena memungkinkan beberapa pengirim berbagi ruang dalam satu kontainer.


Rekomendasi Jasa LCL Container untuk Pengiriman Internasional yang Lebih Efisien

Ruang Setrika Bisa Menjadi Area Rawan Rayap Jika Banyak Tumpukan Barang

1 comment

Ruang setrika sering menjadi area untuk apa saja, alias ruangan dengan banyak fungsi. Selain untuk menyetrika pakaian, ruangan ini kerap sering dipakai untuk menyimpan keranjang baju, meja setrika, kardus, plastik laundry, gantungan, sampai perlengkapan rumah tangga lain. Karena bukan area utama rumah, ruang setrika jadi jarang diperiksa secara detail.


Ruang Setrika Bisa Menjadi Area Rawan Rayap Jika Banyak Tumpukan Barang

2 Cara Mengecek Keaslian Meterai Elektronik (e-Meterai)

2 comments

Berhubung kemarin saya menulis tentang cara membeli meterai elektronik dan membubuhkannya di dokumen, jadi penasaran, apakah e-meterai bisa dicek asli atau palsunya? Ternyata bisa. Ada website dan aplikasi khusus untuk mengeceknya. Makanya, kita memang betul-betul perlu membeli di distributor resmi agar tidak terlanjur memakai e-meterai palsu atau e-meterai yang sudah pernah digunakan sebelumnya.


2 Cara Mengecek Keaslian Meterai Elektronik (e-Meterai)

Cara Membeli Meterai Elektronik (e-Meterai) dan Membubuhkannya di Dokumen

2 comments
Kemarin untuk pertama kalinya saya membeli meterai elektronik (e-Meterai) dan membubuhkannya di dokumen. Ternyata memang jauh lebih praktis bila dibandingkan dengan meterai fisik. Terlebih yang dibutuhkan atau dikirimkan adalah dokumen softcopy, bukan hardcopy. Jadi tidak perlu tempel dan tanda tangan manual, lalu di-scan lagi. Tinggal bubuhkan meterai pada dokumen yang telah ditandatangani, selesai.

Cara Membeli Meterai Elektronik dan Membubuhkannya di Dokumen

Gaya Hidup Cashless Justru Bisa Membantu Mengatur Pengeluaran

2 comments

Kemarin saya membaca quote lucu, namun relate dengan banyak orang di tengah kondisi ekonomi yang terus menekan. "Sudah di tahap harus mulai menyembunyikan duit gue dari gue sendiri". Karena realitanya, yang paling sering menghabiskan uang adalah keinginan untuk memenuhi gaya hidup. Bersembunyi di balik berbagai pembenaran yang dinormalisasi: hidup cuma sekali atau lebih baik menyesal membeli dari pada menyesal tidak membeli. Ada yang merasakan hal serupa?


Gaya Hidup Cashless Justru Bisa Bantu Atur Pengeluaran

Kebetulan, keluarga kami diberi rezeki untuk membeli rumah dengan sistem pembayaran cash bertahap. Dananya bukan seluruhnya uang kami, setengahnya harus meminjam dengan cicilan 3 juta per bulan. Tentu bukan angka yang kecil. Tapi, bagaimanapun, tetap harus diupayakan untuk investasi masa depan. Tidak ada jalan lain yang paling membantu selain mengetatkan pengeluaran agar jangan sampai terlena mengikuti gaya hidup semata. Kami harus mengatur keuangan dengan lebih bijak lagi. Menyembunyikan uang dari diri sendiri bukanlah quote menghibur, melainkan menjadi langkah yang harus kami lakukan agar tujuan memiliki hunian bisa terwujud sepenuhnya.


Hal pertama yang terlintas adalah memisahkan tabungan di rekening bank dengan uang belanja. Agar saya sebagai ibu yang lebih intens berbelanja untuk kebutuhan keluarga, dapat mengontrol dan mengevaluasi arus keuangan dengan lebih mudah. Jadi, anggaran belanja ditransfer ke dompet digital, supaya tidak mengganggu anggaran lainnya. Termasuk anggaran untuk cicilan rumah. Intinya, menjadikan pengeluaran satu pintu saja agar jelas arusnya.


Cashless Justru Bantu Atur Pengeluaran


Cashless Justru Bantu Atur Pengeluaran

Banyak yang bilang cashless bikin boros. Saya tidak sepenuhnya setuju. Sistem pembayaran cashless atau digital justru bisa membantu mengatur pengeluaran bila diimbangi dengan literasi dan perilaku finansial yang bijak. Sesuai data BPS tahun 2024, 29,19% rumah tangga Indonesia telah memiliki dompet digital. Tentu manfaatnya sangat berkaitan dengan keuangan keluarga.


Penelitian Ramadhanti, Buchdadi, dan Fawaiq (2023) dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta yang dipublikasikan dalam Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (JBMK) menemukan bahwa alasan utama seseorang menggunakan dompet digital adalah kemudahan (perceived ease of use) dan manfaat (perceived usefulness). Jadi bukan karena ikut-ikutan. Pengguna lebih mempertimbangkan kemudahan dan manfaat nyata dibanding faktor lainnya ketika memutuskan menggunakan dompet digital.


✅ Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use)

Fitur-fitur dompet digital membuat praktis banyak hal, misalnya pembayaran dengan QRIS sebagai fitur utama, transfer, bayar tagihan dan cicilan, hingga terhubung dalam ekosistem tertentu yang lekat dengan aktivitas sehari-hari. Beda dompet digital, tentu beda pula ekosistemnya. Misalnya AstraPay dengan ekosistem Astra. Tinggal pilih yang paling sesuai kebutuhan agar manfaat yang dirasakan lebih maksimal.


Bila diniatkan untuk mengalokasikan anggaran bulanan, dompet digital akan lebih praktis ketimbang membuat rekening baru sebagai pos-pos dana. Karena dana belanja akan dipakai intens untuk harian, jadi tidak bersifat tetap. Di dompet digital juga tidak ada biaya administrasi setiap bulan seperti di rekening bank dan tidak ada pula saldo minimun mengendap. Sehingga kita bisa mengalokasikan dana bulanan dengan lebih akurat sesuai anggaran.


Manfaat yang Dirasakan (Perceived Usefulness)

Dikaitkan dengan manfaat untuk mengatur pengeluaran, dompet digital memiliki rekam jejak transaksi yang bisa menjadi evaluasi dan pelaporan pribadi. Bicara soal keuangan, tak akan lepas dari pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Sedangkan untuk mencatat semua transaksi yang dilakukan hingga ke nominal terkecil secara manual, membutuhkan upaya yang belum tentu semua orang mau dan punya waktu melakukannya. Inilah keunggulan utama dompet digital yang akan membantu mengatur dan memantau pengeluaran agar jangan sampai melebihi anggaran. Serta bisa menjadi dasar untuk membuat strategi pengelolaan yang lebih baik untuk ke depannya.


Selain itu, fitur-fitur dompet digital memangkas pengeluaran yang selama ini luput dari perhitungan. Paling familiarnya soal kembalian yang ditukar permen atau terpaksa harus belanja lagi agar nominalnya pas. Ini akan teratasi bila melakukan pembayaran dengan QRIS. Lalu saat membayar tagihan-tagihan seperti PLN atau PDAM dengan dompet digital, secara tidak langsung akan menghemat uang bensin atau transportasi. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah promo, cashback, atau reward yang sering kali memberi potongan harga lumayan. Misal potongan harga saat membeli token listrik atau cashback 50% saat berbelanja di minimarket bila melakukan pembelian/pembayaran dengan dompet digital. 


Hanya dengan membawa smatphone, kapan saja dan di mana saja bisa bertransaksi dengan lebih praktis. Data transaksi pun selalu tercatat dan dapat dilihat sebagai laporan. Sehingga kepraktisan berbelanja itu dapat terkontrol melalui angka-angka yang jelas dan pasti. 


AstraPay: Lengkap, Aman, dan Terhubung dengan Ekosistem Astra Financial


AstraPay Lengkap, Aman, dan Terhubung dengan Ekosistem Astra Financial

AstraPay merupakan aplikasi dompet digital yang dikembangkan oleh PT Astra Digital Arta dan menjadi bagian dari ekosistem Astra Financial. Hadir sejak tahun 2020, bukan hanya QRIS, AstraPay memiliki beragam fitur yang menjawab kebutuhan transaksi keuangan digital seperti berikut.

  • Isi ulang listrik, membayar tagihan telepon, PDAM, pulsa dan paket data, internet, hingga cicilan dan PBB. Dilengkapi pengingat supaya tidak telat bayar.
  • Pembayaran tagihan asuransi BPJS dan Astra Life.
  • Transfer dan top up uang elektronik.
  • Bayar tiket pesawat, tiket kereta, hotel, MRT, dan Trans Jakarta.
  • Membeli voucher streaming dan game.
  • Beramal melalui fitur zakat, infaq, dan wakaf.

Bagaimana bila membutuhkan uang cash? Tenang, AstraPay memiliki fitur untuk tarik tunai melalui ATM Permata. Jadi, yang terpakai tetap anggaran bulanan yang telah dialokasikan, tidak menyentuh tabungan di rekening bank.


Nah, keunggulan yang membedakan AstraPay dengan dompet digital lain adalah terintegrasinya dengan berbagai layanan Astra Financial. Jika memiliki motor Honda, mobil Toyota, cicilan kendaraan di FIF, ACC, atau TAF, AstraPay sering memberikan cashback atau promo khusus untuk service, membayar cicilan, hingga membeli motor!


Terpenting, soal keamanan, AstraPay sudah berizin dan diawasi oleh OJK. Setiap kali login, harus masukkan PIN atau biometrik yang memberikan perlindungan ganda. Sehingga ketika terjadi musibah misal smartphone ketinggalan atau hilang, dana yang tersimpan akan lebih aman. Bila ada kendala atau masalah, kontak yang dihubungi pun tersedia. Bisa melalui sambungan telepon, email, atau WhatsApp resmi. Sesuatu yang memberikan ketenangan lebih pada pengguna.


Bagaimanapun, pengalaman dan literasi tetaplah menjadi penentu. Sebagai pengguna, kita harus terus mengikuti kabar atau informasi terbaru mengenai keuangan digital. Kalau menggunakan AstraPay, bisa membaca berbagai artikel tips finansial yang terus di-update sebagai penguat literasi. Jangan sampai malas memperbarui informasi karena kejahatan digital masih marak terjadi dan triknya pun kian beragam.


Terakhir sebagai kesimpulan, dengan memilih dompet digital yang sesuai kebutuhan, dengan kemudahan dan manfaat yang diberikannya, mengatur pengeluaran untuk mencapai tujuan keuangan dapat dilakukan dengan lebih baik. Ketika digitalisasi memfasilitasi, kenapa tidak?