Showing posts with label Parenting. Show all posts

5 Tips Balita Nyaman dan Aman Saat Road Trip Menggunakan Mobil

No comments

Melakukan road trip bersama balita membutuhkan perhatian khusus agar anak tetap nyaman dan aman sepanjang perjalanan. Duduk dalam waktu lama bukan hanya soal membawa perlengkapan yang mendukung, melainkan juga harus diimbangi dengan menyiapkan kabin mobil agar sesuai dengan kebutuhan si kecil.


5 Tips Balita Nyaman dan Aman Saat Road Trip Menggunakan Mobil

Apa Saja yang Harus Disiapkan untuk Market Day Anak di Sekolah?

2 comments

Rabu minggu lalu, anak pertama saya yang kelas 3 SD kebagian jadwal market day di sekolahnya. Ini jadi pengalaman pertama bagi saya untuk mendampingi. Ternyata yang disiapkan bukan hanya menu apa yang akan dijual, melainkan banyak hal lain yang sebelumnya tidak terpikirkan. Jujur, saya tidak menyangka persiapannya lumayan banyak.


Ini yang Harus Disiapkan saat Market Day Anak di Sekolah

Menguatkan Literasi Anak di Rumah Bersama BUDI (Buku Digital)

No comments

Tidak sedikit orang tua yang mengira bahwa literasi hanya sebatas kemampuan membaca. Ayo, siapa yang pernah berpikir seperti itu? Tos, kita sama. Jujur, saya pernah bangga saat anak-anak sudah bisa membaca di usia 5 tahun. Padahal, literasi tidak sesederhana itu.


Menguatkan Literasi Anak di Rumah Bersama BUDI (Buku Digital)

Misalnya anak sudah lancar membaca berlembar-lembar cerita, tapi tidak paham apa isinya. Anak terjadi pada anak saya sendiri. Saya kebingungan, kok bisa? Buat apa pandai membaca kalau cuma "lalu" saja? Hingga saya menyimpulkan bahwa ternyata tidak semua anak yang bisa membaca, mengerti dan memahami apa yang ia baca. Inilah satu indikator kecil yang menandakan bahwa anak kita butuh penguatan untuk kemampuan literasinya.


Baca juga: Orang Tua WAJIB Terlibat Aktif dan Tepat dalam Pendidikan Anak Usia Dini


Intinya, apa yang anak baca, informasi apa yang ia dengar/lihat, sudahkan dapat diolah dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari? Ketercapaian inilah yang harus kita upayakan sebagai orang tua. Karena bagaimanapun, kemampuan literasi adalah kecakapan dasar yang tidak bisa tiba-tiba dikuasai, melainkan harus dibangun sejak dini dan sangat bisa melalui aktivitas sederhana di rumah. Apalagi fasilitasnya sudah ada, yaitu BUDI yang nanti akan kita bahas juga.


Tapi sebelumnya, penting untuk mengetahui dulu pengertian literasi agar menjadi dasar kuat kita untuk mendampingi anak. Percaya deh, kalau sudah paham, pasti ada saja cara praktis yang terpikirkan untuk menguatkannya.


Apa Itu Literasi?

Apa Itu Literasi?

Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, dan mengolah serta menggunakan informasi tersebut secara aktif dan kritis dalam kehidupan sehari-hari. Singkatnya, literasi merupakan kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan informasi untuk membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan. 


Contohnya anak membaca sebuah cerita bergambar tentang anak yang suka mencuri. Bila memiliki kemampuan literasi yang baik, anak bisa memahami bahwa mencuri itu tidak baik, tidak akan melakukannya, dan bisa jadi akan berusaha mencegah orang di sekitarnya agar tidak mencuri. Atau anak melihat video kesukaannya yang mengajarkan manfaat hidup bersih, di mana dijelaskan tahapan mencuci tangan yang baik dan benar. Setelah menonton, dia mempraktikkan dan berusaha membuatnya menjadi sebuah kebiasaan agar menjadi sehat.


Jadi, sumber dalam ranah literasi bukan hanya buku bacaan, melainkan beragam sumber tak terbatas yang dapat memberikan informasi. Kalau saya menyimpulkan dalam satu kalimat, literasi adalah bagaimana memahami dunia melalui teks, kata, dan informasi.


Data Kondisi Literasi di Indonesia

Data Kondisi Literasi di Indonesia
Sumber gambar: goodstats.id

Melansir dari Risalah Kebijakan Nomor 3 yang terbit di bulan April tahun 2024 berjudul Memperkuat Literasi Indonesia: Menuju Bangsa yang Maju dan Bermartabat oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang aktif pada masa itu, hasil PISA Indonesia tahun 2022 menyatakan Indonesia berada di peringkat ke-68 dengan nilai matematika (379), sains (398), dan membaca (371).


Secara peringkat, Indonesia memang mengalami kenaikan lima sampai enam posisi dari PISA 2018. Namun, Indonesia mengalami penurunan skor di kemampuan membaca, matematika, dan sains sekitar 12-13 poin.


Yang mana dapat dikategorikan sebagai hasil terendah, setara dengan nilai yang diperoleh pada tahun 2003 untuk membaca dan matematika, serta tahun 2006 untuk sains. Artinya, semenjak partisipasi Indonesia dalam PISA mulai tahun 2000 hingga 2022, kualitas pendidikan Indonesia belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.


Mari menyorot satu poin dulu, yaitu membaca. Masih rendah, lo. Kalau hanya menyerahkan kepada guru di sekolah, tentu hasilnya tak akan semaksimal bila orang tua juga bekerja sama mengupayakan hal yang sejalan. Setidaknya, data ini bisa memberi gambaran kepada kita, orang tua, untuk lebih tergerak lagi melakukan perubahan. Mulai dari rumah saja dulu. Hal kecil, hal sederhana, bukan berarti tidak bisa memberi hasil yang besar.


Menguatkan Literasi Anak Bersama BUDI

Menguatkan Literasi Anak Bersama BUDI

Cara paling mudah yang bisa dilakukan orang tua di rumah untuk menguatkan literasi anak adalah tetap melalui buku bacaan. Kalau lagi tidak ada ide kreatif yang terlintas, baca buku saja. Bahkan buku-buku sekarang sudah banyak yang disertai dengan aktivitas seru. Dan pastikan juga bukunya sesuai dengan jenjang usia anak. Jangan sampai anak usia 3 tahun sudah dikasih bacaan anak usia 9 tahun, atau sebaliknya. Pasti tak akan tertarik, hehe.


Tapi buku kan mahal? Tenang, ada yang GRATIS dan super lengkap! Namanya BUDI, singkatan dari Buku Digital. BUDI merupakan platform yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Lebih dari 900 buku tersedia di sini dan akan terus bertambah.


Buku Digital atau BUDI bisa diakses melalui budi.kemendikdasmen.go.id. Semua orang tua dapat membaca buku secara gratis untuk menguatkan literasi anak. Mulai dari usia dini hingga SMA. Menarik kan?


Lebih detailnya, berikut beberapa fitur dan keunggulan BUDI yang menurut saya sayang sekali untuk tidak dimanfaatkan dalam menguatkan literasi anak.

  • Format buku beragam, mulai dalam bentuk e-book (buku digital), audio, video, hingga komik. Tinggal pilih mana yang sesuai dengan selera anak.
  • Terdapat 3 pilihan bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan bahasa daerah.
  • Akses GRATIS. Semua bahan bacaan dapat diakses dan dibaca oleh siapa pun tanpa biaya. Hanya perlu akses internet saja.
  • Buku bacaan sudah dikelompokkan berdasarkan usia dan tingkat pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga masyarakat umum.
  • Pilihan temanya banyak. Ada tema lingkungan, petualangan, tokoh Indonesia, cerita rakyat, budaya, sains, kesehatan, literasi finansial, dan banyak lagi.
  • Meski gratis, semua buku ini resmi dan di bawah perlindungan hak cipta. Buku-buku dipastikan merupakan karya asli yang dilindungi undang-undang untuk menjaga orisinalitasnya.
  • Buku yang kita sukai bisa di-save dan diunduh Tapi, jangan lupa bikin akun dulu, ya.


Cara membaca buku di BUDI ini anti ribet dan praktis banget. Tinggal buka URL budi.kemdikdasmen.go.id di mesin pencari. Lalu masukkan filter yang diinginkan sesuai selera anak. Jangan sesuai selera kita, ya. Kalau bisa, ajak anak untuk memilih. cerita mana yang ingin ia dengar atau baca.


Contoh, anak saya yang berusia 7 tahun saat ini lagi suka baca komik. Dan agar lebih seru, saya sarankan untuk memilih tema "petualangan". Beginilah pengaturannya pada kolom PENCARIAN BUDI.


Memilih buku di platform BUDI Badan Bahasa, Kemdikdasmen

Selanjutnya akan muncul buku-buku yang sesuai pencarian kita. Klik buku yang ingin dibaca. Kali ini saya memilih Petualangan di Museum.


Buku-buku muncul berdasarkan filter pencarian

Lalu klik tombol Baca Sekarang. Tinggal dibaca deh. Kalau mau di-save atau diunduh, klik tombol yang ada di sebelahnya.


Untuk membaca buku di platform BUDI, klik tombol Baca Sekarang

Membaca komik di platform BUDI Kemdikdasmen

Apakah sudah selesai? BELUM. Setelah membaca bersama, pastikan mengajak anak berdiskusi tentang isi bacaan. Inilah yang akan menguatkan kemampuan literasinya. Misal dengan menanyakan pesan yang ditangkap, hal baik apa yang didapat, dan poin mana yang bisa diaplikasikan dalam kesehariannya. Bisa sekalian meningkatkan ikatan antara orang tua dan anak juga.


Mudah, kan? Saya rasa, orang tua milenial seperti saya tak akan kesulitan mengakses buku-buku di BUDI. Pemerintah sudah menyediakan fasilitas membaca secara gratis, masak iya tidak dinikmati. Apalagi demi membangun pondasi masa depan anak-anak kita.


Baca juga: Ini yang Harus Disiapkan saat Market Day Anak di Sekolah


Terakhir, saya tidak akan pernah berhenti mengajak sesama orang tua, terutama sesama ibu, untuk terus belajar sebelum mengajar anak-anak kita. Seperti platform BUDI ini, saya mendapatkan informasinya justru dari komunitas Sidina Community yang memang fokus pada parenting dan pendidikan anak, serta pemberdayaan perempuan. Kalau teman-teman ingin sama-sama belajar juga, silakan kepoin akun Instagramnya di @sidinacommunity. Dan kalau ada komunitas lain yang rasanya juga relevan, jangan sungkan untuk mengutarakan keinginan untuk bergabung.


Karena kalau sudah berinteraksi dengan teman-teman yang sefrekuensi, bukan hanya ilmu dan pengalaman yang didapat, melainkan motivasi untuk berbuat lebih banyak hal positif dan berdampak demi pendidikan terbaik anak-anak kita, salah satunya penguatan literasi.


Semoga bermanfaat.


#FasilitatorSidinaCommunity #IbuPenggerak #SosialisasiFasilitatorSidina #Literasi


Sumber:

https://budi.kemendikdasmen.go.id/

Video Literasi dan Numerasi untuk Kehidupan yang Lebih Baik di Channel YouTube Direktorat Sekolah Dasar. URL: https://www.youtube.com/watch?v=XigYrXdgGTM&t=31s

Risalah Kebijakan Nomor 3, April tahun 2024 berjudul Memperkuat Literasi Indonesia: Menuju Bangsa yang Maju dan Bermartabat oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. URL: chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/resource/doc/files/risalah_nomor_3_rev_cetak.pdf

Pentingnya Personal Branding untuk Ibu Rumah Tangga Produktif

2 comments

Saya mau sedikit cerita dan ini terjadi saat kumpul keluarga di momen lebaran kemarin. Saya tidak menyangka bahwa personal branding yang saya upayakan selama ini, melalui berbagai media, membuahkan satu peluang penawaran yang cukup besar bagi saya, yaitu mengisi satu sesi kelas yang pesertanya karyawan perempuan dari Bank Indonesia.


Pentingnya Personal Branding untuk Ibu Rumah Tangga Produktif

Ini 5 Pelajaran yang Saya Dapatkan dari Buku Broken Strings Aurelie Moeremans

2 comments

Jujur saja, saya tertarik membaca buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans adalah karena keviralannya. Sebenarnya saat saya tahu bahwa pengalaman yang ia ceritakan tentang child grooming, ada perasaan maju-mundur untuk membaca. Soalnya saya tipikal yang mudah ke-trigger. Tapi, karena penasaran, akhirnya saya memutuskan membaca juga.


Ini 5 Pelajaran yang Saya Dapatkan dari Buku Broken Strings Aurelie Moeremans

Orang Tua WAJIB Terlibat Aktif dan Tepat dalam Pendidikan Anak Usia Dini

No comments
"Alby anaknya pendiam ya, Bun?" tanya guru wali kelas saat pengambilan rapor.
"Enggak kok, Bu. Di rumah malah berisik terus."

Sekilas, mungkin tak ada yang menganggapnya istimewa. Percakapan biasa dan sangat umum. Tapi, bagi saya, percakapan singkat yang tak dibahas panjang saat kami bertemu itu, menjadi pengalaman yang semakin menguatkan keyakinan saya bahwa pendidikan dini butuh peran serta orang tua. Wali kelas hanya menyampaikan apa yang terjadi di sekolah. Sedangkan watak, tingkah laku, kemampuan, bahkan bakat anak yang sebenarnya, normalnya justru diketahui dengan lebih baik oleh orang tua. Ada yang berpikiran sama?

Orang Tua WAJIB Terlibat Aktif dan Tepat dalam Pendidikan Anak Usia Dini

7 Tips Sukses Mengajari Anak Mengaji di Rumah Berdasarkan Pengalaman

No comments
Saya bersyukur sekali sudah mengajari anak-anak mengaji sedari dini di rumah. Walau saat ini belum terlalu lancar, terutama anak kedua saya yang masih berusia 6 tahun. Saya ingin anak-anak bisa rutin mengaji setiap hari,   setidaknya satu kali selepas Magrib. Seperti apa yang diajarkan Mama saya dulu. Karena saya percaya, rumah yang selalu dihiasi dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an, akan membawa keberkahan dan ketenangan tersendiri bagi penghuninya. Pahalanya jangan ditanya, dihitung per huruf! Subhanallah.

7 Tips Sukses Mengajari Anak Mengaji di Rumah Berdasarkan Pengalaman

Ini 3 Dasar Ilmiah Kenapa Pendidikan PAUD Penting dan Masuk dalam Wajib Belajar 13 Tahun

No comments

Kebijakan Wajib Belajar telah berkembang dari 9 tahun menjadi 13 tahun, yaitu 1 tahun Prasekolah, 9 tahun Pendidikan Dasar, dan 3 Tahun Pendidikan Menengah. Dalam RPJPN dan RPJMN yang dikeluarkan oleh BAPPENAS, dinyatakan tegas akan pentingnya menjadikan PAUD sebagai fokus utama dari pembangunan negara. Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan pun masuk dalam Program Prioritas Pemerintah saat ini.


Ini 3 Dasar Ilmiah Kenapa Pendidikan PAUD Penting dan Masuk dalam Wajib Belajar 13 Tahun

Jangan Ulangi Kesalahan Saya, Ini Pentingnya Passion dalam Tujuan Ibu Pasca Resign

No comments

Saya sering mengatakan, bahkan selalu, bahwa menentukan tujuan dan produktivitas baru, wajib masuk dalam poin penting saat ibu mempertimbangkan resign. Kondisi sebelumnya di mana kita punya kesibukan di luar rumah, bertemu dengan orang banyak, hingga hubungan sosial lainnya, tiba-tiba menjadi di rumah saja bersama anak setiap hari. Ini tentu membahayakan mental. Saya mengalami dan merasakan betul ketidaknyamanannya.

Jangan Ulangi Kesalahan Saya, Ini Pentingnya Passion dalam Tujuan Ibu Pasca Resign

Bukan Hanya Uang Pangkal! Ini Realita Pengeluaran Orang Tua untuk Sekolah Anak

No comments

Alasan saya menulis ini bukan untuk menakut-nakuti atau membesar-besarkan kebutuhan uang sekolah anak. Melainkan agar kita sebagai sesama orang tua, bisa lebih mempersiapkan diri untuk pengeluaran-pengeluaran tak terduga. Karena ini pengalaman saya banget. Dulu saat anak pertama saya baru masuk SD, yang dipikir pengeluaran yang mesti diperhatikan hanya uang pangkal, ternyata setelah berjalan, masih banyak lagi yang lain! Dan itu kalau ditotalkan lumayan juga lo.


Bukan Hanya Uang Pangkal! Ini Realita Pengeluaran Orang Tua untuk Sekolah Anak

Apakah Masuk SD Harus Bisa Baca?

No comments
Setiap tahun, saya selalu mendengar pertanyaan ini. Tentunya dari orang tua yang anaknya akan masuk SD di tahun ajaran baru mendatang. Apakah masuk SD harus bisa baca? Nah, di artikel ini, saya membahas dari sudut pandang saya dan realita SD di lingkungan domisili saya, yaitu Jakarta Selatan. Dan anak saya bersekolah di sekolah swasta. 

Apakah Masuk SD Harus Bisa Baca

5 Pelajaran dari Film JUMBO, Bisa Jadi Bahan Diskusi dengan Anak

2 comments
Siapa yang sudah nonton film Jumbo? Sesama orang tua, bagaimana pendapatnya? Meski kemarin sempat ada konten viral yang memberi ulasan kontra, bagi saya, film ini sangat menarik dan cocok-cocok saja ditonton oleh anak. Dalam hal ini, tentunya untuk usia anak saya 6 tahun dan 8 tahun. 

5 Pelajaran dari Film JUMBO, Bisa Jadi Bahan Diskusi dengan Anak

Main Game Sambil Belajar di CulinarySchools.org, Makin Sadar Kuliner Bukan Cuma Soal Makan!

No comments
Saya termasuk orang tua yang memberi ruang pada anak untuk menikmati teknologi. Bagaimanapun, teknologi adalah zamannya mereka.. Makanya, dalam sehari, saya menjadwalkan aktivitas digital yang saat ini masih didominasi oleh gaming. Wajar sih, karena dunia anak ya bermain. Bersyukurnya, anak-anak bisa belajar banyak hal dari game yang mereka mainkan. Termasuk dalam mengenal dunia kuliner yang bukan hanya sekadar makan.

Main Game Sambil Belajar di CulinarySchools.org

Pengalaman Sunat Anak (Kakak-Adik) Di Safubot Bintaro

No comments

Barengan saja, biar capeknya juga sekalian. Klise, tapi memang itu yang mendasari saya mendaftarkan anak-anak sunat di Safubot Bintaro. Sebenarnya sudah niat dari tengah tahun kemarin. Cuma karena ada acara keluarga di Padang, akhirnya diundur menjadi di liburan sekolah semester ganjil ini. Lagi pula, usia anak-anak rasanya sudah cukup untuk segera disunat. Yang sulung 8 tahun dan adiknya penghujung 5 tahun.


Pengalaman Sunat Anak (Kakak-Adik) Di Safubot Bintaro

Hangatkan Momen Hari Ibu dengan Kreasi Hidangan YUPI

No comments

Beberapa waktu belakangan ini, anak kedua saya sulit sekali makan. Masih mau sih, cuma lama sekali tidak dikunyah-kunyah. Bahkan bisa sampai 2 jam nasinya baru habis. Menghadapi ini di hari-hari pertama, saya masih bisa sabar. Tapi, setelah 1 minggu, emosi itu akhirnya meledak. Saya marah, sangat marah. 


Hangatkan Momen Hari Ibu dengan Kreasi Hidangan YUPI

Tips Memilih Ekstrakurikuler yang Tepat untuk Anak

No comments

Anak saya memang masih kecil. Yang sulung baru kelas 2 SD dan diwajibkan memilih salah satu kegiatan ektrakurikuler di sekolahnya. Begitu pula adiknya, tahun depan akan masuk SD di sekolah yang sama. Dia pun sudah memiliki pilihan, nantinya akan mendaftar di ekstrakurikuler yang mana. Mungkin karena sering ikut mengantar kakaknya ekskul setiap Sabtu, jadi sudah familiar dengan kegiatan ini.


Tips Memilih Ekstrakurikuler yang Tepat untuk Anak

Seragamkan Penerapan Batas Usia Minimal Masuk SD

No comments
Penerapan syarat batas usia minimal masuk SD, yakni memprioritaskan anak yang berumur 7 tahun, seharusnya diseragamkan. Bukan hanya di sekolah negeri saja, namun juga di sekolah swasta. Dampak berantainya, mulai dari pemilihan sekolah di jenjang berikutnya, hingga peluang memasuki dunia kerja, kerap membuat orang tua dilema.

Seragamkan Penerapan Batas Usia Minimal Masuk SD

Minyak Telon Navila, Hangat dan Aromanya Bikin Nyaman

No comments

Sejak berstatus ibu, keamanan dan kenyamanan menjadi pertimbangan terpenting bagi saya. Apalagi yang dipakai rutin anak-anak setiap hari, tak akan cap cip cup asal pilih. Tubuh mungilnya masih rentan. Mesti dipastikan betul bahwa produk yang dipilih aman dan nyaman bagi mereka. 


Minyak Telon Navila, Hangat dan Aromanya Bikin Nyaman

Kedua Anak Saya Terkena Flu Singapura! Ini Gejala dan Obat yang Saya Beri

No comments

Sudah sejak sebelum Ramadan, penularan flu singapura merebak di ibu kota. Salah seorang teman sekolah anak kedua saya, tertular dan baru sembuh setelah 2 minggu. Alhamdulillah saat itu tidak menular ke yang lain. Tapi kemarin, sepulang dari Ungaran, kampung suami, anak-anak tertular juga. Ini pun menjadi pengalaman baru buat saya. 


Kedua Anak Saya Terkena Flu Singapura! Ini Gejala dan Obat yang Saya Beri

Pengalaman Anak Kejang Demam, Mesti Waspada Hingga Usia 6 Tahun

9 comments

Sejak anak pertama, saya sudah ekstra berjaga setiap kali anak-anak demam. Riwayat kejang yang saya miliki, berpotensi diwariskan. Rasa kantuk pasti saya lawan sekeras mungkin agar tidak kecolongan kalau (amit-amit) tiba-tiba kejang. Tidak menyangka anak kedua saya mengalami kejang sekitar satu bulan yang lalu karena suhu tubuhnya terlalu tinggi, mencapai 40 derajat Celcius. Tidak turun meski sudah diminumkan paracetamol.


Pengalaman Anak Kejang Demam, Mesti Waspada Hingga Usia 6 Tahun