Showing posts with label Health. Show all posts

Vaksin Rutin untuk Mencegah Penyakit Menular Berbahaya

No comments

Imunisasi rutin sejak bayi adalah langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit menular berbahaya seperti campak, polio, dan pneumonia. Data membuktikan bahwa vaksin terhadap 14 penyakit berhasil menyelamatkan sedikitnya 154 juta jiwa dalam lima dekade terakhir sekaligus menurunkan angka kematian bayi hingga 40 persen.


Vaksin Rutin untuk Mencegah Penyakit Menular Berbahaya

Pengalaman Mengobati Luka Basah di Lutut Anak sampai Sembuh, Jangan Ditutup!

No comments
Beberapa waktu lalu, anak sulung saya jatuh di sekolah dan lututnya terluka. Padahal sudah pakai celana panjang, tapi karena tergesek, celananya sobek. Mungkin gesekannya ini agak keras dan di permukaan yang kasar, sehingga menjadi luka basah. Sayangnya, ketidaktahuan saya yang mengira menutupi luka dengan kasa steril bisa membuatnya cepat kering, malah membuat semakin parah.

Pengalaman Mengobati Luka Basah di Lutut Anak sampai Sembuh, Jangan Ditutup!

Makanan Penurun Kolesterol yang Kaya Serat dan Baik untuk Kesehatan Tubuh

No comments

Untuk menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas aman, dapat diupayakan melalui kebiasaan makan yang lebih teratur dan pemilihan bahan pangan yang tepat. Makanan penurun kolesterol yang kaya serat dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari karena dapat membantu mendukung kesehatan saluran pencernaan dan mengurangi penyerapan kolesterol di dalam tubuh. Namun, pola makan sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis bahan pangan. Variasi makanan, ukuran porsi, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan juga perlu diperhatikan agar kebiasaan yang diterapkan tetap seimbang.


Makanan Penurun Kolesterol yang Kaya Serat dan Baik untuk Kesehatan Tubuh

Pengalaman Cabut Gigi Pakai BPJS di Puskesmas Kebayoran Lama

2 comments

Gigi saya memang selalu bermasalah sejak SMP dulu. Padahal gosok gigi tidak pernah terlewat, pakai obat kumur rajin, scalling juga akhir-akhir ini sudah dirutinkan, yang bolong ditambal, pokoknya sudah semua diusahakan. Eh, tetap juga kemarin terkena musibah gigi pecah dan harus dicabut. Duh, rasanya sedih banget kehilangan gigi lagi.


Pengalaman Cabut Gigi Pakai BPJS di Puskesmas Kebayoran Lama

15 Manfaat Susu Sapi Segar untuk Kesehatan Tubuh Seluruh Keluarga

No comments

Siapa yang tidak suka dengan segelas minuman dingin yang menyegarkan di pagi hari? Di antara sekian banyak pilihan, susu sapi tetap menjadi primadona. Sayangnya, tidak sedikit yang menganggap kalau susu hanya penting untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan. Padahal, kenyataannya manfaat susu sangat krusial untuk menjaga kebugaran kita semua, mulai dari usia muda hingga lansia.


15 Manfaat Susu Sapi Segar untuk Kesehatan Tubuh Seluruh Keluarga

Kalkulator BMI Online Gratis untuk Cek Kondisi Tubuh

No comments

Mengetahui kondisi tubuh merupakan langkah awal penting yang harus dilakukan sebelum kita menentukan langkah kesehatan selanjutnya. Iya, kan? Gimana kita bisa memutuskan kalau tidak tahu kondisi tubuh sendiri? Justru inilah dasarnya.


Kalkulator BMI Online Gratis untuk Cek Kondisi Tubuh

Cara Menambah Berat Badan yang Sehat Proporsional Anti Insecure!

No comments

Bagi sebagian orang, menerapkan cara menaikan berat badan bisa sama menantangnya dengan menurunkan berat badan. Makan banyak belum tentu langsung membuat tubuh lebih berisi, apalagi kalau pola makannya tidak tepat. Padahal, kuncinya adalah memahami bagaimana tubuh bekerja dan memberi nutrisi yang benar, bukan asal menambah porsi.


Cara Menambah Berat Badan yang Sehat Proporsional Anti Insecure!

7 Jenis Makanan yang Bagus untuk Penderita Diabetes

No comments

Mengatur pola makan merupakan langkah penting bagi penderita diabetes agar kadar gula darah tetap terkontrol. Tidak hanya memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi perlu juga memilih jenis makanannya. Karena ini dapat memengaruhi kesehatan untuk jangka panjang.


7 Jenis Makanan yang Bagus untuk Penderita Diabetes

Mengenal Gejala Sinusitis dan Obat Herbal yang Mampu Menyembuhkannya

No comments

Penyakit bisa dikenali dari gejala yang dialami oleh tubuh. Setuju? Malah bila kita aware dengan kondisi tubuh sendiri, kita pun bisa mencegahnya dan menghindari kondisi yang lebih parah dengan penanganan segera. Termasuk ketika mengalami gejala sinusitis, kita sebenarnya dapat mengatasi dengan memanfaatkan bahan herbal terlebih dahulu agar sebelum semakin parah.


Mengenal Gejala Sinusitis dan Obat Herbal Yang Mampu Menyembuhkannya

Kedua Anak Saya Terkena Flu Singapura! Ini Gejala dan Obat yang Saya Beri

No comments

Sudah sejak sebelum Ramadan, penularan flu singapura merebak di ibu kota. Salah seorang teman sekolah anak kedua saya, tertular dan baru sembuh setelah 2 minggu. Alhamdulillah saat itu tidak menular ke yang lain. Tapi kemarin, sepulang dari Ungaran, kampung suami, anak-anak tertular juga. Ini pun menjadi pengalaman baru buat saya. 


Kedua Anak Saya Terkena Flu Singapura! Ini Gejala dan Obat yang Saya Beri

7 Cara Mengatasi Insomnia Tanpa Obat-Obatan

No comments

Dulu, saya tidak pernah bermasalah dengan yang namanya tidur. Malah sangat mudah tertidur dengan durasi yang lama. Terbiasa sudah terlelap dari jam 9 malam, ditambah pula tidur siang. Maklum, yang dipikirkan waktu itu hanya sebatas tugas sekolah dan kuliah.


7 Cara Mengatasi Insomnia Tanpa Obat-Obatan

Mengapa Memilih Catering Sehat Bisa Mengubah Gaya Hidup Anda

No comments

Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, seringkali tanpa sadar kita mengabaikan pentingnya menjaga pola makan yang sehat dan bergizi seimbang. Tapi jangan khawatir, salah satu solusi praktis untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memilih catering makanan sehat sebagai alternatif penyedia makanan harian.


Mengapa Memilih Catering Sehat Bisa Mengubah Gaya Hidup Anda

Pengalaman Anak Kejang Demam, Mesti Waspada Hingga Usia 6 Tahun

9 comments

Sejak anak pertama, saya sudah ekstra berjaga setiap kali anak-anak demam. Riwayat kejang yang saya miliki, berpotensi diwariskan. Rasa kantuk pasti saya lawan sekeras mungkin agar tidak kecolongan kalau (amit-amit) tiba-tiba kejang. Tidak menyangka anak kedua saya mengalami kejang sekitar satu bulan yang lalu karena suhu tubuhnya terlalu tinggi, mencapai 40 derajat Celcius. Tidak turun meski sudah diminumkan paracetamol.


Pengalaman Anak Kejang Demam, Mesti Waspada Hingga Usia 6 Tahun

Tetap Sehat dan Berstamina saat Puasa Ramadan dengan Minum Foodcraft Multigrain

No comments

Saya kalau sampai tumbang, semua urusan rumah tangga bisa berantakan. Sesama ibu mana suaranya? Pasti paham betul kan pentingnya menjaga kesehatan kita demi keluarga? Terutama di bulan Ramadan ini, jam tidur kurang, kadang sahur juga makan seadanya biar cepat. Nutrisi tubuh jadi taruhan. Padahal inilah penentunya agar tetap berstamina menjalani hari.


Tetap Sehat dan Berstamina saat Puasa Ramadan

Ini 5 Makanan yang Banyak Mengandung Vitamin D

No comments
Sekarang penyakit makin beragam. Iya enggak sih? Gaya hidup, kebiasaan, hingga kepedulian untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan, menjadi penentu apakah tameng kita sudah cukup kuat menangkis berbagai serangan bibit penyakit. Kalau bukan dari diri sendiri yang mengupayakan, mau nunggu siapa? 

Ini 5 Makanan yang Banyak Mengandung Vitamin D

Mengenal Olahraga Gym Ball Workout Dengan Segudang Manfaatnya

No comments

Banyak sekali jenis olahraga yang dapat kita lakukan secara mandiri atau sendiri di rumah, salah satunya adalah gym ball workout. Pernah dengar? Mungkin masih banyak yang belum terlalu mengenal jenis olahraga yang satu ini. Karena itu, yuk kelanalan dulu, mana tahu suka dan jadi hobi!


Mengenal Olahraga Gym Ball Workout Dengan Segudang Manfaatnya

Pasang Behel Di Damessa untuk Kesehatan, Bukan Sekadar Gaya!

No comments

Menggunakan behel atau kawat gigi, sempat menjadi tren beberapa waktu lalu. Entah masih berlanjut sampai sekarang atau tidak, tapi saya masih banyak melihat muda-mudi yang memakai. Wajar sih, karena inovasi behel saat ini sangat menarik. Mau warna warni pun bisa. Tapi tahukah teman-teman sebenarnya penggunaan behel bukan cuma soal gaya? Kesehatan seseorang juga dapat dipengaruhi berkat pemasangannya, lo.


Pasang Behel Di Damessa untuk Kesehatan, Bukan Sekadar Gaya!

4 Stimulasi untuk Mengatasi Gagap pada Anak

No comments
Saat berusia 4 tahun, anak pertama saya pernah berada di masa sering berbicara gagap, terutama pada huruf yang berawalan i. Tidak selalu, kadang lancar, tapi tak jarang pula tersendat dan diulang-ulang. Padahal sebelumnya dia lancar berbicara, walau sesekali sedikit kesulitan karena masih minim memori kata. Tentu saja ini membuat saya khawatir.

4 Stimulasi untuk Mengatasi Gagap pada Anak

Mengatasi Kulit Anak yang Gatal dan Menghitam karena Dermatitis Atopik dengan ATOPICLAIR

No comments

Awalnya saya kira cuma biang keringat, karena kalau dilihat sekilas sama persis dengan kemerahan biang keringat. Apalagi area yang disasar tidak jauh-jauh dari leher, lipatan tangan, dan lipatan kaki. Tapi anehnya, kok enggak sembuh-sembuh? Malah sampai bertahun!


Review Atopiclair

Ini dialami anak kedua saya sejak usianya mendekati 1 tahun. Pertama kali muncul adalah kemerahan dengan bintil kecil-kecil. Karena gatal, ia terus menggaruk dan akhirnya menimbulkan luka. Luka ini pun lambat laun menghitam, menebal, dan seperti bersisik. Kering luar biasa. Bahkan saya saja ngeri menyentuhnya. Sangat kasar, dilihat pun tak enak. Tampak seperti berkerak seolah tidak dimandikan dengan bersih. Padahal mah bukan.


Baca juga: GROWING PAINS pada Masa Pertumbuhan, Penyebab Kaki Anak Sering Sakit Dimalam Hari


Menyadari ada yang tidak beres pada kulit anak bungsu saya ini, tentu harus ada pengamatan lebih lanjut yang mesti dilakukan. Saya mulai mempelajari, mencari berbagai referensi, dan lebih memperhatikan lagi kira-kira di saat apa gejalanya semakin parah. Sejauh yang saya amati, gatal ini makin menjadi ketika cuaca sangat panas dan ia berkeringat, serta memakan makanan tertentu yang bikin alerginya kumat. Ya, anak saya  memang alergi terhadap bahan tertentu yang biasa ada di bolu, kue, atau makanan manis. Hanya saja saya belum menemukan bahan pastinya itu apa. Agak menyebalkan sih memang. 


Tapi yang pasti, kondisi kulit anak saya yang cenderung kering akibat eksim membutuhkan penanganan tepat dan aman.


Sebelum saya menceritakan rekomendasi produk untuk mengatasinya, kita kenalan dulu yuk dengan dermatitis atopik. Orang tua penting banget tahu tentang ini.



Mengenal Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik pada anak

Kondisi kulit anak yang masih rentan dan sensitif, tidak jarang menyebabkan masalah seperti kemerahan dan kering. Saking familiarnya dilihat, akhirnya dianggap biasa dan berpikir akan hilang dengan sendirinya. Ah, paling biang keringat, kasih bedak saja nanti sembuh.  Atau kalau bayinya masih menyusui, dibilang ruam ASI bila merah-merahnya ada di pipi. Seringnya begitu, kan?


Namun bila masalah kulit ini tidak hilang-hilang seperti yang dialami anak saya, apalagi sampai mengganggu rutinitasnya karena sibuk menggaruk, seperti rewel dan sulit tidur, bisa jadi itu bukan biang keringat biasa, tetapi dermatitis atopik atau yang disebut juga dengan eksim. Penanganannya tentu tidak semudah menaburkan bedak.


Dermatitis atopik adalah kondisi di mana kulit mengalami peradangan yang menyebabkan kemerahan, gatal, kekeringan, dan pecah-pecah. Kondisi peradangan ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun.

- dilansir dari kemenkes.go.id


Sama dengan apa yang dialami anak saya, dermatitis atopik ini memang sering kali muncul pada area kulit yang memiliki lipatan, seperti dahi, area sekitar mata dan telinga, sisi leher, dalam siku, belakang lutut, dan area selangkangan. Untungnya, penyakit ini tidakl menular. Namun dapat kambuh kembali di kemudian hari bila bertemu pemicunya.


Sebenarnya apa sih penyebabnya? 

Masih melanjutkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan dermatitis atopik, di antaranya:

  • Makanan, seperti susu, ikan, telur, jeruk, kacang-kacangan, dan gandum.
  • Alergen non-makanan, seperti debu, deterjen, sabun, dan parfum.
  • Suhu yang ekstrem, seperti cuaca dingin dengan kelembapan rendah dan udara kering.

Selain itu, kemunculan dermatitis atopik juga dapat dipengaruhi oleh penyakit di dalam keluarga, sistem imun yang lemah, serta faktor lingkungan (dikutip dari National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases).


Dari penjelasan IbuPedia, biasanya dermatitis atopik pada bayi dan anak memiliki gejala yang sangat khas, yaitu sebagai berikut.

  • Kulit tampak bersisik, kering, dan gatal.
  • Umumnya terjadi di bagian pipi dan dahi. Tapi bisa juga muncul di paha, tangan, leher atau kaki.
  • Terdapat benjolan kecil berisi cairan mirip biang keringat.
  • Terdapat ruam kemerahan dan menyebabkan kulit terasa gatal. Anak akan terus menggaruk, menimbulkan luka, lalu berpotensi menimbulkan infeksi. Wajar bila membuatnya rewel.


Bila parents melihat gejala-gejala serupa terjadi pada anak, maka segera tangani sebelum semakin parah. Jangan seperti saya yang sempat salah kira. Beri obat macam-macam, salep yang dijual bebas untuk biang keringat, hingga bersedia menaburkan tepung tapioka seperti saran tetangga di kampung. Tidak satu pun yang berhasil memberi hasil positif. Masih untung tidak sampai menimbulkan infeksi.


Makanya memilih produk yang tepat untuk perawatan dermatitis atopik sangat penting. Tapi tak perlu khawatir, karena perawatan ini sangat bisa dilakukan di rumah dengan ATOPICLAIR. Kandungannya pas sasaran untuk mengatasi gejala-gejala dermatitis atopik, serta teruji aman secara klinis, bahkan untuk bayi.


Cus, kita ulas. Apa saja sih kandungan di dalamnya? 



ATOPICLAIR Cream dan Lotion Bantu Atasi Dermatitis Atopik pada Anak

Atopiclair cream dan lotion

Soal anak, harus mengedepankan keamanan dan kenyamanan. Betul? Nah, kandungan  ATOPICLAIR dijamin aman untuk bayi dan anak, serta ampuh menjinakkan "monster" gatal yang kerap bikin Si Kecil rewel dan sulit tidur.


Kandungan ATOPICLAIR memberikan 3 manfaat utama, yaitu MEMPERBAIKI, MELINDUNGI, dan MEREDAKAN.

🌸 Hyaluronic Acid dan Shea Butter bermanfaat memperbaiki fungsi skin barrier dengan menyediakan lipid fisiologis dan hidrasi yang kuat.

🌸 Vitis Vinivera (grapefine), Telmesteine, serta Vitamin C dan E bermanfaat melindungi fungsi skin barrier melalui kerja antioksidan yang kuat.

🌸 Glycyrrhetinic Acid bermanfaat meredakan rasa gatal dan terbakar dengan segera melalui kerja anti Pruritus dan anti inflamasi yang efektif.


Berkat kandungan utama ini, setelah mengoleskan ATOPICLAIR, maka gatal akan berkurang dengan cepat kurang dari 3 menit saja, serta mengembalikan kesehatan skin barrier dan menghidrasi kulit hingga 72 jam lamanya. 


Selain itu, ATOPICLAIR juga mengandung hypoallergenic formula, bebas paraben dan bebas pewangi. Tidak mengandung susu atau bahan lain yang berasal dari hewan. Makanya sangat aman diaplikasikan ke kulit bayi mulai berusia 1 bulan dan juga no worry bila dipakai rutin dalam jangka panjang, termasuk bagi yang memiliki riwayat alergi. 

Ada dua produk ATOPICLAIR yang bisa dipilih untuk mengatasi gejala dermatitis atopik, yaitu berupa cream dan lotion. 


Atopiclair cream cocok digunakan saat dermatitis kambuh

ATOPICLAIR Cream lebih cocok untuk menangani dermatitis yang sedang kambuh, yaitu saat muncul ruam merah, gatal, dan sangat mengganggu anak. Kemasannya seperti odol, jadi tinggal diarahkan ke bagian kulit yang butuh penanganan, tekan dan cream akan ke luar. Tapi teksturnya tidak sekental odol, kok. Cream Atipoclair dengan warna yang sedikit merah mudah ini seperti tekstur cream pada umumnya, sangat cepat meresap di kulit dan tidak lengket. Cream yang menurut saya kandungan airnya cukup banyak, makanya "hilang" begitu saja tanpa perlu berlama-lama mengusap. Enaknya, ada sensasi adem saat cream menyentuh kulit. Dan benar-benar bebas wangi-wangian!


Atopiclair lotion untuk perawatan yang melembapkan

Selanjutnya, ATOPICLAIR Lotion dapat digunakan setelah gejala parahnya sudah mulai membaik, yaitu dengan menjaga kelembapan kulit dan menghindari kekambuhan. Warna lotion-nya putih gading, dengan tekstur yang lebih encer bila dibandingkan cream, cepat meresap, tidak lengket sama sekali, serta juga nyaris tanpa aroma. Memang cocok untuk dipakai harian karena tidak meninggal kesan menutup pori sehingga anak pun tidak risih. 


Ini sih memang recommended! Selain formulanya yang memang diracik khusus untuk mengatasi dermatitis atopik, faktor lainnya yang menjadikan ATOPICLAIR istimewa adalah perhatiannya bagi keamanan bayi dan anak dengan kulit yang lebih sensitif. Soalnya saya pribadi juga cenderung memilih produk anak yang tidak berlebihan menambahkan pewangi, dan kalau bisa saat dipakai tidak perih, tidak menyumbat pori, dan tentunya sesuai untuk mengatasi keluhan yang ada. 


Bila teman-teman tertarik dan butuh ATOPICLAIR, sudah tersedia kok di Official Store MENARINI Shopee Mall dengan harga 200 ribuan untuk cream kemasan 40ml dan 400 ribuan untuk lotion kemasan 120ml. Kemasannya tidak terlalu kecil, tapi juga masih memungkinkan untuk dibawa-bawa. Jadi pas bepergian, orang tua tetap merasa tenang bila ada pemicu yang tiba-tiba membuat dermatitis buah hati kambuh.


Dengan memilih produk perawatan dermatitis atopik yang tepat, secara tidak langsung akan meminimalkan risiko coba-coba dan anak pun akan pulih lebih cepat sebelum gejala gatal, luka, atau iritasi mengganggu aktivitas dan waktu tidurnya.



Tips Mengatasi Gejala Dermatitis Atopik agar Tidak Semakin Parah/Kambuh

Tips mengatasi dermatitis atopik

Selain menggunakan produk perawatan yang tepat, juga ada faktor lain yang mesti diperhatikan oleh orang tua agar dermatitis anak bisa pulih dan mencegahnya tidak kambuh kembali. Berikut ini beberapa tips yang dapat membantu.

  • Pilih sabun mandi yang juga aman untuk kulit dermatitis. Mandi jangan lama-lama, karena mandi berendam di air hangat terlalu lama bisa bikin kulit kering setelahnya.
  • Kenakan anak pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, seperti katun. 
  • Usahakan suhu ruangan tidak terlalu panas agar anak tidak kegerahan. Biasanya kalau sudah keringatan, gatal-gatalnya langsung kumat.
  • Bila menggunakan AC di rumah, tetap perhatikan sirkulasi udara. Terlalu lama di ruangan ber-AC akan membuat kulit kering. Sesekali bukalah jendela dan biarkan udara bebas masuk.
  • Perhatikan apakah anak punya alergi terhadap makanan tertentu, debu, bulu hewan, atau yang lainnya. Hindari pemicu tersebut agar tidak memancing dermatitis.
  • Cukupkan kebutuhan cairan anak agar kulit tetap terhidrasi dari dalam.
  • Jangan membiarkan kuku anak panjang karena bisa membuat kulit luka saat menggaruknya. Bisa dengan memakaikan sarung tangan bayi, baju lengan panjang, atau celana panjang. Terutama saat mau tidur karena biasanya di waktu ini anak lebih sering menggaruk, bahkan setelah tertidur sekalipun.
  • Orang tua bisa membantu mengusap lembut bagian kulit yang gatal supaya tidak luka karena garukan anak.


Baca juga: Gigi Anak Bolong! Yuk, Crosscheck Makanannya


Saat dermatitis anak kambuh, orang tua memang harus ekstra sabar menghadapinya. Anak rewel dan kepanikan biasanya membuat bingung mau apa dan bagaimana. Jadinya malah asal coba agar cepat teratasi. Padahal yang dibutuhkan adalah penanganan tepat. Salah-salah malah makin parah dan dapat berlangsung semakin lama. Kalau sudah luka karena garukan, berpotensi meninggalkan bekas kehitaman seperti anak saya. Mengembalikan kondisi kulit ke keadaan semula akan butuh waktu yang lebih panjang.


Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi untuk menghadapi anak yang mengalami dermatitis atopik dengan bijak, ya. 


_______


Referensi:

Dermatitis Atopik. Tautan: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/penyakit-kulit--subkutan/dermatitis-atopik

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. Tautan: https://www.niams.nih.gov/health-topics/atopic-dermatitis#:~:text=Causes%20of%20Atopic

Cegah Kekambuhan: Perawatan Dermatitis Atopik Harus Tepat!. Tautan: https://www.ibupedia.com/artikel/kesehatan/cegah-kekambuhan-perawatan-dermatitis-atopik-harus-tepat

Review Protabumin, Percepat Pemulihan Pasca Caesar

No comments

"Nanti banyak-banyak makan ikan gabus, biar lukanya cepat kering."

Siapa yang juga mendengar saran ini sesaat setelah melahirkan? Sebagai ibu yang sudah dua kali caesar, tentu saran makan ikan gabus ini juga saya dengar. Saya kira, ini hanya kebiasaan turun menurun yang sudah membudaya di masyarakat. Maklum, waktu itu saya masih ibu baru. Jadi tidak banyak tahu. Lagi pula memang wajar, mengingat ikan gabus juga sumber protein dan baik untuk tubuh. Banyak yang jual dan mudah di dapat. Apa salahnya dilakukan?


Protabumin Percepat Pemulihan Pasca Caesar

Ternyata, ini benar-benar terbukti secara ilmiah, lo. Ikan gabus bukan ikan biasa. Kandungan proteinnya lebih tinggi dari ikan lain, bahkan melebihi ikan salmon! Asam amino dan asam lemaknya juga mempercepat penyembuhan luka. Makanya sangat cocok untuk ibu melahirkan yang mengalami luka, terutama ibu yang melahirkan secara caesar dengan luka yang lebih besar.


Baca juga: Ibu Rumah Tangga atau Ibu Bekerja, Adakah yang Lebih Baik?


Pernah saya baca (tempo.co) kalau ada penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit University Sains Malaysia dan Rumah Sakit Raja Perempuan Zainab II, yang melibatkan reseponden para ibu yang melahirkan caesar di rentang usia 18-40 tahun. Mereka diminta untuk mengonsumsi kapsul ekstrak ikan gabus dengan dosis 250 mg sekali sehari.


Pada hari ketiga setelah operasi caesar, 76 ibu merasa bahwa rasa nyeri di area luka menurun drastis. Penampakan luka juga semakin samar. Diduga kuat karena kandungan asam amino seperti glisin dan asam lemak seperti arakhidonat yang dapat membentuk kolagen baru sehingga luka pulih lebih cepat.


Ini salah satu penelitian saja. Nyatanya, penelitian lain pun juga ada yang membuktikan bahwa ikan gabus dapat membuat ASI ibu berkualitas dan daya tahan tubuh menjadi lebih kuat. Wah, ternyata ikan gabus seluar biasa itu manfaatnya! 



Kebutuhan Ibu untuk Segera Pulih

Kebutuhan Ibu untuk Segera Pulih

Bagi saya yang merawat anak sendiri, kepulihan pasca melahirkan yang cepat adalah hal yang saya upayakan semaksimal mungkin. Pokoknya semakin cepat, semakin baik. Kalau luka terasa sakit saat anak menangis, tentu tidak mungkin memaksa dia mengerti dan bersedia menunggu. Mana mudeng. Sedangkan saya hanya sendiri, tidak ada yang membantu. Kalau sudah begini, mau tidak mau harus dipaksakan. Kan ngeri juga kalau nanti tiba-tiba lukanya terbuka atau infeksi. 


Apalagi pas melahirkan anak kedua, saat itu kakaknya masih berusia 2 tahun. Saya lebih ekstra lagi memaksa tubuh dan memberi sugesti ke diri sendiri bahwa saya jauh lebih kuat dari rasa sakit belahan caesar. Bayangkan, di hari pertama kepulangan dari rumah sakit, saya sudah beraktivitas normal. Sangat normal. Menggendong anak pertama saya, memasak makanannya, menyuapinya, memandikannya, dan juga untuk urusan rumah, tentu mesti dibereskan juga sesekali agar dia yang masih butuh ruang gerak bisa bermain dengan leluasa. Pokoknya luar biasa. Meski ngeri akan mengganggu luka caesar yang masih basah, tapi mau gimana kalau keadaan memaksa. Untung saja Allah masih sayang.


Saya yakin, setiap ibu yang baru melahirkan, pasti menjalani hari-hari yang tidak mudah. Jauh dari kata leha-leha dan santai-santai. Pulih lebih cepat dari luka lahiran, akan sangat membantu agar tanggung jawab sebagai ibu dari bayi mungil yang baru saja dilahirkan dapat dijalankan dengan maksimal. Intinya, pulih adalah sesuatu yang penting untuk disegerakan.



100% Ekstrak Ikan Gabus Di Protabumin Keringkan Luka Melahirkan Lebih Cepat

Protabumin mengandung 100 persen ekstrak ikan gabus

Ketika mama saya belum kembali ke Padang, masih ada yang membantu memasak di rumah. Tapi ketika saya sudah sendiri, semuanya mesti dituntaskan mulai dari anak sampai pekerjaan rumah. Kepraktisan otomatis menjadi kunci kewarasan. Saya lebih memilih mencari segala yang praktis, ketimbang berjibaku menyelesaikan segalanya dengan tenaga yang terbatas. Salah satunya soal nutrisi, saya mengandalkan multivitamin yang dapat mencukupi kebutuhan tubuh saya yang butuh pemulihan cepat.


Ikan gabus yang saya butuhkan untuk mengeringkan luka, sulit sekali mewujudkanya dalam hidangan harian. Soalnya mesti belanja ke pasar dulu, dan mesti berkendara ke sana. Jelas kondisi saya belum memungkinkan melakukan itu ketika luka caesar masih di bawah pengawasan dokter. Untung saja teknologi semakin maju, Protabumin hadir menawarkan solusi terbaik dengan kandungan ekstrak ikan gabusnya.


Protabumin terbuat dari bahan alami 100% ekstrak albumin ikan gabus (channa striata) yang bisa dijadikan solusi penyembuhan luka pasca melahirkan, terutama luka jahit pasca persalinan caesar.


Mengingat bahwa kehidupan menjadi ibu tidaklah mudah, suplemen yang dapat membantu mempercepat pemulihan luka lahiran rasanya seperti angin segar yang sangat saya idamkan. Ringkasnya, Protabumin ini dapat mengurangi beban ibu untuk mengolah ikan gabus, ketika belum pulih benar dan tenaga juga mesti disiapkan untuk mengasuh bayi yang baru lahir. Setidaknya ini berlaku bagi saya yang sangat sulit memasak pasca melahirkan, terlebih setelah melahirkan anak kedua. Boro-boro mau membeli ikan gabus ke pasar, membersihkannya, lalu memasaknya, masak sayur bening saja tidak terkejar. Ya, begitulah riwehnya setiap hari.


Oiya, selain bahannya yang 100% alami dari ikan gabus pilihan, setiap kapsul Protabumin juga mengandalkan ikan gabus dari tambak-tambak lokal untuk mendukung perkembangan usaha para peternak Indonesia. Cangkang kapsulnya juga gluten free dan sangat aman untuk dikonsumsi. Jadi, ketika memilih Protabumin sebagai suplemen, secara tidak langsung ibu juga turut menyejahterakan peternak lokal.


Protabumin aman dan berkualitas

Kandungan alami dan berkualitas Protabumin tentu dihasilkan dari proses produksi yang pastinya mendukung keterjagaan kualitas tersebut. Kemasan Protabumin sangat higienis dan terjaga sampai ke tangan konsumen. Tutup botol bersegel, dan setiap kapsulnya dibuat transparan sehingga jelas isi di dalamnya. Apakah bubuk dari ekstrak ikan gabus masih dalam kondisi baik atau tidak, tampak nyata di depan mata.


Setiap kemasan botolnya berisi 60 kapsul, dengan aturan minum 3 kali sehari. Dengan teratur meminum Protabumin, luka pasca melahirkan akan kering lebih kurang dalam 5 hari. Bukan mustahil karena setiap kapsulnya mengandung 500 ml ekstrak ikan gabus. 


Protabumin tidak ada aroma dan rasa amis sama sekali

Tidak ada aroma atau rasa amis saat meminum Protabumin. Meski merupakan ekstrak ikan gabus, tetap nyaman dikonsumsi harian.


Soal keamanannya juga dibuktikan oleh logo Jamu pada kemasan. Jenis produk berlogo ranting hijau ini merupakan obat tradisional yang telah diolah secara higienis. Yang tradisional tentunya menggunakan bahan alami. Protabumin pun sudah mengantongi sertifikasi BPOM dan Halal dari MUI. Ibu yang mesti menjaga makanan karena masih dalam proses menyusui, tidak perlu khawatir soal keamanan Protabumin.


Segel dan tanggal expired pada tutup Protabumin
Segel dan expired date pada tutup Protabumin

Kemasan Protabumin kan ada 60 kapsul. Kalau luka pasca melahirkan sudah kering, gimana?

Lanjutkan saja, malah sangat baik untuk proses menyususi. Seperti yang saya singgung di awal, ikan gabus bukan hanya dapat mempercepat penyembuhan luka, namun juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI dan menjaga kesehatan tubuh ibu selama menyusui. Studi membuktikan bahwa kandungan protein yang tinggi serta asam lemak DHA dan EPA dalam ikan gabus, terbukti dapat meningkatkan volume produksi ASI dan berpengaruh juga pada kecerdasan serta daya tahan tubuh anak (theasianparent.com). Sayang banget kan kalau konsumsi Protabuminnya tidak dilanjutkan?


Ikan gabus juga sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh ibu, baik selama menyusui, maupun setelah menyusui. Jadi Protabumin ini tidak terbatas hanya untuk ibu melahirkan, ibu menyussui, atau terikat pada jenis kelamin tertentu saja. Menurut saya, semua orang baik mengonsumsi Protabumin untuk mendapatkan khasiat dari ikan gabus. Saya juga pernah baca bahwa ikan gabus pun sangat disarankan bagi penderita jantung, stroke, dan diabetes karena ikan gabus rendah kolesterol, tapi tinggi protein.


Bila teman-teman berminat mencoba Protabumin, bisa membelinya secara online melalui e-commerce Tokopedia dan Shopee. Tapi kalau ingin mencari informasi yang lebih banyak lagi, silakan membuka website resminya di protabumin.co.id Semua informasinya lengkap di sini.


Pastikan tidak ada alergi ikan sebelum mengonsumsi Protabumin.


Kalau saya sih, selagi ada produk yang praktis dan berkualitas, apalagi sangat dibutuhkan selama proses pemulihan luka pasca melahirkan, atau ingin mendapatkan manfaat terbaik dari ikan gabus tanpa harus pusing mengolahnya karena tidak mungkin juga setiap hari makan menu yang sama, pasti sangat terbantu berkat adanya produk yang aman seperti Protabumin ini.



Pengalaman Merawat Luka Caesar 

Pengalaman merawat luka caesar

Bukan hanya meningkatkan pemenuhan nutrisi dari dalam, perawatan dari luar sangat penting dilakukan agar luka caesar bisa pulih dan minim risiko. Sekadar sharing, ini beberapa cara yang saya lakukan pasca caesar dan alhamdulillah lukanya tertutup dengan baik dan nyerinya tidak berlebihan.

1. Tetap Jaga Kebersihan

Walau luka caesar ini besar dan berlapis-lapis, tetap pastikan mandi setiap hari, ya. Kebetulan dokter saya menutupinya dengan plester anti air, jadi aman dibawa mandi. Selama masa nifas, pastikan pula menjaga kebersihan daerah kewanitaan. Ganti pembalutnya jangan tunggu penuh-penuh banget dulu. Berkala saja, jangan kelamaan. Itu kan darah kotor, nanti bisa memengaruhi luka caesar-nya.

2. Tetap Bergerak

Cekat-cekitnya ditahan saja. Saya bersyukur obat anti nyeri yang diberi bisa mengurangi rasa sakit meski tidak sepenuhnya. Memang akan ada perih waktu berganti posisi atau menggerakkan badan, tapi ini sangat disarankan untuk melancarkan sirkulasi darah dan juga mengembalikan elastisitas otot demi mempercepat pulihnya luka. Pastikan aktivitasnya bukan yang berat-berat.

3. Pakai Korset

Perut bergelambir setelah melahirkan membuat luka mudah terguncang bila bergerak. Inilah yang dibantu dengan korset. Perut akan lebih kokoh dan tidak berguncang terlalu ekstra. Luka pun jadi lebih aman. Tapi pastikan korset bersih dengan rajin mencucinya dan tidak terlalu menyesakkan saat dipakai. Kalau bisa pilih korset yang sirkulasi udaranya oke. 

4. Penuhi Nutrisi

Selama tidak alergi, baik ibu maupun anak, saya memakan apa saja yang dirasa sehat. Pokoknya setiap kali makan mesti ada karbohidrat, protein, dan sayurnya. Kalau lapar, makan saja. Urusan diet, jangan dipikirkan terlalu cepat. Pokoknya fokus dulu bagaimana menjaga kesehatan tubuh agar dapat pulih sesegara mungkin. Lengkapi dengan mengonsumsi suplemen yang aman dan pastikan meminum obat yang diresepkan dokter.

5. Cukupkan Istrahat

Ini berat ya, Buibu. Punya bayi, apalagi kalau sudah ada kakak-kakaknya, tentu jam istirahat nyaris terkuras habis. Namun bagaimanapun, kita tetap harus mengupayakan beristirahat kapan pun ada kesempatan. Misal ikut tidur siang bareng anak, atau pas suami libur, jangan segan untuk bergantian menjaga anak. Jangan pula memaksakan beres-beres rumah atau memasak kalau badan rasanya sudah lelah. Karena istirahat dapat menjaga kondisi tubuh dan pastinya akan berpengaruh baik pada pemulihan luka caesar.


Baca juga: Sekarang Baru Terasa, Ini Enaknya Punya Anak dengan Jarak Usia yang Dekat


Dengan kondisi tubuh yang terjaga, karena inti dari perawatan luka caesar adalah bagaimana ibu menjaga kesehatannya, insyaAllah luka akan kering dengan cepat dan risiko-risiko seperti infeksi atau keluhan seperti jahitan lepas dan sebagainya, bisa dikurangi. Tentu butuh tekad dan konsistensi. Semua ibu itu hebat dan pasti bisa melakukan apa pun yang terbaik kalau sudah demi anak. Betul?


Semoga bermanfaat.


Referensi:

Ikan Gabus Bantu Pemulihan Setelah Melahirkan, Mitos atau Fakta?. Tautan: https://cantik.tempo.co/read/1254722/ikan-gabus-bantu-pemulihan-setelah-melahirkan-mitos-atau-fakta

8 Manfaat Ikan Gabus untuk Ibu Menyusui, Sumber Lemak Baik. Tautan: https://id.theasianparent.com/aa000129-manfaat-ikan-gabus-untuk-ibu-menyusui