Mengatasi Kulit Anak yang Gatal dan Menghitam karena Dermatitis Atopik dengan ATOPICLAIR

No comments

Awalnya saya kira cuma biang keringat, karena kalau dilihat sekilas sama persis dengan kemerahan biang keringat. Apalagi area yang disasar tidak jauh-jauh dari leher, lipatan tangan, dan lipatan kaki. Tapi anehnya, kok enggak sembuh-sembuh? Malah sampai bertahun!


Review Atopiclair

Ini dialami anak kedua saya sejak usianya mendekati 1 tahun. Pertama kali muncul adalah kemerahan dengan bintil kecil-kecil. Karena gatal, ia terus menggaruk dan akhirnya menimbulkan luka. Luka ini pun lambat laun menghitam, menebal, dan seperti bersisik. Kering luar biasa. Bahkan saya saja ngeri menyentuhnya. Sangat kasar, dilihat pun tak enak. Tampak seperti berkerak seolah tidak dimandikan dengan bersih. Padahal mah bukan.


Baca juga: GROWING PAINS pada Masa Pertumbuhan, Penyebab Kaki Anak Sering Sakit Dimalam Hari


Menyadari ada yang tidak beres pada kulit anak bungsu saya ini, tentu harus ada pengamatan lebih lanjut yang mesti dilakukan. Saya mulai mempelajari, mencari berbagai referensi, dan lebih memperhatikan lagi kira-kira di saat apa gejalanya semakin parah. Sejauh yang saya amati, gatal ini makin menjadi ketika cuaca sangat panas dan ia berkeringat, serta memakan makanan tertentu yang bikin alerginya kumat. Ya, anak saya  memang alergi terhadap bahan tertentu yang biasa ada di bolu, kue, atau makanan manis. Hanya saja saya belum menemukan bahan pastinya itu apa. Agak menyebalkan sih memang. 


Tapi yang pasti, kondisi kulit anak saya yang cenderung kering akibat eksim membutuhkan penanganan tepat dan aman.


Sebelum saya menceritakan rekomendasi produk untuk mengatasinya, kita kenalan dulu yuk dengan dermatitis atopik. Orang tua penting banget tahu tentang ini.



Mengenal Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik pada anak

Kondisi kulit anak yang masih rentan dan sensitif, tidak jarang menyebabkan masalah seperti kemerahan dan kering. Saking familiarnya dilihat, akhirnya dianggap biasa dan berpikir akan hilang dengan sendirinya. Ah, paling biang keringat, kasih bedak saja nanti sembuh.  Atau kalau bayinya masih menyusui, dibilang ruam ASI bila merah-merahnya ada di pipi. Seringnya begitu, kan?


Namun bila masalah kulit ini tidak hilang-hilang seperti yang dialami anak saya, apalagi sampai mengganggu rutinitasnya karena sibuk menggaruk, seperti rewel dan sulit tidur, bisa jadi itu bukan biang keringat biasa, tetapi dermatitis atopik atau yang disebut juga dengan eksim. Penanganannya tentu tidak semudah menaburkan bedak.


Dermatitis atopik adalah kondisi di mana kulit mengalami peradangan yang menyebabkan kemerahan, gatal, kekeringan, dan pecah-pecah. Kondisi peradangan ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun.

- dilansir dari kemenkes.go.id


Sama dengan apa yang dialami anak saya, dermatitis atopik ini memang sering kali muncul pada area kulit yang memiliki lipatan, seperti dahi, area sekitar mata dan telinga, sisi leher, dalam siku, belakang lutut, dan area selangkangan. Untungnya, penyakit ini tidakl menular. Namun dapat kambuh kembali di kemudian hari bila bertemu pemicunya.


Sebenarnya apa sih penyebabnya? 

Masih melanjutkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan dermatitis atopik, di antaranya:

  • Makanan, seperti susu, ikan, telur, jeruk, kacang-kacangan, dan gandum.
  • Alergen non-makanan, seperti debu, deterjen, sabun, dan parfum.
  • Suhu yang ekstrem, seperti cuaca dingin dengan kelembapan rendah dan udara kering.

Selain itu, kemunculan dermatitis atopik juga dapat dipengaruhi oleh penyakit di dalam keluarga, sistem imun yang lemah, serta faktor lingkungan (dikutip dari National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases).


Dari penjelasan IbuPedia, biasanya dermatitis atopik pada bayi dan anak memiliki gejala yang sangat khas, yaitu sebagai berikut.

  • Kulit tampak bersisik, kering, dan gatal.
  • Umumnya terjadi di bagian pipi dan dahi. Tapi bisa juga muncul di paha, tangan, leher atau kaki.
  • Terdapat benjolan kecil berisi cairan mirip biang keringat.
  • Terdapat ruam kemerahan dan menyebabkan kulit terasa gatal. Anak akan terus menggaruk, menimbulkan luka, lalu berpotensi menimbulkan infeksi. Wajar bila membuatnya rewel.


Bila parents melihat gejala-gejala serupa terjadi pada anak, maka segera tangani sebelum semakin parah. Jangan seperti saya yang sempat salah kira. Beri obat macam-macam, salep yang dijual bebas untuk biang keringat, hingga bersedia menaburkan tepung tapioka seperti saran tetangga di kampung. Tidak satu pun yang berhasil memberi hasil positif. Masih untung tidak sampai menimbulkan infeksi.


Makanya memilih produk yang tepat untuk perawatan dermatitis atopik sangat penting. Tapi tak perlu khawatir, karena perawatan ini sangat bisa dilakukan di rumah dengan ATOPICLAIR. Kandungannya pas sasaran untuk mengatasi gejala-gejala dermatitis atopik, serta teruji aman secara klinis, bahkan untuk bayi.


Cus, kita ulas. Apa saja sih kandungan di dalamnya? 



ATOPICLAIR Cream dan Lotion Bantu Atasi Dermatitis Atopik pada Anak

Atopiclair cream dan lotion

Soal anak, harus mengedepankan keamanan dan kenyamanan. Betul? Nah, kandungan  ATOPICLAIR dijamin aman untuk bayi dan anak, serta ampuh menjinakkan "monster" gatal yang kerap bikin Si Kecil rewel dan sulit tidur.


Kandungan ATOPICLAIR memberikan 3 manfaat utama, yaitu MEMPERBAIKI, MELINDUNGI, dan MEREDAKAN.

🌸 Hyaluronic Acid dan Shea Butter bermanfaat memperbaiki fungsi skin barrier dengan menyediakan lipid fisiologis dan hidrasi yang kuat.

🌸 Vitis Vinivera (grapefine), Telmesteine, serta Vitamin C dan E bermanfaat melindungi fungsi skin barrier melalui kerja antioksidan yang kuat.

🌸 Glycyrrhetinic Acid bermanfaat meredakan rasa gatal dan terbakar dengan segera melalui kerja anti Pruritus dan anti inflamasi yang efektif.


Berkat kandungan utama ini, setelah mengoleskan ATOPICLAIR, maka gatal akan berkurang dengan cepat kurang dari 3 menit saja, serta mengembalikan kesehatan skin barrier dan menghidrasi kulit hingga 72 jam lamanya


Selain itu, ATOPICLAIR juga mengandung hypoallergenic formula, bebas paraben dan bebas pewangiTidak mengandung susu atau bahan lain yang berasal dari hewan. Makanya sangat aman diaplikasikan ke kulit bayi mulai berusia 1 bulan dan juga no worry bila dipakai rutin dalam jangka panjang, termasuk bagi yang memiliki riwayat alergi. 

Ada dua produk ATOPICLAIR yang bisa dipilih untuk mengatasi gejala dermatitis atopik, yaitu berupa cream dan lotion


Atopiclair cream cocok digunakan saat dermatitis kambuh

ATOPICLAIR Cream lebih cocok untuk menangani dermatitis yang sedang kambuh, yaitu saat muncul ruam merah, gatal, dan sangat mengganggu anak. Kemasannya seperti odol, jadi tinggal diarahkan ke bagian kulit yang butuh penanganan, tekan dan cream akan ke luar. Tapi teksturnya tidak sekental odol, kok. Cream Atipoclair dengan warna yang sedikit merah mudah ini seperti tekstur cream pada umumnya, sangat cepat meresap di kulit dan tidak lengket. Cream yang menurut saya kandungan airnya cukup banyak, makanya "hilang" begitu saja tanpa perlu berlama-lama mengusap. Enaknya, ada sensasi adem saat cream menyentuh kulit. Dan benar-benar bebas wangi-wangian!


Atopiclair lotion untuk perawatan yang melembapkan

Selanjutnya, ATOPICLAIR Lotion dapat digunakan setelah gejala parahnya sudah mulai membaik, yaitu dengan menjaga kelembapan kulit dan menghindari kekambuhan. Warna lotion-nya putih gading, dengan tekstur yang lebih encer bila dibandingkan cream, cepat meresap, tidak lengket sama sekali, serta juga nyaris tanpa aroma. Memang cocok untuk dipakai harian karena tidak meninggal kesan menutup pori sehingga anak pun tidak risih. 


Ini sih memang recommended! Selain formulanya yang memang diracik khusus untuk mengatasi dermatitis atopik, faktor lainnya yang menjadikan ATOPICLAIR istimewa adalah perhatiannya bagi keamanan bayi dan anak dengan kulit yang lebih sensitif. Soalnya saya pribadi juga cenderung memilih produk anak yang tidak berlebihan menambahkan pewangi, dan kalau bisa saat dipakai tidak perih, tidak menyumbat pori, dan tentunya sesuai untuk mengatasi keluhan yang ada. 


Bila teman-teman tertarik dan butuh ATOPICLAIR, sudah tersedia kok di Official Store MENARINI Shopee Mall dengan harga 200 ribuan untuk cream kemasan 40ml dan 400 ribuan untuk lotion kemasan 120ml. Kemasannya tidak terlalu kecil, tapi juga masih memungkinkan untuk dibawa-bawa. Jadi pas bepergian, orang tua tetap merasa tenang bila ada pemicu yang tiba-tiba membuat dermatitis buah hati kambuh.


Dengan memilih produk perawatan dermatitis atopik yang tepat, secara tidak langsung akan meminimalkan risiko coba-coba dan anak pun akan pulih lebih cepat sebelum gejala gatal, luka, atau iritasi mengganggu aktivitas dan waktu tidurnya.



Tips Mengatasi Gejala Dermatitis Atopik agar Tidak Semakin Parah/Kambuh

Tips mengatasi dermatitis atopik

Selain menggunakan produk perawatan yang tepat, juga ada faktor lain yang mesti diperhatikan oleh orang tua agar dermatitis anak bisa pulih dan mencegahnya tidak kambuh kembali. Berikut ini beberapa tips yang dapat membantu.

  • Pilih sabun mandi yang juga aman untuk kulit dermatitis. Mandi jangan lama-lama, karena mandi berendam di air hangat terlalu lama bisa bikin kulit kering setelahnya.
  • Kenakan anak pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, seperti katun. 
  • Usahakan suhu ruangan tidak terlalu panas agar anak tidak kegerahan. Biasanya kalau sudah keringatan, gatal-gatalnya langsung kumat.
  • Bila menggunakan AC di rumah, tetap perhatikan sirkulasi udara. Terlalu lama di ruangan ber-AC akan membuat kulit kering. Sesekali bukalah jendela dan biarkan udara bebas masuk.
  • Perhatikan apakah anak punya alergi terhadap makanan tertentu, debu, bulu hewan, atau yang lainnya. Hindari pemicu tersebut agar tidak memancing dermatitis.
  • Cukupkan kebutuhan cairan anak agar kulit tetap terhidrasi dari dalam.
  • Jangan membiarkan kuku anak panjang karena bisa membuat kulit luka saat menggaruknya. Bisa dengan memakaikan sarung tangan bayi, baju lengan panjang, atau celana panjang. Terutama saat mau tidur karena biasanya di waktu ini anak lebih sering menggaruk, bahkan setelah tertidur sekalipun.
  • Orang tua bisa membantu mengusap lembut bagian kulit yang gatal supaya tidak luka karena garukan anak.


Baca juga: Gigi Anak Bolong! Yuk, Crosscheck Makanannya


Saat dermatitis anak kambuh, orang tua memang harus ekstra sabar menghadapinya. Anak rewel dan kepanikan biasanya membuat bingung mau apa dan bagaimana. Jadinya malah asal coba agar cepat teratasi. Padahal yang dibutuhkan adalah penanganan tepat. Salah-salah malah makin parah dan dapat berlangsung semakin lama. Kalau sudah luka karena garukan, berpotensi meninggalkan bekas kehitaman seperti anak saya. Mengembalikan kondisi kulit ke keadaan semula akan butuh waktu yang lebih panjang.


Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi untuk menghadapi anak yang mengalami dermatitis atopik dengan bijak, ya. 


_______


Referensi:

Dermatitis Atopik. Tautan: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/penyakit-kulit--subkutan/dermatitis-atopik

National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. Tautan: https://www.niams.nih.gov/health-topics/atopic-dermatitis#:~:text=Causes%20of%20Atopic

Cegah Kekambuhan: Perawatan Dermatitis Atopik Harus Tepat!. Tautan: https://www.ibupedia.com/artikel/kesehatan/cegah-kekambuhan-perawatan-dermatitis-atopik-harus-tepat

No comments

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)