Showing posts with label Blog Competition. Show all posts

Gaya Hidup Cashless Justru Bisa Membantu Mengatur Pengeluaran

2 comments

Kemarin saya membaca quote lucu, namun relate dengan banyak orang di tengah kondisi ekonomi yang terus menekan. "Sudah di tahap harus mulai menyembunyikan duit gue dari gue sendiri". Karena realitanya, yang paling sering menghabiskan uang adalah keinginan untuk memenuhi gaya hidup. Bersembunyi di balik berbagai pembenaran yang dinormalisasi: hidup cuma sekali atau lebih baik menyesal membeli dari pada menyesal tidak membeli. Ada yang merasakan hal serupa?


Gaya Hidup Cashless Justru Bisa Bantu Atur Pengeluaran

Kebetulan, keluarga kami diberi rezeki untuk membeli rumah dengan sistem pembayaran cash bertahap. Dananya bukan seluruhnya uang kami, setengahnya harus meminjam dengan cicilan 3 juta per bulan. Tentu bukan angka yang kecil. Tapi, bagaimanapun, tetap harus diupayakan untuk investasi masa depan. Tidak ada jalan lain yang paling membantu selain mengetatkan pengeluaran agar jangan sampai terlena mengikuti gaya hidup semata. Kami harus mengatur keuangan dengan lebih bijak lagi. Menyembunyikan uang dari diri sendiri bukanlah quote menghibur, melainkan menjadi langkah yang harus kami lakukan agar tujuan memiliki hunian bisa terwujud sepenuhnya.


Hal pertama yang terlintas adalah memisahkan tabungan di rekening bank dengan uang belanja. Agar saya sebagai ibu yang lebih intens berbelanja untuk kebutuhan keluarga, dapat mengontrol dan mengevaluasi arus keuangan dengan lebih mudah. Jadi, anggaran belanja ditransfer ke dompet digital, supaya tidak mengganggu anggaran lainnya. Termasuk anggaran untuk cicilan rumah. Intinya, menjadikan pengeluaran satu pintu saja agar jelas arusnya.


Cashless Justru Bantu Atur Pengeluaran


Cashless Justru Bantu Atur Pengeluaran

Banyak yang bilang cashless bikin boros. Saya tidak sepenuhnya setuju. Sistem pembayaran cashless atau digital justru bisa membantu mengatur pengeluaran bila diimbangi dengan literasi dan perilaku finansial yang bijak. Sesuai data BPS tahun 2024, 29,19% rumah tangga Indonesia telah memiliki dompet digital. Tentu manfaatnya sangat berkaitan dengan keuangan keluarga.


Penelitian Ramadhanti, Buchdadi, dan Fawaiq (2023) dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta yang dipublikasikan dalam Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (JBMK) menemukan bahwa alasan utama seseorang menggunakan dompet digital adalah kemudahan (perceived ease of use) dan manfaat (perceived usefulness). Jadi bukan karena ikut-ikutan. Pengguna lebih mempertimbangkan kemudahan dan manfaat nyata dibanding faktor lainnya ketika memutuskan menggunakan dompet digital.


✅ Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use)

Fitur-fitur dompet digital membuat praktis banyak hal, misalnya pembayaran dengan QRIS sebagai fitur utama, transfer, bayar tagihan dan cicilan, hingga terhubung dalam ekosistem tertentu yang lekat dengan aktivitas sehari-hari. Beda dompet digital, tentu beda pula ekosistemnya. Misalnya AstraPay dengan ekosistem Astra. Tinggal pilih yang paling sesuai kebutuhan agar manfaat yang dirasakan lebih maksimal.


Bila diniatkan untuk mengalokasikan anggaran bulanan, dompet digital akan lebih praktis ketimbang membuat rekening baru sebagai pos-pos dana. Karena dana belanja akan dipakai intens untuk harian, jadi tidak bersifat tetap. Di dompet digital juga tidak ada biaya administrasi setiap bulan seperti di rekening bank dan tidak ada pula saldo minimun mengendap. Sehingga kita bisa mengalokasikan dana bulanan dengan lebih akurat sesuai anggaran.


Manfaat yang Dirasakan (Perceived Usefulness)

Dikaitkan dengan manfaat untuk mengatur pengeluaran, dompet digital memiliki rekam jejak transaksi yang bisa menjadi evaluasi dan pelaporan pribadi. Bicara soal keuangan, tak akan lepas dari pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Sedangkan untuk mencatat semua transaksi yang dilakukan hingga ke nominal terkecil secara manual, membutuhkan upaya yang belum tentu semua orang mau dan punya waktu melakukannya. Inilah keunggulan utama dompet digital yang akan membantu mengatur dan memantau pengeluaran agar jangan sampai melebihi anggaran. Serta bisa menjadi dasar untuk membuat strategi pengelolaan yang lebih baik untuk ke depannya.


Selain itu, fitur-fitur dompet digital memangkas pengeluaran yang selama ini luput dari perhitungan. Paling familiarnya soal kembalian yang ditukar permen atau terpaksa harus belanja lagi agar nominalnya pas. Ini akan teratasi bila melakukan pembayaran dengan QRIS. Lalu saat membayar tagihan-tagihan seperti PLN atau PDAM dengan dompet digital, secara tidak langsung akan menghemat uang bensin atau transportasi. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah promo, cashback, atau reward yang sering kali memberi potongan harga lumayan. Misal potongan harga saat membeli token listrik atau cashback 50% saat berbelanja di minimarket bila melakukan pembelian/pembayaran dengan dompet digital. 


Hanya dengan membawa smatphone, kapan saja dan di mana saja bisa bertransaksi dengan lebih praktis. Data transaksi pun selalu tercatat dan dapat dilihat sebagai laporan. Sehingga kepraktisan berbelanja itu dapat terkontrol melalui angka-angka yang jelas dan pasti. 


AstraPay: Lengkap, Aman, dan Terhubung dengan Ekosistem Astra Financial


AstraPay Lengkap, Aman, dan Terhubung dengan Ekosistem Astra Financial

AstraPay merupakan aplikasi dompet digital yang dikembangkan oleh PT Astra Digital Arta dan menjadi bagian dari ekosistem Astra Financial. Hadir sejak tahun 2020, bukan hanya QRIS, AstraPay memiliki beragam fitur yang menjawab kebutuhan transaksi keuangan digital seperti berikut.

  • Isi ulang listrik, membayar tagihan telepon, PDAM, pulsa dan paket data, internet, hingga cicilan dan PBB. Dilengkapi pengingat supaya tidak telat bayar.
  • Pembayaran tagihan asuransi BPJS dan Astra Life.
  • Transfer dan top up uang elektronik.
  • Bayar tiket pesawat, tiket kereta, hotel, MRT, dan Trans Jakarta.
  • Membeli voucher streaming dan game.
  • Beramal melalui fitur zakat, infaq, dan wakaf.

Bagaimana bila membutuhkan uang cash? Tenang, AstraPay memiliki fitur untuk tarik tunai melalui ATM Permata. Jadi, yang terpakai tetap anggaran bulanan yang telah dialokasikan, tidak menyentuh tabungan di rekening bank.


Nah, keunggulan yang membedakan AstraPay dengan dompet digital lain adalah terintegrasinya dengan berbagai layanan Astra Financial. Jika memiliki motor Honda, mobil Toyota, cicilan kendaraan di FIF, ACC, atau TAF, AstraPay sering memberikan cashback atau promo khusus untuk service, membayar cicilan, hingga membeli motor!


Terpenting, soal keamanan, AstraPay sudah berizin dan diawasi oleh OJK. Setiap kali login, harus masukkan PIN atau biometrik yang memberikan perlindungan ganda. Sehingga ketika terjadi musibah misal smartphone ketinggalan atau hilang, dana yang tersimpan akan lebih aman. Bila ada kendala atau masalah, kontak yang dihubungi pun tersedia. Bisa melalui sambungan telepon, email, atau WhatsApp resmi. Sesuatu yang memberikan ketenangan lebih pada pengguna.


Bagaimanapun, pengalaman dan literasi tetaplah menjadi penentu. Sebagai pengguna, kita harus terus mengikuti kabar atau informasi terbaru mengenai keuangan digital. Kalau menggunakan AstraPay, bisa membaca berbagai artikel tips finansial yang terus di-update sebagai penguat literasi. Jangan sampai malas memperbarui informasi karena kejahatan digital masih marak terjadi dan triknya pun kian beragam.


Terakhir sebagai kesimpulan, dengan memilih dompet digital yang sesuai kebutuhan, dengan kemudahan dan manfaat yang diberikannya, mengatur pengeluaran untuk mencapai tujuan keuangan dapat dilakukan dengan lebih baik. Ketika digitalisasi memfasilitasi, kenapa tidak?

Ketika AstraPay jadi Dompet Digitalnya Ibu-ibu

No comments

Bila masih ada yang beranggapan kalau ibu-ibu hanya menggunakan dompet kecil hadiah toko emas untuk belanja ke pasar, itu sudah ketinggalan zaman. Digitalisasi bukan hanya dinikmati kaum muda, ibu-ibu pun sudah memanfaatkannya untuk bertransaksi seputar kebutuhan rumah tangga. Mulai dari belanja sayur, hingga jajan-jajan kecil di taman dekat rumah. Jadi, jangan heran bila ibu-ibu panik saat smartphone-nya ketinggalan, karena dompetnya ada di situ. 


Ketika AstraPay jadi Dompet Digitalnya Ibu-ibu

Digital Mum Survey 2021 oleh The Asian Parent Group menyatakan ternyata ibu-ibu telah terbiasa menggunakan dompet digital dalam bertransaksi. BPS pun mencatat 29,19% rumah tangga di Indonesia sudah memiliki dompet digital pada tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa pembayaran digital memberi kenyamanan tersendiri bagi banyak keluarga. Tak terkecuali ibu-ibu yang lebih intens berbelanja, terutama untuk kebutuhan rumah. Kalau tidak nyaman, tentu tidak akan sebanyak itu yang menggunakan.


"Senang deh belanja sayur di sana, soalnya bisa bayar pakai QRIS." Ini terucap langsung dari salah seorang teman saya. Tentu saya setuju. Sering kali ibu-ibu lupa menarik uang cash dari ATM, apalagi kalau ATM-nya jauh dari rumah. Padahal, setiap hari pasti ada saja yang harus dibeli. Minimal untuk makan keluarga. Makanya, ketika penjual sayur menyediakan pembayaran digital, akan mendapat nilai plus


Ini belum membahas soal frekuensi belanja online. Jangan buru-buru menganggapnya pemborosan, justru menjadi bagian strategi mengelola keuangan. Pada tahun 2024, Digital Mum Survey kembali mengungkapkan bahwa frekuensi belanja online ibu-ibu cukup tinggi untuk setiap bulannya, bahkan ada yang melebihi 12 kali. 84% responden menyatakan bahwa harga yang ditawarkan di platform daring lebih murah dibandingkan toko offline. Pembayarannya, tentu kembali lagi ke dompet digital.


Sebenarnya, banyak keuntungan dan manfaat lain yang didapat ketika dompet digital digunakan ibu-ibu. Bukan untuk gaya-gayaan, melainkan kebutuhan. Nah, salah satu dompet digital berfitur lengkap yang layak direkomendasikan adalah AstraPay.


AstraPay merupakan aplikasi pembayaran digital dari Astra yang menghadirkan berbagai solusi transaksi praktis, aman, dan terintegrasi dalam ekosistem digital untuk mendukung kebutuhan masyarakat modern.


Lalu, apa saja manfaatnya ketika ibu-ibu menggunakan AstraPay dalam transaksi sehari-hari, dan sejauh mana perannya dalam membantu menajemen keuangan rumah tangga? Tentu saja bukan sebatas keparkatisan QRIS, tetapi jauh lebih dalam. Mari bahas satu per satu.


🌸 Fitur Lengkap yang Memudahkan Berbagai Urusan

Fitur Lengkap yang Memudahkan Berbagai Urusan

Bukan hanya QRIS untuk bayar-bayar, AstraPay memiliki beragam fitur yang mempermudah berbagai urusan.

  • Mulai dari isi ulang listrik, membayar tagihan telepon, PDAM, pulsa dan paket data, internet, hingga cicilan dan PBB.
  • Pembayaran tagihan asuransi seperti BPJS dan Astra Life.
  • Untuk transfer dan top up uang elektronik, tak perlu khawatir. Bahkan tarik tunai ketika butuh cash, bisa dilakukan di ATM Permata tanpa perlu transfer-transfer ke ke rekening bank dulu.
  • Bayar tiket pesawat, tiket kereta, hotel, MRT, Trans Jakarta, fiturnya juga ada.
  • Butuh hiburan? Silakan beli voucher streaming dan game di aplikasi.
  • Tak ketinggalan menyisihkan sebagian rezeki melalui fitur zakat, infaq, dan wakaf.


Ketika melihat aplikasi dompet digital AstraPay untuk pertama kali, fitur asuransi cukup menarik perhatian saya. Dulu saya pernah membayar asuransi secara manual, yaitu mentransfer langsung dari rekening melalui nomor virtual account. Entah kenapa, jadinya ribet dan akhirnya malas melanjutkan membayar. Andai bisa langsung dibayar seperti di AstraPay, mungkin saya masih konsisten membayar premi. Fitur yang sangat membantu ibu anti ribet seperti saya untuk berasuransi. Ini hanya salah satu contoh kemudahan yang difasilitasi AstraPay.


Dengan fitur lengkap AstraPay, ibu dapat memisahkan uang di rekening bank dengan uang bulanan yang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari hingga tagihan dan cicilan. Tidak perlu buka-buka mobile banking lagi, takutnya tabungan tanpa sadar terpakai. Cukup melakukan berbagai transaksi dengan AstraPay saja.


🌸 Lebih Mudah Mengevaluasi Pengeluaran

Belanja harian memang tampak kecil kalau melihatnya dari harga satu ikat sayur saja. Padahal setelah diakumulasikan, sering bikin was-was. Di tengah kondisi ekonomi sekarang, membawa seratus ribu ke pasar, serasa tidak ada harganya. Kadang kebingungan sendiri, "Kok uangnya sudah habis padahal baru belanja sedikit? Memangnya aku beli apa saja dari tadi?"


Bila ibu bertransaksi dengan AstraPay, semuanya akan tercatat tanpa ada yang terlewat. Jadi jelas habisnya ke mana, beli apa saja, dan bisa melihat mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Andai uang belanja melebihi yang dianggarkan, jauh lebih mudah untuk melihat sumber kebocorannya. Karena kalau mencatat manual setiap transaksi belanja, apalagi yang kecil-kecil seperti sayur atau kebutuhan masak, membutuhkan upaya yang belum tentu semua ibu punya waktu dan energi untuk melakukannya.


🌸 Promo, Cashback, dan Point yang Bikin Lebih Hemat

Promo, Cashback, dan Point yang Bikin Lebih Hemat

Berlimpah promo dan cashback kalau ibu membayar dengan AstraPay. Bukan hanya makan, jajan, dan belanja, melainkan juga saat membayar cicilan, tagihan, hingga membeli motor! Enaknya lagi, ada point yang akan didapatkan setelah bertransaksi. Point ini pun bisa digunakan kembali untuk melakukan pembayaran lain atau ditukarkan voucher belanja. Dijamin bisa bikin ibu lebih hemat.


🌸 Lebih Menguntungkan Bila Keluarga Menggunakan Layanan Astra

Ini salah satu keunggulan yang membedakan AstraPay dengan dompet digital lain. AstraPay terintegrasi dengan berbagai layanan Astra. Jika keluarga memiliki motor Honda, mobil Toyota, cicilan kendaraan di FIF, ACC, atau TAF, AstraPay sering memberikan cashback atau promo khusus untuk service maupun cicilan. Kemarin saja suami saya baru ke Astra OtoService untuk ganti oli dan sparepart lain, lumayan tagihannya. Begitu pula service motor di AHASS, mesti bayar ratusan ribu. Kalau ada potongan harga, tentu sangat meringankan.


🌸 Meningkatkan Pengalaman dan Literasi Keuangan Digital

Meningkatkan Pengalaman dan Literasi Keuangan Digital

Ini penting! Dengan terbiasa menggunakan AstraPay sebagai dompet digital, ibu akan memiliki pengalaman dalam bertransaksi digital. AstraPay juga menyediakan berbagai tips finansial yang dapat memperkuat literasi. Percayalah, ketika ibu memiliki literasi keuangan digital yang baik, akan berdampak positif bagi keluarga dan dapat disisipkan juga dalam pengasuhan.


Jadi, dompet digital itu bukan hanya sekadar alat pembayaran. Bila mau mengeksplor dan memanfaatkan lebih banyak fitur-fitur yang tersedia, dompet digital sangat memungkinkan untuk membantu ibu mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik.


Terakhir, pilihlah aplikasi dompet digital yang sesuai kebutuhan. Masing-masing dompet digital memiliki ekosistem, promo, dan keunggulan yang berbeda. Bila sudah tepat, manfaat yang diperoleh tentu lebih maksimal. Hindari menginstal terlalu banyak dompet digital yang justru meningkatkan risiko pemborosan dan menyulitkan pemantauan pengeluaran. Pastikan pula dompet digital sudah berizin dan diawasi Bank Indonesia demi keamanan data dan dana. Ingat, bagaimanapun kendali dan keputusan tetap berada di tangan pengguna, ya.

Simbiosis Mutualisme dalam Perluasan Basis Pajak Digital

No comments

Beberapa waktu lalu di komunitas bloger yang saya ikuti, perluasan basis pajak ke ranah digital menjadi perbincangan hangat. Meski bloger tidak asing dengan potongan pajak dalam kerja sama, ketegasan pemerintah kali ini berhasil memancing kembali pertanyaan yang belum terjawab. Kenapa bloger diakui sebagai wajib pajak sedangkan keberadaannya sendiri masih di atas garis samar? Dikatakan profesi bukan, tapi jasanya dibutuhkan dalam ekosistem digital dan masuk dalam daftar PPh atas jasa.


Simbiosis Mutualisme dalam Perluasan Basis Pajak Digital

Tentang Inner Child dan Kawan Baru

No comments
Dulu saya kesal setiap kali suami membeli mainan. Bayangkan, action figure yang hanya setinggi jari, harganya bisa ratusan ribu hingga jutaan. Sungguh tidak masuk akal bagi saya. Bukankah banyak hal lebih bermanfaat yang bisa dibeli dengan nominal yang sama? Atau alangkah lebih baik bila ditabung saja. 

Tentang Inner Child dan Kawan Baru

Untuk IIDN, dari Saya yang Belum Pandai Menulis

1 comment

Saya kira, semakin banyak belajar, mengikuti kelas-kelas kepenulisan, bergabung dengan berbagai komunitas, akan membuat saya jago menulis. Ternyata itu keliru. Saya justru semakin merasa kecil. Sadar bahwa lebih banyak hal yang tidak saya tahu, dari pada apa yang sudah saya tahu. Lucunya, saya malah berharap untuk selalu merasa begitu. 


Untuk IIDN, dari Saya yang Belum Pandai Menulis

Sadari Peran Penting Orang Tua untuk Stop KBGO

No comments

Saya pernah di-bully saat masih SD. Saya tahu bagaimana rasanya dan nyatanya itu masih membekas sampai sekarang. Sejak menjadi ibu, bahkan sebelum menjadi ibu, saya sudah bertekad agar apa yang saya alami tidak terulang kembali. Sejauh ini yang bisa saya lakukan adalah terus meningkat literasi, serta mendidik anak-anak agar jangan sampai menjadi korban dan pelaku. Kalau bukan orang tua, siapa lagi yang akan melindungi mereka? 


Sadari Peran Penting Orang Tua untuk Stop KBGO

Kenyamanan Bertumbuh di Komunitas Bloggercrony Indonesia

No comments
Kamu hanya akan dihargai di lingkungan yang tepat. Familiar dengan pernyataan ini? Saya benar-benar mengalami bahwa tidak di semua circle, skill dan keberadaan kita selalu diterima baik. Inilah yang saya pelajari sejak menjadi bloger, bahwa fokus mencari circle yang sefrekuensi, jauh lebih bermanfaat untuk menumbuhkan diri dengan lebih terarah.

Kenyamanan Bertumbuh di Bloggercrony Community Indonesia

Membawa Pulang Keyakinan akan Masa Depan Bloger

8 comments

Memangnya masih ada tulisan bloger yang dibayar? Bahkan keraguan itu tidak hanya datang dari mereka yang bukan bloger, melainkan juga dari bloger itu sendiri. Banyak yang merasa job untuk bloger kian menipis, sedangkan domain dan hosting harus terus dibayar. Akhirnya, tak sedikit yang banting setir menjadi konten kreator, YouTuber, atau lainnya yang dianggap lebih menjanjikan. 


Membawa Pulang Keyakinan akan Masa Depan Bloger

Ketika Rumah Jadi Ruang Kerja Ternyaman Bersama ASUS V400 AiO Series

2 comments

Dulu saya mengira akan terus bekerja sebagai wanita karier sampai masa pensiun tiba. Berangkat pagi dengan dandanan rapi, lalu pulang sore setelah jam kerja usai. Sesekali dinas ke luar kota dan gaji mengisi rekening tiap bulan. Impian banyak orang, termasuk saya. Sudah enak-enak jadi PNS, tinggal dijalani saja. Itu ekspektasi saya.


Ketika Rumah Jadi Ruang Kerja Ternyaman Bersama All-in-One PC ASUS V400 AiO Series

Pejuang Air Bersih untuk Kualitas Hidup Masyarakat Desa Ban

No comments

Mari hidup seperti pohon, hidup untuk menghidupi. Ketika kita menjadi alasan orang lain tersenyum, rasa senangnya begitu menyentuh ke hati. 

Reza Riyady Pragita - Pejuang Program SAUS (Sumber Air untuk Sesama) untuk PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) di Desa Ban Karangasem - Bali


Pejuang Air Bersih untuk Kualitas Hidup Masyarakat Desa Ban
Bak penampungan air untuk Desa Ban dari program SAUS yang digagas Reza | Foto: IDN Times

Revo dan Eri Gagas Yuk Tukoni, Penyambung Nafas UMKM saat Pandemi

No comments

5 tahun lalu, tahun 2020, banyak teman-teman pengusaha kuliner dan UMKM, khususnya di Jogja, tiba-tiba kehilangan pasar mereka. Kegiatan dan event berhenti, distribusi terhambat. Mereka bukan hanya kehilangan omzet, tapi juga harapan. Benar-benar situasi yang sulit.

Tapi, kalau kita hanya diam, bagaimana nasib teman-teman yang curhat makanannya enggak laku? Keluarga-keluarga yang dikarantina dapat solusi apa karena tak ada akses makanan?

- Eri Kuncoro, Founder Yuk Tukoni -


Revo dan Eri Gagas Yuk Tukoni, Penyambung Nafas UMKM saat Pandemi
Revo Suladasha dan Eri Kuncoro | Foto: Youtube channel Tukoni Indonesia

Lebarkan Peluang dengan Produk Digital Bersama ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

2 comments
"Job blogger sekarang makin sepi. Enggak seramai dulu." Pernyataan ini bukan hanya saya dengar dari teman-teman sesama blogger, tapi juga saya rasakan sendiri. Walau saya bukan yang terlalu aktif  mencari job, tapi memang tawaran kerja sama mulai berkurang bila dibandingkan 2 atau 3 tahun lalu. Cuma, ada hal janggal yang kerap saya pertanyakan. Bukankah blogger yang memiliki skill digital, seharusnya bisa bertahan di dunia digital? 

Lebarkan Peluang dengan Produk Digital Bersama ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406SA)

Cinta untuk Perantau dalam Paket JNE

No comments

"Nanti rendangnya dipanasin dulu, ya. Buat jaga-jaga biar nggak basi," pesan Mama saya by WhatsApp. Dari Padang, ranah Minang yang kini selalu saya rindukan.


Cinta untuk Perantau dalam Paket JNE

Makin Sat Set Produktif di Ranah Digital Bersama Laptop AI 2025 ASUS Vivobook S14

No comments
Memilih untuk tetap produktif setelah resign, membuat keseharian saya berpacu dengan waktu. Mengurus rumah dan anak-anak tentu yang utama. Namun, mewujudkan mimpi menjadi bloger, penulis, dan kreator konten profesional juga masuk dalam prioritas. Kenyataan sekarang membuktikan bahwa ambil bagian dalam ranah digital memiliki potensi yang menjanjikan. Lagi pula, berkat digitalisasi lah saya bisa konsisten berdaya dan berkarya dengan lebih bebas.

Makin Sat Set Produktif di Ranah Digital Bersama Laptop AI 2025 ASUS Vivobook S14

Beasiswa Study Aboard untuk Kembangkan Karier, Maksimalkan Persiapan Bersama Lister

No comments
Sudah kerja, memangnya perlu kuliah? Kalau kesempatannya ada, kenapa tidak? Justru pemilihan jurusannya akan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan karier. Bukankah memiliki karier yang bagus adalah sebuah impian nyata yang mesti dikejar? Memaksimalkan potensi diri tentu menjadi faktor penunjang yang paling mempengaruhi. 

Beasiswa Study Aboard untuk Kembangkan Karier, Maksimalkan Persiapan Bersama  LISTER

Teguhkan AKAR, Kukuhkan Identitas sebagai Blogger

No comments

"Terima kasih sudah menjadi jalan kesembuhan anak saya."

Salah satu artikel blog saya tentang pengalaman tak mengenakkan, yaitu saat terkena kista tiroid berdiameter sekitar 5 cm, ternyata bisa menjadi jalan kesembuhan bagi orang lain. Komentar ini ditulis oleh seorang ibu yang anaknya sudah 5 tahun mengalami benjolan di leher dan sudah berobat ke mana-mana, namun belum menemukan solusi. Setelah membaca tulisan saya, beliau langsung membawa anaknya konsultasi ke dokter dan rumah sakit yang sama.


Teguhkan AKAR, Kukuhkan Identitas sebagai Blogger

Praktis Transfer Uang ke Jepang untuk Belanja Modal Action Figure dengan Transfez

No comments

Meski awalnya saya agak keberatan dengan hobi suami mengoleksi action figure One Piece, sekarang malah mendukung. Saya kira bakal menguras tabungan kalau cuma buat dipajang-pajang doang, mengingat harga per satuan yang ukurannya hanya sekitar 7,5 cm saja bisa mencapai jutaan rupiah. Ternyata kalau diperjual-belikan, lumayan menguntungkan juga. Ini sih definisi real hobi jadi cuan.


Praktis Transfer Uang ke Jepang untuk Belanja Modal Action Figure dengan Transfez

Yang paling saya rasakan dampaknya itu adalah ketika suami tugas belajar, di mana tunjangan kinerja tak lagi utuh diterima. Padahal anak kedua kami baru saja lahir. Akhirnya suami berinisiatif memulai usaha kecil-kecilan menjual koleksi action figure. Niatnya buat tambahan saja.


Mula-mula hanya dipromosikan ke teman sesama komunitas. Lalu mencoba ke Facebook karena kolektor lebih ramai menggunakan media sosial ini. Laku satu-satu dengan untung 100 ribu per item. Kemudian mencoba lagi memasarkannya di Tokopedia. Diperlancar pula dengan datangnya lumayan banyak pesanan. Sampai-sampai rumah mungil kami dipenuhi kotak-kotak kardus yang berisi action figure siap kirim. 


Satu trip paket action figure yang siap dikirim ke pemesan

Siapa sangka koleksi pajangan itu laku dan stok nyaris habis. Rak yang penuh, mulai kosong. Makanya suami mencari cara bagaimana bisa membeli action figure lagi dengan modal seminim mungkin.

Kali ini bukan semata membeli karena suka, tapi demi menjalankan usaha dan mampu bersaing harga.


Sebenarnya ada importir "mainan mahal" satu ini yang menjadi langganan suami. Kebanyakan untuk edisi-edisi baru yang harus open PO dulu, baru nanti dikirimkan langsung dari Jepang, negara yang memproduksi action figure anime. Namun, rasanya masih kurang bila hanya mengandalkan satu pintu saja. Apalagi ada gap waktu antara masa rilis di Jepang hingga produk tersebut sampai ke tanah air. Termasuk juga edisi-edisi terbatas yang hanya didistribusikan di sana, tidak menyebar sampai ke luar Jepang. Kalau begini, mending langsung membelinya ke Jepang kan?


Membeli Action Figure di Situs Lelang Jepang

Membeli Action Figure di Situs Lelang Jepang

Untung digitalisasi mempermudah dalam banyak hal, termasuk menipiskan garis batas dan jarak. Sehingga tidak perlu ke Jepang untuk membeli produk yang dijual di Jepang. Setelah mencari-cari celah, dapat juga jalannya, yaitu dengan mengikuti lelang di sebuah platform Jepang. Lelangnya tentu sangat memungkinkan dilakukan dari rumah, tanpa ke mana-mana. Selama terkoneksi dengan internet.


Sekadar sharing, mana tahu ada di antara teman-teman yang juga tertarik dengan jual-beli action figure, atau sebatas sebagai kolektor, mengikuti lelang di situs lelang Yahoo Auction Japan (YAJ) recommended untuk dicoba. Sepengalaman suami yang aktif bid barang di sini, harganya cukup miring dan bisa memilih banyak sekali produk action figure atau merchandise anime, terkhusus anime One Piece. Berikut caranya.


1. Buka Situs YAJ

Silakan mengunjungi situs YAJ di URL https://auctions.yahoo.co.jp/. Halaman awal ala e-commerce pasti terasa lekat sekali. Hanya bahasanya saja yang beda. Dalam lelang, kita bisa mendapat harga yang lebih murah dari harga pasar. Justru inilah kelebihan sistem lelang yang sangat bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan action figure dengan harga yang jauh lebih murah. 


Di YAJ, bukan hanya produk baru yang dilelang, tapi juga produk bekas yang bisa dipilih sesuai deskripsi. Kalau menemukan produk langka, wah, sudah pasti untung berlipat menanti di depan mata. Enaknya lagi, tersedia pula produk-produk yang dijual borongan atau dalam jumlah banyak sekaligus. Bahkan produk borongan ini harganya bisa lebih murah lagi. Kebanyakan memang yang borongan yang di-bid.


2. Memilih Produk 

Tampilan situs YAJ berbahasa Japang, jadi perlu memakai fitur translate pada browser bila tidak bisa bahasa Jepang. Yang perlu diperhatikan dengan saksama adalah foto produk, deskripsi produk karena mana tahu ada yang kurang atau tidak lengkap (terutama untuk produk bekas), dan pastinya harga. Ketika melihat harga, konversikan dulu ke rupiah supaya lebih mudah menimbang apakah sudah sesuai budget atau tidak. Bila cocok, tinggal bid.


 3. Bid dan Beli 

Kalau harga yang kita tawarkan dinyatakan sebagai pemenang, maka bisa langsung dilakukan pembayaran. Tunggu deh barang dikirimkan ke alamat. Sepraktis itu!


Bagaimana, mudah sekali, bukan? YAJ ini sudah terkenal sebagai platform lelang terbesar di Jepang. Tak perlu khawatir soal keamanan karena sudah banyak pelanggannya, termasuk di Indonesia. Suami saya yang sudah berkecimpung cukup lama di dunia action figure, menyaksikan betul bahwa banyak dari sesama kolektor atau penjual yang mengunjungi dan ikutan lelang di sini. Teman-teman bisa kok searching mengenai YAJ ini. Cukup banyak yang membahas dan menyediakan jasa titip (jastip).


WCF, action figure ukuran 7,5cm menjadi salah satu produk yang laris manis
WCF, action figure ukuran 7,5 cm menjadi salah satu produk yang laris manis

Mana tahu ini juga bisa menjadi sumber cuan baru bagi teman-teman. Terlebih yang hobi koleksi action figure atau merchandise anime Jepang. Pengalaman suami saya, setidaknya bisa lah mendapat untung minimal 20.000 untuk satu item. Maksimalnya tidak bisa diprediksi tergantung gelombang selera kolektor. Dapat yang langka, untungnya bahkan bisa ratusan ribu hingga jutaan untuk satu item saja. 


Dan jangan pernah menyepelekan loyalitas seorang kolektor. Kalau sudah menginginkan satu barang, berapapun tak keberatan mereka bayar. Pernah lo ada yang membeli WCF ke kita seharga 1,8 juta! Saya saja takjub.


Butuh Relasi Di Jepang

Butuh Relasi Di Jepang

Sayangnya, produk lelang di YAJ hanya dikirimkan ke alamat Jepang. Tidak bisa ke luar negara. Ada pihak ketiga yang menyediakan jasa, seperti Buyee yang menjadi partner YAJ. Cuma, biaya atau fee-nya besar sekali. Jadi, mau atau tidak, suami mesti mencari relasi di sana. Untung saja ada teman sekantor yang sedang tugas belajar ke Jepang dan dia bersedia membantu.


Jadi alur pembelian yang dilakukan begini.

  • Suami memilih action figure atau merchandise mana yang diinginkan. Lalu mengirimkan tautannya ke teman di Jepang.
  • Teman di Jepang melakukan bid dan bila menang langsung melakukan pembelian. Membayar di minimarket setempat dengan kode invoice yang diberikan. Ya, semacam kalau kita belanja di e-commerce lalu bayar di Indomaret atau Alfamart.
  • Barang dikirim ke alamat teman di Jepang.
  • Pengiriman ke Indonesia juga masih dilakukan olehnya. Trik hemat kami, lebih murah ongkos kirimnya bila mengirim dalam jumlah banyak dari pada sedikit demi sedikit. Makanya produk dikumpulkan dulu, lalu nanti di repacking agar space box yang kosong terisi maksimal. Pengiriman biasanya menggunakan PAL atau EMS karena harganya lebih bersahabat. 
  • Setelah foto bukti pengiriman dikirimkan by WhatsApp, suami saya akan mentransfer uang beserta fee yang disepakati. Jadi tidak ada tunggakan yang khawatirnya bisa memancing masalah. 
  • Tugas suami selanjutnya hanya menerima produk yang akan dikirim POS sampai ke depan rumah. 


Panjang sekali prosesnya. Makanya fee yang diberikan juga sebanding dengan apa yang teman tersebut lakukan. Tidak apa. Tapi, masalah muncul ketika dia sudah kembali ke tanah air karena masa kuliah sudah berakhir. Lagi-lagi, kami harus mencari relasi kembali. 


Ternyata sulit juga mencari orang yang bersedia melakukan proses panjang tersebut. Andai prosesnya bisa disingkat, mungkin akan lebih meringankan. 


Bila memang pengiriman hanya bisa di Jepang saja, setidaknya proses bid dan pembelian kami saja yang lakukan di sini. Jadi, teman yang di Jepang hanya sebatas menerima produk lelang yang dikirimkan YAJ, lalu meneruskan mengirimkannya ke Indonesia. Jauh lebih simpel dan tidak memberatkan seperti sebelumnya.


Plan B-nya, andai benar-benar tak ada teman yang bisa membantu untuk pengiriman, membeli langsung di toko-toko Jepang bisa menjadi pilihan. Enaknya, bila membeli di toko-toko Jepang ini, barang bisa langsung dikirimkan ke Indonesia. Toko yang paling familiar di circle kolektor atau pelaku jual-beli action figure Indonesia adalah MENCARI. Namun, harganya tentu tidak semurah di YAJ yang menerapkan konsep lelang. 


Ada plus-minus-nya di kedua cara tersebut. Yang jelas, selama di YAJ bisa diupayakan, akan sangat membantu membeli action figure dengan harga yang lebih murah. Produk yang dibeli bisa lebih banyak dan untungnya ketika dijual kembali di Indonesia akan lebih besar. 


Transfez Bikin Belanja Modal Action Figure di Jepang Jadi Lebih Praktis

Transfez Bikin Belanja Modal Action Figure di Jepang Jadi Lebih Praktis


Memang ada saja berkah teknologi yang memberi solusi. Dengan Transfez, proses bid dan pembayaran dari Indonesia bisa terealisasi. Dari rumah pun bisa!

Saya dan suami tidak pernah membayangkan sebelumnya akan aktif melakukan transfer uang ke luar negeri. Jadi, yang kami tahu caranya ya cuma langsung transfer ke rekening teman yang ada di sana. Rekeningnya pun masih rekening bank di Indonesia. Dikonversi manual dari Yen ke rupiah, ditambah fee jasa, totalnya itulah yang ditransfer.


Ketika menemukan cara untuk memangkas separuh proses lelang di YAJ, tentu saja ini sangat memudahkan dan bikin cepat. Tidak perlu lagi mengirim tautan produk yang diminati, serta membebani teman untuk bid dan membayar. Itu bisa kami lakukan dari sini saja. Karena Transfez memfasilitasinya tanpa ribet. Serius, transfer ke luar negeri jadi sangat praktis hanya dengan satu aplikasi!


Ini sekalian sharing juga, mungkin ada di antara teman-teman yang butuh aktivitas pengiriman uang ke luar negeri, baik untuk menjalankan usaha seperti suami saya, ataupun keperluan lainnya, berikut kemudahan yang diberikan oleh Transfez.

🌸 Aman

Tranfez Aman

Ini selalu menjadi yang paling utama, apalagi soal uang. Zaman sekarang ngeri, penipuan semakin canggih sampai-sampai kita tidak sadar itu penipuan. Betul, kan? Nah, keamanan dan ketepercayaan Transfez sudah dibuktikan dengan izin serta pengawasan dari Bank Indonesia dan PPATK. Jadi, transaksi yang dilakukan bakal aman 100%. Transfez pun sudah menangani 100.000+ transaksi, lo! Sudah banyak yang mempercayakan transaksi internasionalnya pada Transfez.


🌸 Praktis

Transfer ke luar negeri jadi praktis

Tidak perlu konversi manual dan terpaksa tetap mentransfer dalam rupiah seperti saya kemarin. Di Transfez, kita dimudahkan untuk mentransfer ke lebih dari 70 negara dengan konversi otomatis. Dalam satu platform, tinggal klik-klik, dalam hitungan menit, beres. Malah kalau ke Jepang, sudah diberitahu sekalian kalau uang transferan kita akan tiba satu hari setelahnya. Cepat, efisien, dan efektif.


Biar lebih jelas, berikut cara transfer uang ke luar negeri di Transfez.

  • Download aplikasi Transfez di smartphone. Transfez sudah tersedia di Google Play untuk Android dan di App Store untuk iOS.
  • Daftar dulu bila belum pernah mendaftar. Tapi kalau sudah pernah daftar, bisa langsung login.
  • Untuk melakukan transaksi dan menikmati fitur secara lengkap, silakan lakukan verifikasi identitas. Pastikan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang diinstruksikan. Karena sudah berlinsensi dan diawasi Bank Indonesia, keamanan data yang dimasukkan akan selalu menjadi prioritas utama.
  • Pilih menu Transfer pada bagian bawah atau di bagian atas halaman utama. 
  • Pilih dulu negara tujuan, masukkan nominal yang bisa diketikkan dalam mata uang tujuan atau rupiah, nanti akan dikonversikan secara otomatis. Contohnya transaksi suami saya biasanya dalam Yen. Bisa ketikkan nominal Yen-nya dulu di bawah, lalu nominal dalam rupiah di atas secara otomatis muncul. 
  • Selanjutnya, isi dengan teliti data penerima di negara tujuan dan informasi tambahan lainnya. Pastikan dicek kembali agar tidak salah.
  • Pilih metode pembayaran yang diinginkan. Kalau saya dan suami sih yang paling nyaman melalui bank transfer. Nanti tinggal dibayar dengan mobile banking. Tata cara pembayarannya lengkap juga diinformasikan, tinggal ikuti saja.
  • Selesai. Tinggal cek status transaksi di menu Transaction. 


🌸 User Friendly

Aplikasi yang user friendly

Tidak perlu risau dengan tampilan yang memusingkan. Transfez memiliki antarmuka yang sederhana dan tepat guna. Bahkan saat pertama kali membuka aplikasi ini, saya tidak perlu mencari-cari cara untuk transfer karena sudah jelas menunya yang mana. Begitu pula menu-menu lainnya, jelas untuk apa dan tidak ruwet. Sepertinya orang tua saya pun tak akan butuh upaya ekstra untuk menggunakan Transfez. Mana tahu anaknya nanti ke luar negeri dan mau transfer uang kan, hehe.


Selain itu, bila masih membutuhkan penjelasan tentang Transfez, kita sebagai pengguna juga diberikan berbagai petunjuk dan penjelasan lengkap mengenai hal apa saja yang sering ditanyakan. Sajian informasi ini ditampilkan di halaman awal dan sudah dikelompokkan. Seperti mengenai kirim uang ke luar negeri, cara verifikasi akun, FAQ, hingga berbagai artikel dengan berbagai topik. 


🌸 Hemat dan Transparan

Mau berapa pun transfernya, nominal kecil atau besar, biaya transaksinya tetap sama. Biaya transaksi Transfez pun cukup terjangkau dan tak ada biaya tambahan terselubung lain yang suka bikin kesal. Awalnya segini, pas mau tarnsfer, eh, jadi segitu. Misal ke Jepang, biayanya jelas diinformasikan Rp139.000. Jadi mau melakukan transfer setiap kali membeli action figure, tidak masalah. Tidak mesti menunggu banyak dulu untuk sekali transfer. Ini banget yang suami saya butuhkan. 


Selain itu, kita juga bisa memantau transaksi secara realtime. Apakah masih menunggu verifikasi, sedang diproses, atau sudah selesai. Dan seperti kita bertransaksi di mobile banking, bukti transfer bisa disimpan sebagai bukti. 


🌸 Reminder Harga Kurs

Reminder Harga Kurs

Seperti yang kita tahu, pergerakan kurs cukup cepat dan menentukan seberapa besar uang yang akan ditransfer. Kalau ternyata saat ini rasanya harga kurs terlalu tinggi dalam rupiah, maka Transfez menyediakan reminder ketika kurs turun. Begitu pula sebaliknya. Reminder ini bisa dipilih berupa notifikasi handphone, dikirimkan melalui email, atau keduanya.


Misal kurs Yen (JYP) ke Rupiah (IDR) saat ini cukup tinggi, yaitu 112. Bila suami hendak mentransfer 100.000 yen, berarti mesti menyiapkan uang sekitar 11.200.000 rupiah. Lebih baik saya memasang reminder bila kurs turun  menjadi 108, sehingga rupiah  yang harus dibayarkan jadi lebih hemat, yaitu 10.800.000. Kan lumayan selisihnya. Inilah pentingnya reminder, teruma bagi yang hendak mentransfer ke luar negeri dengan nominal besar.


🌸 Tenang karena Bisa Chat Customer Service

Tenang karena Bisa Chat Customer Service

Spesial banget sih fitur yang satu ini. Uang merupakan sesuatu yang sensitif dan suka bikin deg-degan. Kira-kira transferannya sudah sampai apa belum? Kalau belum, apa masalahnya? Apa data yang dimasukkan sudah benar? Serta berbagai pertanyaan dan kekhawatirna lainnya. Terlebih ini tentang transfer uang ke luar negeri yang jaraknya jauh dan takut saja bakal nyangkut di mana. Nah, Transfez menyediakan fitur chatting by WhatsApp dengan customer service. Misal amit-amit ada apa-apa atau ada yang perlu ditanyakan, bisa langsung bertanya ke pihak yang tepat.


Bila sebelumnya ada fee 10% untuk jasa relasi di Jepang dengan tugas melakukan bid, melakukan pembelian dan pembayaran ke minimarket setempat, serta menerima produk lalu mengirimkan produk ke Indonesia, tentu bisa dipangkas setidaknya setengah. Bid, pembelian, dan pembayaran dilakukan oleh suami saya saja dari sini, relasi di Jepang hanya perlu menerima produk dan mengirimkannya ke Indonesia. 


Transfez memangkas tiga proses pembelian modal action figure di YAJ
 
Kalau dihitung-hitung, misal dari Rp20.000.000 lelang, fee 10%-nya adalah Rp2.000.000. Dengan kemudahan yang diberikan TransFez, fee bisa diturunkan menjadi 5% saja, yang artinya hanya Rp1.000.000. Wah, yang sejuta ini kalau dibelikan action figure di YAJ, akan dapat banyak item. Mencari kawan yang bisa membantu kami di sana pun jadi lebih mudah karena tugas yang dilakukan lebih sederhana.


Meski terpaksa tidak ada lagi relasi yang bisa diandalkan untuk melakukan pengiriman ke Indonesia, membeli di toko-toko Jepang seperti MENCARI pun tak lagi jadi soal. Sudah ada Transfez yang bikin urusan transfer-transfer jadi lebih praktis, aman, dan hemat. Semuanya cukup dalam genggaman dan tinggal klik-klik. 


Malah yang bikin lebih antusias, di Transfez sudah ada fitur baru Pay by Card. Ini bikin bahagia banget karena bisa langsung bayar invoice internasional dengan kartu kredit berlabel Visa, MasterCard, dan JBC. Pembayaran dengan ketiga label kartu ini pun tersedia di situs lelang YAJ. Bak gayung bersambut. Makin gampang lagi proses pembayaran yang kami lakukan untuk belanja modal untuk usaha jual-beli action figure


Transfez sudah ada fitur baru Pay by Card

Next bakal jadi fitur yang  layak untuk coba kalau mau belanja modal action figure lagi. Pay by Card memberi keuntungan lebih bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan masa tenggang kartu kredit. Kita bisa mendapatkan modal dulu dan membayarkan di kemudian hari sesuai jatuh tempo pembayaran kartu kredit setelah produk sudah laku terjual. Kan lumayan membantu. 


Teman-teman bisa langsung mencoba praktisnya transfer uang ke luar negeri dengan download Transfez sekarang. Malah ada promo-promo menarik juga yang bisa dinikmati dan bikin transferan makin hemat. Andai nanti memang terbantu dengan fitur dan kemudahan yang diberikan Transfez, kita juga bisa membagikan referral dan mendapatkan poin. Dobel-dobel untung deh jadinya.


Download Transfez di Android dan iOS

Sering kali saya bersyukur hidup di zaman pesatnya digitalisasi. Termasuk juga atas kehadiran pihak-pihak seperti PT Indo Koala Remittance yang menghadirkan Transfez untuk kemudahan transaksi keuangan antar negara. Jadi semakin banyak pintu usaha yang terbuka dengan jangkauan internasional. Tidak terbatas pada jual-beli action figure saja, melainkan segala produk potensial yang dapat dibeli dengan lebih mudah di negara asal produksinya, lalu dijual lagi di Indonesia. Seperti produk fashion, peralatan rumah tangga, crafting atau DIY, dan sebagainya.


Kesimpulan saya, ini sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan siapa saja untuk memulai usaha. 

Semoga sedikit sharing cerita ini bisa bermanfaat dan mencetus ide usaha yang jauh lebih cuan!

Saya Namai "Perjalanan Pelangi"

4 comments

"Mbak, ajarin ngeblog dong."  Beberapa teman pernah mengucapkan ini pada saya. Saya ajarkan? Tentu. Malah rasanya saya yang lebih bersemangat, dengan harapan mereka bisa merasakan dan mendapatkan apa yang saya peroleh dari pengalaman bertahun-tahun ngeblog. 


Saya Namai Perjalanan Pelangi

Review Pintu Pro Futures: Aplikasi Trading Future Crypto Indonesia

No comments
Sebelum saya membahas mengenai Review Pintu Pro Futures: Aplikasi Trading Future Crypto Indonesia, saya ingin bercerita sedikit. Pernah dulu waktu berkunjung ke salah satu rumah teman, saya melihat ayahnya sibuk di depan komputer. Karena tahu beliau sudah pensiun, saya tanya, "Bapakmu lagi ngerjain apa?" Teman saya jawab, lagi main saham. Singkat cerita setelah disambung dengan rentetan pertanyaan lainnya, sejak saat itu saya jadi tahu bahwa berinvestasi untuk sesuatu yang harganya terus bergerak butuh perhitungan dan kemampuan. Bukan cuma asal beli, lalu menyerahkannya pada keberuntungan.

Review Pintu Pro Futures Aplikasi Trading Future Crypto Indonesia