Bila masih ada yang beranggapan kalau ibu-ibu hanya menggunakan dompet kecil hadiah toko emas untuk belanja ke pasar, itu sudah ketinggalan zaman. Digitalisasi bukan hanya dinikmati kaum muda, ibu-ibu pun sudah memanfaatkannya untuk bertransaksi seputar kebutuhan rumah tangga. Mulai dari belanja sayur, hingga jajan-jajan kecil di taman dekat rumah. Jadi, jangan heran bila ibu-ibu panik saat smartphone-nya ketinggalan, karena dompetnya ada di situ.
Digital Mum Survey 2021 oleh The Asian Parent Group menyatakan ternyata ibu-ibu telah terbiasa menggunakan dompet digital dalam bertransaksi. BPS pun mencatat 29,19% rumah tangga di Indonesia sudah memiliki dompet digital pada tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa pembayaran digital memberi kenyamanan tersendiri bagi banyak keluarga. Tak terkecuali ibu-ibu yang lebih intens berbelanja, terutama untuk kebutuhan rumah. Kalau tidak nyaman, tentu tidak akan sebanyak itu yang menggunakan.
"Senang deh belanja sayur di sana, soalnya bisa bayar pakai QRIS." Ini terucap langsung dari salah seorang teman saya. Tentu saya setuju. Sering kali ibu-ibu lupa menarik uang cash dari ATM, apalagi kalau ATM-nya jauh dari rumah. Padahal, setiap hari pasti ada saja yang harus dibeli. Minimal untuk makan keluarga. Makanya, ketika penjual sayur menyediakan pembayaran digital, akan mendapat nilai plus.
Ini belum membahas soal frekuensi belanja online. Jangan buru-buru menganggapnya pemborosan, justru menjadi bagian strategi mengelola keuangan. Pada tahun 2024, Digital Mum Survey kembali mengungkapkan bahwa frekuensi belanja online ibu-ibu cukup tinggi untuk setiap bulannya, bahkan ada yang melebihi 12 kali. 84% responden menyatakan bahwa harga yang ditawarkan di platform daring lebih murah dibandingkan toko offline. Pembayarannya, tentu kembali lagi ke dompet digital.
Sebenarnya, banyak keuntungan dan manfaat lain yang didapat ketika dompet digital digunakan ibu-ibu. Bukan untuk gaya-gayaan, melainkan kebutuhan. Nah, salah satu dompet digital berfitur lengkap yang layak direkomendasikan adalah AstraPay.
AstraPay merupakan aplikasi pembayaran digital dari Astra yang menghadirkan berbagai solusi transaksi praktis, aman, dan terintegrasi dalam ekosistem digital untuk mendukung kebutuhan masyarakat modern.
Lalu, apa saja manfaatnya ketika ibu-ibu menggunakan AstraPay dalam transaksi sehari-hari, dan sejauh mana perannya dalam membantu menajemen keuangan rumah tangga? Tentu saja bukan sebatas keparkatisan QRIS, tetapi jauh lebih dalam. Mari bahas satu per satu.
🌸 Fitur Lengkap yang Memudahkan Berbagai Urusan
- Mulai dari isi ulang listrik, membayar tagihan telepon, PDAM, pulsa dan paket data, internet, hingga cicilan dan PBB.
- Pembayaran tagihan asuransi seperti BPJS dan Astra Life.
- Untuk transfer dan top up uang elektronik, tak perlu khawatir. Bahkan tarik tunai ketika butuh cash, bisa dilakukan di ATM Permata tanpa perlu transfer-transfer ke ke rekening bank dulu.
- Bayar tiket pesawat, tiket kereta, hotel, MRT, Trans Jakarta, fiturnya juga ada.
- Butuh hiburan? Silakan beli voucher streaming dan game di aplikasi.
- Tak ketinggalan menyisihkan sebagian rezeki melalui fitur zakat, infaq, dan wakaf.
Ketika melihat aplikasi dompet digital AstraPay untuk pertama kali, fitur asuransi cukup menarik perhatian saya. Dulu saya pernah membayar asuransi secara manual, yaitu mentransfer langsung dari rekening melalui nomor virtual account. Entah kenapa, jadinya ribet dan akhirnya malas melanjutkan membayar. Andai bisa langsung dibayar seperti di AstraPay, mungkin saya masih konsisten membayar premi. Fitur yang sangat membantu ibu anti ribet seperti saya untuk berasuransi. Ini hanya salah satu contoh kemudahan yang difasilitasi AstraPay.
Dengan fitur lengkap AstraPay, ibu dapat memisahkan uang di rekening bank dengan uang bulanan yang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari hingga tagihan dan cicilan. Tidak perlu buka-buka mobile banking lagi, takutnya tabungan tanpa sadar terpakai. Cukup melakukan berbagai transaksi dengan AstraPay saja.
🌸 Lebih Mudah Mengevaluasi Pengeluaran
Belanja harian memang tampak kecil kalau melihatnya dari harga satu ikat sayur saja. Padahal setelah diakumulasikan, sering bikin was-was. Di tengah kondisi ekonomi sekarang, membawa seratus ribu ke pasar, serasa tidak ada harganya. Kadang kebingungan sendiri, "Kok uangnya sudah habis padahal baru belanja sedikit? Memangnya aku beli apa saja dari tadi?"
Bila ibu bertransaksi dengan AstraPay, semuanya akan tercatat tanpa ada yang terlewat. Jadi jelas habisnya ke mana, beli apa saja, dan bisa melihat mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Andai uang belanja melebihi yang dianggarkan, jauh lebih mudah untuk melihat sumber kebocorannya. Karena kalau mencatat manual setiap transaksi belanja, apalagi yang kecil-kecil seperti sayur atau kebutuhan masak, membutuhkan upaya yang belum tentu semua ibu punya waktu dan energi untuk melakukannya.
🌸 Promo, Cashback, dan Point yang Bikin Lebih Hemat
🌸 Lebih Menguntungkan Bila Keluarga Menggunakan Layanan Astra
Ini salah satu keunggulan yang membedakan AstraPay dengan dompet digital lain. AstraPay terintegrasi dengan berbagai layanan Astra. Jika keluarga memiliki motor Honda, mobil Toyota, cicilan kendaraan di FIF, ACC, atau TAF, AstraPay sering memberikan cashback atau promo khusus untuk service maupun cicilan. Kemarin saja suami saya baru ke Astra OtoService untuk ganti oli dan sparepart lain, lumayan tagihannya. Begitu pula service motor di AHASS, mesti bayar ratusan ribu. Kalau ada potongan harga, tentu sangat meringankan.
🌸 Meningkatkan Pengalaman dan Literasi Keuangan Digital
Jadi, dompet digital itu bukan hanya sekadar alat pembayaran. Bila mau mengeksplor dan memanfaatkan lebih banyak fitur-fitur yang tersedia, dompet digital sangat memungkinkan untuk membantu ibu mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik.
Terakhir, pilihlah aplikasi dompet digital yang sesuai kebutuhan. Masing-masing dompet digital memiliki ekosistem, promo, dan keunggulan yang berbeda. Bila sudah tepat, manfaat yang diperoleh tentu lebih maksimal. Hindari menginstal terlalu banyak dompet digital yang justru meningkatkan risiko pemborosan dan menyulitkan pemantauan pengeluaran. Pastikan pula dompet digital sudah berizin dan diawasi Bank Indonesia demi keamanan data dan dana. Ingat, bagaimanapun kendali dan keputusan tetap berada di tangan pengguna, ya.










No comments
Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)