Beberapa waktu lalu, anak sulung saya jatuh di sekolah dan lututnya terluka. Padahal sudah pakai celana panjang, tapi karena tergesek, celananya sobek. Mungkin gesekannya ini agak keras dan di permukaan yang kasar, sehingga menjadi luka basah. Sayangnya, ketidaktahuan saya yang mengira menutupi luka dengan kasa steril bisa membuatnya cepat kering, malah membuat semakin parah.
Di artikel ini, saya tuliskan runut kejadiannya dan bagaimana saya mengobati serta merawat luka basah tersebut. Harapannya bisa menjadi pengingat dan referensi agar jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama.
Plester Diganti Kasa, Malah Menempel Susah Lepas
Saat anak saya pulang sekolah, luka ditutupi plester biasa oleh guru di sekolah dan dikasih Betadine. Berhubung plesternya terlalu kecil dan mengenai luka, saya putuskan untuk membukanya perlahan. Untungnya, luka yang basah dan berair membuat plester tidak menempel terlalu kuat sehingga mudah dibuka. Jadi, proses pertama ini aman.
Setelahnya, saya langsung kepikiran kasa steril yang biasa dipakai untuk menutupi luka agar tetap nyaman beraktivitas. Logika sederhananya, karena bahan kasa menyerap air, tentu akan membuat cairan di luka basah cepat kering. Lagi pula, kasa juga berpori-pori besar, sehingga luka akan tetap terkena udara. Tanpa ragu, saya potong dan lipat dua kasa steril yang kebetulan ada di rumah, lalu menutup luka tersebut dengan rapi. Di pinggirnya direkatkan dengan plester panjang.
Sampai besok pagi, kasa masih di posisinya dan berwarna kekuningan karena cairan luka yang terserap. Saya masih menganggap itu aman dan tak khawatir sama sekali. Nah, barulah setelah pulang sekolah di hari selanjutnya, kasa berantakan akibat terkena celana panjang seragam sekolah. Berarti saatnya mengganti kasa dengan yang baru.
Ternyata kasa tersebut lengket di luka! Benar-benar menempel dan susah sekali dilepas. Kalau ditarik paksa, anak saya pasti kesakitan. Dan parahnya lagi, luka memburuk, tampak memutih seperti sudah infeksi. SAYA PANIK!
Bingung mau melakukan apa, saya langsung searching dan menuruti instruksi dari website kesehatan untuk menggunakan NaCl sebagai pelunak bagian yang menempel. Saya beli ke apotek detik itu juga. Saat membeli inilah saya baru tahu dari Mbak apotek kalau luka basah justru tidak boleh ditutup dengan apa pun. Termasuk plester yang katanya tidak menempel di luka. Luka basah tidak akan kering kalau ditutup.
Saya pulang dengan harapan NaCl yang disiram ke ke luka bisa membantu melepas kasa. Tetap saja tidak mau lepas dan luka tertarik setiap kali saya mencoba. Anak saya sudah menjerit dan menangis menahan sakit. Tapi, bagaimanapun, terus saya usahakan walau sebenarnya diri sendiri pun ngilu.
Yang bikin makin sulit, lukanya tampak semakin basah dan memburuk. Bagian putih kemerahan yang entah apa itu saya tidak tahu, berharap itu bukan daging, tetap saja mencengkeram kasa dengan erat tak peduli sudah saya siram berulang kali dengan NaCl. Sampai akhirnya saya menemukan trik dan berhasil.
Biar lebih jelas, andai teman-teman mengalami hal serupa, berikut usaha yang saya lakukan untuk melepas kasa yang menempel di luka basah.
- Pertama, saya coba siram dengan air hangat.
- Lalu disiram lagi dengan NaCl berkali-kali. Kata anak saya sih tidak sakit.
- Kasa yang menempel tidak bisa langsung dilepas menyeluruh, melainkan harus per helai benangnya. Ya, per helai benang! Untung luka di kaki anak saya tidak terlalu luas, jadi masih memungkinkan dilakukan. Tapi, kalau luka basah teman-teman luas, tentu butuh kesabaran lebih untuk melepas bersih semua benang-benang kasa yang menempel di luka.
- Proses melepas helai benang ini jangan diangkat ke atas, tapi ditarik ke samping dengan cepat. Kalau diangkat, putih-putih kemerahan yang seperti daging meleleh itu akan ikut terangkat dan perih sekali. Nah, kalau ditarik ke samping, kata anak saya masih oke meski ada sakitnya.
- Bila sulit pakai tangan, gunakan pinset untuk menjepit benang.
- Terakhir, pastikan tidak ada satu pun helai benang kasa yang tertinggal. Takutnya nanti menimbulkan infeksi.
Alhamdulillah, setelah berjam-jam berjuang, kasa yang menempel tersebut terlepas semua. Lega sekali rasanya karena penyebab luka basah memburuk sudah terangkat. Sekarang waktunya melakukan pengobatan dan bersyukurnya lagi obat yang direkomendasikan Mbak di apotek manjur.
Nebacetin Powder, Obat Luka Basah Ampuh Tanpa Perih
Harusnya saya mengobati dengan ini sejak pertama. Serius, Nebacetin Powder ampuh banget mengobati luka basah. Setelah saya baca kertas informasi yang ada dalam kemasannya, ternyata mengandung antibiotik, makanya berfungsi untuk mengobati infeksi bakteri pada kulit. Jenisnya pun banyak, ada yang salep juga. Jadi, pastikan pilih yang powder, ya.
Kemasannya kecil, hanya 5 gram. Tapi, harganya lumayan, Rp38.000-an kalau tidak salah ingat. Saya membelinya di Apotek K24. Berhubung pemakaiannya cuma ditabur saja, tak akan membuat obat cepat habis. Setelah luka anak saya kering, masih banyak powder yang tersisa. Ajaibnya, tidak perih sama sekali saat ditaburkan meski luka masih sangat basah.
Cara mengaplikasikan obat cukup mudah. Berikut yang saya lakukan.
- Pastikan luka sudah bersih. Karena tadi sudah disiram NaCl, jadinya luka anak saya sudah bersih dari kotoran.
- Taburkan Nebacetin Powder ke atas luka basah. Tutup botolnya seperti bedak tabur, jadi sangat memudahkan. Tidak perlu tebal-tebal, sampai menutupi seluruh luka saja. Karena kalau tebal, powder yang tidak terkena luka basah akan berjatuhan ke bawah. Mubazir.
- Biarkan saja powder menyerap semua cairan di luka yang membuatnya seperti menggumpal. Tak perlu dicuci atau dibersihkan.
- Penting: saat mandi, hindari luka dari air dan pastikan tetap kering.
JANGAN TUTUP LUKA DENGAN APA PUN MESKI MULAI TAMPAK MENGERING.
Kesalahan saya yang kedua, kembali menutupi luka yang mulai mengering setelah ditaburi obat dengan plester besar. Karena kebetulan hari itu mau menghadiri acara ulang tahun dan pasti pakai celana panjang. Padahal Mbak apotek sudah melarang tegas. Jadinya, luka yang mulai kering, basah lagi. Untungnya plester tidak menempel di luka. Sudah deg-degan takut kejadian sebelumnya terulang.
Karena luka kembali basah seperti sebelumnya, proses pengeringan luka dimulai dari awal lagi. Saya taburi Nebacetin Powder sekitar 3 kali sehari selama 3 hari. Tapi, di hari ketiga sebenarnya powder sudah tidak banyak yang menempel, yang menandakan luka sudah kering. Secepat itu!
Ketika luka kering, powder yang menggumpal akan bersatu dengan koreng. Tetap biarkan saja, ya. Karena nanti akan terlepas dengan sendirinya. Yang penting luka sudah kering, jadi tidak terasa sakit lagi sampai semuanya sisa-sisa luka terlepas.
Itulah pengalaman saya mengobati luka basah di kaki anak yang sempat mengalami drama. Jadi, luka basah jangan pernah ditutup apa pun. Walau memang membuat aktivitas agak terhambat, disabarkan dulu saja. Tapi mungkin ini agak sulit diaplikasikan ketika harus memakai celana panjang. Misal saat bekerja atau ke acara penting. Andai terpaksa harus ditutupi, pilih plester yang besar, jangan kasa. Dan segera dibuka saat aktivitas selesai supaya tidak infeksi dan basah parah.
Semoga bermanfaat.










No comments
Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)