Header Ads

Anakmu membutuhkan kehadiranmu, Ayah Bunda


Kemaren sempet baca share link-nya beberapa teman di media sosial mengenai seorang anak yang makan di pojokan sebuah restoran cepat saji sendirian tanpa ditemani siapa pun. Ternyata dia datang setiap hari kesana untuk menunggu gerbang sekolahnya yang belum dibuka, sedangkan pagi-pagi buta kedua orang tuanya sudah berangkat bekerja. Sedih ya?
Bahkan begitu banyak kejadian disekitar kita dan sering aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, anak-anak yang menganggap pengasuhnya adalah ibunya. Lah salah sendiri kenapa anaknya dibiarin aja sama pengasuh mulai dari melek sampai tidur lagi. Mentang-mentang si mbak digaji, trus kita bisa melajang tanpa beban gitu? Kalau emaknya berangkat kerja, si anak malah dadah-dadah sambil ketawa, lah pas pengasuhnya yang pergi si anak malah nangis jejeritan. Duuh kok miris banget ya liatnya. 


Aku bukannya membela diri karena aku seorang ibu rumah tangga yang full time dirumah bersama anak. Tapi tolonglah wahai para papa mama ayah bunda ibu bapak papi mami, seimbangkan dunia kerja kalian dengan kebutuhan anak akan kasih sayang orang tuanya. Buanglah sedikit ambisi dan keegoisan kalian demi mendapatkan kesenangan pribadi. Cambukan juga buat aku dan IRT lainnya yang karena maha dahsyatnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, kita jadi lupa menyisihkan waktu untuk bermain dengan anak-anak kita. Yang mereka butuhkan bukan barang-barang super mewah dan jajan 500rb yang kalian tarok diatas meja setiap harinya, bukan rumah bersih rapi dan makanan mewah yang terhidang dimeja, tapi kehadiran kalian disisinya. Mereka butuh teman bermain, cerita, tertawa, menangis dan melakukan hal lain yang sensasinya tidak akan pernah mereka dapatkan dari orang lain. Karena dunia mereka adalah kita, orang tuanya.

Aku bukannya sok tau dan sok pintar menulis kalimat panjang lebar seperti ini. Aku merasakan bagaimana kerinduanku akan orang tua disaat aku ditinggal kerja, bahkan sepinya masih terasa sampai sekarang. Begitu irinya aku melihat teman-teman yang kesekolah dengan kepangan rambut indah dari kemahiran tangan ibunya, tidak sendirian dirumah setelah jam sekolah usai, bisa cerita berkeluh kesah dengan sekelumit kehidupan remaja dan sangat banyak hal lain yang membuatku sangat iri. Bukannya aku menyalahkan kedua orangtuaku yang berkarir, tapi aku hanya menceritakan apa yang kurasakan. Toh terkadang aku juga bangga jika ditanya kerjaan orang tuaku apa, kantoran! Aku yakin mereka pasti sudah melakukan yang terbaik dan bisa saja memang akunya yang bermental lemah dan baperan, hahaha.

Ciptakanlah dunia indah untuk mereka, anak-anak kita. Banyak dampak negatif yang akan terjadi jika mereka kekurangan kasih sayang orang tuanya. Betapa banyak tindak kejahatan yang dilakukan pelajar, mulai dari tawuran, narkoba, seks bebas, merokok dibawah umur dsb. Tidak bisa disangkal ada peran orang tua yang hilang sehingga berdampak pada tingkah laku mereka. Disaat masih kecil mereka memang masih belum bisa melakukan apa-apa dan semuanya akan terlihat baik-baik saja. Tapi rasa sedih, kesepian dan kerinduan yang bertumpuk dalam dirinya akan semakin besar sehingga bisa menjadi bom waktu untuk dirinya sendiri. 

Ayo jaga sebaik-baiknya amanah terbesar yang telah dititipkan Tuhan kepada kita. Jangan sia-siakan setiap detik perkembangannya. Percayalah, melihat anak-anak kita sukses baik lahir maupun batinnya suatu saat nanti jauh lebih membahagiakan daripada naik jabatan.  Anakmu membutuhkan kehadiranmu wahai Ayah Bunda, bukan tumpukan uangmu. 

Semoga bermanfaat.

No comments