Header Ads

Perbedaan Susu UHT, Susu Pasteurisasi, Susu Sterilisasi dan Susu Bubuk



Tertarik bikin tulisan ini karena ada salah seorang teman yang nyeletuk bilang kalau susu UHT kemasan anak-anak dengan berbagai rasa itu mengandung banyak gula dan melarang anaknya supaya jangan terlalu banyak meminum susu tersebut. Hmmm masa sih? Yuk kita bahas biar jelas.

Susu Pasteurisasi
Merupakan susu yang mengalami proses paling sederhana sebelum dikonsumsi. Susu pasteurisasi dipanaskan dengan suhu 60-70 derajat celcius selama sekitar 15 detik. Tujuannya adalah membunuh bakteri patogen dan bakteri berbahaya yang kemungkinan terdapat di dalam susu. Karena proses yang sederhana inilah susu pasteurisasi tidak bisa bertahan lama dalam suhu ruang dan perlu usaha penyimpanan ekstra dalam lemari pendingin, walaupun susu inilah yang kandungan nutrisinya paling mendekati susu segar. Susu ini harus segera dihabiskan begitu dibuka atau jika suhunya meningkat. Alasannya karena tidak semua bakteri dalam susu mati saat diproses.

Susu Sterilisasi
Susu steril dipanaskan dalam suhu 100 derajat selama 30 menit. Susu jenis ini biasanya dijual dalam kemasan kaleng. Susu dimasukkan ke dalam kaleng dan disterilkan bersama kalengnya. Dalam prosesnya, susu ini diberi tambahan nutrisi (fortifikasi). Tidak seperti susu pasteurisasi, susu steril bisa disimpan di suhu ruang. 

Susu UHT
Seperti namanya, Susu UHT atau ultra high temperature dipanaskan dengan suhu tinggi, yaitu sekitar 135-140 derajat selama 2-4 detik. Susu UHT pengolahannya membutuhkan suhu tinggi untuk menghasilkan susu steril dan semua bakteri akan mati. Namun pengolahan dengan suhu yang tinggi ini akan mengubah komposisi dan nutrisi susu, karena dapat menghilangkan vitamin, mendenaturasi protein dan merusak enzim. Beberapa susu UHT menambahkan nutrien tambahan seperti vitamin ke dalam kemasan untuk menggantikan vitamin yang hilang akibat proses pengawetan. Khasnya, susu ini dikemas dengan tetrapack.
Bedanya dengan susu steril, proses sterilisasi susu dan kemasan dilakukan terpisah. Susunya disterilkan dulu, kemudian kemasan disterilkan juga, setelah itu keduanya disatukan di dalam ruang steril. Susu ini dapat bertahan dalam suhu ruang. Namun, begitu dibuka, susu harus segera diminum karena tidak bertahan lama.

Susu Bubuk
Susu bubuk menggunakan proses pemanasan hingga kandungan airnya menjadi sedikit. Pada susu bubuk, kerusakan protein dan vitamin lebih banyak terjadi. Oleh sebab itu, beberapa susu bubuk juga menambahkan nutrien tambahan seperti vitamin, protein dan lemak ke dalam kemasan untuk menggantikan komposisi yang hilang akibat proses pengawetan. Susu bubuk merupakan metode pengawetan susu yang paling tahan lama disimpan sehingga memudahkan dalam penyimpanan dan penggunaannya. Hal ini dikarenakan kandungan air pada susu bubuk sangat rendah.

Jadi pilih yang mana bund? Semua tergantung kebutuhan anak kita masing-masing kan yaaa. Yang pasti semua susu itu baik buat kesehatan *jempol.
Semoga bermanfaat :)


Sumber
https://www.liputan6.com/global/read/2940583/ini-perbedaan-susu-pasteurisasi-dan-uht
http://m.republika.co.id/berita/gaya-hidup/parenting/17/08/15/ouqkge335-susu-steril-uht-pasteurisasi-ini-bedanya
https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2696907/untuk-anak-yang-lepas-asi-susu-uht-atau-formula
https://blogmedia.web.id/1148/perbedaan-antara-susu-uht-dan-susu-formula/

No comments