Header Ads

Trip Panjang Byan ke Danau Singkarak - Istana Pagaruyuang - Padang Panjang


Yeeay kemaren Byan pulang kampung lagi ke Padang. Berhubung lebaran nanti mudiknya ke Semarang, ya udah sebelum puasa sempetin ngucapin maaf lahir batin langsung sama kakek nenek *tapi tetep lupa bilang pas mau balik Jakarta lagi hehe.
Selama ini kan Byan sama ayah cuma diajak jalan-jalan muter kota Padang doang yang paling mentok ketemu pantai lagi pantai lagi. Akhirnya bunda memutuskan untuk ngajak ke tempat wisata yang jauhan dikit, Istana Pagaruyuang. Berangkatlah kita dari Padang jam setengah 10 pagi. Kata kakek sama nenek mendingan lewat Solok aja biar ngelewatin Danau Singkarak sekalian makan siang disana. Heeemmm good idea. Berarti kali ini kita mengunjungi sekaligus dua tempat wisata.

Perjalanan ke Solok memakan waktu 1,5 jam dengan situasi jalanan yang lancar walaupun mendung dan hujan dibeberapa titik. Dari Solok ke Danau Singkarak kita di guyur hujan deres dan 1 jam kemudian baru sampai. Jadi total perjalanan dari Padang ke Danau Singkarak lebih kurang 2,5 jam. Jauh juga ternyata.

Makan siang lah kita ditepi Danau Singkarak dengan menu biasa seperti rumah makan padang pada umumnya. Enak tapi ya nggak terlalu spesial. Setelah kenyang, kita lanjut nyari mesjid sebelum melanjutkan perjalanan ke Batusangkar. Sholat Zuhur dulu biar kewajiban ditunaikan dan hati tenang. Keluar dari mesjid banyak yang jual ikan bilih goreng. Niatnya sih pengen beli, tapi karena nggak menarik hati nggak jadi deh.

Lanjuuuuttt jalan lagi menuju tujuan utama. Dari Danau Singkarak ke Istana Pagaruyuang ternyata masih jauuuuuh. Sekitar 1-1,5 jam duduk di mobil sambil menikmati jalan yang berkelok-kelok yang membuat kepala pusing dan perut mual. Sepanjang perjalanan hati terus berdoa supaya disana nggak hujan. Kan nggak lucu setelah menempuh perjalanan yang jauhnya minta ampun, eh nyampe dilokasi malah nggak bisa ngapa-ngapain. Untungnya Allah baik banget, di Istana Pagaruyuang masih gerimis.

Setelah parkir, kita beli karcis masuk dan taraaaaaaa disambutlah kita dengan bangunan yang menurut aku luar biasa. Rumah gadangnyo rancak bana. Di depan pintu masuk sudah disambut dengan badut-badut lucu dan tentunya jasa penyewaan baju adat dan foto plus hasil cetaknya. Pas jalan melewati badut, eh Byan malah nangis ketakutan wakakakak. Padahal kan lucu ya.

Puas keliling-keliling dan melihat seluruh bagian Istana Pagaruyuang (dan tentunya foto-foto), kami berniat untuk melanjutkan perjalanan yang masih sangat panjang. Sebelum keluar gerbang sempet-sempetnya Byan merengek minta naik mobil-mobilan. Yaaa karena emak bapaknya nggak bisa nolak ya udah diturutin aja. Eh pas mobilnya dijalanin pake remote, malah mewek. Haduuuuhh nak naaaakk, badut takut, naik mobil-mobilan juga takut. Akhirnya kita cuma bayar setengah harga wakakak, untung aja abang-abangnya baik hati. Review lengkapnya mengenai Istana Pagaruyuang bisa dibaca disini.

Lanjut lagi perjalanan ke Padang Panjang. Kepengen banget ngajak ayah ke tempat makan sate padang yang fenomenal yaitu Sate Syukur. Sekitar 1,5 jam perjalanan yang ditemani oleh guyuran hujan yang teramat deras dan sempet berhenti juga untuk sholat ashar, kami sampai juga di tempat tujuan. Pas banget perut udah keroncongan. Langsung kita pesen sate dan menyantap dengan lahap (pake banget). Nggak lupa mesen teh talua minuman kesukaan akyuuuu, sampe dua gelas lho permisaaah. Haha gimana nggak gendut coba. Disini Byan cuma makan ketupatnya doang, kasian sih sebenernya tapi ya mau gimana satenya pedes gini. Dagingnya juga susah buat dipotong-potong kecil. Nanti keselek, malah muntah lagi.

Setelah perut terisi full, kita masuk mobil dan bersiap untuk pulang. Karena sempat kena macet gara-gara ada jalanan yang terendam banjir, kita sampai dirumah sudah jam sembilan malam. Cuapeeeeek luar biasa. Byan juga capek banget. Saking capeknya nggak mau minum susu atau nyemil-nyemil dulu. Langsung kepengen tidur dia. Ya iya lah anak sekecil ini dibawa jalan-jalan pake mobil seharian full jadi keder. Maaf ya nak.

Begitulah perjalanan Byan bersama ayah bunda dan kakek neneknya waktu pulang kampung kemaren. Menyenangkan tapi melelahkan sangat. Next time kita ke Bukittinggi yaaaa. *maapkeun karena ceritanya nggak detail, karena kalau semuanya ditulis bisa jadi satu buku hehe

No comments