Header Ads

Kualitas, Frekuensi, Takaran dan Kalori untuk MPASI

Pemberian MPASI dimulai saat bayi sudah berusia 6 bulan dimana saluran pencernaannya sudah siap untuk menerima makanan dan cairan selain ASI, serta kebutuhan zat gizinya sudah tidak tercukupi oleh ASI saja. Hampir semua ibu merasa kebingungan untuk menyiapkan MPASI agar kalori dan teksturnya sesuai dengan kebutuhan anak. Semakin bertambah usia anak maka semakin meningkat pula jumlah kalori dan cairan yang dibutuhkan.

Kualitas, Frekuensi, Takaran dan Kalori untuk MPASI

Baca juga:

Cara Mengajarkan Anak Gosok Gigi
Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak di Wahana Bermain
Anak Tidak Butuh Ibu yang Sempurna, tapi Dia Butuh Ibu yang Bahagia
Aku Pilih Menulis sebagai "Me Time" Terbaik
5 Hal yang Bisa Dilakukan Ayah agar Bunda Bahagia

Supaya tidak bingung lagi, berikut ada panduan praktis mengenai kualitas, frekuensi dan jumlah makanan yang dianjurkan untuk bayi dan anak berusia 6 - 23 bulan yang diberi ASI on demand.


Usia (Bulan)
Energi yang Dibutuhkan sebagai Tambahan Asi
Tekstur
Frekuensi
Jumlah Rata-rata Makanan yang Biasanya Dimakan Per Kali
6-8
200 kkal per hari
Mulai dengan bubur kental, makanan yang dihaluskan. Lanjutkan dengan makanan keluarga yang dihaluskan.
2 - 3 kali sehari, tergantung nafsu makan anak. Dapat diberikan 1 - 2 kali snack
Mulai dengan 2 - 3 sendok makan per kali makan, tingkatkan bertahap sampai setengah cangkir 250 ml.
9-11
300 kkal per hari
Makanan yang dicincang halus atau dihaluskan dan makanan yang dapat diambil sendiri oleh bayi
3 - 4 kali sehari, tergantung nafsu makan anak. Dapat diberikan 1 - 2 kali snack
Setengah cangkir atau mangkuk 250 ml
12-23
550 kkal per hari
Makanan keluarga, dicincang atau dihaluskan bila perlu
3 - 4 kali sehari, tergantung nafsu makan anak. Dapat diberikan 1 - 2 kali snack
Tiga perempat sampai satu cangkir atau mangkuk 250 ml

Sudah jelas ibu-ibu? Masih ragu? Masih bingung? Monggo dibaca lagi dan dipahami dulu sampai tuntas. 

Oiya, sebagai tambahan saja agar tidak salah pengertian. jumlah kalori pada tabel di atas belum ditambah dengan kalori yang didapatkan dari ASI ya. Jadi kalau bayi meminum susu formula, maka hitung-hitungan kalorinya bisa lebih jelas dilihat pada tabel di bawah ini (soalnya kalau ASI kan susah juga menghitung kalorinya, apalagi kalau bayinya mimik langsung ke ibu). 


Berdasarkan tabel di atas, kita bisa mengetahui berapa jumlah kalori yang dibutuhkan anak sesuai dengan usia dan berat badannya.
Contohnya anakku Byan yang berusia 2,5 tahun dan berat badanya sekarang 12 kg. 
Kalori yang dibutuhkan per harinya adalah 12 x 102 = 1.224 kkal. 
Protein yang dibutuhkan per hari adalah 12 x 1,23 = 14,76 g
Cairan yang dibutuhkan per hari adalah 12 x 125 = 1.500 ml (ambil batas tertinggi yaitu 125 ml). Cairan yang dimaksud bukan hanya dari air putih saja, tapi bisa saja dari kuah sup, jus atau susu yang diminum anak.

Nah sudah jelas kan sekarang? Jadi makin pede deh menyiapkan makanan untuk anak.

Semoga bermanfaat dan kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan lanjut ke kolom komentar ya. Ditunggu juga koreksinya jika ada penempatan yang kurang tepat.

Sumber:
Buku Pedoman Pelayanan Medis IDAI Jilid I Tahun 2009




4 comments:

  1. Ternyata dalam pemberian Mpasi ga bisa sembarangan ya, mak. Harus bisa memilah dan memilih biar takaran kalorinya ideal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap bener banget. Tapi itu yang susah bagi aku yang tidak mengerti sama sekali menghitung kalori makanan yang dimasak. Jadinya cuma dikira-kira aja, yang penting diusahakan 4 bintang.

      Delete
  2. Namanya bayi, setelah ASI otomatis butuh MPASI. Ini menjadi tantangan tersendiri buat ibu, karena menyiapkan menu yang sehat, enak dan tentu disukai oleh bayi atau balita tersebut.

    Fenomena ibu-ibu yang bekerja di luar rumah bisa menghambat penyediaan MPASI ini. Apalagi jika urusan tersebut tidak langsung oleh ibu, tetapi olek keluarga lain atau pembantu. Padahal justru makanan dan pemberiannya dari ibu kepada anak, bisa memunculkan kasih sayang dan cinta yang makin besar.

    Sukses selalu buat blognya ya! Semangat nulis!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya ibu bekerja pun masih bisa mengawasi pemberian MPASI anaknya kok 😊
      Beri pengarahan kepada pihak yang mengasuh anak selama ditinggal. Nah dihari libur, ibu juga bisa menyuapi anak. Jadi kasih sayang akan tetap terjaga.

      Terimakasih semangatnya πŸ’ͺ🏼😊

      Delete