Pangek Cubadak, Olahan Pangan dari Hutan yang Membuat Rindu Perantau Minang

Takana jo kampuang (ingat dengan kampung)
Induak ayah adiak sadonyo (ibu ayah adik semuanya)
Raso maimbau-imbau den pulang (serasa memanggil-manggil aku pulang)
Den takana jo kampuang (aku ingat dengan kampung)

Bukan hanya kampung dan sanak saudara yang selalu membuat rindu para perantau Minang, tapi masakannya yang begitu nikmat dan kaya rempah sangat susah untuk dilupakan. Lidah yang sudah terbiasa dengan makanan yang gurih berbumbu dan bersantan, begitu sulit melepas ketergantungannya dari berbagai masakan khas Sumatera Barat.

______________________________________

Sumatera Barat sangat kaya akan berbagai olahan masakan berkuah santan yang bahkan salah satunya pernah empat kali dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia versi CNN yaitu Rendang. Tapi tahukah kamu kalau masih banyak masakan Minang lain yang tidak kalah nikmatnya dari Rendang? PANGEK CUBADAK, masakan yang sama populernya dengan Rendang dilidah urang awak. Pangek berarti masakan berkuah santan bercampur bumbu yang kental karena dimasak lama hingga kandungan airnya menyusut. Cubadak berarti nangka. Nangka yang menjadi olahan disini adalah nangka muda yang umunya sering dijadikan bahan masakan. Sudah bisa dibayangkan bukan bagaimana visualisasi Pangek Cubadak ini? Masakan nangka muda berkuah kental yang dimasak lama sehingga semua bumbu meresap sempurna. Ah, membayangkannya saja sudah menggugah selera makan.

Pangek Cubadak, Seleraku

Pangek Cubadak, masakan olahan nangka muda khas Sumatera Barat

Aku pribadi yang berlatar belakang orang Minang asli sangat menyukai Pangek Cubadak dan semakin sering merindukannya semenjak menginjakkan kaki di tanah perantauan. Rasanya yang begitu kaya rempah, kuah santannya yang kental dan berminyak, sangat cocok disantap dengan nasi putih hangat. Apalagi jika ditambah dengan renyahnya kerupuk kulit atau emping. Bisa 3 kali nambah dan melupakan rencana diet. Tambuah ciek!

Proses pembuatan Pangek Cubadak tidak serumit yang dipikirkan. Biasanya banyak yang beranggapan bahwa memasak masakan Padang sangat rumit, memakan banyak waktu dan menggunakan banyak rempah. Namun bagi kami sebagai orang Minang, memasak masakan seperti ini sudah menjadi bagian dari aktifitas sehari-hari. Proses memasak seperti inilah yang akan mengahsilkan masakan lezat tiada duanya. Makanya, lidah perantau Minang akan merasa sangat kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan masakan daerah lain yang memakai sedikit bumbu.

Jadi apa saja bahan yang dibutuhkan dan bagaimana cara membuat Pangek Cubadak ini? Mungkin akan ada sedikit perbedaan dari penggunaan beberapa bahan pada masing-masing daerah di Sumatera Barat, namun yang pasti rasanya tidak akan terlalu berbeda jauh. Satu lagi, meskipun hasil akhirnya akan tampak seperti gulai nangka berkuah kental, namun proses memasaknya benar-benar berbeda. Jika gulai memerlukan proses pengadukan selama dimasak, Pangek cubadak hanya dibiarkan begitu saja dalam wajan hingga kuah berkurang setengahnya dan mengental.


Bahan :
Nangka muda ukuran sedang, potong agak besar
Kacang panjang, potong sepanjang satu ruas jari (pelengkap, banyaknya sesuai selera)
Kacang roti atau kacang paga (pelengkap, banyaknya sesuai selera)
Pisang gadang atau pisang kepok muda (pelengkap, banyaknya sesuai selera)
Santan dari 2 butir kelapa tua, perkirakan jumlahnya bisa merendam semua bahan
1 lembar Daun kunyit
2 batang Serai
2 lembar Daun salam
5 lembar Daun jeruk
5 buah Asam kandis
Garam secukupnya

Bumbu halus:
10 siung Bawang merah
10 siung Bawang putih
Dua ruas jari Lengkuas
Satu ruas jari Jahe
10 buah Cabe merah keriting (atau sesuaikan tingkat kepedasan dengan selera)
8 buah Kemiri (agak banyak agar kuah kental dan berminyak)
Lima ruas jari Kunyit (agak banyak agar kuah berwarna kuning pekat)

Cara membuat :
1. Campurkan bumbu halus dan santan. Aduk hingga merata.
2. Masukkan semua bahan ke dalam wajan untuk memasak. Aduk hingga tercampur. Pastikan santan merendam semua bahan.
3. Menggunakan wajan dari tanah liat dan memasak dengan tungku kayu bakar akan menghasilkan aroma yang lebih sedap.
4. Masak hingga kuah tersisa setengahnya dan mengental.
5. Siap disajikan dan disantap bersama nasi hangat.

Catatan : 
Beda daerah, beda pula versì Pangek Cubadak-nya. Bahan tambahan dapat berupa bahan-bahan lain yang berbeda dari resep seperti petai cina atau ikan kolam (ikan nila atau ikan mas). Bahkan ada juga yang mencampurkan sedikit terasi sebagai penambah rasa dan aroma. Namun satu yang tetap menjadi bahan utama, yaitu nangka muda.


Cara memasaknya mudah bukan? Cocok lah bagi aku yang memilki kemampuan masak yang seadanya ini. Walaupun bumbunya banyak dan butuh waktu untuk mempersiapkannya, tapi cara memasaknya sangat mudah. Hanya dengan mencampurkan semua bahan, tinggal tunggu saja sampai matang.

Kamu harus coba!

Pangek Cubadak, salah satu makanan olahan nangka khas nusantara yang wajib dicoba

Jika berkesempatan mengunjungi Sumatera Barat, kamu wajib mencoba Pangek Cubadak. Pastinya akan terasa jauh lebih sedap saat dimasak oleh tangan-tangan warga asli dimana makanan ini berasal. Pangek Cubadak sangat sulit untuk ditemukan di daerah lain, bahkan bisa dibilang tidak ada sama sekali. Contohnya saja aku yang sekarang berdomisili di Jakarta. Selama 6 tahun ini, belum ada satu penjual Pangek Cubadak pun yang aku temukan. Nah, kabar baiknya bagi kamu yang hobi memasak, Pangek Cubadak bisa menjadi pilihan menu selanjutnya untuk dicoba. Dijamin puas dengan rasanya! Dan jika ada kesempatan, boleh juga dijadikan usaha sampingan sebagai penambah penghasilan. Hitung-hitung sekalian menjual jasa pengobat rindu para perantau Minang yang berada di Ibukota jika sewaktu-waktu teringat akan kelezatan Pangek Cubadak.

Contoh sederhana untuk menggambarkan kenikmatan Pangek cubadak ini adalah menyandingkannya dengan Gulai Nangka yang selalu menjadi campuran wajib dalam bungkusan Nasi Padang. Nasi Padang tanpa Gulai Nangka? Itu bukan Nasi Padang! Saking cocoknya dan enaknya perpaduan Gulai Nangka dengan nasi, maka Gulai Nangka ini akan selalu ada setiap kali membeli Nasi Padang di cabang manapun. Nah, itu baru Gulai Nangka loh, guys! Apalagi Pangek Cubadak yang memiliki kekentalan kuah yang lebih menggiurkan dan warna kuningnya yang begitu menggoda, tentu saja tingkat kenikmatannya akan bertambah berkali-kali lipat.

Masih meragukan kelezatan Pangek Cubadak? Makanya, ayo dicoba!

Pangek Cubadak dengan Segudang Manfaatnya

Nangka muda, bahan utama Pangek Cubadakternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh

Bukan hanya nikmat, Pangek Cubadak begitu kaya akan manfaat. Nangka muda sebagai bahan utamanya memiliki segudang manfaat yang selama ini tidak banyak yang mengetahuinya. Dikutip dari detik.com, beberapa manfaat mengkonsumsi nangka muda bagi tubuh adalah sebagai berikut.

1. Membantu menurunkan berat badan
Nangka muda sangat aman dikonsumsi selama melakukan program diet karena rendah kalori. Kandungan serat yang terdapat didalamnya juga berperan besar dalam melancarkan saluran pencernaan dan membuat perut merasa kenyang lebih lama. Jika frekuensi makan berkurang dan pencernaan lancar, barang tentu program diet akan berjalan sukses dan berat badan ideal bisa diraih.

2. Meningkatkan kekebalan tubuh
Nangka muda mengandung vitamin C dan antioksidan yang sangat berperan dalam menunjang sistem kekebalan tubuh. Vitamin C yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh ini sudah terbukti ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses pemulihan. Begitu juga antioksidan, bermanfaat sebagai penangkal radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan datangnya berbagai macam penyakit.

3. Menstabilkan tekanan darah
Nangka muda mengandung potassium yang lumayan tinggi sehingga dapat mencegah dan menurunkan darah tinggi, mengatasi penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah sehingga mengurangi resiko serangan jantung dan stroke. 

4. Menguatkan tulang dan gigi
Nangka muda mengandung kalsium dan magnesium yang berperan aktif dalam pertumbuhan serta menjaga kesehatan tulang dan gigi. Apalagi disandingkan dengan kandungan vitamin C yang telah dijelaskan sebelumnya, penyerapan kalsium yang masuk ke tubuh akan meningkat sehingga tulang dan gigi akan tetap kuat.

5. Menjaga kesehatan mata dan kulit
Nangka muda juga mengandung vitamin A yang dapat menjaga mata agar tetap sehat. Bukan hanya mata, vitamin A juga dapat menjaga kesehatan kulit dengan berperan sebagai tameng untuk menangkal kerusakan kulit akibat sinar matahari serta mencegah timbulnya keriput pada kulit.

6. Memmbantu para penderita Insomnia
Buah nangka baik yang muda ataupun yang sudah matang mengandung magnesium yang cukup banyak. Magnesium ini mampu menenangkan sistem saraf dan otot sehingga tubuh lebih mudah tertidur dan membuat tidur lebih nyenyak. Magnesium akan membuat tubuh terasa lebih rileks karena perannya dalam pengaturan neurotransmitter yang mengirim sinyal ke sistem saraf dan otak.

7. Mengontrol kadar gula dalam darah
Nangka muda baik dikonsumsi bagi penderita diabetes dan dapat mengurangi resiko terkena diabetes karena kandungan gula alami dan serat yang terkandung didalamnya dapat mengontrol kadar gula dalam darah dengan cara mengatur pelepasan glukosa dan insulin dalam tubuh serta meningkatkan sensitivitas insulin.

Pangek Cubadak kadang kala juga ditambah dengan bahan lain yang tidak kalah manfaatnya. Contohnya saja kacang panjang, kacang paga atau kacang roti dan daging pisang kepok muda.

Kacang panjang dapat meringankan nyeri haid, mencerahkan dan menyehatkan kulit, menangkal radikal bebas, mencegah kanker, baik untuk jantung, mencegah cacat tabung saraf pada bayi serta menurunkan kadar glukosa dalam tubuh.

Secara umum kacang-kacangan kaya akan serat, rendah lemak dan mengandung protein baik yang membuat perut terasa lebih cepat kenyang sehingga cocok untuk dijadikan teman diet, dapat mencegah kanker serta baik untuk ibu hamil karena kandungan asam folatnya.

Pisang muda mengandung banyak zat baik yang sangat bermanfaat bagi tubuh diantaranya karbohidrat, lemak, folat, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, protein, gula, vitamin B6, vitamin C dan seng. Karena kandungannya inilah pisang muda dapat meningkatkan penyerapan nutrisi, mengatur tekanan darah, menyehatkan pencernaan, meningkatkan metabolisme tubuh, membantu menurunkan berat badan, baik untuk rambut dan kulit, menjaga kesehatan ginjal serta baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Berbicara tentang manfaat makanan alami memang tidak ada habisnya. Apalagi pengolahannya tidak berlebihan dan tidak menggunakan bahan tambahan yang berbahaya. Manfaat yang dirasakan tidak hanya sebatas bahan bacaan semata, tapi dirasakan nyata bagi tubuh yang tetap terjaga kesehatannya.

Nangka, Makanan dari Hutan yang Digemari Masyarakat

Buah Nangka, pangan dari hutan (Sumber : freepik.com)

Nangka dengan nama latin Artocarpus Heterophyllus merupakan tanaman yang berasal dari hutan hujan tropis Ghats Barat, India. Nangka digadang-gadang sebagai sumber pangan karbohidrat penting bagi dunia. Karbohidratnya yang tinggi diperkirakan mampu menggantikan peran makanan pokok saat ini seperti gandum, jagung, dan tanaman palawija lainnya. Bahaya kelaparan yang mengancam masyarakat dunia karena perubahan iklim ekstrim yang diperkirakan akan berpengaruh terhadap menurunnya produksi makanan pokok, dapat diselamatkan dengan hadirnya buah nangka ini.

Buah nangka tumbuh pada bagian batang pokok yang menyebabkan pohon nangka mampu berbuah disegala musim. Nangka juga memiliki ukuran buah yang lumayan besar, bahkan pernah tercatat ada yang mencapai berat hingga 45 kg. Dalam satu pohon saja bisa menghasilkan banyak buah. Bayangkan betapa banyak perut manusia yang terselamatkan dan merasa kenyang untuk menghabiskannya. Luar biasa bukan?

Dulu semasa aku masih menetap di kampung halaman, sering kali warga sekitar hutan di daerah Mato Aia, Kecamatan Padang Selatan, menjual buah nangka hutan di sepanjang jalan raya. Peminatnya yang banyak, membuat para bedagang bukan hanya panen buah, namun juga panen untung.

Nangka bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan, tidak hanya sebagai lauk, namun juga bisa dijadikan sebagai campuran makanan atau minuman manis. Bukan hanya Sumatera Barat saja yang memiliki makanan khas berbahan baku nangka, tapi ada juga makanan nusantara lainnya seperti Gudeg dari Yogyakarta, Dendeng Nangka dari Lembang Jawa Barat atau Nagasari Nangka dari Jawa Tengah. Bahkan bijinya pun masih bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan produk makanan seperti susu, tempe atau keripik. Wajar saja jika nangka menjadi buah idola masyarakat karena rasanya yang tetap nikmat saat dikombinasikan dan dimasak menjadi beragam hidangan.

Di daerah beriklim tropis seperti indonesia ini, nangka sangat mudah untuk ditemukan dimanapun dan kapanpun. Harganya yang cukup terjangkau membuat semua kalangan masyarakat bisa menikmati kelezatannya. Tidak hanya mengandalkan nangka yang berasal dari hutan saja, pohon nangka sudah banyak dibudidayakan oleh petani dan tidak jarang pula warga yang menanam pohon ini di halaman atau kebun pribadi.

Hutan Sumber Pangan 

Sumber : E-book Status Hutan dan Kehutanan Indonesia 2018 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

Setuju nggak jika menobatkan hutan sebagai sumber makanan terlengkap dan terbesar yang pernah ada? Jika menerawang kembali ke masa lalu, tentunya bumi ini dipenuhi dengan lebatnya hutan rimba karena belum adanya pembangunan dan teknologi modern yang menghabiskan hutan secara perlahan. Kala itu, umat manusia menjadikan hutan sebagai sumber kehidupannya. Hutan adalah tempat tinggal, tempat mencari nafkah dan sumber makanan. Semuanya ada, termasuk makanan yang mungkin tidak pernah kita jumpai dikehidupan pekotaan. Ditambah lagi tidak adanya pupuk kimia, pembasmi hama, dan berbagai macam kandungan berbahaya selama proses pertumbuhan segala jenis sumber makanan tersebut, kualitas dan kealamian pangan dari hutan tidak perlu diragukan lagi. Hutan sebagai sumber daya hayati mampu menyediakan lumbung pangan yang tidak hanya terbatas pada nabati saja, namun juga yang bersifat hewani.

Sebenarnya dizaman sekarang pun masih banyak masyarakat sekitar hutan yang menggantungkan hidupnya kepada hasil hutan baik itu hayati maupun non hayati. Contohnya saja fenomena yang paling sering kita saksikan saat musin durian tiba, banyak pedagang musiman yang berjualan di pinggir jalan lintas provinsi yang menjajakan buah durian hutan. Atau para penjual madu hutan yang menggunakan ember-ember besar berkeliling di sekitar perumahan, masyarakat daerah timur yang masih mencari pohon sagu ditengah lebatnya pepohonan serta para pemancing ikan dan pemburu protein hewani yang berasal dari hewan liar yang hidup di hutan.

Hutan dapat menyediakan pangan secara langsung ataupun tidak langsung kepada masyarakat.
Secara langsung, hutan sebagai sumber daya hayati dapat dimanfaatkan untuk penyedia bahan-bahan makanan  (hasil hutan bukan kayu).
Secara tidak langsung, hutan dapat menyokong usaha pertanian dan perkebunan masyarakat dengan menjamin tersedianya kecukupan air, membantu penyerbukan, atau sebagai pengatur keseimbangan alam.

Warga sekitar hutan menjadikan hutan sebagai sumber makanan dengan cara mengambil langsung hasil-hasil hutan tersebut. Bahan makanan seperti jagung, sagu, sayur, buah, ikan, udang, daging sapi, daging kambing, bahkan air sungai hutan yang jernih menjadi nadi mereka. Sebagian hasil hutan yang bernilai ekonomis dapat dijual sebagai mata pencaharian. Bisa dibilang "jika hutan habis, maka hidup mereka juga akan habis". Ini menjelaskan bahwa hutan dapat memberikan manfaat langsung kepada manusia.


Kebijakan pengelolaan hutan sebagai penyedia pangan tertuang dalam UU 41/1999 tentang Kehutanan dan PP 6/2007 jo PP No. 3/2008 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan.

Berjalan lebih jauh lagi menyusuri sekitaran kawasan hutan, kebun-kebun dan persawahan yang menanam segala macam kebutuhan pangan juga bergantung kepada baiknya kondisi hutan. Hutan sangat berkontribusi terhadap tersedianya aliran air di setiap jengkal persawahan atau keadaan iklim yang mendukung optimalnya pertumbuhan tanaman tersebut sehingga menghasilkan bahan makanan yang berkualitas. Begitu pun dengan para peternak hewan komsumsi yang juga membutuhkan sumber air bersih untuk minuman hewan ternaknya, atau sumber makanan yang didapat dari area perkebunan atau persawahan seperti keong, serangga, ulat dan sebagainya. Hal ini menggambarkan bahwa hutan memberikan perananan secara tidak langsung kepada manusia demi tersedianya sumber makanan.

Jika hutan sebagai inti kesehatan bumi telah rusak, apakah ekosistem yang selayaknya ini masih bisa dirasakan?

Luas penutupan lahan Indonesia tahun 2017

Sayangnya perubahan kawasan hutan menjadi sektor lain, pengelolaan hutan yang tidak lestari, penebangan hutan secara liar atau kebakaran hutan sudah memperkecil area tutupan hutan.

Tiap tahunnya 13 juta hektar kawasan hutan dialihfungsikan menjadi kawasan pertanian atau pemukiman. Setiap jamnya terdapat tiga jenis biota punah dan dalam setahun dapat mencapai 20.000 biota punah. Laju kepunahan ini 100 hingga 1000 kali lebih cepat dari kepunahan normal. Padahal, kawasan hutan merupakan laboratorium alam yang menyimpan keanekaragaman hayati untuk dipelajari dan diketahui potensi uniknya. Jika salah satu jenis keanekaragaman hayati tersebut punah, maka hilang pula potensi yang dimilikinya.Prof. Dr. Tukirin Patmomihardjo, Peneliti Botani dari LIPI,
Pemerintah sebagai pemangku kepentingan teratas yang bertanggung jawab atas kondisi hutan di Indonesia sudah berupaya penuh untuk menjaga, memelihara dan memperbaiki kembali kondisi hutan ini. Semenjak tahuh 1990, masyarakat sekitar hutan juga sudah dilibatkan dalam pengelolaan hutar agar pencapaian maksimal bisa diraih. Kini sudah waktunya kita semua peduli akan kondisi hutan sebagai sumber pangan tetap terjaga.


Yuk, Peduli Hutan Bersama WALHI

Anggota WALHi Regional Sumatera - Aceh (Sumber : walhiaceh.or.id)

Ingin peduli akan hutan dan lingkungan tapi bingung mau mulai dari mana dan tidak tahu harus berbuat apa? Coba deh intip profil WALHI. Jika berminat bisa mengajukan diri untuk bergabung dan menjadi anggota, kemudian lakukan peranan besarmu untuk menjaga lingkungan hidup.

Wahana Lingkingan Hidup Indonesia (WALHI) merupakan organisasi lingkungan hidup terbesar di indonesia. WALHI telah memiliki ratusan anggota organisasi dari unsur non pemerintah dan pencinta alam, serta ratusan anggota individu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tujuan utama WALHI adalah mengawasi pembangunan saat ini dengan mempromosikan solusi demi terciptanya lingkungan hidup yang berkelanjutan serta menjujung tinggi keadilan sosial masyarakat.

WALHI dengan visi "Terwujudnya suatu tatanan sosial, ekonomi dan politik yang adil dan demokratis yang dapat menjamin hak-hak rakyat atas sumber-sumber kehidupan dan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan", memiliki rencana strategis untuk menjadi organisasi yang profesional dan mandiri dalam usaha menjaga kelestarian lingkungan hidup yang berbasis pada rakyat, mengontrol dan menjamin adanya kebijakan negara terhadap perlindungan kawasan yang menjadi sumber kehidupan rakyat serta dilindungi dan dipenuhinya hak masyarakat sebagai tanggung jawab negara terhadap pemenuhan sumber-sumber kehidupan rakyat.

Misi WALHI adalah:
  1. Mengembangkan potensi kekuatan dan ketahanan rakyat;
  2. Mengembalikan mandat negara untuk menegakkan dan melindungi kedaulatan rakyat;
  3. Mendekonstruksikan tatanan ekonomi kapitalistik global yang menindas dan eksploitatif menuju ke arah ekonomi kerakyatan;
  4. Membangun alternatif tata ekonomi dunia baru;
  5. Mendesakkan kebijakan pengelolaan sumber-sunber kehidupan rakyat yang adil dan berkelanjutan.

WALHI dan kita semua pun menyadari bahwa tantangan dan perjuaangan untuk menjaga kelestarian alam ini semakin berat. Kapitalisme dan pemihakan kepada kekuatan politik yang dominan terhadap kepentingan industri dan ekonomi, menempatkan rakyat, lingkungan hidup dan sumber penghidupan rakyat sebagai tumbal yang sama sekali tidak layak untuk dikorbankan. Penggalian dan pengerukan sumber daya alam secara terus menerus akan berdampak buruk kapada lingkungan hidup dan pada akhirnya mengancam keselamatan kehidupan seluruh masyarakat.

WALHI memastikan diri untuk memegang peranan besar dalam membuat gerakan penyelamatan lingkungan hidup dan sumber-sumber kehidupan rakyat. Di tengah perjuangan yang berat ini, tentunya dibutuhkan pula gerakan sosial yang kuat dan luas agar dapat secara bersama-sama memperjuangkan keadilan ekonomi, sosial dan ekologis untuk generasi sekarang dan generasi mendatang.


Jln. Tegal Parang Utara No. 14 Jakarta Selatan 12790
Email : informasi@walhi.or.id
Telepon : 021 79193363
Fax : 7941673
Website : walhi.or.id
Facebook : WALHI
Twitter : @walhinasional
Instagram : walhi.nasional



Tulisan ini diikutsertakan dalam Forest Cuisine Blog Competition bertema "Hutan Sumber Pangan" yang diadakan oleh WALHI dan Blogger Perempuan.
Referensi :
Ebook Status Hutan & Kehutanan Indonesia 2018 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan Republik Indonesia
menlhk.go.id
lipi.go.id
walhi.or.id
id.theasianparent.com
hellosehat.com
fimela.com
mekarsari.com
satuharapan.com
krjogja.com
merdeka.com

2 comments:

  1. Saya baru tau tentang pangek cubadak ini, karena taunya pangek yang kuah merah, hehe... Selain kelapa, hutan di Sumatera Barat juga kaya akan buah nangka ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya konsep pangek ini sama sih Mbak, kuah santan kental. Hanya bahan bakunya saja yang berbeda-beda.
      Memang hutan di Indonesia ini kaya akan bahan pangan yang bisa diolah menjadi makanan lezat yang khas.

      Delete