KAMU adalah Apa yang Kamu Makan! Penting Perhatikan Pola Makan Di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Source : freepik.com by timolina

Belakangan ini penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) semakin giat digalakkan. Semua media informasi dimanfaatkan agar seluruh kalangan masyarakat dapat memahani betapa pentingnya menjaga kondisi tubuh terutama di masa pendemi seperti ini. Mulai dari iklan layanan masyarakat di televisi, artikel media cetak, bahkan platform media sosial.

Menjaga daya tahan tubuh menjadi kunci keselamatan diri, baik dari Covid-19 maupun penyakit lainnya. Kita tidak pernah tahu kapan dan dimana saja virus, bakteri atau kuman yang merugikan akan menyerang.

______________

PHBS dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan bergizi, rajin berolah raga, istirahat yang cukup, perbanyak minum air putih pengendalian stres yang baik dan menjaga kebersihan tubuh, rumah serta lingkungan.

Selain itu penerapan protokol kesehatan dalam beraktifitas juga harus dilaksanakan, yaitu dengan menggunakan masker atau pelindung wajah, menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak, tidak menyentuh wajah, menghindari kerumunan, melakukan etika batuk dan bersin serta isolasi mandiri jika merasa tidak sehat.
______________

Wajib membiasakan PHBS dan menerapkan protokol kesehatan mulai dari sekarang. Kita harus memanfaatkan masa adaptasi ini sebaik mungkin sebelum memasuki sebuah babak baru yang dinamakan dengan "New Normal". Masa dimana semua aktifitas kembali dinormalkan dan masyarakat diharapkan mampu hidup 'bersahabat' dengan Covid-19. Ini harus dilakukan demi berputarnya kembali roda perekonomian dan berjalannya semua kegiatan yang selama ini terhenti.

Sudah siapkah kita? Yuk, mulai bekali diri.

***


Pandemi Belum Usai, Tubuhmu Butuh Pola Makan Sehat

Source : freepik.com by maksyv_yura

Keberhasilan PHBS salah satunya ditentukan oleh penerapan pola makan yang sehat. Pola makan sehat merupakan perilaku dalam mengkonsumsi makanan yang menganut penerapan gizi seimbang. Dalam hal ini termasuk cara pemilihan bahannya, jumlah porsinya, pengolahannya, penyajiannya, serta waktu mengkonsumsinya. Misalnya saja ketika kita mengkonsumsi makanan lengkap padat gizi di malam hari sesaat sebelum tidur. Apakah ini masih dinamakan pola makan sehat? Tentu saja tidak. Meskipun makanan yang tersaji sudah memenuhi kebutuhan gizi seimbang, tapi memilih waktu sebelum tidur untuk mengkonsumsinya hanya akan membawa dampak buruk bagi tubuh. 


Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan FP UNS, Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad S.T.P., M.Sc., melalui sebuah artikel yang dipublikasikan di uns.ac.id menyatakan bahwa "Prinsip dari pola makan sehat adalah aman, bergizi, beragam dan berimbang (AB3)".

Aman dapat diartikan bahwa makanan tersebut aman untuk dikonsumsi dan tidak mengandung zat-zat yang meracuni tubuh.
Bergizi dapat diartikan sebagai makanan yang mengandung gizi yang lengkap, meliputi makronutrien dan mikronutrien, termasuk didalamnya adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Selain itu disertai juga minum air putih yang cukup dan aktifitas fisik yang cukup.
Beragam dapat diartikan sebagai keberagaman makanan kita. Artinya, ketika kita mengkonsumsi sumber protein, diusahakan tidak dari satu sumber saja, tetapi dari beragam sumber seperti daging, ayam, telur, kedelai, ikan dan sebagainya. Pada prinsipnya zat gizi suatu makanan akan saling melengkapi dengan makanan lainnya.
Berimbang dapat diartikan sebagai keseimbangan makanan yang kita konsumsi. Artinya, jangan sampai kita hanya makan nasi banyak dengan lauk sedikit. Itu merupakan indikasi bahwa asupan gizinya tidak berimbang. Tentu saja, ketika ingin meningkatkan daya tahan tubuh, sangat disarankan untuk mengkonsumsi sumber protein, vitamin dan mineral lebih dari biasanya. Protein, vitamin dan mineral (terutama zinc) mempunyai kontribusi besar dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan metode makan baru yaitu "Isi Piringku" yang menekankan bahwa makanan ideal tidak hanya berfokus kepada keberagaman saja, tapi juga penting memperhatikan perbandingan porsinya dalam satu piring saji. Setengah piring terdiri dari 1/3 buah-buahan dan 2/3 sayuran, dan setengah piringnya lagi terdiri dari 1/3 lauk pauk dan 2/3 karbohidrat. Selain itu kurangi juga konsumsi gula, garam, dan lemak, minum 8 gelas air putih setiap hari, rajin mencuci tangan dengan sabun serta lakukan aktifitas fisik 30 menit per hari.


Sering kita dengar bahwa seseorang yang terdeteksi positif Covid-19 mayoritas tidak menunjukkan gejala apapun atau disebut juga dengan OTG (Orang Tanpa Gejala). Kanapa bisa begitu? Karena daya tahan tubuh mereka mampu menghasilkan antibodi yang cukup untuk melawan virus secara alami sehingga dampak yang ditimbulkan tidak terlalu signifikan. Kebalikannya, orang dengan daya tahan tubuh rendah bisa saja menunjukkan gejala yang lebih parah bahkan dapat mengancam nyawa. Pola makan sehat inilah yang menjadi kunci untuk menjaga stamina tubuh agar tetap prima demi meminimalisir dampak yang akan terjadi jika tanpa sengaja tubuh terpapar virus Covid-19.

Banyak yang beranggapan bahwa menerapkan pola makan sehat berarti meninggalkan semua kenikmatan dalam hal makan yang selama ini bebas dijalankan. Padahal menjalani pola makan sehat bukan berarti hidup sebagai vegetarian atau tidak makan karbohidrat sama sekali. Supaya tidak salah kaprah lagi, berikut beberapa cara mudah untuk memulai penerapan pola makan sehat bagi pemula agar tidak selalu jadi wacana. Dijamin nggak susah!


1 Masak sendiri
Jika ingin memulai pola makan sehat, mulailah belajar masak sendiri. Dengan cara ini, kamu akan terbiasa memilih bahan makanan yang sehat, mengolah dengan cara yang tepat dan menakar porsi yang pas sesuai anjuran gizi seimbang. Sebenarnya memasak makanan sehat tidak memerlukan kemampuan setara chef untuk menghasilkan sebuah menu yang enak disantap. Bahkan beberapa bahan hanya perlu dibersihkan dan dipotong saja tanpa repot-repot menyalakan kompor. Komitmen memasak sendiri makanan harianmu akan memancing keinginan untuk menggali lebih banyak lagi informasi mengenai pola makan sehat. Sehingga tanpa disadari sudah banyak resep-resep sehat berikutnya yang berhasil dieksekusi. 

2 Makan Tepat Waktu
Tidak melewatkan jam makan sangat berpengaruh terhadap jumlah makanan yang akan kamu konsumsi setiap hari. Misalnya saat melewatkan sarapan, bisa saja kamu makan berlebihan pada jam makan siang dengan pilihan lauk sesukanya karena rasa lapar yang teramat sangat. Atau bisa juga kamu memakan banyak cemilan tinggi kalori sebelum jam makan siang yang seharusnya bisa diganti dengan buah-buahan yang jauh lebih sehat. 

3 Ganti Minuman Manis dengan Air Putih atau Infuse Water
Diwaktu senggang kita sering berkeinginan untuk meminum sesuatu yang manis baik itu minuman dingin maupun hangat. Seperti teh kemasan, soda, kopi botolan atau berbagai minuman tinggi gula lainnya. Padahal kita bisa menghindarinya, lo. Disaat keinginan itu datang, segeralah minum segelas air putih atau infuse water sebagai penghilang dahaga. Rasa segar dan kenyang setelahnya akan meredam hasrat mengkonsumsi minuman manis tersebut dan akan terlupakan dengan sendirinya.

Ganti Cemilan dengan Buah
Cemilan adalah makanan yang menyumbangkan kalori terbanyak bagi tubuh. Bagaimana tidak, sebungkus keripik kemasan yang bisa dihabiskan sambil berbincang-bincang atau nonton film ini sebenarnya mengandung kalori yang setara dengan satu porsi makanan utama. Tambahan gula buatan, natrium atau lemak terhidrogenasi menjadikan makanan ringan kemasan ini memiliki kalori yang meningkat berkali lipat dari sebelumnya. Jauh lebih aman untuk mengganti kenikmatan sesaat itu dengan mengkonsumsi buah-buahan atau cemilan sehat lain. Lagi pula rasa buah juga tidak kalah enak, kok. Jika bosan dengan tekstur yang itu-itu saja, buah bisa diolah menjadi jus, salad, rujak atau smoothies.

5 Hindari Jajan
Aplikasi ojek online atau fasilitas delivery sering dijadikan andalan ketika lapar melanda. Sekali klik, semua gambar makanan lezat dari berbagai restoran muncul di layar gawai menunggu untuk dipesan. Gambar yang ditampilkan tentunya sangat menggiurkan, apalagi makanan manis, pedas, atau berminyak. Nah, dari pada tergoda untuk membeli makanan tidak sehat, lebih baik segera menutup aplikasi dan menghabiskan bekal makanan yang dimasak sendiri. Pastinya jauh lebih sehat, lebih hemat dan tidak mubazir. Disaat perut sudah kenyang, keinginan kuat untuk membeli makanan-makanan itu pasti akan hilang.


***

Makanan Sehat Itu Harus Benar-benar Sehat Mulai dari Pemilihan Bahan, Penyimpanan, Pengolahan dan Penyajiannya

Source : freepik.com by senivpetro

Makanan sehat tidak cukup hanya dinilai dari kelengkapan porsi saja, tapi juga harus dipastikan sehat mulai dari pemilihan bahan, cara penyimpanan, cara pengolahan hingga penyajiannya. 

Bisa jadi saat berbelanja kamu memilih bahan-bahan organik dengan harapan terbebas dari bahan kimia berbahaya yang mungkin masih tertinggal. Tapi jika proses pengolahan yang dilakukan tidak disesuaikan dengan rekomendasi kesehatan, seperti penggunaan minyak berlebih atau proses masak yang tidak menggunakan peralatan higienis, sudah bisa dipastikan bahwa bahan organik tersebut tidak akan menjadi makanan sehat lagi ketika dimakan. 

Jika ingin menerapkan pola makan sehat secara maksimal, penting untuk memperlajari setiap tingkatan proses dari pembuatan makanan yang dikonsumsi. Sulit jika ini diterapkan untuk menganalisa sebuah menu makanan yang dibeli jadi dari sebuah restoran. Kita tidak tahu dari mana asal bahannya, bagaimana proses penyimpanannya dan proses memasak seperti apa yang terjadi di dapurnya. Maka dari itu, sangat disarankan untuk memasak sendiri menu makanan harian agar dapat menjamin kesehatan dan kebersihan dari semua tingkatan proses tersebut. 

***

Bagaimana Memilih Bahan Makanan yang Sehat?

Source : freepik.com by freepik

Penentu pertama dari makanan sehat adalah pemilihan bahan yang baik. Pastikan bahan-bahan yang dibeli masih segar dan terbebas dari kandungan berbahaya. Bila perlu perhatikan juga kebersihan pedagangnya dan pengemasannya. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan ketika membeli bahan makanan sehat untuk menu harian.


1 Perhatikan Kebersihan 

Sebelum memilih bahan makanan terlalu detail, cobalah perhatikan terlebih dahulu keadaan disekitar, baik itu pedagangnya, meja tatakannya, atau tempat penyimpanannya. Tidak masalah jika berbelanja di supermarket yang sudah memiliki standar kebersihan tertentu, tapi bagaimana jika berbelanja di pasar? Pastikan pedagang tidak mengkontaminasi bahan dengan sesuatu yang kotor atau menambahkan zat mencurigakan. Misalnya air rendaman yang kotor atau menggunakan ember berkerak tebal sebagai wadah. Hal ini akan membuat banyak bakteri bersarang dan tentunya berbahaya bagi tubuh.


2 Memilih Sumber Karbohidrat

Masyarakat Indonesia biasanya mengkonsumsi beras sebagai sumber karbohidrat pokok untuk makanan sehari-hari. Beras yang baik adalah beras yang butirannya utuh, tidak mengandung banyak kotoran seperti pasir, batu atau sekam, tidak berulat dan berkutu, memiliki aroma beras segar yang khas dan tidak apek, serta tidak menggunakan pemutih yang terlihat dari warnanya yang putih normal dan mengkilap.

Mie dan pasta biasanya dijual dalam bentuk kemasan. Pastikan kemasan tidak rusak dan tanggal kadaluarsanya belum terlewat. Jika kemasannya menggunakan plastik transparan, bisa dilihat juga bentuk mie atau pasta di dalamnya, apakah warnanya masih bagus, masih utuh atau sudah pecah dan berbubuk. Penting juga memperhatikan komposisinya, hindari membeli mie atau pasta yang terdapat penambahan pewarna buatan atau zat berbahaya lain.

Umbi-umbian juga merupakan sumber karbohidrat yang baik bagi tubuh. Umbi yang paling sering dikonsumsi adalah kentang, singkong dan ubi jalar. Dikutip dari situs sahabatnestle.co.id, umbi yang baik ditandai dengan kulitnya yang mulus, tidak ada lubang bekas gigitan ulat atau serangga dan tidak ada bercak kehijauan di bagian kulit. Pilihlah umbi yang tua karena mengandung pati sebagai sumber energi. Umbi yang tua berukuran lebih besar dan tekstur umbi yang empuk jika dimasak. Umbi muda biasanya kurang empuk karena kandungan air yang masih tinggi.


3 Memilih Sumber Protein 

Sumber protein terbagi menjadi dua, yaitu sumber protein hewani dan sumber protein nabati. Sumber protein hewani dapat berupa daging sapi, daging ayam, makanan laut, telur dan segala sumber makanan yang berasal dari hewan. Pilihlah daging sapi segar dengan warna yang masih merah segar merata, tidak ada bercak kebiruan, tekstur yang lembut dan kenyal saat ditekan, tidak kotor dan tidak berbau menyengat. Begitu pula dengan daging ayam, pilihlah daging ayam segar yang masih kenyal dan padat saat ditekan, berwarna merah muda cerah dan tidak menghitam. Daging ayam juga tidak mengeluarkan banyak darah, untuk menghindari kontaminasi bakteri atau pertanda bahwa daging ayam telah dibekukan dan dicairkan beberapa kali.

Makanan laut segar dapat dicium dari aromanya yang tidak berbau menyengat atau terdapat aroma laut yang samar namun tidak amis. Ikan segar terlihat dari sisiknya yang masih melekat erat dengan warna cerah dan memantulkan cahaya, insangnya  yang berwarna merah segar, mata yang masing sedikit cembung, tidak keruh dan mengkilap. Daging ikan terasa kenyal dan akan kembali seperti semula sesaat setelah ditekan. Sedangkan pada udang, lobster dan kepiting segar akan tampak warna terang pada buntutnya tanpa ada warna yang memudar. Jika lobster dan kepiting masih hidup, terlihat adanya gerakan pada kaki. Disarankan untuk membeli lobster dan kepiting hidup untuk dikonsumsi karena jika mati akan cepat mengalami penurunan kualitas. Untuk jenis tiram, carilah yang berwarna krem alami dengan cairan bening didalamnya.

Selain sumber protein hewani, sumber protein nabati juga tidak kalah baiknya untuk diolah menjadi makanan sehat. Tempe, tahu dan kacang-kacangan adalah bahan nabati tinggi protein namun rendah kolesterol. Tempe segar terlihat dari jamurnya yang berwarna putih bersih dan rata serta tidak berbau tengik. Tahu segar tidak berbau asam dan beraroma busuk, tidak berlendir dan masih kenyal. Pilihlah tahu yang dikemas dengan baik, bersih dan tidak ada tambahan warna.


4 Memilih Sumber Vitamin, Mineral dan Serat

Sumber vitamin, mineral dan serat terdapat dalam produk sayuran dan buah. Sayur yang segar terlihat dari warnanya yang masih cerah, tidak layu serta bagiannya yang masih utuh dan kokoh. Begitu pula dengan buah, pilihlah yang berwarna cerah segar, kulitnya tidak keriput dan masih utuh sempurna. Lebih baik lagi jika memilih sayur dan buah organik karena mengandung nutrisi lebih tinggi dan bebas dari pestisida.


***

Jika Tidak Langsung Diolah, Bagaimana Cara Menyimpan Bahan Makanan yang Benar?

Source : freepik.com by foodiesfeed

Tidak semua bahan makanan yang dibeli dapat langsung diolah. Penyimpanan dan pengemasan bahan tersebut harus dilakukan dengan tepat agar tetap segar dan kualitasnya tidak berkurang. Beda jenisnya, beda pula caranya. Ada jenis makanan yang dapat disimpan dalam suhu ruang, dan ada pula bahan yang membutuhkan pendingin atau lemari es agar tetap awet. 

1 Penyimpanan dalam Suhu Ruang

Beberapa bahan makanan konsumsi justru tidak membutuhkan lemari es dan tetap awet meskipun disimpan dalam suhu ruang. Bahan ini bisa diletakkan diatas rak atau lemari dapur yang kering, bersih dan aman. Beberapa makanan yang dapat disimpan dalam suhu ruang adalah roti, biskuit dalam wadah kedap udara, gula, selai, minuman dan makanan kemasan yang belum dibuka, kentang, beras, alpukat, mangga, bawang serta bumbu dapur seperti lengkuas, jahe, kemiri, ketumbar, merica atau rempah lain.

Tata letak makanan atau minuman dalam kemasan bisa disusun berdasarkan tanggal kadaluarsa agar tidak ada yang terbuang atau lupa dimakan. Letakkanlah bahan makanan dengan masa kadaluarsa paling lama di bagian belakang dan yang paling dekat tanggal kadaluarsanya di bagian depan.


2 Penyimpanan dalam Lemari Es

Bahan makanan yang disimpan dalam lemari es juga harus disusun dengan benar dan tidak bisa dicampur begitu saja. Wadah atau plastik yang digunakan sebisa mungkin dapat menampung bahan secara utuh dan tertutup rapat agar aromanya tidak mempengaruhi bahan yang lain. Sumber protein hewani mentah seperti daging-dagingan dan makanan laut sebaiknya disimpan dalam freezer di wadah tertutup rapat. Jauh lebih baik jika makanan laut segera diolah maksimal 3 hari setelah dibeli. Makanan siap santap seperti kornet, susu, keju, tahu, tempe, daging matang dan makanan kemasan yang terbuka dapat diletakkan pada rak bagian atas dan tengah lemari es. Sayuran dan buah segar dapat disimpan dalam laci bagian bawah.

Saat menyimpan banyak bahan makanan, berilah jarak satu sama lain agar sirkulasi udara tetap baik sehingga dingin dengan merata. Suhu harus berada di bawah 5° Celcius agar dapat memperlambat pertumbuhan mikroba berbahaya pada makanan. Hindari juga menyimpan makanaan yang masih panas dalam lemari es karena uap panasnya akan memaksa mesin untuk bekerja lebih keras sehingga menarik daya listrik yang lebih besar.


______________

Tahukah kamu bahwa lemari es tempat menyimpan bahan makanan harus berkualitas baik?

Lemari es yang tidak bisa mendinginkan dengan maksimal tentunya dapat merusak kualitas makanan yang ada didalamnya. Padahal tujuan utama dari penyimpanan makanan dalam lemari es ini adalah untuk menjaga kulitasnya agar tetap baik hingga dikonsumsi nanti. Lalu bagaimanakah lemari es yang berkualitas itu?

Penting untuk teliti sebelum membeli lemari es. Perhatikan kualitas standarnya, mesinnya, ketahanannya, fiturnya serta penggunaan listriknya. Salah satu lemari es berkualitas yang cocok untuk pemakaian skala rumah tangga adalah MODENA ARGENTO RF 2255 S. 

MODENA ARGENTO RF 2255 S , lemari es yang cocok untuk pemakaian rumah tangga
Source : modena.co.id

MODENA ARGENTO RF 2255 S merupakan produk persembahan MODENA untuk pelanggan yang membutuhkan lemari es pintar berkualitas dengan kapasitas standar pemakaian rumah tangga yaitu 510 liter. Kulkas dua pintu dengan top freezer masih menjadi model terlaris hingga sekarang. Salah satu varian dari MODENA Smart Sensor Refrigerator ini memiliki sensor pintar yang bertugas mengintegrasikan seluruh fitur yang ada sehingga lemari es akan bekerja secara optimal. Smart sensor akan mendeteksi kondisi yang dapat mempengaruhi kestabilan suhu lemari es, seperti evaporasi, intensitas membuka dan menutup pintu, tingkat kelembapan hingga naik dan turunnya suhu ruangan.

Selain itu, performa lemari es ini didukung oleh Intelligent Compressor yang menggunakan teknologi inverter yang mampu menurunkan tingkat pemakaian energi lebih dari 20% dibanding lemari es konvensional. Kompresor inverter juga dikenal memiliki daya tahan lebih prima dibanding non-inverter. Inilah yang menjadikan MODENA Smart Sensor Refrigerator jauh lebih awet dan hemat listrik. Ditambah lagi adanya garansi 10 tahun untuk kompresornya dan 1 tahun untuk suku cadangnya.

Keistimewaan lain yang tidak kalah pintarnya adalah Multiflow Cooling System yang memastikan proses pendinginan tersebar merata hingga ke sudut ruang, fitur Fresh Keeper yaitu laci khusus untuk menyimpan buah dan sayur yang dilengkapi dengan Humidity Control atau pengatur kelembapan, serta teknologi LTC Strilization yang menjamin kehigienisan bahan makanan secara maksimal dan menetralisir bau yang tidak sedap.

***

Olah dengan Tepat agar Makanan Tetap Sehat

Source : freepik.com by Racool_studio

Bahan makanan sehat harus diolah dengan cara yang tepat agar kualitas kandungan baiknya tetap terjaga. Dilansir dari situs doktersehat.com, ada 5 cara memasak paling sehat dan meminimalkan kerusakan kandungan gizi, yaitu:


1 Menggunakan Microwave
Memasak menggunakan microwave dinilai paling sehat karena waktu memasaknya yang sangat singkat sehingga dapat meminimalisir kerusakan nutrisi.

2 Mengukus
Menggunakan air mendidih sebagai pemanas untuk mematangkan makanan sudah dipercaya sebagai cara memasak sehat yang dapat menjaga kandungan nutrisi makanan karena tidak adanya penggunaan minyak atau mentega. Mengukus sangat tepat diterapkan untuk menu olahan sayuran.

3 Merebus
Cara merebus makanan yang tepat adalah dengan suhu yang tidak terlalu tinggi, tidak terlalu lama dan tidak terlalu banyak air. 

4 Membakar
Meskipun makanan yang dibakar tidak disarankan untuk terlalu sering dikonsumsi, namun tetap saja cara ini dinilai lebih sehat dari pada menggoreng makanan dengan banyak minyak. Jika membakar menggunakan arang, pastikan tidak ada sisa arang yang menempel dan termakan. Hal ini dikarenakan arang bersifat karsinogenik atau zat yang dapat memicu terjadinya kanker.

5 Menumis
Cara memasak yang satu ini sangat digemari karena mudah dan cepat. Proses masaknya yang cepat inilah yang membuat kandungan nutrisi makanan tetap terjaga. Agar lebih sehat, gantilah minyak sayur biasa dengan minyak yang lebih sehat, misalnya minyak zaitun.



Selain itu perlu memperhatikan tips berikut dalam mengolah bahan makanan agar tetap sehat.

🌸 Pastikan dapur serta alat masak yang digunakan bersih dan berbahan aman.
🌸 Cuci bersih semua bahan sebelum dimasak dengan air mengalir. Jika terlalu sulit dibersihkan karena teksturnya yang rimbun seperti brokoli atau kembang kol, dapat direndam beberapa saat dengan air garam agar kotoran atau ulat yang mungkin masih ada bisa bersih dengan sempurna.
🌸 Jangan menggunakan minyak terlalu banyak dan berulang kali.
🌸 Batasi jumlah garam. Kelebihan garam dapat menyebabkan risiko terkena hipertensi, penyakit jantung atau stroke.
🌸 Gunakan rempah-rempah alami sebagai penyedap rasa.
🌸 Jangan memasak produk sayuran terlalu lama karena dapat membuat tekturnya lembek dan merusak kandungan nutrisi.
🌸 Selain sayuran, sebaiknya dimasak dengan matang.
🌸 Makanan matang lebih baik jika langsung dikonsumsi dan jangan terlalu sering dipanaskan, terutama masakan bersantan. Santan yang dimasak lama dan dipanaskan berulang kali mengandung kolesterol tinggi yang tidak baik untuk kesehatan.
🌸 Jika harus menyimpan makanan matang di lemari es, pastikan tidak tercampur dengan bahan mentah agar tidak terkontaminasi bakteri.

______________

Selain cara pengolahannya yang tepat, sehatnya makananmu juga ditentukan oleh alat masak yang digunakan

Alat masak yang kamu pakai juga menentukan sehat atau tidaknya hasil makanan yang dimasak, bahkan dapat memberikan efek jangka panjang terhadap kesehatan tubuh kamu. Wajan anti lengket adalah jenis alat masak yang paling digemari karena praktis dan mudah dibersihkan. Namun belakangan ini diketahui bahwa zat kimia yang memberikan efek anti lengket pada wajan ternyata memiliki dampak berbahaya bagi tubuh. Dikutip dari situs parentng.orami.co.id, zat kimia perluorooctonoic acid  (PFOA) dan polimer sintesis polytetrafluoroetheylene (PTFE) yang digunakan sebagai anti lengket adalah zat yang bersifat karsinogenik, pengganggu hormon dan racun reproduksi serta meningkatkan risiko penyakit tiroid.

Sebagai pengganti wajan anti lengket, kamu bisa beralih kepada penggunaan wajan berbahan keramik, cast iron atau stainless steel. Dari ketiga jenis ini yang paling awet adalah wajan berbahan stainless steel. Meskipun kualitas anti lengketnya masih di bawah  keramik dan cast iron, namun penggunaanya tetap lebih aman karena tidak ada tambahan zat kimia berbahaya. Sebenarnya membersihkan wajan stainless steel tidaklah sulit, hanya perlu direndam dengan air beberapa saat, pasti kotoran yang menempel langsung dapat dengan mudah dibersihkan.

Salah satu wajan stainless steel berkualitas adalah MODENA WALDEMAR Cookware Series. Ada empat varian wajan yang disesuaikan dengan kebutuhan memasak, yaitu stir fryer untuk menggoreng atau menumis dengan sedikit minyak, sauce pan untuk makanan berkuah sedang, sauteuse pan untuk memanggang atau memasak makanan yang butuh banyak pengadukan, serta sauce pot untuk makanan berkuah banyak atau menggoreng dengan banyak minyak (deep fried).

MODENA WALDEMAR Cookware Series berbahan stainless steel yang aman untuk proses memasak
Source : modena.co.id

Bersama MODENA WALDEMAR Cookware Series memasak menjadi lebih aman dan sehat. Tidak khawatir lagi adanya zat berbahaya yang ikut tercampur saat mengaduk masakan. Maka dari itu sangat penting untuk memilih alat masak berbahan aman agar makanan sehat yang diharapkan dapat benar-benar tersaji dengan nutrisi terjaga di atas meja. 

***


Peralatan yang Digunakan Juga Harus Bersih dan Steril

Source : freepik.com by topntp26

Terkadang peralatan masak atau makan yang terlihat bersih belum tentu bebas kuman dan bakteri berbahaya. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, kebersihan menjadi hal utama yang harus benar-benar dijaga. Percuma saja jika semua proses dilakukan dengan baik seperti pemilihan bahan yang sehat, penyimpanan yang benar serta pengolahan yang tepat, jika ujungnya tercemari dengan peralatan makan yang tidak steril. Berikut beberapa cara untuk menjaga peralatan masak dan makan agar tetap higienis.


Pilihlah Sabun Cuci Piring yang Aman
Gunakanlah sabun cuci piring untuk membersihkan alat masak dan makan karena kandungannya yang lebih aman serta ampuh untuk mengangkat sisa lemak dan kotoran secara menyeluruh. Untuk peralatan makan dan minum bayi lebih disarankan untuk menggunakan sabun khusus yang berlabel Food Grade Cleaner yang tetap aman jika tidak sengaja tertelan bayi.

Bilas dengan Air Mengalir
Proses membilas sebaiknya menggunakan air mengalir agar seluruh kotoran dan sisa sabun dapat tersapu bersih. Hindari menggunakan air yang tertampung dalam baskom atau ember sebagai bilasan karena sangat rentan untuk mengkontaminasi piring lain yang dibilas setelahnya. Lebih berbahaya lagi jika wadah penampung air tidak dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan, bisa saja kotoran sisa cuci piring sebelumnya menumpuk dan menjadi sarang bakteri.

Jangan Disimpan dalam Keadaan Tertumpuk
Setelah dicuci, susunlah peralatan masak dan makan dengan baik dan tidak bertumpuk. Penumpukan ini membuat sirkulasi udara tidak dapat memasuki celah di antara piring sehingga air sisa cucian tidak kering dalam waktu yang lama. Keadaan basah, lembab dan tertutup ini akan menjadi tempat sempurna untuk pertumbuhan jamur dan bakteri. Jauh lebih baik jika mengeringkan air pada alat masak dan makan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam rak piring.

Disterilkan
Proses mensterilkan ini sangat penting untuk menghilangkan sisa makanan dan bakteri yang mungkin masih menempel agar tidak berkembang menjadi bibit penyakit. Cara paling umum dan mudah untuk mensterilkan alat makan adalah menyiramnya dengan air mendidih atau diuap selama beberapa menit. Namun perkembangan teknologi menjadikan proses sterilisasi secara tradisiobal ini menjadi lebih mudah dengan dikeluarkannya berbagai alat steril otomatis (sterilizer) yang menjamin peralatan masak dan makan menjadi bebas kuman, bakteri, jamur dan virus berbahaya. Mulai dari yang dikhususkan untuk peralatan makan dan minum bayi, hingga yang berukuran besar dengan beberapa rak didalamnya.


______________

Memangnya ada sterilizer yang bisa mensterilkan peralatan masak dan makan untuk skala rumah tangga? 

Sterilizer yang paling sering dijumpai adalah sterilizer yang dikhususkan untuk peralatan minum dan makan bayi berkapasitas kecil. Bagaimana jika kita ingin mensterilkan peralatan masak dan makan untuk skala rumah tangga yang bisa beranggotakan lebih dari dua orang? Tentunya terlalu melelahkan jika menggunakan cara tradisional dengan menyiramkan air mendidih atau diuap. 

Di tengah pandemi Covid-19 ini, MODENA meluncurkan produk pencuci peralatan makan otomatis yang memiliki berbagai fitur kebersihan bermutu terbaik yang memastikan peralatan makan lebih higienis serta bebas bakteri dan virus. Produk ini diharapkan mampu mendukung kehidupan new normal yang mengedepankan penerapan PHBS dalam keseharian, salah satunya adalah kebersihan peralatan masak dan makan. 

Khusus untuk skala rumah tangga dengan anggota keluarga banyak yang sering melakukan aktifitas masak dan makan, MODENA WP 7121 S bisa menjadi pilihan tepat untuk menjadi partner dalam hal membersihkan piring kotor.

MODENA WP 7121 S, diswaher canggih cocok untuk rumah tanggaSource : modena.co.id

MODENA WP 7121 S memiliki kapasitas besar dengan 14 place setting. Terdapat teknologi Dual Wash yaitu keranjang cuci yang dipisah menjadi dua dan dapat melakukan proses pencucian secara independen, sehingga dapat menghemat energi ketika cucian piring hanya sedikit. Selain itu dilengkapi juga dengan tombol Child Lock yang menjamin keamanan ketika produk diakses anak-anak atau saat tombol tidak sengaja tersentuh. 

Sudah tidak bingung lagi kan mencari produk berteknologi canggih untuk menjamin kebersihan peralatan masak dan makan kamu?

***


Kalau Bukan Dimulai Dari Diri Sendiri, Siapa Lagi?

Source : freepik.com by freepik

Kesehatan tubuh ditentukan oleh pola hidup yang dijalani. Jika sehat polanya, maka sehat pula tubuhnya. Secara tidak langsung, pandemi Covid-19 mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh, baik itu dari dalam maupun dari luar, agar bisa membentengi diri dari serangan berbagai penyakit. 

"Ah, orang dulu mana ada yang makanannya diatur-atur, ditakar-takar, ini nggak boleh, itu nggak boleh. Semuanya dimakan, kok. Buktinya sampai sekarang sehat-sehat saja."
"Sakit itu Tuhan yang kasih, kalau takdirnya sakit ya pasti sakit."

Cara berpikir seperti ini sering kali membuat sekelompok orang merasa bahwa menerapkan pola hidup sehat tidak akan memberikan manfaat apa-apa dan hanya mempersilit diri sendiri. Padahal yang perlu digarisbawahi adalah kondisi tubuh masing-masing orang yang berbeda serta kondisi lingkungan yang dulu dan sekarang tidaklah sama. Belum tentu apa yang dimakan oleh seseorang bisa aman dikonsumsi oleh orang lain. Apalagi kondisi lingkungan sekarang yang sudah lebih banyak tercemar oleh polusi, limbah atau lumrahnya praktik gaya hidup tidak sehat.


KAMU adalah penentu utama kesehatan tubuhmu. Percuma jika lingkunganmu sehat namun tubuhmu tidak membiasakan hidup sehat. Tapi jika kamu bisa menerapkan pola hidup sehat, bisa saja akan menularkan banyak hal positif kepada keluargamu dan lingkunganmu.


Wajib untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang sebagai poin pertama yang harus dijalani dalam berperilaku sehat. Life Healthy be Happy. Jika pola hidupmu sehat, akan terbuka peluang yang lebih besar untuk bebas beraktifitas dengan pikiran positif dan emosi yang stabil. Pastinya juga siap menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru ini untuk bersama melawan Covid-19!

Semoga bermanfaat.


______________


Tulisan ini diikutsertakan dalam Life Healthy be Happy Competition Blog dengan tema "Life Healthy be HappyAdaptasi New Normal dalam Kehidupan Keseharian" yang diselenggarakan oleh MODENA dan Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN).

Gambar atau foto yang digunakan diambil dari situs freepik.com dan modena.co.id

Referensi:
alodokter.com
autotekno.sindonews.com
doktersehat.com
fimela.com
hellosehat.com
idntimes.com
id.theasianparent.com
klikdokter.com
kompas.com
modena.co.id
nova.grid.id
parenting.orami.co.id
republika.co.id
sahabatnestle.co.id
uns.ac.id


2 comments: