Serunya Berpetualang Ke Ranah Minang dengan LET'S READ, Ajarkan Budaya Membaca dan Budaya Daerah pada Anak dalam Satu Langkah


Banyak kebiasaan baik yang harus diajarkan kepada anak, salah satunya adalah membaca. Tersedianya banyak media baca khusus anak dipasaran membuktikan bahwa kebiasaan membaca ini memang penting dilakukan sejak dini. Bagaimamana tidak, dengan membaca inilah banyak ilmu baru yang didapat. Misalnya saja tanpa harus jauh-jauh datang ke Eropa, seseorang tetap bisa mempelajari budaya masyarakatnya hanya dengan membaca. Seolah mengelilingi dunia bisa dilakukan tanpa harus berpindah tempat.

Berbicara masalah budaya, sebagai bangsa Indonesia yang lekat dengan keberagaman budayanya, tentu saja pelestarian mesti dilakukan. Tidak perlu berpikir jauh untuk mengadakan pementasan wayang atau membuka sanggar tari Jaipong, hal kecil berdampak besar juga bisa dilakukan dalam skala rumah tangga untuk memberikan sumbangsing dalam upaya pelestarian budaya Indonesia. Contohnya dengan memperkenalkan budaya kepada anak dari rumah.

Orang tua secara mandiri dan atas kesadaran sendiri dapat secara langsung memperkenalkan budaya daerah dan menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya agar anak tidak melulu menyaksikan kebudayaan luar tanpa tahu betapa luar biasanya kebudayaan yang dimiliki negaranya sendiri.

***

Pentingnya Mewarisi Budaya Nusantara

Rumah Gadang, rumah adat Sumatera Barat sebagai salah satu budaya Indonesia | Foto : freepik.com 
Indonesia dengan keanekaragaman budayanya telah berhasil menarik perhatian dunia. Terbukti dengan puluhan budaya asli Indonesia telah diakui oleh UNESCO. Beberapa diantaranya adalah pencak silat, wayang, batik, Reog, keris, tari Saman, angklung dan gamelan. Bahkan rendang yang merupakan makanan khas Sumatera Barat, tahun ini untuk kedua kalinya dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia versi CNN Travel. Lantas apakah patut kita, bangsa Indonesia, sebagai pemilik budaya yang mendunia ini tidak berusaha untuk melestarikannya?

Sejatinya budaya sangat penting untuk menunjukkan identitas dan kepribadian bangsa.
______________
Jika dilihat pengertiannya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), budaya diartikan sebagai segala sesuatu yang dikaitkan dengan pikiran dan akal budi manusia. Pikiran dan akal budi ini berkembang menjadi pola hidup kelompok masyarakat tertentu yang diwariskan secara turun temurun. 
______________
Dengan budaya inilah kehidupan sebuah daerah, wilayah atau negara dapat dinilai. Sehingga muncullah sebuah istilah "Bangsa yang besar adalah bangsa yang berbudaya".

Budaya memiliki peran penting dan mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya bahkan dijadikan rujukan dalam membentuk ideologi negara yaitu Pancasila. Banyak nilai-nilai luhur yang membudaya disetiap diri masyarakat Indonesia sehingga mendapat tempat tersendiri dihati para turis dunia yang telah berkunjung ke negeri ini. Orangnya yang ramah, mudah tersenyum, saling menyapa, suka menolong, sopan dan santun, peduli dengan sesama serta semangat gotong royongnya.

Wujud kebudayaan daerah di Indonesia dapat berupa rumah adat, upacara adat, pakaian adat, tradisi, aksara, bahasa, masakan, kepercayaan, filsafat, permainan, serta kesenian yang termasuk didalamnya tarian, lagu, film, lukisan, patung, sastra, musik dan pertunjukan.

Bhineka Tunggal Ika, budaya daerah yang berbeda-beda di Indonesia selalu terjalin harmonis hingga saat ini. Meski beragam, namun tetaplah memiliki satu benang merah yang sama. Semua budaya daerah pasti memiliki pesan dan kesan yang sangat mendalam dalam mengatur setiap lini kehidupan masyarakat. Budaya baik seperti inilah yang harus selalu dibanggakan, bukan terpedaya budaya asing yang belum tentu bisa memberikan kebaikan yang setara. Tidak masalah mengenal budaya negara lain, namun jangan sampai hal itu mengikis rasa nasionalis dan melupakan budaya negara sendiri.

***


Kenalkan Budaya Daerah pada Anak dengan Membaca, Namun Buku Cerita Anak yang Menarik Masih Kurang

Membaca buku adalah salah satu metode efektif untuk mengenalkan budaya pada anak | Foto : freepik.com 

Pesatnya kemajuan teknologi berhasil menciptakan banyak kemudahan termasuk dalam hal pengaksesan informasi. Dalam hitungan detik, informasi yang ada di belahan bumi lain bisa tersebar dengan cepat ke seluruh jaringan dunia. Contoh yang paling sering terjadi adalah situs Youtube yang sangat disenangi oleh anak-anak. Saking seringnya, fenomena anak yang sibuk menonton video Youtube sudah dianggap normal dan biasa.

Mayoritas video yang ditonton berasal dari luar negeri dan berbahasa asing, kerena dikemas dengan modern dan sesuai dengan dunia anak-anak. Meski terlihat sebagai video biasa, namun akan ada siratan budaya asing didalamnya. Contohnya, dalam budaya barat, meanggil orang yang lebih tia dengan sebutan nama dianggap wajar. Tapi di Indonesia, memanggil orang yang lebih tua harus didahului oleh kata sapaan seperti Kak, Mas, Mbak, Om, Tante, Ibu atau Bapak. Kerenanya, tidak semua budaya asing bisa dilakukan di Indonesia. Bangsa ini juga memiliki budaya sendiri yang seharusnya didahulukan dengan segala nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya.

Aku sebagai orang asli Sumatera Barat sangat ingin memperkenalkan budaya Minang kepada anak-anak, agar kelak mereka mengerti bahwa Ibunya memiliki suku, tradisi, bahasa daerah atau falsafah yang diturunkan kepadanya. Dalam adat Minang, sistem kekerabatan yang dianut adalah Matrilineal atau garis keturunan Ibu. Jadi otomatis anak-anak yang aku lahirkan masih memiliki suku yang diwariskan dari Ibunya. Aku juga berharap anak-anak bisa berbaur dengan warga Minang saat pulang kampung karena sudah mengetahui adat istiadat disana, sehingga cap anak sombong, anak kota atau anak tak beradat tidak terucap dari warga kampung.

Tidak masalah jika kami sekeluarga tinggal dan menetap di Sumatera Barat. Mungkin mempelajari dan mempraktikkan budaya Minang menjadi sangat mudah. Namun kami tinggal di Jakarta yang menjadi tempat berbaurnya berbagai budaya, tidak hanya Indonesia bahkan banyak negara. Bertemu sesama perantau Minang menjadi momen yang tidak bisa terjadi setiap hari.

Aku sudah mencoba memperlihatkan gambar Rumah Gadang sebagai rumah adat Sumatera Barat serta beberapa pakaian tradisional. Tapi tetap saja foto-foto itu tidak semenarik video bergambar yang sering ditonton anak-anak. Apalagi mendengarkan cerita pengalamanku dulu saat masih tinggal di ranah Minang, paling dalam hitungan detik sudah kembali berlarian kesana kemari.

Aku sadar, kuncinya bukanlah seberapa keras usahaku untuk mengenalkan budaya kepada anak, namun seberapa menarik media yang digunakan. Aku butuh media khusus anak yang mengangkat tema budaya daerah. 

Agar tidak semakin hilang, maka perlu adanya sebuah media yang mampu memperkenalkan budaya daerah Indonesia sejak dini. Usia anak-anak mudah tertarik dengan ilmu baru, termasuk budaya daerah. Jika metode dan media yang digunakan tepat, maka budaya Indonesia dapat terus diwariskan.

Story telling atau bercerita merupakan sebuah media pembelajaran yang disukai anak-anak dan telah terbukti dapat memberikan banyak manfaat dalam perkembangan anak. Anak berusia dibawah 5 tahun biasanya masih membutuhkan orang tua untuk membacakan buku. Jika anak sudah lebih besar dan pandai membaca, maka anak akan mulai membaca bukunya sendiri. Mungkin bisa jadi keadaannya akan berbalik, anak yang membaca dan orang tua yang mendengarkan.

Dikutip dari situs klikdokter.com, membaca memberikan banyak manfaat untuk perkembangan otak anak, karena kegiatan tersebut menstimulasi hubungan antara sel saraf dalam otak untuk menghantarkan informasi.
_______________
Selain itu, membaca memberikan manfaat pada beberapa aspek seperti:

Kemampuan Berpikir
“Buku adalah jendela dunia” merupakan ungkapan yang tepat. Membaca membuat anak mampu memahami isi cerita, sehingga itu dapat melatih kemampuan berpikir dalam berbagai situasi.
_______________
Kemampuan Bahasa
Membaca dapat memperluas kosakata dan tata bahasa yang baik, sehingga itu dapat membangun kemampuan komunikasi verbal dan tertulis anak.
_______________
Kreativitas
Membaca buku cerita yang disertai gambar dan aneka warna akan menstimulasi kreativitas dan imajinasi anak.

Mengingat begitu besarnya manfaat yang diberikan dari kebiasaan membaca, tentu saja menjadikan metode ini merupakan cara yang tepat untuk memulai mengajarkan budaya Indonesia kepada anak. Manfaat ajaran budaya yang diberikan kepada anak juga tidak kalah pentingnya dengan budaya membaca. Nilai-nilai luhur kebudayaan akan memberikan pemahaman bahwa dalam hidup tidak cukup hanya bermodalkan ilmu, namun harus ada tata krama, sopan santun, simpati, empati, gotong royong dan sebagainya.

Namun kenyataannya, ketersediaan buku bacaan khusus anak masih sangat kurang. Dikutip dari cnnindonesia.com, Bapak Anies Baswedan pernah menyatakan bahwa selain jumlahnya yang kurang, kualitas buku untuk anak-anak juga masih kurang. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa anak-anak di daerah terpencil sebenarnya memiliki minat baca yang tinggi, hanya saja sulitnya akses mendapatkan buku bacaan menjadi hambatan mereka untuk menyalurkan minat tersebut.


Buku untuk anak-anak tidak bisa disamakan dengan buku bacaan orang dewasa. Anak dengan dunianya yang ceria tentu saja menyukai buku dengan gambar penuh warna dan bahasa yang mudah dipahami. Buku anak pun juga dibagi pula berdasarkan kelompok usianya. Buku untuk anak usia 6 tahun tidak akan sama dengan buku untuk anak usia 1 tahun. Memilih buku cerita yang tepat untuk anak dan dibacakan atau dibaca dengan cara yang efektif akan mengajarkan banyak ilmu pada anak, termasuk kebudayaan daerah baik di indonesia maupun mancanegara.

***

Berpetualang Ke Ranah Minang melalui Cerita Berjudul "Bamain Apo?" dalam Aplikasi Let's Read

Bamain Apo?, cerita Minang kesukaan anak 

Ditengah minimnya media baca khusus anak yang menarik dan berkualitas, serta masalah kesulitan akses buku anak dibeberapa wilayah, ternyata masih ada pengembang perpustakaan digital yang menyediakan koleksi cerita bergambar dengan pilihan bahasa daerah, yaitu Let's Read. Let's Read berhasil membuat anak-anakku stay tune hingga akhir cerita. Ini tentu saja sangat membantu aku dalam proses pengenalan budaya Minang pada anak. 

  Let's Read menyediakan cerita anak dalam banyak bahasa daerah, termasuk bahasa Minang. Judul cerita yang paling kami sukai adalah 'Bamain Apo?'. Menceritakan kisah sederhana seorang anak yang menemukan hal lain yang jauh lebih membahagiakan dari gadget kesayangannya. Pesan yang terkandung dalam cerita ini sangat cocok untuk menanamkan pelajaran bahwa bermain dan berinteraksi dengan orang lain jauh lebih penting dari pada hanya sibuk bermain gadget. 

Berhubung anak-anak belum mengerti satu pun kosa kata Minang, aku membacakan cerita ini dalam 2 bahasa disetiap halamannya. Pertama, aku membacakan cerita sesuai yang tertulis yaitu bahsa Minang, dan disusul dengan Bahasa Indonesia yang aku translate sendiri. Sebenarnya aku tidak terlalu memaksa anak untuk fasih berbahasa Minang, karena bagaimanapun bahasa terbaik pertama yang diperkenalkan kepada anak adalah bahasa Ibu. Jadi selama bercerita, aku lebih banyak menceritakan budaya Minang yang terlihat pada gambar dengan bahasa sehari-hari kami di rumah, yaitu Bahasa Indonesia. Namun jika nantinya anak-anak mulai pandai berbahasa Minang, aku anggap itu sebagai bonus.

Setelah beberapa kali membacakan cerita Bamain Apo?, mereka selalu merespon dengan antusias. Aku juga lebih mudah menyampaikan beberapa budaya Minang karena tidak ada paksaan sama sekali. Bahkan anak sulungku minta diajarkan memainkan permainan tradisional yang diceritakan dalam buku, salah satunya galah. Permainan ini merupakan persaingan antara dua kelompok yang salah satunya harus menjaga garis agar tidak bisa dilewati anggota kelompok lawan. Syaratnya, anggota yang harus menyebrang tidak boleh tersentuh oleh si penjaga garis. Kelompok dengan anggota terbanyak yang sampai di seberang, maka itulah yang menang. Sesekali disela bermain, aku juga menyelipkan makna dari permainan itu, yaitu butuhnya orang lain untuk bermain dan bekerjasama, karena galah tidak bisa dimainkan sendiri. Makanya penting untuk membina hubungan pergaulan yang baik.

Sketsa gambar dalam cerita Bamain Apo? dengan nuansa Minang yang kental 

Membahas mengenai gambar-gambar yang dibuat dalam cerita ini, jujur aku merasa terkesan dan terbantu lebih banyak untuk memperkenalkan budaya Minang yang berwujud pada anak.

Serasa "pulang kampuang", nuansa Minang sangat ditonjolkan pada gambar, mulai dari rumah, pakaian, hiasan dinding, bahkan permainan tradisional anak-anak Minang yang hampir seluruhnya pernah aku mainkan saat kecil dulu.


Untuk lebih rincinya, berikut dijelaskan poin-poin budaya Minang yang diperlihatkan dalam cerita 'Bamain Apo?'.

Bahasa Minang

Tentu saja hal pertama yang menjadi poin penting dari cerita ini adalah penggunaan bahasa Minang dalam setiap kalimatnya. Susunan katanya tepat dan sesuai dengan bahasa keseharian orang Minang sehingga, tidak ada kendala saat aku translet ke dalam Bahasa Indonesia.

Rumah Gadang

Rumah Gadang adalah rumah adat Sumatera Barat yang sangat mudah dikenali dari atap bagonjong-nyaGambar dalam cerita tidak hanya memperlihatkan sisi luar rumah saja, namun juga bagian dalam Rumah Gadang yang berdinding dan berlantai kayu. Selain itu jendela kayu besar yang menjadi ciri lain Rumah Gadang juga tampak jelas dibeberapa gambar.

Kerajinan Khas Minang

Batik dan songket bermotif khas Minangkabau digambarkan menjadi sebuah pajangan yang tergantung pada dinding kayu rumah. Karena keistimewaan songket Minang, foto penenun songket Pandai Sikek dijadikan gambar pada salah satu sisi uang kertas 5 ribu rupiah.

Baju Kuruang

Salah satu gambar dalam halaman cerita memperlihatkan seorang Ibu mengenakan Baju Kuruang sedang membuat minuman. Baju Kuruang ini merupakan salah satu pakaian tradisional wanita Minang. Potongannya yang sederhana, longgar dan panjang hingga sebatas lutut terlihat sangat sopan saat dikenakan. Memang seperti itulah budaya berbusana wanita Minang, sopan dan anggun.

Permainan Tradisional Anak Minang

Diceritakan beberapa permainan tradisional anak Minang yang hingga sekarang masih dimainkan, yaitu lompek tali, kalereang tembak, sipak tekong dan galah. Permainan tersebut semakin terlihat seru karena disertakan dengan gambar yang berhasil menyampaikan pesan.

Kebersamaan

Masyarakat Minang sangat menjunjung kebersamaan dan gotong royong. Tersirat dari halaman rumah yang tidak dipagar dan anak-anak tengah berkumpul bermain bersama.


Hingga saat ini, Let's Read merupakan media paling menarik yang pernah aku gunakan untuk perkenalan budaya Minang pada anak-anak. Satu cerita saja sudah bisa memberikan banyak poin penting yang bisa diajarkan. Aku dan juga anak-anak menjadi bersemangat setiap kali memulai sesi bercerita dengan perpustakaan digital Let's Read. Kini setiap kali melihat gambar atau video rumah adat Minang, anakku sudah bisa bersorak lantang mengatakan bahwa itu bernama Rumah Gadang.

***

Yuk, Kenalan Lebih Jauh dengan Let's Read!




Let’s Read diprakarsai oleh program Book for Asia, The Asia Foundation. Perpustakaan digital ini dapat menjadi alternatif untuk menumbuhkan budaya baca di kalangan para pembaca cilik di Asia. 
_______________
Let’s Read mengumpulkan cerita bergambar berkualitas dalam format digital dan menghadirkannya dalam bahasa nasional dan bahasa daerah. Let’s Read peduli dengan bahasa daerah yang kurang populer dan konten lokal yang kaya akan kearifan komunitas setempat dengan mengadakan lokakarya dimana para pegiat literasi dan masyarakat umum dapat berkolaborasi dalam mengembangkan buku cerita yang kaya akan nilai budaya bangsa.

- tentang Let's Read -

Membaca adalah jendela dunia. Menanamkan budaya membaca sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar dapat terus konsisten melakukannya. Bahan bacaan yang digunakan pada setiap tingkatan usia pasti berbeda. Jika orang dewasa betah berlama-lama membaca buku penuh tulisan dalam setiap halamannya, hal ini tidak akan berlaku bagi anak-anak. Anak-anak membutuhkan buku yang lebih berwarna, berkarakter dan bertema menarik yang keseluruhannya dikemas sedekimian rupa agar dapat mencerminkan kehidupan ala anak-anak yang ceria. 

Menanamkan nilai-nilai luhur kebudayaan sebagai jati diri bangsa juga tidak kalah pentingnya untuk diajarkan kepada anak. Belakangan ini media pengenalan budaya daerah mulai terkikis oleh budaya luar yang semakin menjamur. Anak-anak lebih tertarik melihat konten permainan modern dan lagu-lagu berbahasa asing. Padahal budaya daerah jauh lebih bermakna dalam menanamkan nilai kehidupan. 

Gabungan konsep inilah yang menjadi fokus terciptanya Let's Read. Let's Read peduli akan pentingnya menumbuhkan minat baca anak serta mengangkat kebudayaan lokal agar tidak semakin terlupakan. Let's Read mengemas cerita anak bergambar dengan pilihan lebih dari 40 bahasa daerah dan nasional. Keistimewaan ini menjadikan Let's Read sebagai perpustakaan digital buku anak-anak pertama yang berbahasa lokal. Anak dapat merasakan 2 manfaat sekaligus saat menggunakan Let's Read , yaitu menumbuhkan kebiasaan membaca serta mengenali berbagai budaya daerah. Keistimewaan ini menjadikan Let's Read sebagai perpustakaan digital buku anak-anak pertama yang berbahasa lokal.

Apa saja sih kelebihan Let's Read? 

Sebagai pengguna Let's Read, aku merasa puas dan terbantu dalam mengajarkan kebiasaan membaca sekaligus budaya pada anak. Untuk lebih detailnya, berikut dijelaskan kelebihan Let's Read yang akan dirasakan pengguna saat mengaksesnya. 

1 Gratis
Let's Read dapat digunakan secara cuma-cuma alias GRATIS! Mulai dari penggunaan aplikasinya, membaca online melalui website hingga mengunduh ceritanya.

2 Modern
Let's Read adalah contoh penerapan teknologi dalam dunia literasi. Layaknya perpustakaan digital, Let's Read membuat penggunanya tidak perlu membawa banyak buku jika ingin tetap membaca saat bepergian. Cukup memiliki komputer, laptop, telepon genggam atau perangkat digital lain, maka berbagai pilihan koleksi bacaan Let's Read bisa dibaca.

Mudah
Meski gratis, Let's Read tidak membebani pengguna dengan proses registrasi yang berbelit-belit dan panjang sebelum menggunakannya. Jadi ketika menginstal aplikasi atau membuka alamat situsnya, pengguna dapat langsung memilih cerita yang diinginkan.

Pilihan Bahasa
Bahasa adalah keunggulan Let's Read. Pengguna bebas memilih bahasa daerah dan bahasa nasional dalam cerita yang akan dibaca. Tidak hanya untuk cerita, pengaturan bahasa interface juga bisa dipilih sesuai kenyamanan pengguna.

Gambar Menarik
Gambar pada setiap halaman cerita sangat berkualitas, dengan menampilkan karakter menarik dan penuh warna. Gambar disesuaikan dengan dunia anak sehingga tampak begitu menarik.

Menonjolkan Budaya Daerah
Tidak hanya dalam penggunaan bahasa, ilustrasi gambar memang benar-benar terkonsep secara matang agar dapat memperlihatkan wujud dari berbagai benda budaya dan suasana daerah sesuai cerita. 

Tingkatan Level Kesulitan Bacaan
Pengguna dapat memilih tingkatan level cerita yang dibaca. Mulai dari level Buku Pertamaku dengan sedikit teks sederhana, hingga yang tertinggi Level 5 dengan narasi yang lebih panjang.

Pilihan Ukuran Teks dan Gaya Teks
Jika menggunakan aplikasi, terdapat 3 pilihan ukuran teks dan 3 pilihan gaya teks dengan latar belakang berwarna putih, krem dan hitam. Pengguna bebas memilih sesuai dengan kenyamanan membaca.

Cerita Bisa Diunduh dan Dicetak
Let's Read mengizinkan penggunanya untuk mengunduh cerita, -baik di aplikasi maupun di situs web. Pada aplikasi, cerita yang diunduh dapat dibaca berulang kali meskipun perangkat tidak terhubung dengan jaringan internet. Sedangkan pada situs web, pengguna dapat mengunduh dalam format pdf dan ePUB. Hasil unduhan ini bisa dicetak dan dibaca kapanpun tanpa adanya gadget. Bagi pengguna yang lebih nyaman membaca buku dalam bentuk printout, opsi ini bisa sangat membantu.

10 Memiliki Hak Cipta
Demi perlindungan hak cipta, membuat salinan sebuah karya secara ilegal tentunya tidak diperbolehkan. Bagaimana dengan cerita Let's Read yang dicetak secara pribadi? Tenang, cerita atau buku koleksi Let's Read berlisensi CC BY-NC yang mengizinkan orang lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, serta membuat karya turunan hanya untuk tujuan non-komersial. Jadi selama tidak untuk diperjualbelikan, pengguna diperbolehkan untuk mengunduh dan mencetak buku cerita Let's Read.

11 Berpetualang dengan Membaca
Inilah keajaiban membaca, tanpa harus mengunjungi tempat lain yang mungkin jaraknya ratusan kilometer dari rumah, informasi mengenai daerah apa pun bisa diketahui dengan detail. Ilmu-ilmu yang tidak didapat hanya dengan mengandalkan pengalaman hidup, akan banyak tersedia dalam buku bacaan. Let's Read sebagai perpustakaan digital dengan bahasa dan gambar yang memperlihatkan budaya daerah, membuat pembaca terbawa lebih dalam seakan benar-benar berada di lokasi cerita.


***

Bagaimana Cara Menggunakan Let's Read?


Telah sedikit disinggung sebelumnya bahwa perpustakaan digital Let's Read bisa diakses melalui 2 cara, yaitu dengan mengunjungi alamat website dan mengunduh aplikasinya. Secara garis besar, cara menggunakannya hampir sama, tidak ada perbedaan yang signifikan. Tampilannya pun mirip, sehingga pengguna tidak perlu belajar dua kali jika ingin membaca buku Let's Read, baik melalui website maupun aplikasi. Berikut tata cara menggunakan Let's Read dengan kedua cara tersebut.

Website Let's Read

Pengguna yang ingin mengakses Let's Read secara online melalui perangkat komputer atau gadget, bisa membuka situs resmi Let's Read di mesin pencari. Lebih lengkapnya, berikut step by step cara mengakses dan menggunakan Let's Read melalui website.

1 Buka Alamat Website Let's Read
Pengguna dapat langsung mengetik alamat url www.letsreadasia.org atau mengetik kata kunci "let's read" pada kolom yang tersedia di laman mesin pencari. Secara otomatis, perpustakaan digital cerita bergambar Let's Read langsung tampil tanpa perlu melakukan proses registrasi atau sejenisnya.

2 Pencarian Buku dan Pengaturan Bahasa
Terdapat beberapa tombol menu pada halaman awal agar pengguna dapat menyaring buku yang ditampilkan sesuai dengan keinginan, baik itu dari bahasa, level kesulitan, label atau bisa langsung mengetik judulnya. Selain itu, terdapat pula beberapa pilihan bahasa untuk interface Let's Read versi web ini. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut.

Penjelasan menu yang terdapat pada halaman awal Let's Read versi web

3 Mengunduh dan Mencetak Buku
Jika ingin mengunduh buku kesukaan agar dapat disimpan dalam perangkat komputer atau gadget, pengguna tinggal klik tombol "Unduh ..." pada halaman buku yang dipilih. File unduhan tersedia dalam format ePUB dan pdf dengan 3 jenis layout, yaitu vertikal, horizontal dan buku kecil (A4). Dokumen yang berhasil diunduh dapat dicetak dalam bentuk printout. Gambar berikut menjelaskan cara mengunduh cerita pada situs web Let's Read.

Mengunduh dan mencetak buku pilihan pada Let's Read versi web


Aplikasi Let's Read

Bagi pengguna Android, jauh lebih mudah jika mengunduh Aplikasi Let's Read dan menginstalnya pada gawai. Buku favorit dapat diunduh dan unduhannya tetap bisa dibaca meskipun tidak terhubung dengan jaringan internet. Berikut langkah-langkah menginstal aplikasi Let's Read dan cara menggunakannya.

1 Unduh dan Instal Aplikasi Let's Read 
Buka aplikasi Play Store dan ketik kata kunci "let's read" di kolom pencarian. Aplikasi Let's Read akan muncul pada urutan teratas. Klik tombol Install, secara otomatis proses pengunduhan dan instalasi akan berjalan.

Aplikasi Let's Read di Play Store

2 Pengaturan saat Instalasi Aplikasi Let's Read 
Dalam proses instalasi, akan muncul beberapa permintaan pengaturan, yaitu pemilihan bahasa buku dan bahasa aplikasi. Bahasa buku dapat dipilih lebih dari satu, misalnya Bahasa Indonesia, English dan Minangkabau. Ini hanya memudahkan mengguna agar dapat langsung menggunakan aplikasi setelag proses instal selesai. Jika nanti ingin merubah pengaturan awal, akan ada menu pengaturan pada aplikasi nantinya.

Pengaturan bahasa saat proses instalasi aplikasi

3 Menu yang Terdapat pada Aplikasi
Tidak berbeda jauh dengan versi webnya, aplikasi Let's Read juga memiliki menu yang hampir sama persis. Pada bagian kanan atas terdapat 3 ikon menu. Ikon "kaca pembesar" merupakan menu pencarian buku yang dapat dilakukan berdasarkan bahasa, level kesulitan, label, judul dan pengarang. Ikon "kotak dengan huruf kecil didalamnya" merupakan menu untuk memilih bahasa buku yang akan ditampilkan pada layar. Terakhir adalah ikon "titik tiga" yang merupakan menu pengaturan untuk bahasa aplikasi, gaya teks dan ukuran teks pada setiap halaman buku cerita.

Keterangan menu pada aplikasi Let's Read


***

Let's Read Cocok Temani Aktifitas Seru Anak Selama Di Rumah


Selama pandemi ini, anak-anak tidak bisa bermain keluar rumah sebebas dulu. Sering kali anak mengeluh bosan dengan keterbatasan ruang geraknya. Wajar, itu manusiawi. Mungkin hampir seluruh manusia pernah merasa bosan, termasuk anak-anak yang sangat ingin bereksplorasi dan mengenali banyak hal. Selalu di rumah saja tentu menjadi beban tersendiri baginya.

Orang tua memiliki tugas baru yang tidak boleh diabaikan, yaitu menjaga mood anak agar tetap betah di rumah. Orang tua dituntut kreatif menciptakan aktifitas seru untuk anak dengan memanfaatkan berbagai media yang mudah didapat. Jika idenya menarik dan media yang digunakan tepat, maka banyak nilai kehidupan yang bisa diajarkan orang tua selama berkegiatan seru bersama anak.

Membaca buku atau membacakan buku merupakan ide menarik untuk mengisi waktu anak selama di rumah saja, sehingga budaya membaca tetap dapat ditanamkan. Salah satu yang bisa dijadikan topik menarik dan berisi adalah memperkenalkan budaya Indonesia kepada anak. Kenapa budaya? Karena budaya sangat penting diwariskan dan orang tua bisa memperkenalkannya sejak dini pada anak. Bayangkan jika puluhan, ribuan atau jutaan orang tua melakukan hal serupa, tentunya kecintaan akan budaya yang bernilai luhur masih akan tetap ada dalam setiap tingkatan generasi.


Setelah mengenal perpustakaan digital Let's Read serta mengetahui cara menggunakannya, mempraktikkan kegiatan membaca sekaligus belajar budaya daerah menjadi jauh lebih mudah.

Koleksi buku cerita bergambar Let's Read dapat memancing perhatian anak sehingga orang tua tidak perlu bersusah payah lagi mengumpulkan bahan dari berbagai sumber, lalu menyusun medianya sendiri. Tinggal unduh aplikasi Let's Read atau kunjungi versi webnya, maka orang tua sudah langsung bisa membacakan cerita bergambar menarik dengan banyak pilihan bahasa daerah dan nasional. Mengajarkan budaya daerah Indonesia dan menanamkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya bisa dilakukan secara mandiri di rumah tanpa harus jauh-jauh bepergian. Meskipun pandemi memaksa untuk tetap di rumah, dengan membaca, kita semua dapat tetap berpetualang kemana saja.


Membaca buku cerita untuk anak membutuhkan interaksi yang baik agar prosesnya berjalan dengan lancar. Pesan yang tersirat dalam cerita akan tersampaikan secara utuh sehingga dapat diaplikasikan dalam keseharian anak. 

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua agar anak merasa senang saat membaca buku cerita.

Perhatikan Kondisi Anak

Sebelum mengajak anak membaca buku, perhatikan terlebih dahulu kondisi anak. Jika dia terlihat bersemangat dan ceria, berarti suasana hati dan fisiknya masih prima. Maka aktifitas membaca buku bisa dimulai. Namun jika anak tampak mengantuk, sudah memasuki jam makan, kurang sehat atau menolak untuk membaca buku, sebaiknya jangan dipaksa. Carilah waktu lain yang lebih tepat. Memaksa anak untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya hanya akan membuang-buang waktu. Takutnya, paksaan itu bisa saja membuat anak trauma dan membeci aktifitas membaca.

Ciptakan Suasana Tenang dan Nyaman

Layaknya orang dewasa, anak-anak juga membutuhkan tempat yang nyaman dan suasana yang tenang saat berpikir. Membaca buku atau mendengarkan orang tua membacakan buku akan membuat otak anak lebih banyak berpikir ketimbang saat ia memainkan sepedanya. Hindari suara yang bisa mengganggu konsentrasi anak, seperti suara televisi, mesin blender atau musik-musik berisik.

Pilih Cerita yang Sesuai Usia dan Minat Anak

Beri anak kesempatan untuk memilih cerita yang disukainya. Anak merasa pendapatnya akan dihargai dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Mendengarkan atau membaca cerita yang ia pilih sendiri tentunya akan membuat anak semakin semangat mengatahui isi didalamnya. Jika anak belum bisa memilih buku karena masih terlalu kecil, cerita yang sesuai dengan kejadian sehari-hari anak bisa dibacakan. Semakin sesuai alur atau pesan cerita dengan kehidupan yang anak kenali, maka semakin baik pula pesan tersebut tersimpan dalam memorinya.

Intonasi Suara dan Ekspresi Wajah

Jangan membaca cerita dengan datar, karena anak memerlukan interaksi secara visual agar mengerti dan tetap betah mendengarkan. Gunakanlah intonasi dan ekspresi wajah yang berbeda sesuai emosi yang tersirat pada kalimat cerita. Gabungan intonasi dan ekspresi yang tepat akan jauh lebih menarik bagi anak dan membuat imajinasinya masuk dalam suasana cerita.

Ceritakan Juga Gambarnya

Let's Read menampilkan gambar menarik dan berukuran besar pada setiap halamannya. Semakin rendah tingkat kesulitan bacaannya, maka gambar akan lebih mendominasi halaman dari pada tulisan. Jangan sia-siakan gambar ini! Banyak tambahan pelajaran diluar cerita yang bisa dijadikan bahan untuk mengembangkan pengetahuan anak. Misalnya saat aku membacakan cerita Bamain Apo?, pada gambar sangat banyak benda budaya Minang yang ditampilkan. Contoh lainnya bisa dengan memberi tahu anak nama tanaman, warna baju, nama pohon dan sebagainya yang ada pada gambar.

Ajak Anak Ikut Serta

Usahakan ada interaksi dua arah saat anak dibacakan buku atau membaca buku. Buatlah pertanyaan sederhana mengenai cerita atau meminta anak mengulang kembali cerita yang telah didengar atau dibacanya. Misalnya bertanya singkat karakter mana yang paling disukai, anak mana yang memakai baju merah atau mana yang merupakan anak laki-laki dan mana yang perempuan.

Berikan Contoh Kebiasaan Membaca

Anak akan meniru kebiasaan orang tua yang sering dilihatnya. Jika mengharapkan anak suka membaca, maka orang tua juga harus mencontohkan budaya membaca dihadapan anak. Bila ingin anak mengenal budaya daerah melalui membaca, maka orang tua juga harus melakukan hal yang sama agar anak mengikutinya.


***

Ayo, Jadikan Let's Read Sahabat Si Kecil untuk Ajarkan Budaya Membaca Sekaligus Budaya Daerah



Aku sudah membuktikan betapa bermanfaatnya Let's Read dalam menemani tumbuh kembang anak. Menjadikan Let's Read sahabat Si Kecil dapat memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan padanya. Namanya saja menyenangkan, tentu saja akan selalu terasa menarik meskipun telah dilakukan berkali-kali. Akhirnya, karena terbiasa, budaya membaca semakin tertanam dalam diri anak.

Kelebihan Let's Read yang mengangkat bahasa daerah dalam cerita untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya sejak dini, sangat cocok dijadikan media pembelajaran anak. Bukan tanpa alasan banyak pihak merekomendasikan untuk memperkenalkan budaya daerah pada usia muda. Faktanya, dengan mengenal bahasa daerah akan menumbuhkan rasa toleransi, kemudahan beradaptasi, menerima keberagaman dan menjaga perbedaan.

Mengajarkan budaya membaca pada anak tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasti selalu ada kendala yang menghambat. Mood anak yang tidak stabil terkadang menyulitkan orang tua membuat jadwal rutin anak untuk membaca. Masalah lain yang juga membebankan orang tua adalah mahalnya harga buku cerita anak. Seluruh halaman buku yang full color atau menggunakan kertas tebal, membuat harga produksinya juga melebihi buku biasa. Tidak semua orang tua mampu membeli buku anak secara rutin, sehingga koleksi buku yang dimiliki menjadi terbatas. Jika ingin lebih banyak pilihan, mengunjungi perpustakaan bisa diagendakan. Namun belum tentu pula anak bisa memanfaatkan waktu untuk membaca secara maksimal selama berada di perpustakaan.

Seorang sahabat pasti akan selalu ada. Let's Read yang mudah diakses kapan saja dan dimana saja memungkinkan anak untuk tetap membaca setiap saat.  Let's Read menjawab permasalahan dalam mengajarkan budaya membaca pada anak dengan menyediakan buku cerita bergambar berbasis teknologi yang bisa dibaca secara online, offline maupun dicetak dalam bentuk printout. Membaca dan belajar apa saja menjadi lebih mudah dan menarik. Bersama Let's Read, orang tua bisa mengajarkan budaya membaca dan budaya daerah dalam satu langkah mudah.

Let's Read memberi kesempatan anak untuk memilih dengan cara apa ia akan membaca. Orang tua juga dapat menyesuaikan kondisi saat anak ingin membaca. Contohnya ketika berada di area tidak terkoneksi jaringan internet, maka anak bisa membaca buku yang telah diunduh sebelumnya. Atau saat dalam pesawat yang tidak diperbolehkan menyalakan gadget, maka bisa mengandalkan hasil printout dari koleksi buku Let's Read.

Kehadiran Let's Read terasa sangat membantu dalam masa pendemi ini yang harus membuat kita membatasi kegiatan di luar rumah. Padahal anak-anak banyak belajar hal baru saat melakukan aktifitas outdoor dengan berbagai hal yang tidak ia temukan di rumah.
_______________
Let's Read yang mengangkat budaya daerah dalam cerita, menjadikan anak dan orang tua seakan berpetualang ke negeri orang saat membacanya. Meski raga tetap di rumah, namun pikiran dan hati masih bisa berkelana ke banyak daerah serta mempelajari budayanya. Seru!

Ayo, jadikan Let's Read sahabat anak untuk tanamkan budaya membaca dan mengenali budaya daerah agar anak bisa tumbuh menjadi generasi cerdas yang berbudaya.

Semoga bermanfaat.

_______________

Tulisan ini diikutsertakan dalam Let's Read Blog Competition 2 dengan tema "Berpetualang Lewat Membaca" yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Let's Read The Asia Foundation.

Referensi:
cnnindonesia.com
disbud.bulelengkab.go.id
goodnewsfromindonesia.id
indoworx.com
klikdokter.com
kompas.com
letsreadasia.org
sahabatnestle.co.id
wikipedia.org
_______________


2 comments:

  1. wah senang sekali ya menemukan buku cerita bebahasa Minang untuk dibacakan pada anak.,betul banget, anak-anak lebih suka buku yang full colour dan ceritanya seru ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Awalnya anak-anak ketawa pas dengar aku membaca cerita pakai bahasa Minang. Tapi kok minta dibacain terus, hahaha. Nagih dia.

      Delete

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)