7 Waktu Favorit untuk Menulis, Kamu Layak Mencobanya!

Foto: freepik.com

Menulis merupakan aktivitas yang sudah kita kenali dan pelajari sejak di bangku Sekolah Dasar. Bagi manusia dewasa, menulis bukan lagi sekadar tuntutan pelajaran, namun juga terbukti memiliki banyak manfaat, baik bagi pribadi si penulis, maupun bagi pembacanya. Jadi tidak heran jika menulis digemari banyak kalangan.


Tanpa disadari, banyak di antara kita yang sebenarnya sudah menjadi seorang penulis, lo. Menjadi penulis bukan berarti harus menerbitkan buku, namun dengan menulis caption di media sosial, menulis artikel di blog pribadi, bahkan menulis pengalaman sendiri dalam buku diary, juga sudah dikatakan sebagai penulis. 


Karena, menurut KBBI, penulis adalah orang yang menulis atau pengarang. Tidak ada ketentuan yang mengharuskan menerbitkan buku dulu, baru disebut sebagai penulis.


Setiap orang pasti memiliki waktu ternyaman masing-masing untuk menulis. Rasanya dalam waktu tersebut, apa yang ada dalam pikiran lebih mudah tercurahkan tanpa harus berpikir keras. Di waktu ini pula gangguan yang mengalihkan perhatian lebih sedikit terjadi, sehingga merangkai kata menjadi lebih lancar. Mungkin saja disepanjang waktu seseorang bisa menulis, namun dalam "waktu emas" ini pasti akan jauh lebih menyenangkan dan banyak ide tercetus. 


Baca juga: Menulislah dan Rasakan Manfaatnya


Dari sekian banyak waktu favorit untuk menulis, berikut beberapa waktu spesifik yang bisa dimanfaatkan penulis untuk berkarya. Layak kamu coba!


1 Pagi Hari

Setelah beristirahat penuh semalaman, pada pagi hari tubuh akan terasa lebih fit dan siap melakukan aktivitas di hari baru, termasuk menulis. Pikiran masih segar dan diimbangi dengan daya tubuh yang masih optimal, tidak heran jika menulis pada pagi hari jauh lebih menyenangkan dan lancar. Aku termasuk salah satu yang menggemari waktu pagi. Memanfaatkan waktu setelah salat subuh hingga jam 6 pagi. Kenyataannya memang benar, pikiran yang masih fresh sangat membantuku untuk lebih mudah memikirkan ide dan menggunakan kata-kata yang sesuai.


2 Malam Hari

Malam hari identik dengan ketenangan dan keheningan. Pekerjaan wajib juga sudah selesai dilakukan sebelumnya. Sebenarnya godaan untuk segera berbaring di kasur begitu besar, namun terkadang tidak ada lagi waktu yang tersisa di lain kesempatan karena padatnya aktivitas. Misalnya aku yang ketika siang hari tidak bisa menulis dengan leluasa karena ada anak-anak yang selalu membuntuti ke mana pergi, serta pekerjaan rumah tangga yang tidak bisa diabaikan. Nah, ketika anak tidur malam, barulah aku mulai mengerjakan tugas-tugas menulis yang sudah menanti. Aku bebas menulis hingga berjam-jam sesuai kemampuan mata menahan kantuk. Tetapi dibalik kenyamanan menulis yang diberikan oleh keheningan malam ini, tentu tidak dianjurkan juga untuk begadang hingga larut malam dan terlalu sering dilakukan karena alasan kesehatan. 


3 Ketika Santai

Bagi orang bekerja, jam istirahat dan hari libur bisa dibilang sebagai waktu santai mereka. Bagi aku yang merupakan ibu rumah tangga dengan dua balita, waktu santai ini lumayan langka didapat. Beberapa kali pernah anak-anak tidur siang bersamaan hingga sore hari, atau tidur malam terlalu cepat karena siangnya tidak tidur sama sekali. Tersedianya waktu ekstra untuk terbebas dari anak-anak ini aku anggap sebagai rezeki waktu yang bisa digunakan untuk leyeh-leyah. Agar waktu santai ini bisa dihabiskan dengan hal produktif, maka menulis saja! Beban kerja dan pikiran tidak terlalu tinggi, tubuh rileks,  menulis pun menjadi lebih menyenangkan.


4 Ketika Menunggu

Pernah enggak sih menunggu antrian yang panjangnya minta ampun, atau sedang menunggu seseorang yang tidak kunjung tiba setelah begitu lama menanti? Pasti membosankan bukan? Dari pada bengong, bete, kesal dan hanya memperhatikan orang hilir mudik tanpa faedah, lebih baik menulis saja. Aku selalu mempersiapkan tablet yang sering digunakan untuk menulis ketika ada keperluan yang kemungkinan akan menunggu lama. Misalnya ketika menunggu antrian di bank, rumah sakit, atau janjian bersama teman yang dan aku tiba lebih dulu. Asyiknya menulis akan membunuh waktu sehingga menunggu lama tidak akan terasa. 


5 Ketika Ide Muncul

Ide muncul ketika memandikan anak? Aku sering. Atau ide terbersit ketika memasak makanan untuk keluarga? Aku juga pernah. Munculnya ide ini harus dimanfaatkan dengan cara menulisnya sesegera mungkin sebelum lupa. Beruntung sekali jika tersedia banyak waktu menulis ketika ide ini muncul, namun bagaimana jika tidak ada kesempatan untuk langsung menulisnya? Ambil saja catatan kecil, memo atau aplikasi note di handphone, lalu tulislah poin-poinnya saja. Nanti ketika ada kesempatan menulis yang lebih panjang, pasti akan lebih mudah dikembangkan. Pokoknya tulis saja dulu meski hanya judul besarnya agar tidak lupa. Apalagi langsung ditulis lebih detail, dijamin akan lancar karena ide itu masih utuh.


6 Mendekati Deadline

The power of kepepet juga berlaku lo di dunia kepenulisan. Ketika batas akhir pengumpulan tulisan sudah di depan mata, tiba-tiba saja kekuatan yang entah dari mana datangnya mampu menyelesaikan semua tepat waktu. Bagi bloger, penulis buku, influencer, penulis berita atau siapa saja yang profesinya berkaitan dengan tulis-menulis, pasti ada deadline yang harus dijadikan acuan seberapa lama waktu tersisa untuk menyelesaikan tulisan. Meski tidak disarankan karena dengan berbagai alasan ketidaknyamanan dan keteledoran karena terburu-buru, menulis mendekati deadline terbukti ampuh untuk memaksimalkan daya dan upaya penulis dalam waktu yang singkat.


7 Semangat Awal

Berbanding terbalik dengan poin sebelumnya, yang menulis mendekati deadline, menulis di awal waktu juga memiliki semangat tersendiri. Apalagi bagi penulis yang sedang mencoba ilmu baru. Contohnya ketika aku memulai menulis blog, menulis buku antologi dan kini sedang memulai menulis buku solo, waktu-waktu awal mengerjakannya pasti selalu dipenuhi semangat jauh lebih besar dari biasanya. Memanfaatkan momen ini bisa menghasilkan jumlah tulisan yang banyak. Lumayan untuk stok tulisan yang mungkin bisa digunakan di kemudian hari.


Baca juga: Tips Tetap Bisa Ngeblog Meski Sibuk


Itulah beberapa waktu favorit yang bisa diandalkan penulis untuk mendapatkan "waktu emas" menulis, yang ditandai dengan kelancaran merangkai kata berdasarkan kayanya ide yang terpikir. Penulis mungkin saja memanfaatkan lebih dari satu waktu favorit dalam sehari. Misalnya di pagi hari menulis, lalu siang harinya ketika menunggu teman di cafe juga menulis, dan malam harinya ketika anak-anak ternyata tidur lebih cepat dari biasanya juga dimanfaatkan kembali untuk menulis. 


Pokoknya semua waktu favorit tersebut pantas banget untuk dicoba!


Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)