Header Ads

Susu Hamil



Semua ibu hamil pasti ingin memberikan yang terbaik untuk perkembangan janin yang dikandungnya. Begitupun aku saat hamil anak pertamaku, Byan. Setelah melihat dua garis merah dengan jelas dari hasil test pack, aku baru yakin kalau aku hamil. Sebelumnya setiap aku test pack aku hanya melihat garis kedua yang samar-samar. Mungkin kadar HCGnya masih sedikit. Karena aku sering kecewa di bulan-bulan sebelumnya, jadi harus pasti dulu hasilnya. Saking berharapnya kepengen punya dedek. Haha.

Aku langsung memaksa suami untuk meriksa ke dokter. Ternyata aku memang positif hamil dan kandunganku sudah berusia 5 minggu. Aiiiih bahagianyaaaaa…

Tanpa basa-basi sepulang dari rumah sakit aku langsung beli susu hamil. Pilihanku jatuh kepada Prenagen Emesis rasa cokelat. Aku memilih merek ini karena saat program hamil aku mengkonsumsi Prenagen Esensis. Jadi biar samaan aja dengan susu sebelumnya. Prenagen Emesis ini adalah susu khusus ibu hamil yang merasakan mual diawal-awal kehamilan. Sebenarnya aku belum merasa mual saat beli susu ini, tapi ya buat jaga-jaga aja kalo nanti mualnya datang. Aku meminumnya sesuai dengan petunjuk pemakaian yaitu 2x sehari. Entah kenapa aku merasa dengan takaran yang sama Prenagen Emesis ini nggak sekental Prenagen Esensis. Jadi aku makin enak minumnya karena terbiasa meminum susu yang lebih kental dan bikin eneg. 

Dua minggu berlalu, mual pun mulai kurasakan. Ternyata susu yang ku minum nggak membantu untuk mengurangi rasa mual. Malah sempet beli yang rasa vanilla dan moka juga. Mungkin nggak mempan kali ya. Akhirnya kuganti dengan Prenagen Mommy karena kupikir hasilnya sama aja, mualnya masih kerasa juga kok kalo minum yang Emesis. Setelah kucoba minum, mualnya makin menjadi-jadi. Balik lagi deh minum yang Emesis.

Beberapa hari kemudian aku malah mencret-mencret setelah minum susu. Kan aku jadi bingung karena sebelumnya baik-baik aja. Kasian juga si dedek di perut nggak dapat asupan makanan yang baik kalo aku nggak minum susu, secara aku mual parah sampai nggak bisa makan apa-apa. Karena kondisiku makin melemah dengan banyak cairan yang keluar dari tubuh sedangkan yang masuk sedikit,  dengan terpaksa aku hentikan mengkonsumsi susu hamil ini dan mencretnya langsung hilang.

Saat kontrol kehamilan, aku sempat menanyakan ke dokter apakah seorang ibu hamil itu wajib minum susu hamil??? Ternyata jawabannya TIDAK. Tapiiii dokter jawab gitu karena dia selalu ngasih aku vitamin macem-macem buat si baby. Jadi walaupun aku nggak minum susu hamil, nutrisi buat anakku masih tercukupi. Malah aku sempet baca-baca juga kalau percuma minum susu hamil jika mengkonsumsi vitamin. Soalnya nutrisi yang masuk kebanyakan, sedangkan yang dibutuhkan bayi tidak sebanyak itu. Dokter menyarankan minum susu biasa aja, nggak perlu susu khusus ibu hamil biar kebutuhan kalsium dan protein tetap terpenuhi. Yang penting minum susu ya moms, jangan sampai nggak.

Setelah rasa mual sudah mulai berkurang, aku masih ngeyel mau nyoba minum susu hamil lagi. Kok rasanya kurang lengkap aja gitu saat hamil nggak minum susu hamil. Ku coba lagi deh minum Prenagen Mommy. Eh mencret lagi. Mau nyoba merek lain takut efeknya sama juga. Ya udah lah minum susu Frisian Flag yang Full Cream aja biar lemaknya banyak, biar si dedek gendut karena dari hasil USG berat bayiku masih dibawah standar. Tapi nggak tau kenapa aku masih mencret dong. Jadi sebel kan. Ya udah aku nggak minum susu lagi. Berhubung aku sudah mulai bisa makan dengan lahap, aku jadi pemakan segala dan yang terpenting aku rajin minum jus alpukat dan kelapa ijo serta makan bubur kacang ijo. Ternyata ini cukup ampuh untuk menaikkan berat badan bayi diperut. Makin nggak inget lagi deh sama susu..hee.

Jadi ya moms, susu khusus ibu hamil itu memang kandungannya bagus untuk janin. Tapi kalau kondisi tidak memungkinkan untuk meminumnya, bisa diganti dengan minum susu UHT biasa. Apalagi ibu hamil yang diresepkan vitamin oleh dokter kandungannya, malah lebih nggak wajib lagi minum susu khusus ibu hamil karena kandungan susu sama dengan kandungan vitamin. Yang pasti minum susu hamil atau nggak, makanan yang dikonsumsi harus sehat dan bergizi ya moms.  

Ini hanya sharing pengalaman aja. Nggak menutup kemungkinan ada yang memiliki pendapat berbeda. Semoga bermanfaat ya moms.

No comments