Header Ads

Cara membersihkan hidung bayi

Ternyata membersihkan hidung bayi itu nggak segampang yang dibayangkan. Ritual sangat sederhana ini bisa bikin aku geregetan saking susahnya. Kan kita ibu-ibu ini sering risih ya kalau ngeliat hidung anak kita ada kerak-keraknya, ingusnya atau upilnya. Ntar diliat orang juga nggak enak, tetep juga ibunya yang disalahin nggak becus ngerawat anak. Banyak juga artikel yang mengatakan bahwa membersihkan hidung bayi cukup dibagian luarnya saja atau membersihkan kotoran yang terlihat saja. Tapi terkadang kotoran itu sudah menyumbat hidung dan mengganggu kenyamanan si kecil untuk bernafas. Nggak jarang aku bikin lubang hidung Byan sakit atau bahkan berdarah gara-gara nggak tahu teknik yang benar (huhu maafkan bundamu yang masih belajar ini nak). Akhirnya seiring dengan berjalannya waktu, kesalahan mengenai kebersihan hidung bayi ini sudah mulai bisa teratasi walau sulit. 


Sedikit berbagi ya bunda, ini beberapa cara membersihkan hidung bayi.

1. Menggunakan cotton buds
Sebenarnya ini cara yang paling awal terlintas disetiap pikiran ibu-ibu. Hidung bayi kotor, korek pakai cotton buds bayi, bersih deh. Heleeeeh nggak bakalan segampang itu. Hidung baru dipegang aja udah meleng kiri kanan, memberontak, nangis-nangis. Ini nih yang paling sering bikin hidung Byan berdarah, karena ketusuk cotton buds (maafin bunda lagi nak). Belum lagi kotorannya malah makin masuk ke dalam. Nambah bikin kesal.
Jadi ya bund, kalau kotorannya agak lembek dan berada agak dibagian luar baru gunakan cotton buds. Tapi kalau kotorannya keras/lembek dan berada dibagian dalam hindari menggunakan ini ya. Membersihkan kerak-kerak dibagian pinggir hidung juga bisa menggunakan cotton buds yang kapasnya dilumuri minyak kelapa atau baby oil. Pokoknya ini digunakan untuk bagian-bagian luar hidung saja. 

2. Menggunakan cairan pelunak dan alat penyedot 
Cara ini tergolong yang paling aman untuk membersihkan kotoran hidung bayi. Dan dokter Byan juga merekomendasikannya. Gambar diatas merupakan merek cairan pembersih hidung yang diresepkan oleh dokter. Cairan ini diteteskan ke dalam hidung bayi dan tunggu beberapa menit maka kotoran hidung akan berubah menjadi lendir (melunak). Setelah itu baru disedot menggunakan alat penyedot khusus untuk hidung bayi. Pernah beberapa kali aku menggunakan cairan ini, tapi karena belum beli penyedotnya tetep aja susah. Pengen beli alatnya tapi kok ragu takut cairan itu berdampak buruk buat Byan. Walaupun dokter bilang aman sih. Ya namanya bahan kimia kan takut menimbulkan efek yang nggak baik. Makanya cara ini sudah lama tidak dipraktekkan. Tapi mungkin nanti kalau ada hal mendesak dan penting banget setelah kehabisan akal, cara ini bisa aku praktekin lagi.

3. Menggunakan penjepit 
Aku memutuskan membeli penjepit ini karena memang cara ini yang menurutku paling benar untuk mengambil kotoran yang kering. Aku membeli yang merek Puku. Ujung pinsetnya membentuk bulatan kecil sehingga tidak tajam. Tinggal jepit dan tarik. Tapi tetep prakteknya nggak seperti membalikkan telapak tangan. Selalu ada drama tangis-tangisan (padahal baru megang hidung doang). Jika bayi sudah mulai besar, jarang nangis dan dalam keadaan sehat maka kotoran hidungnya cenderung lebih sering berbentuk kering. Alat inilah andalan bunda Byan sekarang. Penjepit inilah yang membuat hidung Byan selalu bersih. Asalkan kotorannya kejepit sedikit aja, pas ditarik biasanya yang keluar gede banget, haha Tapi tetap hati-hati ya dalam menggunakannya. Diperlukan keahlian para bunda untuk menggunakan ini dengan aman tanpa melukai hidung anak. Soalnya ini berbahan lebih keras dari pada cotton buds. Cotton buds aja bisa melukai hidung bayi, apalagi ini kalo nyolok. Jadi tetap hati-hati banget ya bunda. Dan sabaaaaarrrr..

Sekian beberapa cara yang pernah aku lakukan untuk membersihkan hidung Byan. Tetap ada trial-error nya. Namanya ibu baru pasti ada proses belajarnya kan. Yang pasti bunda akan selalu melakukan yang terbaik buat Byan. 
Jadi tetap keahlian para bunda lah yang dituntut untuk melakukan segala sesuatunya dengan baik. Cara-cara diatas hanya sharing pengalaman dan semoga bisa bermanfaat bagi bunda-bunda lain.

7 comments:

  1. Assalamualaikum. Mbak salam kenal. Maaf mbak saya mau nanya ke mbak pas hidung byan berdarah saat mbak bersiin itu ngobatin darahnya bagaimana ya ? Makasih sebelumnya udah d balas ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaikumsalam mba, salam kenal juga. Aku biarin aja sih mba waktu itu karena nggak tau juga kan lukanya dibagian yang mana. Paling aku nunggu beberapa hari buat ngebersihin hidungnya lagi biar lukanya kering dulu.

      Delete
    2. Oh gitu mbak, trima kasih bgt ya mbak. Btw saya kagum dg blognya mbak novarty ini. Mungkin saya penggemar blog mbak. Semangat ya mbak :)

      Delete
    3. Oh gitu mbak, trima kasih bgt ya mbak. Btw saya kagum dg blognya mbak novarty ini. Mungkin saya penggemar blog mbak. Semangat ya mbak :)

      Delete
    4. Iya sama-sama mba. Waaaa jadi butuh pegangan nih biar nggak terbang hehe. Makasih ya mba. Alhamdulillah semoga apa yg aku share sedikit banyaknya bisa bermanfaat buat kita semua yaaaa 😙

      Delete
  2. Maaf saya mau tanya, jika kotoran hidung sudah masuk kedalam. Apa ngga apa apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf mba baru respon soalnya ini baru mulai on lagi ngeblognya setelah berbulan-bulan.
      Menurut pengalaman aku sampai sekarang insyaAllah nggak apa-apa mba. Biasanya nanti baby pasti bersin kalau hidungnya nggak nyaman. Nah saat itu keluarlah si kotoran tadi.
      Semoga membantu.

      Delete