Header Ads

Penggunaan Gadget pada Anak


Sebagai emak-emak yang modern pasti sering banget menggunakan keajaiban gadget untuk menenangkan si buah hati yang lagi rewel. Nggak bisa dipungkiri kalau si kecil langsung anteng duduk diem setelah diperlihatkan lagu kesukaannya. Aku sering banget melakukan hal ini supaya Byan anteng disaat-saat urgent seperti ketika aku mandi, shalat, masak atau pas lagi kebelet, ups. Kalau nggak diputerin lagu favoritnya, Byan bakalan meronta-ronta di kursi makannya. Ya begitulah setiap hari disaat aku butuh waktu untuk melakukan sesuatu Byan didudukin dikursi makannya, tali pengamannya dipasang dan diputer deh lagu pingfong. Kadang aku kasih biskuit buat dicemil-cemil sambil nonton biar dia ada aktivitas lain. Adakah bunda lain yang melakukan hal ini juga?


Ternyata ya bun, gadget ini tidak direkomendasikan digunakan oleh anak usia 0-2 tahun. Bayi memang suka sama hal-hal yang berwarna-warni, bisa gerak dan ditambah ada musiknya. Jadi wajar aja perhatiannya bakalan tertuju ke layar gadget dan bisa diam terpaku tanpa kedip. Tapi menghabiskan waktu untuk melihat keseruan gadget ini akan berdampak pada berkurangnya waktu bermain dan interkasi dengan anggota keluarga lain. Padahal dua hal ini sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Gadget ini tidak akan pernah bisa menggantikan interaksi dan kehadiran orang tua. Walaupun dia terlihat senang dengan diperlihatkannya gadget, tapi pasti dia akan lebih bahagia jika melakukan suatu aktivitas dengan orang tuanya.

Berikut batas waktu penggunaan gadget pada anak.
0-2 tahun : sama sekali tidak direkomendasikan
2-3 tahun : 30 menit sehari dengan games yang edukatif
3-5 tahun : 1 jam sehari dengan games yang dipilih oleh anak dibawah pengawasan orang tua
> 5 tahun : maksimal 2 jam sehari

Jangan sampai anak kita ketergantungan gadget ya bun. Sisi positif dari gadget pasti ada dan sangat bisa membantu kita, tapi sisi negatifnya juga harus kita perhatikan. Mulai sekarang aku akan berusaha menemani Byan dan mengurangi penggunaan gadget. Kalau mau mandi subuh sebelum dia bangun, masak juga pas Byan tidur, tapi kalau shalat dan kebelet mah nggak bisa ditoleransi (dari pada kita yang sakit perut buat nahan), kecuali anaknya udah mulai ngerti. Takutnya nanti dia jatuh atau melakukan hal berbahaya selama kita tinggal. Pernah saat shalat aku biarin aja dia main, eh malah akunya yang nggak konsen dan sering ngulang shalat gara-gara Byan jatuh atau narik-narik barang berat dan berbahaya.

Yah begitulah keseruan menjadi seorang ibu. Semoga bermanfaat.

Sumber :
Pengalaman
Buku "Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun" penulis TigaGenerasi

No comments