Header Ads

Tips menstimulasi anak berjalan


Diusia 9 bulan atau lebih, kemampuan motorik anak semakin berkembang. Dia akan mencoba berdiri dan berjalan walaupun masih gemeteran dan tidak imbang. Disinilah peran kita sebagai orang tua untuk memberikan stimulasi agar si kecil bisa melangkah dan berjalan dengan baik. Berikut beberapa tips untuk mendorong anak belajar berjalan.


1. Ciptakan suasana rumah yang aman 
  • Bereskan mainan anak yang berserakan di lantai agar tidak terinjak. Bisa juga mengajak anak untuk membereskan mainan sebagai tahap belajar. Walaupun dia hanya melongo melihat tapi lama kelamaan dia pasti akan mulai mengerti.
  • Kenalkan anak pada tempat yang tidak aman dirumah seperti dapur, kamar mandi, tangga dll. Selalu awasi dan dampingi anak jika dia menuju tempat-tempat yang tidak aman tersebut. Bisa juga diberikan pembatas dipintu agar lebih aman.
  • Jagalah kebersihan lantai. Perhatikan apakah ada air, minyak atau cairan lain yang bersifat licin jika terinjak.
  • Jauhi meja, kursi atau lemari yang memiliki sudut tajam. Atau lapisi sudut dengan karet khusus.
  • Jauhi colokan listrik, tutup dengan sesuatu yang tidak bisa dibuka oleh anak.
  • Perhatikan letak benda-benda berbahaya seperti pisau, gunting, bahan kimia, kosmetik agar tidak bisa diraih oleh anak.
  • Pastikan semua laci tertutup dan terkunci agar tidak bisa dibuka dan diacak-acak.
2. Hindari penggunaan baby walker
Walaupun saat usia 8 bulan Byan aku kasih baby walker, ternyata penggunaannya tidak disarankan. Aku juga baru tau dari beberapa artikel. Ternyata baby walker bisa menghambat perkembangan otot-otot kakinya, membuat anak tidak pas dalam menginjakkan kakinya ke lantai, kurangnya kehati-hatian sehingga dia akan cenderung sembarangan menjatuhkan dirinya saat berdiri. Sebaiknya biarkan saja anak berdiri sendiri pada masanya dengan dibantu berpegangan pada tangan.

3. Berikan sesuatu untuk didorong
Sederhananya bisa memberikan kursi untuk didorong atau memberikan berbagai alat bantu jalan yang  didorong yang banyak dijual dipasaran. Anak bisa memegang dan mendorong benda agar secara otomatis dia akan melangkahkan kakinya. 

4. Bantu anak berjalan dan berikan semangat
Bantulah anak berjalan dengan memegang tangannya, mengarahkan dia untuk berdiri di pinggir sofa atau kasur. Rangsang dia agar melangkah ke arah kita dengan gerakan seperti ingin memeluknya. Atau bisa juga berdua dengan ayah untuk memancing anak berjalan bolak balik dari posisi ayah ke posisi bunda.

5. Sebisa mungkin berlatihlah dilantai yang permukaannya keras
Jika anak berjalan dipermukaan yang empuk, dia akan lebih susah untuk mengatur keseimbangan. Hindari kasur, matras atau alas empuk lainnya untuk dijadikan pijakan.

6. Lepaskan sepatu atau kaus kakinya
Agar anak tidak terganggu dengan menempelnya sesuatu dikaki, lepaslah alas kakinya. Ini juga bisa merangsang saraf sensori dikaki untuk berkenalan dengan permukaan lantai, pasir atau rumput yang diinjak. Alas kaki yang tidak pas juga akan mengganggu keseimbangan langkahnya atau bahkan terpeleset dan terjatuh. Beberapa anak memiliki sensitifitas yang tinggi dengan tekstur pijakkan tertentu.  Bantulah anak secara perlahan untuk menghilangkan rasa takutnya. Bisa dengan memberikan contoh terlebih dahulu, lalu injakkan satu kaki dan lanjut dua kaki.

7. Letakkan mainan didepannya untuk diraih
Meletakkan mainan didepannya dengan jarak tertentu akan merangsang dia untuk melangah dan meraihnya. Pilihlah mainan yang paling disukai. Tapi tetap awasi agar tidak terjatuh saat melangkah.

8. Jangan lupa, berikan pujian jika anak berhasil melangkah
Berilah pujian setiap kali si kecil berhasil untuk melangkah. Walaupun  hanya satu langkah tetaplah berikan penghargaan supaya dia merasa senang dan lebih bersemangat untuk melakukannya lagi.

Sekian beberapa tips untuk menstimulasi anak berjalan. Semoga bermanfaat.


No comments