Header Ads

Hal Berharga yang Direbut Gadget dari Kehidupanmu



Gadget oh gadget, kehadiranmu benar-benar seperti buah simalakama. Nggak digunakan nggak mungkin karena sudah menjadi suatu kebutuhan, tapi kalau digunakan malah banyak menimbulkan masalah. Eits, tapi sebenarnya kalau kita mampu mengontrol penggunaan gadget ini, dampak negatifnya dapat ditekan sehingga tidak mengganggu kehidupan kita.

Banyak hal-hal berharga yang di"rebut" oleh si gadget ini jika kita tidak berpandai-pandai dalam menggunakannya. Jangan sampai hidup kita lebih banyak dihabiskan di dunia maya dari pada di dunia nyata ya.

Keromantisan dengan Pasangan
Siapa disini yang lebih sering menatap layar handphone dari pada menatap wajah pasangannya? Duh miris banget ya kalau memang terjadi seperti ini di rumah tangga kita. Boro-boro mau bersenda gurau dan berbincang romantis ala-ala masa pendekatan dulu, kadang hanya untuk sekedar saling menyapa saja susah. Dari hari Senin sampai Jumat sudah disibukkan oleh pekerjaan masing-masing, peluang untuk ber-quality time pasti terlupakan karena sudah lelah saat tiba di rumah. Hari libur yang seharusnya menjadi kesempatan emas untuk berduaan dengan pasangan malah dihancurkan oleh kehadiran si gadget ini. Sedih ya guys.

Rasa Syukur
Siapa sih disini yang tidak pernah memposting hal indah dan menyenangkan didalam akun media sosialnya? Mungkin hampir semua pernah melakukannya. Tapi apakah ada yang rela menyebarkan kesedihan atau aib diri sendiri kepada seluruh pengguna media sosial di muka bumi ini? Pastinya tidak ada (kecuali anak-anak alay yang ingin viral). Nah hal inilah yang membuat kita sering lupa bahwa tidak semua postingan di media sosial itu berbanding lurus dengan kenyataannya. Dengan spontan kita akan menganggap kehidupan orang lain selalu indah, tanpa masalah atau tanpa beban. Selanjutnya, dengan mudahnya kita mengangap hanya kitalah manusia yang paling menderita, tidak beruntung dan tidak ada hal indah yang terjadi seperti orang-orang lain rasakan. Lama kelamaan kita semakin terpuruk dan mulai menyalahkan keadaan serta lupa untuk bersyukur. Sungguh sebuah pemikiran yang terlalu dangkal.

Bonding Time dengan Anak
Sudah sibuk bekerja seharian, pas sampai di rumah main hape pula. Anak yang ingin dipeluk, diajak bercerita, dimanja dan menghabiskan sisa waktu dihari itu dengan kehangatan orang tuanya malah diabaikan. Betapa sedih rasanya hati anak-anak kita. Jangan salahkan jika anak-anak sekarang malah lebih banyak dekat dengan pengasuhnya dari pada ibu mereka sendiri. Bisa jadi gadget-lah salah satu penyebabnya. Sisihkanlah waktu untuk mendekatkan diri dengan anak agar kasih sayang yang seharusnya mereka dapatkan tetap selalu tercurahkan dari orang tuanya. Jangam sampai anak sibuk main sendiri, orang tuanya juga sibuk main gadget sendiri dipojokan. Mana mungkin ikatan antara orang tua dan anak akan terjalin dengan baik kalau seperti ini kejadiannya?

Kebersamaan
Bukan hanya kebersamaan dengan keluarga yang akan hilang, tapi kebersamaan dengan teman, sahabat atau sanak saudara juga termasuk disini. Sudah menjadi hal biasa jika kita melihat sekumpulan orang yang mengadakan acara reuni atau hanya sekedar hang out bareng malah sibuk dengan gadget masing-masing. Ngapain ngumpul kalau kenyataannya hanya sibuk dengan dunia sendiri? Mending di kamar aja. Nah dalam kehidupan keluarga juga begitu, dulu sebelum ada yang namanya gadget pasti setiap malam seluruh anggota keluarga berkumpul di depan televisi disertai obrolan hangat. Makan malam di meja makan pun akan semakin mengikat kedekatan mereka karena memang inilah momen yang selalu dinanti. Betapa indah jika kita mengenang masa lalu yang begitu harmonis. 
Tapi coba lihat keadaanya sekarang? Kecanduan gadget telah merusak semuanya. Hal indah itu sudah menjadi momen langka. Walaupun yang terlihat memang berkumpul bersama, tapi yang terjadi bukanlah seperti itu. Semuanya sibuk dengan gadget masing--masing.

Waktu Ayah dan Ibu Bercerita
Bagi aku pribadi yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini tentunya hanya suami lah satu-satunya tempat yang paling dipercaya dan ternyaman untuk menceritakan segala hal tanpa batasan. Begitu pula dengan si Ayah, harusnya sang istrilah yang menjadi tempat yang paling tepat untuk berbagi kisah hidupnya. Nah apa jadinya kalau salah satu dari Ayah atau Ibu atau bahkan keduanya hanya sibuk dengan aktifitas gadget masing-masing? Kebutuhan untuk saling bercerita ini akan hilang sedangkan permasalah yang terjadi dalam kehidupan Ayah dan Ibu selalu datang silih berganti. Lalu tanpa disadari masalah-masalah yang seharusnya bisa diceritakan tersebut akan terpendam dan sangat memungkinkan untuk menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan berkeluarga. Atau malah memilih untuk curhat di media sosial? Aduuuh bisa gawat kalau sudah begini. Ingat, tidak semua orang akan memberikan respon positif dan mau peduli. Berharap bisa mendapatkan ketenangan dan solusi, malah menambah masalah baru.

Keberadaan Di Dunia Nyata
Kecanduan gadget akan membuat seseorang tidak tertarik lagi untuk menjalani kehidupan nyatanya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok tubuhnya saja bisa diabaikan. Sudah banyak para pecandu gadget yang rela mengorbankan waktu makannya, waktu mandi, waktu tidurnya atau waktu kerjanya. Mereka menganggap kehidupan mayanya lebih menarik. Apalagi untuk berinteraksi, berolahraga, membantu tetangga yang mengalami musibah dan kegiatan sosial lain. Semakin lama tenggelam dengan kebiasaan buruk ini akan membuat seseorang semakin tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, atau mungkin dirinya sendiri.

Waktu Belajar dan Mencoba Hal Baru
Ketidakpedulian yang menjadi dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan sudah pasti akan membuat seseorang tidak tertarik untuk belajar dan mencoba hal baru. Mereka hanya stuck disitu-situ saja. Orang lain sudah maju beberapa langkah ke depan, lah dia hanya diam saja diposisi semula tanpa ada pergerakan karena terlalu sibuk dengan gadget-nya. Contoh kecilnya saja (sangat kecil), saat kita membuka Instagram saat guru atau dosen menjelaskan pelajaran di depan kelas. 5 menit saja kita sibuk dengan media sosial itu, sudah berapa poin pelajaran baru yang terlewatkan dan bisa saja menjadi salah satu materi yang akan dimasukkan ke dalam soal ujian. Sudah terpampang nyata kan siapa yang akan rugi?

Bijaksanalah dalam menggunakan gadget yang seharusnya bisa memberikan banyak manfaat dalam hidup kita. Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, apapun itu.

Semoga bermanfaat :)

Sumber : IG @parentalk.id

No comments