Header Ads

6 Kriteria Memilih Calon Suami


Siapa yang lagi cari calon suami? Pastinya bukan aku dong, soalnya sudah punya, hehe. Menulis artikel ini mengingatkan aku kejadian 3,5 tahun silam saat memutuskan untuk menetapkan hati menikah dengan si Ayah. Memilih calon suami tidak lagi hanya berdasarkan cinta dan hanya melihat sisi ketampanan saja, tapi banyak hal yang harus dipertimbangkan agar kelak rumah tangga yang dibangun selalu bahagia meskipun banyak godaan dan ujian yang menerpa. Percayalah, berumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan. Jadi berusahalah mencari pasangan hidup yang tepat.

Suami adalah cerminan diri istri,
begitu juga sebaliknya. 
Maka berusahalah untuk
menjadi baik 
agar mendapatkan 
pasangan yang baik pula. 

Inilah beberapa kriteria memilih calon suami yang aku terapkan dulu. Alhamdulillah atas izin Allah aku diberikan seorang suami yang selalu mengingat shalat, super baik, penyabar, suka membantu dan bertanggung jawab.

Lihat Ibadahnya
Paling utama dari segala kriteria yang dimiliki oleh calon suami pilihanku adalah ibadahnya. Menurutku, baik buruknya ibadah seseorang mencerminkan sifat dan sikap orang tersebut. Flashback ke beberapa tahun silam, pertama kali aku merasakan getar-getar cinta (elah bahasanya, haha) kepada suamiku adalah ketika aku melihat beliau keluar dari mesjid setelah melaksanakan shalat dhuha. Kebetulan kami memang satu angkatan PNS di Kementerian PUPR, jadi jadwal kegiatan keseharian kita sama dan sering bertemu. Nah semenjak itulah entah kenapa Allah selalu memberi jalan agar kami semakin dekat. Berapa kali aku juga sempat meberikan tes sederhana saat jalan berdua. Dengan sengaja aku tidak mengingatkan untuk melaksanakan shalat untuk menunggu respon beliau, alhamdulillah jika tiba waktu shalat aku selalu diajak untuk melaksanakan shalat dulu sebelum melanjutkan aktifitas. 

Lihat Pekerjaannya
Istilah "cewek matre" memang diperlukan loh untuk mencari calon suami. Hidup itu keras kawan, nggak ada uang ya nggak makan, memang uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang . Jadi aku harus mencari suami yang sudah berpenghasilan tetap dari pekerjaan yang halal. Aku tidak ingin rumah tanggaku nanti bermasalah karena menikah dengan lelaki yang belum memiliki penghasilan. Berapapun gajinya, yang penting sudah ada pemasukan yang tetap per bulannya. Nah sebagai kriteria tambahan, sebisa mungkin gaji suami harus lebih besar dari pada gaji istri. Kenapa begitu? Aku sangat takut jika nanti penghasilan suami lebih rendah, rasa hormatku sebagai istri malah dipertaruhkan karena merasa memiliki kekuasaan lebih dari sisi finansial. Alhamdulillah lagi Allah mengabulkan keinginanku untuk menjadi ibu rumah tangga setelah memutuskan untuk resign sehingga kesenjangan itu tidak terjadi. Ini hanyalah kriteria aku pribadi, hanya untuk menghilangkan peluang terjadinya masalah rumah tangga karena masalah uang. Tapi sebenarnya masalah ini  harus dikembalikan lagi kepada masing-masing perempuannya, jika memang siap dan merasa sah-sah saja menikah dengan lelaki yang memiliki penghasilan lebih rendah, monggo dilanjutkan. Toh Allah juga tidak melihat seseorang dari banyaknya harta mereka kan. 

Memiliki Komitmen dalam Hidupnya
Secara pribadi aku kurang suka dengan lelaki yang tidak berpendirian dan mengikuti semua kemauan wanita dalam segala hal. Lebih baik jika laki-laki memiliki komitmen dalam hidupnya sehingga tidak gampang diatur-atur oleh istrinya kelak, kerena mereka lah yang akan memimpin keluarga, bukan istri. Tapi jangan lupa, menerima masukan dan saran dari orang lain juga penting agar komitmen yang dimiliki tidak salah jalan. Lakukanlah beberapa tes sederhana seperti berpura-pura protes akan kebiasaannya, berpura-pura tidak menyukai tingkah lakunya dan memaksa untuk berubah atau kepura-puraan lain. Jika memang dia memiliki komitmen, maka dia akan butuh alasan kuat jika benar-benar harus berubah dan akan bertahan jika merasa benar.

Enak Diajak Ngobrol
Ini juga merupakan kriteria yang penting untuk dipertimbangkan. Kata yang lebih ramah didengar adalah "nyambung kalau diajak ngomong". Tidak semua orang merasa nyaman berbicara dalam jangka waktu yang lama dengan kita, begitu juga sebaliknya. Karena ini masalah mencari pasangan hidup yang kelak akan menghabiskan waktu selamanya bersama, tentunya akan banyak obrolan yang dilakukan dalam banyak hal. Apalah jadinya jika suami istri tidak baik dalam hal berkomunikasi, padahal kunci utama keharmonisan keluarga adalah adanya komunikasi yang baik. Maka carilah pasangan yang enak diajak ngobrol sekaligus bisa menjadi pendengar agar terciptanya hubungan timbal balik yang baik.

Menyayangi dan Berlaku Santun kepada Ibu dan Saudara Perempuannya
Sebagai seorang wanita tentunya kita selalu ingin disayangi dan diperlakukan dengan penuh kelembutan dari siapapun apalagi suami. Sebenarnya hal ini bisa dinilai dari perilaku seorang laki-laki terhadap ibu dan saudara perempuannya. Jika perilakunya baik, penuh kasih sayang dan lemah lembut dalam berkata maka kemungkinan besar begitu pula perlakuannya terhadap istinya kelak. 

Baik dalam Menyelesaikan Masalah
Kehidupan berumah tangga akan selalu dihujani oleh berbagai permasalahan baik dari dalam maupun dari luar. Penting untuk mencari calon suami yang baik dalam menyelesaikan masalah agar keutuhan keluarga tetap terjaga. Banyak pasangan suami istri yang berakhir dalam perceraian karena tidak mampu menghadapi permasalahan yang datang silih berganti. Bisa saja karena tidak pandainya kedua belah pihak mengendalikan emosi, ringan tangan, tidak tenang dan tidak sabar dalam mencari solusi. Pastikanlah calon suami yang dipilih memilki kemampuan pemecahan masalah yang baik. Hal ini bisa diketahui dengan kembali melakukan tes sederhana seperti bercerita mengenai masalah yang sedang dihadapi dan meminta bantuan untuk mencarikan solusinya. Lihatlah respon yang diberikan apakah bisa kita terima atau tidak.

Baik dalam Berpenampilan
Baik dalam berpenampilan bukan berarti harus tampan. Yang pastinya enak dipandang, berpakaian rapi, bersih dan tidak berantakan. Kita sebagai wanita yang kelak akan menjadi istrinya juga tidak merasa risih atau pun malu jika jalan beriringan dengannya kemana pun dan dalam keadaan apa pun. Malah dengan kehadirannya, kita merasa lebih bahagia dan merasa terlengkapi. 

Semoga bermanfaat :)


No comments