Header Ads

Cara Mengajarkan Anak Gosok Gigi


Susah ya mengajarkan anak menggosok gigi? Memang benar-benar susah atau ekspektasi orang tuanya nih yang terlalu tinggi? Menggambarkan dalam bayangan kalau anak yang mau gosok gigi itu adalah anak yang dengan semangat menggebu-gebu menyikat giginya sendiri dengan baik dan benar tanpa ada drama. Hmmm fatamorgana. Setiap anak perlu proses belajar yang panjang agar mau menggosok giginya sendiri atau pun dibantu menggosok gigi. Kadang mau, kadang juga menolak. Bahkan kadang tanpa disuruh pun dia meminta sikat giginya dan menggosok gigi sendiri di depan cermin. Begitu lah anak-anak, semuanya masih tergantung mood. Agar menjadi sebuah kebiasaan, kita para orang tua harus telaten dan sabar mengajarkan gosok gigi pada anak. Nanti semakin bertambah usia anak, semua yang kita ajarkan akan dijalankan dengan sendirinya. 

Lakukan Sedini Mungkin
Sebenarnya semenjak dilahirkan dan mulai menyusu, orang tua disarankan untuk membersihkan mulut bayi dengan kain kassa agar tidak tumbuh jamur. Bukankah konsepnya sama saja dengan menggosok gigi? Yaitu membersihkan rongga mulut. Jika dilakukan dengan rutin setiap hari, anak akan terbiasa dengan aktifitas ini. Dia tidak akan risih jika rongga mulutnya dibersihkan. Tapi jika tiba-tiba saja tanpa ada pengenalan terlebih dahulu dan dipaksa untuk menyikat gigi, sudah pasti penolakan keras akan terjadi. Jadi lebih dini untuk memulai mengenalkan menggosok gigi, maka semakin mudah pula untuk menanamkan kebiasaan ini. 

Gunakan Sikat Gigi yang Sesuai dengan Usia Anak



Aku menggunakan beberapa jenis sikat gigi anak sesuai dengan usianya. Saat gigi pertama Byan tumbuh, aku sudah mulai menggosok giginya dengan sikat silikon yang dipakaikan ke jari. Semakin banyak gigi yang tumbuh dan semakin beragam makanan yang dikunyahnya, aku mulai mengajarkan mengosok gigi dengan sikat gigi kecil berbulu lembut dan berbahan karet agar tidak menyakiti gusinya. Kemampuan menggenggamnya juga sudah berkembang baik sehingga bisa memegang sikat gigi sendiri walaupun belum bisa melakukan dengan baik. Nah setelah usianya memasuki 2 tahun, sikat gigi yang digunakan sedikit lebih besar karena giginya juga sudah semakin banyak dan besar. Tangannya juga semakin besar sehingga kurang nyaman jika menggenggam sikat gigi yang kecil. Tapi tetap, bulu sikatnya harus lembut dan berbahan karet agar tidak melukai rongga mulut. 

Terjadwal
Lakukanlah diwaktu yang sama setiap hari agar anak mengerti bahwa ini adalah aktifitas rutin yang penting dilakukan, sama halnya seperti makan yang harus dilakukan terjadwal. Anak akan selalu ingat jika sudah terbiasa dan merasa ada hal yang kurang jika terlewati. Sesuai rekomendasi, lakukanlah dua kali sehari yaitu saat bangun tidur dan malam sebelum tidur. 

Jangan Memaksa
Apapun yang diajarkan ke anak, tidak boleh ada unsur paksaan sama sekali agar si anak tidak mengalami trauma. Begitu juga dengan menggosok gigi, selalu lah ajak anak menggosok gigi sesuai dengan jadwal, jika menolak maka tawarkan kembali sampai tiga kali dengan memberi jeda waktu beberapa menit. Tapi jika masih tetap menolak, maka anggap saja sesi menggosok gigi sudah selesai. Jika anak dipaksa, maka semakin keras tolakan yang akan diberikannya dan mengganggap aktifitas menggosok gigi ini adalah sebuah momok yang menakutkan. Jangan pernah menyerah ya ayah bunda, lambat laun anak pasti mau kok. Selain itu jangan pernah menuntut kesempurnaan cara menggosok gigi kepada anak karena dia masih dalam tahap belajar. Biarkan saja dia mencoba melakukan sesuai dengan yang dia pahami. Pokoknya tugas kita selalu ajarkan anak cara yang benar, sisanya biarkan saja anak melakukan sebisanya. 

Biarkan Anak Memilih Sikat Gigi yang Disukainya
Saat membeli sikat gigi anak, biarlah dia memilih sendiri sikat gigi kesukaannya. Dengan begini dia merasa dilibatkan dan akan berdampak pada keinginannya untuk menggosok gigi. 

Berilah Contoh
Sudah kodratnya anak akan meniru tingkah laku orang tuanya. Jadi lakukanlah aktifitas menggosok gigi di hadapan anak agar dia bisa mencontohnya. Jika tidak memungkinkan membawa anak ke kamar mandi untuk menggosok gigi bersama, lakukanlah didepan kaca kamar berdua. Kita pura-pura menggosok gigi saja tanpa menggunakan odol, dan biarkan juga anak memegang sikat giginya sendiri. Jika cara yang dilakukannya belum benar, bisa dilanjutkan setelahnya dengan membantu menyikat bagian yang belum tersentuh sikat. Sebenarnya bukan hanya dari orang tua saja anak bisa mencontoh, dari buku bacaan anak, video, film pendek, dan berbagai media lainnya. 

Berikan Pujian
Siapa sih yang tidak suka dipuji? Apalagi anak kecil yang masih belum bisa apa-apa dan mengganggap mampu menggosok gigi adalah sebuah keberhasilan yang besar. Berilah pujian setelah anak selesai melakukannya walaupun caranya belum benar dan masih perlu banyak bantuan. Dengan sering dipuji, anak semakin termotivasi untuk melakukannya lebih baik lagi, dan yang pasti akan membuat hatinya berbunga-bunga karena merasa usahanya dihargai.

Semoga bermanfaat :)


No comments