Selain Memberi Nutrisi Terbaik untuk Anak, Menyusui Juga Memiliki Banyak Manfaat Bagi Ibu yang Jarang Disadari

Foto : freepik.com

Masa menyusui selalu mengukir kenangan berharga bagi setiap ibu. Tidak selalu senang, kadang perjuangan demi mendapatkan tetesan ASI tidaklah semudah yang dibayangkan. Begadang setiap malam, lecet, payudara bengkak dan sakit, hiperlaktasi atau bahkan tidak keluar sama sekali. Namun demi sang buah hati, apapun caranya pasti dilakukan.


Ibu menyusui adalah ibu paling beruntung.


Selama ini ibu hanya fokus memikirkan ASI yang harus dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Padahal bukan hanya anak yang mendapatkan manfaat besar dalam proses menyusui ini, namun ada banyak manfaat lain untuk Ibu yang jarang disadari. Berikut beberapa manfaat tersebut. 


Baca juga : Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik Ibu Selama Menyusui, Butuh Support System!



Quality Time Bersama Anak

Bukan hanya anak yang membutuhkan kehadiran ibu, sebenarnya ibu juga butuh kehadiran anak dalam setiap harinya. Anak dapat memberikan energi positif yang menenangkan hati ibu hanya dengan mendekapnya, melihatnya tertidur atau mendengar suaranya. Tidak ada waktu yang paling dekat dan hangat antara ibu dan anak selain ketika menyusui. Ibu bisa saling bertatap, saling menyentuh dan saling memberi kehangatan bersama anak. Karena itulah menyusui dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan anak dengan terciptanya waktu bersama yang berkualitas.



Selalu Menjaga Kebersihan

Saat menyusui, ibu pasti merasa risih dan tidak tega jika harus menempel dengan anak dengan kondisi tubuh yang tidak bersih. Aku yang malas mandi saja tetap mengusahakan mandi minimal satu kali sehari, karena bisa dibayangkan betapa baunya aroma tubuh yang terhirup oleh anak. Apalagi menyusui berarti payudara ibu akan masuk ke mulut anak, bisa saja berjuta kuman dan bakteri mengganggu pencernaannya. Meskipun anak terlihat biasa saja, tapi sebagai ibu dan orang dewasa yang bisa berpikir dengan logis, pasti tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Akhirnya, dengan alasan kenyaman dan kesehatan anak inilah ibu akan selalu berusaha menjaga kebersihan tubuhnya, mulai dari kulit hingga pakaian.



Kesehatan Nomor Satu

Anak yang masih dalam masa ASI pasti bergantung penuh kepada ibunya. Apalagi jika tidak pernah menggunakan dot sama sekali, tidak akan ada yang bisa mengganti posisi ibunya jika waktu menyusui tiba. Lagi-lagi karena alasan anak, ibu pasti selalu berusaha keras untuk menjaga kesehatan dan kualitas ASI-nya agar semua runitinas tetap berjalan normal. Makanya muncul istilah Ibu dilarang sakit, karena memang begitulah kenyatannya. Jika ibu sakit, bukan hanya anak yang terkena imbasnya, tapi pekerjaan rumah tangga juga terancam berantakan. 



Segudang Manfaat untuk Tubuh Ibu

Dikutip dari klikdokter.com, menyusui dapat menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti kanker payudara, kanker ovarium (indung telur), depresi setelah melahirkan dan diabetes tipe 2 (penyakit gula darah). Menyusui akan melepaskan hormon oksitosin yang memicu kontraksi uterus sehingga ukuran rahim akan lebih cepat kembali ke ukuran awal pasca melahirkan. Sebuah penelitian melaporkan bahwa wanita yang menyusui selama 6-12 bulan memiliki persentase lemak tubuh lebih rendah dari pada yang tidak menyusui. Menyusui juga dapat menjadi alat KB alami, karena saat menyusui secara eksklusif, akan terjadi pelepasan hormon prolaktin yang sekaligus dapat menghambat terjadinya pembuahan sel telur (ovulasi). Wah, luar biasa bukan?



Rajin Mencari Ilmu Seputar Menyusui

Waktu menyusui bisa melebihi sepuluh kali dalam sehari. Ini mengkondisikan ibu untuk dapat memperhatikan tubuh anak secara dekat, baik itu yang terlihat oleh mata maupun yang teraba oleh tangan. Ibu akan segera tahu jika terjadi sesuatu yang mencurigakan pada anak, seperti berat badan berkurang, lemas, pucat, dan sebagainya. ASI yang menjadi asupan satu-satunya pada anak 0-6 bulan tentu menjadi fokus ibu agar anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup agar selalu sehat dan bertumbuh kembang dengan normal. Ibu menjadi haus akan ilmu seputar menyusui dan tumbuh kembang anak. Beruntungnya, sekarang sudah banyak yang peduli akan kebutuhan ibu yang satu ini, sehingga ibu dapat dengan mudah menemukan apa yang dicari. Misalnya melalui media sosial, bergabung dengan komunitas, buku bacaan, mengikuti seminar, dan banyak lagi. Menurutku, tidak ada salahnya jika ibu lebih banyak menggali ilmu baru. Ibu berilmu akan membawa banyak kebaikan untuk dirinya sendiri, dan bisa juga di-sharing kepada teman-teman yang membutuhkan masukan.



Hemat, Tidak Ribet dan Mengurangi Sampah

ASI itu gratis. Jika dibandingkan dengan harga susu formula yang lumayan menguras kantong, memberikan ASI pada anak tentu menghemat banyak uang. Anggap saja dalam satu bulan anak bisa menghabiskan lima kaleng susu formula yang harga per kalengnya melebihi 200 ribu rupiah. Jika ditotalkan, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai 1 juta rupiah. Lumayan banyak bukan? Selain itu, ASI juga tersedia dalam kemasan praktis yaitu dihasilkan oleh payudara ibu. Kapanpun dan dimanapun, ibu tetap dapat menyusui anak dengan mudah. Jadi ibu tidak perlu mencuci dan mensterilkan botol dot setiap hari, serta tidak perlu membawa seperangkat botol susu saat bepergian. 


ASI ternyata dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi bumi. Secara tidak langsung, ASI mengurangi tumpukan sampah yang berasal dari kemasan pembungkus susu formula seperti kaleng atau plastik. Ditambah lagi penggunaan botol susu dan dot yang terbuat dari bahan yang susah terurai tanah. Maka pilihan ibu untuk tetap berjuang mengASIhi akan memberikan kontribusi positif dalam pemeliharaan lingkungan.


Baca juga: Cara dan Tips Mengobati Puting Lecet Pada Ibu Menyusui


Sudah jelas sekali betapa besarnya manfaat menyusui bagi ibu. Meski manfaat ini jarang sekali disadari ibu karena hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, namun nyatanya menyusui dapat menghindari ibu dari berbagai macam penyakit, berupaya untuk selalu hidup bersih dan sehat, serta berperan dalam menjaga kelestarian bumi. 


Semangat mengASIhi untuk seluruh ibu menyusui!


Semoga bermanfaat. 



No comments:

Post a Comment

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)