PON XX: Ekspos Potensi Papua, Mentari Harapan Baru dari Timur

PON Papua

 

Kenapa sih Pekan Olahraga Nasional (PON) XX diadakan di Papua? 


Jika masih bertanya-tanya kenapa Papua dinilai layak menjadi lokasi pelaksanaan PON, berarti kamu belum tahu banyak nih tentang Papua.

PAPUA ITU KECE! 


Pernah enggak, ketika merencanakan liburan dan kondisinya kamu belum pernah ke Bali atau Labuan Bajo, dengan yakin dan mantap memilih wilayah Papua sebagai destinasi menarik? Meski ada, mungkin minoritas. Pilihan cenderung jatuh ke tempat yang sudah terkenal walau akan berebut tempat dengan jutaan wisatawan. Andai saja Papua dengan segala potensinya juga diekspos besar-besaran seperti destinasi wisata familiar lain, dijamin kamu juga memasukkan Papua ke dalam list tempat wajib yang mesti dikunjungi. Yakin, deh!


Tak kenal maka tak sayang. Inilah tujuan pemerintah, mengangkat Papua agar lebih dikenal lagi secara luas dan jelas melalui pelaksanaan PON XX. Keterbatasan informasi masyarakat tentang potensi Papua menjadi kendala kenapa wisatawan masih belum terlalu antusias mengunjungi Papua. Padahal di provinsi lain yang lebih dahulu dilirik, sungai kecil saja bisa diberitakan di televisi swasta sebagai salah satu tempat wisata yang layak dikunjungi di akhir pekan. Sedangkan di Papua, sungai-sungai jernihnya yang tak menghalangi pandangan menyentuh dasar menjadi hal biasa. Itu hanya satu contoh, masih ada sejuta potensi tanah Papua yang akan membuat mata terpana.  





Pengalaman Ke Papua Barat, Bantah Paradigma Sebelumnya

Potensi Papua
Bandar Udara Rendani, Manokwari - Papua Barat | Foto: Dokumentaai pribadi, 2014

"Besok kamu dinas ke Papua Barat, ya!" perintah atasan yang aku terima ketika masih berstatus CPNS di salah satu instansi pemerintahan pusat.

"Papua? Jauh banget," batinku.

"Kenapa? Kamu mau 'kan?"

"Mau, Pak!"

"Jangan lupa minum obat malaria, buat jaga-jaga," sela rekan kerja yang sama-sama akan berangkat.

"Malaria? Memangnya penting minum obat begituan?"

"Ya, iyalah!" jawabnya tegas.


Setelah percakapan obat malaria, aku langsung membayangkan Papua bak hutan rimba dengan beberapa rumah warga yang berjauhan. Kehidupan yang masih tradisional dan jauh sekali dengan apa yang dikatakan maju. Rasanya aku juga tidak akan mengunjungi Papua kalau bukan karena disuruh atasan. Lagi pula, di Papua ada apa? 


Ya, itulah yang aku pikirkan tentang Papua sebelum menginjakkan kaki di sana. Sama seperti mereka yang belum tahu, tidak bisa disangkal bahwa bayangan daerah pelosok yang ditutupi hutan lebat masih melekat dengan kawasan timur Indonesia, terutama Papua sebagai pulau terujung negeri ini. Pasti beda ceritanya ketika aku disuruh dinas ke Bali, tentu yang terbayang langsung luasnya pantai berpasir putih dengan temaram cahaya matahari tenggelam. 


Jujur, aku sampai membawa banyak obat penangkal nyamuk di koper. Beberapa stok obat-obatan lain juga tidak ketinggalan karena takut susah mencari barang-barang darurat nantinya. Karena saran meminum obat malaria, aku menjadi membawa banyak persiapan. Kebetulan, akan ada dua kali transit pesawat sebelum sampai di bandara terakhir. Pikiranku dipenuhi dengan lokasi Papua yang sangat jauh. Bagaimanan tidak, bila dibandingkan, ke negara-negara ASEAN saja tidak pakai transit. Maklum, ini adalah pertama kalinya aku terbang ke pulau yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan akan aku tuju. Jadi berbagai dugaan tak berdasar tanpa henti terlintas.


Semua berubah setelah aku keluar dari bandara Rendani-Manokwari. Aku malu, merasa norak dan kampungan. Apa yang aku bayangkan berkebalikan 180 derajat dari kenyataan. Papua Barat yang notabenenya merupakan provinsi baru, ternyata sangat ramai dengan warga lokal yang berlalu lalang. Aku bukan berada di tengah negeri pelosok berhutan lebat. Ini kota! 


Berkendara semakin jauh ke pusat kota, aku kembali dibuat sangat malu dengan pemikiran sendiri. Manokwari sama dengan kota lainnya, bahkan tidak jauh beda dengan kota Padang dimana aku dibesarkan sebelum merantau. Ada supermarket, berbagai pertokoan, pasar, tempat ibadah, hingga makanan cepat saji ternama yang aku sukai. Kebetulan jadwal dinas kali ini bersamaan dengan peresmian kantor Bank Indonesia, jadi aku dan rekan kerja terpaksa berkeliling mencari hotel untuk menginap. Kembali lagi paradigmaku terbantah, di Papua juga banyak hotel yang nyaman untuk wisatawan. Duh, selama ini aku salah! Menganggap Papua hanya dari pikiran semata tanpa mau mencari tahu keadaan sebenarnya. 


Belum cukup sampai di situ, karena urusan kerja, aku juga melihat langsung wilayah perkantoran yang sengaja dibangun di kawasan perbukitan. Bekerja sambil menikmati indahnya alam pasti sangat menyenangkan. Menurutku, ini penataan kota yang sangat menyamankan pegawai. Bayangkan, aku sampai berswafoto sangat lama di sini. Perkantoran yang biasanya hanya berisi gedung, di Papua Barat, malah dihiasi pemandangan menakjubkan dengan udaranya yang segar. Menarik nafas dalam-dalam berulang kali sunguh membuat perasaan tenang. 


Potensi Papua
Pemandangan dari area perkantoran Papua Barat | Foto: Dokumentasi pribadi, 2014


Perumahan cluster yang menjadi idola di kota besar juga ada, lo. Aku sempat diajak menginap di salah satu rumah sesama Aparatur Sipil Negara (ASN). Sama persis keadaan lingkunganya dengan cluster di Jakarta. Bahkan fasilitas rumahnya tidak kalah kekinian, kitchen set yang terpasang ciamik, hingga water heater yang membuatku bisa mandi air hangat tanpa perlu masak air panas dengan kompor. Lebih modern dari indekos yang aku tempati kala itu. Kembali bantahan itu membuat hatiku semakin mengerut. Mana rumah tradisional dengan jarak puluhan meter itu? Tidak terlihat satu pun. Kota ini padat penduduk dengan jalanan yang ramai dilalui kendaraan.


Ini adalah gambaran Papua Barat pada akhir tahun 2014, sudah lama sekali berlalu. Bayangkan betapa banyak perubahan yang terjadi setelah nyaris 7 tahun. Meski bukan tepat di provinsi Papua, namun mengunjungi Papua Barat sudah cukup membuka mataku bahwa tanah Papua sangat mengagumkan, bukan pelosok seperti rumor yang selama ini tertanam.


Jadi bagi kamu yang maaih menganggap Papua adalah daerah tertinggal yang luput dari pembanguan, itu salah besar! Apalagi Papua telah ditetapkan sebagai tuan rumah PON XX, tentu pembangunan yang difokuskan ke sana tidak main-main.




Langit yang Tak Pernah Dilupa

Potensi Papua Barat
Papua Barat dilihat dari jendela pesawat menjelang mendarat | Foto: Dokumentasi pribadi, 2014


Beberapa waktu belakangan ini, pemerintah melalui Pertamina sedang menggalakkan Program Langit Biru sebagai salah satu upaya untuk mengurangi polusi yang semakin mengkhawatirkan. Tap ini tidak berlaku di Papua. Langitnya sudah sangat biru, bersih dan jernih. Karena kepadatan penduduk dan aktivitas warga lokal yang masih memperhatikan keasrian lingkungan, membuktikan bahwa Papua memiliki udara yang tidak terkontaminasi berlebihan oleh zat-zat pemicu penyakit pernafasan. 


Tidak menyangka Indonesia memiliki langit yang sangat biru, dan itu ada di Papua.


Aku tidak perlu menggunakan filter atau kamera berpixel tinggi untuk mendapatkan hasil jepretan memesona. Pada tahun 2014, aku hanya menggunakan handphone dengan kamera standar yang kejernihan dan ketajamannya tidak secanggih sekarang, namun hasil foto dari segala sudut tetap memperlihatkan birunya langit Papua. Kenyataannya memang begitu, tidak banyak pengaruhnya walau memakai kamera biasa, kamera bagus atau kamera super dengan harga puluhan juta. Hingga sekarang, langit Papua masih terbayang dalam ingatan sebagai hal langka yang tidak bisa dinikmati sesuka hati sekembalinya dari sana.


Memangnya apa spesialnya langit biru? Coba, deh, kunjungi daerah timur Indonesia, khusuanya Papua. Saat mata kita melihat langit yang begitu biru, sugesti positif yang dialirkan sangat menyegarkan. Sama seperti menyaksikan lautan lepas, melihat langit biru juga akan membuat hati lega, lepas dan tenang. Mungkin ini juga disebabkan oleh kualitas udara yang bagus, sehingga tubuh merespon dengan baik setiap kali udara itu masuk ke paru-paru. Ah, membayangkannya saja jadi ingin segera kembali ke sana. 




Wisata Kuliner yang Memanjakan Lidah

Potensi Tanah Papua
Menyantap papeda dengan ikan kuah kuning | Foto: Dokumentasi pribadi, 2014

Urusan makanan, Papua punya banyak menu juara. Beruntung sebagai orang Jakarta yang jarang-jarang menginjak Papua, aku diajak makan bersama di sebuah restoran pinggir laut dengan desain interior yang cukup hangat untuk dikunjungi di malam hari. Angin sepoi dari laut dengan tempat makan yang sengaja dibiarkan terbuka, membuat pengunjung betah berlama-lama. Itulah gambaran yang bisa aku jelaskan betapa menariknya acara kami malam itu, paling tidak bagi aku pribadi.


Menu spesial yang kami santap adalah papeda dan ikan kuah kuning. Menikmati papeda dengan cara mengambilnya yang butuh latihan beberapa kali adalah momen tak terlupakan bagiku. Kapan lagi aku menikmati papeda kalau tidak diajak makan ke sini? Gelak tawa bercampur kesal semakin membuat meriah karena ternyata menggulung papeda dengan sendok dan garpu tidak semudah yang dikira. Klimaksnya adalah ketika lidah merasakan sendokan papeda bersama siraman ikan kuah kuning yang gurih dan segar, menjadi pengalaman kuliner spektakuler bagiku. Tekstur papeda yang lembut, kenyal seperti jelly membuat lupa diri, tidak terasa sepanci papeda nyaris ludes masuk ke perut saking enaknya. 


Sebenarnya masih banyak kuliner khas Papua menarik yang patut dicoba. Andai aku memiliki lebih banyak waktu berkeliling di sana, mungkin akan aku cicip makanan tersebut satu per satu. Enggak akan menyesal, deh, datang ke Papua!


Kuliner Papua
Sumber: food.detik.com


Oiya, masih mengenai kuliner, bagi yang pernah ke Papua, roti gulung abon fenomenal yang hanya diproduksi di Papua adalah oleh-oleh wajib yang harus dibeli. Bila dulu hanya berkutat di papeda saja, sekarang oleh-oleh lain yang tak kalah memikat sudah tersedia. Enggak ada lo yang jual di tempat lain. Meski namanya hanya roti abon dan tentunya sudah familiar dijual di berbagai kota, namun rasa roti abon Papua dijamin beda! Abonnya sudah pasti enggak abal-abal dan berlimpah banget. Rotinya lembut dan padat. Pokoknya nikmat dan mengenyangkan. Kalau nanti ke Papua, jangan lupa beli roti gulung abon, ya.




Wisata Eksotis Tersebar Di Papua, Surga Tersembunyi Tidak Hanya Sekadar Kiasan

Potensi Alam Papua
Pantai indah di pinggir jalan | Foto: Dokumentasi pribadi, 2014


Selama merantau ke ibukota negara, pantai adalah pemandangan mahal yang jarang sekali aku nikmati. Tapi di Papua, hamparan pantai berpasir putih hadir di sepanjang sisi jalan yang aku lewati. Keterbatasan waktu dan biaya waktu itu, membuatku tidak mungkin mengunjungi Raja Ampat sebagai landmark-nya Papua. Sempat sedikit kecewa di awal, namun semuanya terbayar ketika melihat pemandangan pantai indah yang bisa sepuasnya aku nikmati tanpa perlu menempuh perjalanan jauh. Wisata Papua bukan hanya Raja Ampat, tapi banyak!


Kamu pernah berada di private island dan bersantai seorang diri tanpa ada wisatawan lain? Nah, di Papua Barat, tepatnya di Manokwari, aku bisa memilih spot mana yang dirasa paling menarik untuk berhenti. Tidak ada sampah plastik atau renovasi yang terkadang malah mengurangi kealamian kawasan pantai. Semuanya sangat natural dan kesan eksotis sangat kental terasa. Pasir putih itu hanya dipenuhi oleh kerang-kerang laut, rumput laut yang terbawa ombak atau kelapa-kelapa tua dan daunnya yang jatuh karena menua. Kejernihan airnya jangan ditanya, aku bisa melihat butiran pasir dengan jelas ketika buih ombak perlahan menghilang. 


Ajaibnya, tidak ada warga lokal yang terlihat berwisata di sana. Hanya ada beberapa penjaja makanan di pintu masuk pantai. Mungkin karena di Papua banyak sekali pantai serupa ini sehingga dianggap biasa. Aku iri, di saat aku mendambakan pantai bagus, ternyata malah dianggap biasa oleh warga Papua. Saking bagusnya Papua, pantai indah berpasir putih dambaan banyak orang, malah kosong dan hanya dikenal oleh warga lokal. Aku membayangkan ada resort atau hotel yang dibangun di sisi lain jalan, raminya warga yang menjual cendera mata dan makanan khas Papua, serta para guide lokal yang mengantarkan wisatawan ke tempat-tempat istimewa lain, mungkin Papua tidak kalah mengagumkannya dari Bali atau Labuan Bajo yang sudah lebih dulu dikenal luas. 


"Andai saja pemerintah memaksimalkan pembangunan Papua dan gencar mempromisikannya, pasti Papua akan menjadi pulau yang membanggakan." Itulah yang aku pikirkan saat itu. Dan ternyata peluang terwujudanya harapan tersebut semakin besar setelah pemerintah menyatakan Papua sebagai tuan rumah PON XX.


Sejak melihat dengan mata kepala sendiri keindahan Papua, dan sulit sekali untuk move on, aku mulai mencari-cari informasi wisata di sana. Mungkin kalau belum pernah ke Papua, aku tidak akan tertarik melakukannya. Dan ternyata banyak sekali wisata eksotis lain yang sayang sekali tidak aku nikmati sebagai warga Indonesia. Ini ada di Indonesia, lo! Bukan hanya Raja Ampat, tapi wisata-wisata alam lain juga memiliki pesona yang tidak main-main. Pantai berpasir putih yang pernah aku puji-puji saja sudah mengagumkan, apalagi tempat yang diandalkan Papua? Wah, jadi bikin semangat nabung untuk travelling ke Papua.


Surga Tersembunyi memang layak disematkan pada Bumi Cenderawasih. Papua cantik sekali. Alamnya tidak ada tandingan. Mungkin setiap sudut wilayahnya sangat cocok dijadikan objek wisata potensial. Siapa yang tidak suka dengan suasana alam yang terjaga kelestariannya. Bahkan orang rela membayar puluhan juta demi mendapatkan ketenangan dari tempat-tempat bernuansa alami yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Nah, Papua bisa memberikan itu, bahkan lebih dari apa yang dibayangkan! 




Pemerintah Putuskan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX

PON Papua
Ketua KONI menjabat, Tono Suratman, menyerahkan bendera PON kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, 2016 | Foto: ANTARA FOTO

Ketika kabar bahwa pemerintah menentapkan Papua sebagai tuan rumah pelaksanan PON XX, aku merasa sangat antusias karena akhirnya Papua dengan segala potensinya yang luar biasa akan banyak diliput dan semakin disorot. Aku sebagai masyarakat awam saja begitu mengagumi Papua, sudah pasti pemerintah lebih mengetahui potensi yang dimiliki Papua. Sudah waktunya pulau tertimur Indonesia ini menunjukkan nirwananya. 

Penetapan Papua sebagai tuan rumah PON XX melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 0110 Tahun 2014 bukannya tanpa alasan. Dilansir dari tribunnews.com, Papua memenangkan pemungutan suara dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang dinilai dari segi kesiapan. Hal ini juga dibuktikan setelah diterimanya laporan dari  tim verifikasi yang menyatakan bahwa Papua memang yang paling siap dari kandidat provinsi lainnya. Kemudian hasil RAT diserahkan kepada pemerintah dan disetujui. 


Ini adalah pertama kalinya Indonesia wilayah timur menjadi tuan rumah PON. Sangat diharapkan sekali dengan ditunjuknya Papua sebagai tuan rumah, pemerataan pembanguan dari berbagai sektor semakin merata. Sehingga banyak daerah potensial yang selama ini tersembunyi, semakin terbenahi dan dikenal agar dapat memajukan dan menguntungkan warga lokal serta negara. 


__________


PON XX memiliki makna besar, yaitu sebagai momentum kebangkitan bangsa Indonesia dari pandemi Covid-19, mempersatukan Indonesia melalui olahraga serta menunjukkan bahwa Papua bisa menjadi tuan rumah yang baik dibalik isu yang sering muncul bahwa Papua tidak aman dan perlu mendapat perhatian internasional. 

- Ketua Umum KONI, Marciano Norman -


Ini wujud persatuan Indonesia. Wajib hukumnya menyelenggarakan PON di mutiara paling timur.

- Menpora yang menjabat tahun 2014, Roy Suryo -


Ini kebersamaan Papua dalam Indonesia.

- Gubernur Papua, Lukas Enembe -


__________


Melalui Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berbagai pembangunan konstruksi dijalankan dengan target waktu pelaksanaan PON XX. Penyelenggaraan acara ini bukan hanya sebatas sebagai ajang olahraga nasional, namun sekaligus mengusung wilayah Papua agar lebih dikenal. Banyak harapan yang tertanam di Papua, mulai dari potensi alamnya, kulinernya, kerajinan tangannya dan banyak potensi lain yang mungkin belum diketahui banyak orang. Pemerintah tidak akan mengeluarkan pembiayaan fantastis bila tidak melihat potensi besar yang dimiliki tanah Papua. Pasti luar bìasa!




PON XX: Angkat Potensi Papua Melalui Ajang Olahraga Terbesar Di Indonesia

Melalui PON XX, ekspos potensi Papua | Foto: kabarpapua.co (kiri), tempo.co (kanan) 

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar Papua? Raja Ampat! Ya, dulu hanya sebatas itu. Namun sekarang tentu bukan hanya Raja Ampat lagi yang satu-satunya menjadi ikon Papua terkenal, tetapi sudah bertambah dengan PON XX, Stadion Papua Bangkit yang sudah berganti nama dengan Stadion Lukas Enembe, serta maskot Kangpho dan Drawa dengan kalimat seruan Torang Bisa! 


Kesuksesan pengenalan Papua melalui PON ini sudah terasa meski acaranya baru akan diselenggarakan tanggal 2-15 Oktober nanti. Bukan hanya itu, beberapa wilayah dan potensi Papua sudah mulai diliput dan diberitakan karena menjadi salah satu aspek yang banyak dibenahi dalam persiapan maksimal menyambut kedatangan atlet an ofisial utusan seluruh provinsi Indonesia dari puluhan cabang olahraga. 


Masyarakat Indonesia mulai melek dengan potensi Papua yang penuh daya tarik. 


Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, banyak harapan baru yang akan diberikan Papua. Keberhasilan penyelenggaraan PON XX menentukan banyak hal, yaitu mengubah paradigma masyarakat selama ini yang menganggap bahwa Papua tertinggal dan rawan konflik, serta memaksimalkan pembangunan di wilayah timur dengan kekayaan alam yang layak untuk diperkenalkan. Bila infrastrukturnya telah selesai dan memadai, kawasannya telah dibenahi, promosinya sudah tersebar ke pelosok negeri, bukannya tidak mungkin potensi dengan segala surga tersembunyi yang ada di Papua akan membawa banyak perubahan. 


Apa saja sih infrastuktur yang telah dibangun untuk mempersiapkan Papua sebagai tuan rumah PON XX? Paling utama tentunya infrastruktur siap pakai pendukung penyelenggaraan PON Papua. Kementerian PUPR membangun 8 venue olahraga yang sebagian besarnya sudah diserahterimakan ke Pemerintah Provinsi Papua.


1 Arena Aquatic yang dilengkapi dengan fasilitas pool sesuai standar Federation Internationale de Natation (FINA).

2 Istora Papua Bangkit yang di dalamnya juga terdapat Stadion Utama Lukas Enembe, dilengkapi dengan fasilitas standar internasional dan sarana pendukung untuk latihan atau pemanasan dan area parkir.

3 Arena Cricket (indoor dan outdoor).

4 Arena Hockey outdoor yang telah menerima sertifikaai dari Federasi Hoki Internasional (FHI).

5 Arena Sepatu Roda.

6 Arena Olahraga Dayung dengan panjang lintasan 2.200 m dan lebar 81 meter.

7 Arena Panahan.

8 Enam rumah susun, wisma atlet dan peningkatan jalan di Tanah Miring sepanjang 7,3 km.


PON XX Papua
Sumber: indonesiabaik.id

__________ 

PON Papua merupakan perpaduan antara keindahan alam dan budaya yang menyatu dalam sportivitas olahraga yang membawa spirit kebangsaan.

- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo -


Potensi Papua ini sangat besar! Besar harapan kami agar potensi pariwisata yang ada di Bumi Cenderawasih ini dapat dikelola dengan baik dan memberi manfaat yang besar dan seluas-luasnya bagi kesejahteraan masyarakat Papua.

- Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua, Yoseph Suryajaya Matutina -


__________


Pembangunan infrastuktur inti PON pasti turut memberi dampak kepada lingkungan di sekitarnya. Salah satu yang menjadi pusat perhatian tentu objek wisata. Keindahan alam dan budaya Papua akan menjadi primadona dalam perhelatan ini. Maka dari itu Dinas Pariwisata Provinsi Papua mendorong pengembangan wisata di daerah pelaksana PON, beserta Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kepariwisataan. 


Panitia Besar PON telah merilis 6 seri promo sosialisasi PON yang memadukan atlet dari berbagai cabang olahraga dengan keindahan alam Papua. Pertama, Lembah Baliem yang terletak di pegunungan Jayawijaya disandingkan dengan sepak bola, memperlihatkan suasana alam yang memesona sekaligus atraksi budaya. Kedua, Jembatan Youtefa yang merupakan jembatan tipe pelengkung baja pertama di Papua, disandingkan dengan Aerosport Gantole. Ketiga, kemegahan Stadion Lukas Enembe di Kabupaten Jayapura yang merupakan venue utama PON XX. Keempat, Puncak Carstenz di Provinsi Papua yang masuk tujuh gunung tertinggi di lima benua incaran para pendaki. Kelima, Teluk Cenderawasih yang merupakan surga bawah laut dengan 196 jenis moluska dan 209 jenis ikan. Keenam, Danau Sentani dengan hamparan Bukit Teletubies yang hijau.


PON Papua
Keindahan Alam Papua


Bukan hanya persiapan fisik, keamanan dan kesiapan warga lokal Papua juga menjadi hal penting yang sudah diperhatikan oleh pemerintah daerah. Jumlah warga lokal jauh lebih banyak dari atlet dan pendamping yang akan datang, maka akan menjadi penentu keberhasilan PON XX ini. Masyarakat setempat dikoordinir dan difasilitasi untuk berjualan souvenir, cenderamata, kerajinan, kuliner atau apa pun agar produknya dapat diminati serta menyimbolkan PON Papua. Berhubung dalam masa pandemi, pemberian vaksin telah dilaksanakan dan dilanjutkan dengan lockdown satu bulan penuh yang direncanakan mulai Agustus nanti. Warga Papua dijamin siap untuk bersama-sama mengamankan dan menyukseskan PON XX demi membawa perubahan positif dalam mengekspos potensi Papua.


Oleh-oleh Papua
Contoh cendera mata dan batik khas Papua | Foto: Dokumentasi pribadi, 2014


Belakangan ini, Kementerian PUPR gecar mewujudkan pembangunan infrastuktur andal di Papua dan Papua Barat sebagai langkah pemerataan pembangunan. Diantaranya yang telah terbangun adalah Jalan Trans Papua sepanjang 3.534 km, Jalan Perbatasan Papua sepanjang 1.098 km dan Jembatan Youtefa yang menjadi kebanggan. Dibangun pula rumah khusus, air bersih, jalan lingkungan dan jembatan gantung. Ini pastinya memoles Papua menjadi lebih tertata dan mulai terhubungnya wilayah terisolasi. Secara tidak langsung, tentu semakin membuka sisi potensial Papua yang selama ini tidak terlihat. 


Masih belum cukup sampai di situ, logo, tagline dan maskot PON XX pastinya juga mengusung potensi Papua. Ketiga hal ini tentu sudah mulai banyak terlihat bukan? Tidak sembarangan, logo didesain sedemikian rupa agar Papua yang menjadi tuan rumah tetap menonjol. Begitu pula dengan tagline Torang Bisa! yang menggunakan bahasa Papua. Tidak ketinggalan, maskot lucu bernama Kangpho dan Drawa merupakan dua hewan endemik Papua, yaitu kangguru pohon mantel emas dan cenderawasih. 


Logo dan Maskot PON Papua
Sumber: kominfo.go.id


Begitu banyak potensi Papua yang berhasil diekspos melalui penyelenggaraan PON XX. Pesona alam, budaya dan warga lokal merupakan potensi penuh harapan milik Papua yang sangat berharga. Surga Papua yang selama ini belum terpampang akan menjadi poin utama yang dipromisikan. Sudah jelas, melalui PON Papua, Sang Mentari Harapan baru dari timur, Bumi Cenderawasih, akan menjadi kebanggaan negeri. Papua menjadi lambang pemerataan pembangunan dan kemajuan Indonesia wilayah timur, sehingga keindahan itu akan semakin dikenal luas untuk memberi manfaat sebesar-besarnya. 




Kesimpulan

Penyelenggaraan acara olahraga tingkat nasional yang diadakan empat tahun sekali, PON ke-20 sudah resmi bertuan rumah Tanah Papua. Terpilihnya Papua telah dilihat dari segi kesiapan provinsinya. Meski sempat tertunda, pelaksanaan PON XX tinggal menghitung hari, yaitu pada tangga 2-15 Oktober 2021. Berbagai persiapannya sudah dilakukan, mulai dari pembangunan 8 venue infrastuktur PON, pembenahan objek wisata dan budaya, serta koordinasi dengan warga Papua agar acara dapat berjalan dengan lancar dan aman. 


PON Papua pastinya tidak hanya sekadar ajang adu kebolehan para atlet se-Indonesia, namun juga sebagai salah satu momen mengekspos Bumi Cenderawasih yang sangat potensial. Alamnya yang eksotis, budayanya yang menarik, kulinernya yang nikmat, serta kerajinan khas yang hanya ada di Papua adalah harapan baru yang sangat layak dipromosikan dengan maksimal. Meski aku baru berkesempatan mengunjungi Papua Barat, namun itu sudah cukup membuktikan bahwa Bumi Papua adalah salah satu kekayaan Indonesia paling timur yang selama ini belum dikenal sempurna, bahkan oleh warga negeri sendiri. Maka dari itu, dengan PON XX, bukannya tidak mungkin Mentari dari Timur akan semakin bersinar membawa harapan baru bagi bangsa dan Papua itu sendiri. 


Inilah saat yang tepat untuk kita semakin mengenal Papua.

Mari sama-sama sukseskan PON XX dan ekspos potensi Papua agar tidak lagi menjadi surga tersembunyi.


__________


Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blogger dengan tema Mentari Harapan Baru Dari Timur.


Referensi:

Enak dan Unik! Ini 13 Makanan Khas Papua yang Harus Kamu Tahu. Tautan: https://food.detik.com/info-kuliner/d-4917420/enak-dan-unik-ini-13-makanan-khas-papua-yang-harus-kamu-tahu

Mengenal Kangpho & Drawa, Maskot PON Papua. Tautan: https://kominfo.go.id/content/detail/25501/mengenal-kangpho-drawa-maskot-pon-papua/0/pon_2021_papua

Sejuta Makna Dibalik Logo PON XX Papua. Tautan: https://kominfo.go.id/content/detail/25500/sejuta-makna-dibalik-logo-pon-xx-papua/0/pon_2021_papua

Alasan di Balik Penetapan Papua Sebagai Tuan Rumah PON 2020. Tautan: https://m.tribunnews.com/amp/sport/2014/04/06/alasan-di-balik-penetapan-papua-sebagai-tuan-rumah-pon-2020?page=2

Ketum KONI Pusat: PON Papua XX Bermakna Besar untuk Indonesia. Tautan: https://www.sportstars.id/read/ketum-koni-pusat-pon-papua-xx-bermakna-besar-untuk-indonesia-96E5Ge

Wujud Persatuan Indonesia, PON 2020 Digelar di Papua. Tautan: https://m.tribunnews.com/sport/2014/04/17/wujud-persatuan-indonesia-pon-2020-digelar-di-papua

Kementerian PUPR Selesaikan 8 Venue PON XX Papua. Tautan: https://fajar.co.id/2021/07/25/kementerian-pupr-selesaikan-8-venue-pon-xx-papua/?page=all

Cabang Olahraga PON Papua XX di 4 Venue Besar!. Tautan: http://indonesiabaik.id/infografis/cabang-olahraga-pon-papua-xx-di-4-venue-besar

Perpaduan Olahraga dan Keindahan Alam di PON Papua 2021. Tautan: https://www.viva.co.id/sport/gelanggang/1387472-perpaduan-olahraga-dan-keindahan-alam-di-pon-papua-2021

Dispar Dorong Pengembangan Wisata Di Daerah Pelaksana PON. Tautan: https://www.papua.go.id/view-detail-berita-4288/dispar-dorong-pengembangan-wisata-di-daerah-pelaksana-pon.html

Infrastruktur Papua dan Papua Barat Terus Dibangun Kementerian PUPR, Dari Jalan Hingga Pemukiman. Tautan: https://www.pu.go.id/berita/infrastruktur-papua-dan-papua-barat-terus-dibangun-kementerian-pupr-dari-jalan-hingga-pemukiman



No comments:

Post a Comment

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)