Sukses Jual Ratusan Action Figure dengan Sistem Lelang di Sosial Media Facebook

Hits dan ricsh dengan sosial media

"Medsos buat pamer-pamer doang!"


Itulah yang saya pikirkan beberapa tahun lalu ketika baru memiliki akun sosial media. Kenyataannya memang itulah yang terlihat. Liburan teman-teman, kesenangan mereka hingga umbar-umbar keluh kesah kehidupan ala anak remaja. Saya pun tidak mau ketinggalan, seolah menjadikannya ajang perlombaan, berbagai hal membanggakan juga konsisten dibagikan. Berharap ada yang memperhatikan dan menunggu respon dari teman online melalui like atau komentar. 


Namun perkembangan sosial media sudah sangat pesat. Siapa lagi yang tidak menggunakannya? Bila dulu hanya digemari kaum milenial, kini segala generasi seakan tak mau kalah untuk eksis di berbagai platform. Sejalan dengan perkembangan fitur-fitur yang semakin disesuaikan dengan kebutuhan masa kini, potensi yang dimiliki sosial media sudah tidak hanya sebatas unggahan kehidupan pribadi saja. Berbagai informasi, aktifitas jual beli, komunitas, bahkan hampir semua perusahaan dan instansi pemerintah mengandalkan sosial media sebagai cara menyebarkan berita dengan cepat.


Tidak cukup sampai di situ, sosial media juga membuka jenis pekerjaan baru yang dulunya belum pernah ada. Misalnya Selebgram, Youtuber atau content writer. Terdegar tidak asing, bukan? Pasti banyak di antara kita yang sudah mengikuti beberapa akun atau channel mereka karena dinilai menarik, bermanfaat, lucu atau informatif. Penghasilannya tidak main-main, bisa milyaran rupiah per bulan. Hadir pula toko-toko online yang mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah untuk satu kali pembukan sistem Pre-Order (PO).  Makanya sosial media diyakini sangat menjanjikan untuk dijadikan pegangan hidup dan sumber pendapatan.


Bijak menggunakan media sosial memberi banyak manfaat, termasuk popularitas dan kekayaan.


Tidak mau ketinggalan, saya dan suami menyadari bahwa kekuatan sosial media ini harus dijadikan jurus jitu untuk melariskan toko online kami. Sudah hampir 5 tahun action figure jenis WCF menjadi produk yang diperjualbelikan di toko Moa Toys. Berawal dari hobi suami mengoleksi action figure tokoh-tokoh One Piece (salah satu anime Jepang), akhirnya toko ini bisa berdiri dengan penghasilan lumayan. Salah satunya setelah kami memanfaatkan salah satu platform sosial media, yaitu dengan sistem lelang di Facebook. 




Kenapa Facebook?

facebook sebagai sosial media untuk lelang action figure
Menetapkan platform sosial media untuk lelang butuh analisis dan uji coba | Foto: pixabay.com

Dari sekian banyak sosial media yang ada, memutuskan untuk memilih Facebook bukanlah perkara mudah. Kami membutuhkan waktu hampir 2 tahun untuk memastikan bahwa Facebook bisa diandalkan. Bergabung dengan berbagai komunitas action figure, beberapa kali tes pasar hingga menyesuaikan dengan ketertarikan konsumen. 


Sepengamatan kami waktu itu, hanya ada dua platform sosial media yang sangat memungkinkan untuk berjualan secara daring, yaitu Facebook dan Instagram. Pernah mencoba beberapa kali lelang di Instagram, namun respon dari follower jauh di bawah ekspektasi. Bahkan hampir di setiap lelang, tidak ada peminat. Sudah sempat pula membeli ribuan follower fiktif agar dapat mendongkrak kepercayaan konsumen, namun hasinya tetap saja nihil.


Sebaliknya, bila kami membuka lelang di Facebook, walau di awal hanya mampu menjual sedikit barang, tetapi grafiknya terus meningkat dan jumlah teman pun semakin banyak. Karena inilah kami sepakat untuk fokus di Facebook saja. Mungkin karena mayoritas anggota komunitas action figure yang kami ikuti menggunakan sosial media ini.


Sebenarnya masing-masing online shop memiliki pasarnya masing-masing. Ada yang lebih laku bila berjualan di Instagram, ada yang menguntungkan bila memajang foto atau live di Facebook, serta ada pula yang kaya raya berkat berdagang melalui Tiktok sebagai platform baru yang tak kalah digemari. Apa pun pilihannya, tetap harus dilakukan riset dan tes pasar terlebih dahulu agar tahu mana yang terbaik. Bisa saja menemukan pasar di salah satu saja, namun mungkin pula mampu menarik pasar di semua platform sosial media.



Pahami Sistem Lelang

Pahami ketentuan lelang
Penting memahami prinsip lelang sebelum menyelenggarakan lelang | Foto: Pixabay.com

Istilah lelang tentu sudah familiar terdengar. Bukan hal asing lagi untuk melakukan jual-beli melalui sistem lelang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lelang diartikan sebagai penjualan di hadapan orang banyak (dengan tawaran yang atas-mengatasi) dipimpin oleh pejabat lelang. Sederhananya, lelang ini adalah menjual barang kepada penawar dengan harga tertinggi.


Ada tiga harga penting yang wajib ada dalam lelang , termasuk action figure, yaitu:

Harga Open Bid (OB), merupakan harga awal yang ditetapkan oleh penyelenggara lelang ketika lelang dibuka. Bila ingin laku, jangan sampai OB melebihi harga pasar.

Harga Next-Bid (NB), merupakan minimal kelipatan harga untuk penawaran selanjutnya. Misalnya OB 10 ribu, maka penawar pertama bisa mengajukan OB. Selanjutnya penawar kedua diperbolehkan minimal mengajukan harga 20 ribu. 

Harga Buy It Now (BIN), merupakan harga yang bisa diajukan peserta lelang untuk memenangkan produk. Bila sudah di-BIN, maka dipastikan dialah pemenangnya dan lelang untuk produk tersebut ditutup.


Kenapa harga OB harus di bawah harga pasar? Jawabannya mungkin ada pada pertanyaan berikut. Apa gunanya ikut lelang bila produk tersebut bisa dibeli sesuka hati di berbagai toko? Makanya tidak semua orang berani melakukan lelang karena takut rugi. Kecuali produk bersifat langka atau limited edition, mungkin bisa lebih leluasa menentukan OB karena tidak mudah menemukannya di pasar bebas. Namun nyatanya lelang juga bisa mendatangkan untung besar. Bila produk menarik banyak penawar, maka produk bisa terjual dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga normal.


Dalam lelang Moa Toys, saya dan suami adalah pejabat lelangnya. Kami membuka lelang, mengamati para peserta lelang yang melakukan penawaran di kolom komentar (disebut bidder), menutup lelang dan menetapkan pemenang. Setelah pemenang diumumkan, maka pemenang tersebut wajib mengirim data dan membayar sesuai harga yang dimenangkan beserta ongkos kirimnya. Semakin cepat menyelesaikan pembayaran, maka semakin cepat pula barang dikirim ke alamat.


Proses umum lelang


Sebagai pihak yang menyelenggrakan lelang, kami harus menetapkan berbagai peraturan atau ketentuan agar proses pelelangan bisa berjalan dengan baik. Selama lelang berlangsung, bidder juga harus dipantau demi menghindari hal-hal yang melanggar ketentuan lelang. Sebagai tambahan menguntungkan, ada ketentuan yang mewajibkan peserta untuk berteman dengan akun lelang Moa Toys. Jadi setiap ada bidder baru, maka sudah pasti akan ada teman baru. Semakin banyak teman yang berhasil didapatkan, tentu semakin meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap akun Facebook Moa Toys.


Bila tertarik untuk mengadakan sistem lelang sebagai salah satu cara melariskan produk jualan, pastikan peraturan atau ketentuan lelang dibuat sebetul-betulnya dengan memperhatikan kebutuhan toko dan konsumen, jangan sampai ada yang dirugikan. Bagaimanapun, pembeli adalah raja yang harus benar-benar dijaga kepercayaannya agar usaha dapat terus bertahan. Ketentuan lelang ini juga bisa berbeda-beda. Saingannya juga tidak kalah ketat, apalagi dari jenis action figure yang setiap harinya selalu ada pembukaan lelang dari berbagai akun. Makanya penting sekali menjaga reputasi toko dan akun lelang itu sendiri.



Keuntungan dan Risiko Lelang Action Figure

keuntungan dan risiko lelang action figure di Facebook
Lelang action figure di Facebook dapat memberi banyak keuntungan, namun tetap ada risikonya | Foto: pixabay.com

Setiap strategi yang digunakan dalam berjualan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kalau dilihat dari enaknya, kami bisa menjual banyak produk dengan cepat melalui sistem lelang di Facebook. Namun mesti diperhatikan juga bahwa ada tantangan yang butuh dicarikan solusi agar proses lelang tetap berjalan sesuai harapan.


Secara garis besar, sistem lelang dapat menjadi cara ampuh untuk memutar modal dengan cepat karena memang prosesnya yang cepat. Berikut beberapa keuntungan menjual action figure melalui sistem lelang di sosial media Facebook yang selama ini kami rasakan. 


1. Pasti Laku

Setiap kali kami mengadakan lelang, pasti ada yang menawar. Tidak peduli bidder yang ikut hanya satu atau bahkan puluhan, ini sudah memastikan bahwa produk yang dilelang sudah laku. Namun ada syaratnya, OB yang ditawarkan harus menarik perhatian, yaitu MURAH. Selain itu, pastikan pula melakukan lelang di sosial media dengan potensi pasar yang bagus. 


2. Prosesnya Cepat

Lelang Moa Toys berlangsung selama tiga hari saja. Untuk saat ini, dibuka pada Jumat malam dan ditutup pada Minggu malam di setiap minggunya. Pemilihan batas waktu pelelangan ini bersifat bebas, tergantung kondisi penyelenggara lelang. Bayangkan, dalam waktu tiga hari saja, kami bisa menjual puluhan action figure.


3. Lebih Mudah Menarik Pembeli

Umumnya calon pembeli akan mengurungkan niat membelinya ketika melihat harga action figure yang mahal. Kecuali kolektor dengan kekayaan berlimpah, memang tidak banyak pikir ketika melihat action figure yang ia sukai. Nah, dengan melihat harga OB yang di bawah harga pasar, maka keinginan membeli ini meningkat. Sehingga tanpa ragu akan menjadi salah satu bidder yang menawarkan harga sesuai kemampuan.


4. Tidak Ada Tawar-Menawar

Moa Toys memang merupakan toko online yang tidak bertemu pembeli dan calon pembeli secara langsung. Namun bukan berarti tawar-menawar tidak terjadi, bahkan bisa sampai berhari-hari hanya untuk satu produk saja. Biasaya produk akan ditawar melalui aplikasi chatting, pesan pribadi di sosial media atau e-commerce. Sedangkan dalam lelang, tawar-menawar ini tidak terjadi karena ketentuannya sudah jelas. Transaksi selalu terjadi dengan cepat dan tepat.


5. Solusi Menghabiskan Stok atau Ketika Butuh Uang

Proses lelang yang berlangsung cepat dan mampu menjual banyak produk dalam sekali pengadaan lelang, bisa dijadikan salah satu cara tepat untuk menghabiskan stok barang di rak penyimpanan. Tujuannya adalah agar modal tidak terlalu lama terpendam dan bisa diputar kembali dengan membeli barang baru. Selain itu, action figure juga dapat menjadi penyelamat bila sewaktu-waktu butuh uang. Saya, suami dan banyak pelelang lain sering melelang beberapa koleksi bila membutuhkan uang untuk hal-hal yang mendesak.


6. Meningkatkan Penjualan E-commerce

Apa hubungannya dengan e-commerce? Jadi, banyak dari pemenang lelang akan meminta pembayaran melalui e-commerce. Hal ini dikarenakan alasan kepraktisan. Biasanya yang ikut lelang bukan hanya kolektor, namun sesama penjual action figure. Saldo mereka akan selalu ada sebagai hasil jual-beli online pada sebuah platform e-commerce. Dari pada harus melakukan penarikan saldo, lebih baik digunakan saja. Secara tidak langsung, pembayaran lewat e-commerce ini akan meningkatkan angka penjualan dan reputasi toko kita di e-commerce tersebut. 


Banyak sekali keuntungannya bila berani dan berhasil melakukan lelang action figure di sosial media Facebook. Inilah yang selalu menjadi penyemangat saya dan suami untuk tetap konsisten melakukannya. Meski pandemi, penjualan Moa Toys masih tetap stabil karena memang tidak terpengaruh sama sekali dengan keterbatasan mobilitas.


__________


Selanjutnya, tantangan yang harus dihadapi ketika melakukan lelang action figure di Facebook juga penting diketahui. Tantangan ini belum bisa secara tuntas kami hilangkan, namun paling tidak bisa diminimalkan melalui beberapa solusi sederhana. Selengkapnya, berikut beberapa tantangan tersebut beserta solusi ala kami agar tetap bisa menyelenggarakan lelang dengan lancar.


1. Produk Terjual dengan Harga Rendah

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, keberhasilan lelang ditentukan dengan penentapan harga OB yang serendah mungkin. Penyelenggara lelang yang menetapkan harga OB mendekati atau menyamai harga pasar dijamin tidak akan laku. Makanya produk terjual dengan harga rendah atau malah di bawah harga modal sudah pasti menjadi risiko yang sulit dihindari. Ini tentu sangat berbahaya bila semua produk terjual tanpa mendapat keuntungan sama sekali atau malah merugi.


Solusinya bagaimana? Harus ada penjualan dari media lain. Tidak bisa bergantung sepenuhnya pada lelang saja, kami juga mengupayakan penjualan melalui e-commerce yang saat ini hanya tersedia di Tokopedia. Action figure yang dirasa langka atau bisa terjual dengan harga tinggi akan dipromosikan di banyak grup komunitas yang kami ikuti. Bila dalam satu paket pembelian action figure (biasanya terdiri dari satu kotak WCF berseri) sudah terjual beberapa dan menyamai atau melebihi harga modal keseluruhan, barulah sisanya kami lelang. Jadi, walaupun di dalam lelang terjual di bawah harga pasar, paling tidak peluang kami untuk menghindari kerugian akan lebih besar. 


2. Bid and Run 

Beberapa kali, akun usil yang memenangkan lelang akan tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Padahal mereka menawar dengan harga tinggi dan membuat saya dan suami sebagai penyelenggara lelang lumayan berpuas diri. Namun ketika dihubungi setelah pemenang diumumkan, akun tidak lagi merespon. 

 

Meski secara materil kami tidak dirugikan, namun ini sudah melanggar prinsip pelelangan. Lebih baik masukkan dalam ketentuan bahwa bila terjadi bid and run, maka bidder dengan harga kedua tertinggi dinyatakan sebagai pemenang. Akun yang melanggar aturan tanpa ragu harus di-block. Sebarluaskan informasi ke berbagai komunitas dan grup action figure tentang akun tersebut agar tidak ada korban lainnya. Berhati-hatilah terhadap penawar baru yang akunnya tidak jelas, seperti foto yang digunakan bukan orang Indonesia, tidak memiliki teman dan tidak ada posting-an sama sekali.


3. Menurunkan Harga Pasaran Action Figure

Harga OB rendah dalam lelang membuka peluang terjualnya produk dengan harga yang rendah pula. Ini dapat menurunkan harga pasar yang sebenarnya lebih tinggi. Namun karena kebetulan di beberapa lelang terjual dnegan harga yang lebih rendah, beberapa kolektor atau calon pembeli akan menjadikannya patokan harga. Jadi bila ada yang menjual dengan harga normal, malah dinilai kemahalan. Padahal sebenarnya tidak, hasil lelanglah yang merusak harga normal di pasaran tersebut.


Akibat dari hasil lelang yang rendah ini akan terasa ketika kita hendak menjual produk dengan harga normal atau ketika melelang produk yang sama kembali. Sayangnya, bukan hanya kita saja yang mengadakan lelang action figure, namun banyak pihak lainnya. Bila mereka juga menutup lelang dengan harga yang rendah, maka dapat mempengaruhi harga produk jualan kita juga. Solusi yang saat ini kami lakukan adalah berusaha menjual action figure yang tidak terlalu ramai dilelangkan. Perbedaan ini akan membuat harga tetap bertahan. Simpan dulu produk yang harganya anjlok dan jual saja produk lain yang harganya masih aman.


4. Penawar Baru Banyak Bertanya

Semakin ramai lelang, maka semakin banyak pula menarik bidder-bidder baru. Bidder yang dikatakan baru adalah mereka yang belum berpengalaman mengikuti lelang. Biasanya mereka sangat banyak bertanya, walau ketentuan lelang sudah disertakan dengan jelas. Untuk menanggapi bidder baru ini biasanya kami akan tetap menjawab selama itu masih dianggap wajar. Namun bila terlalu berlebihan, maka akan kami kembalikan ke ketentuan lelang yang sudah terpampang. 


Meski pelelangan action figure memiliki beberapa tantangan, namun tetap saja keuntungan yang diberikan lebih banyak. Keuntungan dan tantangan ini murni dari apa yang saya dan suami alami. Mungkin saja bagi pelelang lain terdapat perbedaan, namun tidak akan jauh berbeda. Biasanya sesama pelelang terjalin komunikasi yang baik. Jadi kami sama-sama mengetahui suka-dukanya selama melelang action figure.


Bagaimana, sudah mulai tertarik dengan lelang? Biar bisa langsung praktik, selanjutnya akan dijelaskan bagaimana langkah-langkah melakukan lelang action figure di sosial media Facebook.



Langkah-Langkah Mengadakan Lelang Action Figure di Sosial Media Facebook

Langkah-langkah mengadakan lelang action figure
Ketentuan lelang Moa Toys (kiri), contoh foto dan keterangan yang jelas (kanan)

Keberhasilan lelang action figure di sosial media Facebook tidak bisa didapatkan hanya dalam waktu yang singkat. Sama dengan cara berjualan yang lain, ada proses dan tahapan yang harus dilakukan. Tahapan ini juga tidak serta merta akan terlalui dengan mudah, namun butuh banyak belajar dan mengamati. Berikut langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan ketika hendak melakukan lelang action figure di sosial media Facebook.

1. Kuasai Action Figure-nya

Penjual yang baik harus mengenal seluk beluk setiap barang yang dijualnya. Jangan sampai ketika pembeli bertanya, kita malah tidak tahu harus menjawab apa. Berhubung action figure yang dijual di Moa Toys adalah segala yang berhubungan dengan One Piece, maka saya dan suami harus benar-benar mengikuti komiknya, filmya, informasinya atau perkembangan apa pun terkait anime ini. Bahkan kami bisa menghafal ratusan karakter yang ada, hingga nama kapal-kapal bajak laut mereka. Beruntungnya, kami memang sudah menggemari One Piece sejak masih di bangku sekolah dulu. 


Selain itu, segala hal terkait action figure juga harus dikuasai. Mulai dari istilah-istilahnya, seperti Japver yang berarti Japan Version untuk pendistribusian yang hanya di Jepang saja, Asver untuk pendistribusian di negara Asia selain Jepang, BIB untuk barang bekas yang masih ada box-nya atau MISB untuk barang baru yang masih bersegel. Begitu pula dengan produk-produk baru yang ada di pasaran, mana yang langka dan mana yang berharga tinggi. Jadi pastikan selalu mengikuti sekecil apa pun perkembangan action figure yang akan dilelang.


2. Temukan Pasar

Menemukan pasar adalah tahapan yang paling lama bagi kami sebelum berani mengadakan lelang. Menemukan pasar bisa dilakukan dengan rajin melihat akun pelelang yang sudah lebih dulu eksis untuk mempelajari cara-cara yang mereka lakukan. Kemudian bisa juga dengan bergabung dengan berbagai komunitas action figure. Biasanya sebagian besar anggota komunitas tersebut pasti juga aktif memperjualbelikan action figure. Tidak apa bila kita menanyakan informasi terkait cara mereka berjualan dan pasar mana saja yang dituju. Sehingga bisa menambah referensi untuk segera melakukan tes pasar.


Bila pasar yang diincar sudah ditetapkan berdasarkan referensi-referensi yang didapatkan, maka selanjutnya adalah melakukan tes pasar. Belum tentu pasar yang melariskan dagangan Si A atau Si B juga bisa melariskan dagangan kita. Maka dari itu cobalah menjual action figure terlebih dahulu secara normal. Ini bisa saja butuh beberapa kali unggahan dan memakan waktu lama sampai produk kita dilirik. Setelah itu perlu juga mengembangkan sayap akun yang hendak dijadikan akun lelang dengan aktif bergabung dengan banyak komunitas terkait.


3. Cari Tempat Kulakan yang Tepat dan Sesuai

Menjual produk secara lelang tidak sama dengan menjual produk secara normal. Harga lelang yang mungkin akan lebih rendah tentu mengharuskan mencari kulakan (tempat membeli barang dengan jumlah banyak) dengan modal yang lebih murah juga. Kami pernah mencoba mengandalkan action figure yang sudah masuk ke Indonesia, baik itu membelinya melalui distributor dan importir mainan terbesar atau melalui lelang-lelang di Facebook juga. Namun tetap saja ini tidak bisa memberi banyak untung.


Akhirnya kami memilih untuk mengukuti lelang Jepang yang merupakan negara asal produsen action figure ini. Biasanya harga yang diberikan jauh lebih murah, baik itu yang masih bersegel atau yang bekas. Tetapi bekas di sini bukan berarti jelek dan kumuh. Kondisinya tentu masih sangat baik, bahkan ada yang masih memiliki box. Sangat laku untuk dijual kembali. Kami bekerja sama dengan teman yang tinggal di Jepang untuk mengirimkan, karena lelang tersebut hanya bisa dikirimkan ke alamat Jepang saja. Mungkin cara ini bisa ditiru untuk mendapatkan harga action figure yang lebih murah dari pasaran di Indonesia. 


4. Adakan Lelang yang Serba Jelas

Bila pasar sudah ditemukan dan tempat membeli barang sudah diputuskan, maka tahap selanjutnya adalah membuka lelang. Pastikan semua hal dalam proses lelang jelas, mulai dari ketentuannya, fotonya, harganya, keterangannya, hingga kesiapan untuk merespon setiap ada pertanyaan. Misalnya saja, bila foto yang ditampilkan tidak jelas dan keterangannya juga terlalu minim, tentu tidak akan menarik orang lain untuk menawar. 


Manfaatkan pula fitur Facebook yang memungkinkan penggunanya untuk membuat album dengan banyak foto di dalamnya. Kelompokkan berdasarkan sesi lelang agar terlihat lebih rapi dan memudahkan kita untuk mencari kembali di kemudian hari. Buat pula satu foto atau gambar yang menjelaskan tentang aturan lelang dengan detail. Taruh di bagian awal sebelum menampilkan foto produk. Kejelasan seperti ini akan menyamankan kita sebagai pemilik akun dan pengguna lain yang berkunjung.


5. Share pada Target yang Tepat

Bergabung dan aktif dalam berbagai grup Facebook terkait action figure One Piece juga dapat dimanfaatkan untuk membagikan lelang yang sedang diselenggarakan. Sebarlah sebanyak-banyaknya dan pastikan grup tersebut relevan agar tidak dianggap spam oleh Facebook. Bisa juga dengan membagikan link pada grup chatting komunitas, menambahkannya dalam story berbagai media sosial atau promosi berbayar di Facebook. Bahkan ada pula beberapa pelelang yang mewajibkan para bidder-nya untuk share lelang yang diikuti. Selama cara dan targetnya tepat, membagikan lelang yang tengah berlangsung akan memperluas cakupan penyampaian informasinya.


6. Ikuti Perkembangan Pasar

Mengamati pasar adalah hal wajib yang tidak boleh tertinggal selama masih ingin melakukan lelang. Dengan mengamati pasar, kita akan tahu apa saja yang tengah terjadi dalam dunia perlelangan action figure. Apakah ada produk baru yang nilai jualnya tinggi atau barang langka yang tengah di cari kolektor? Bisa pula berupa informasi terkait akun-akun bodong yang melakukan bid and run pada lelangan lain, tentu kita bisa menghindari sebelum menjadi korban berikutnya. Lihat pula perkembangan pelelang lain, mungkin ada hal baru yang bisa dijadikan contoh agar lelang kita lebih ramai dan menarik. Pokoknya sering-seringlah membuka Facebook untuk update kabar terbaru tentang lelang.


Melakukan semua langkah-langkah lelang dari awal sampai akhir pastinya tidak akan mendapat hasil fantastis hanya dalam sekali coba. Semuanya saling bergantung dan sama-sama harus ditingkatkan dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan pasar. Bila masih terlalu bingung, pakailah rumus amati, tiru, modifikasi. Amati akun-akun yang biasa mengadakan lelang action figure, tiru bagaimana mereka melakukan lelang, lalu modifikasi sesuai dengan ketertarikan dan kondisi masing-masing. Jangan enggan bertanya bila ingin mendapat ilmu. Sejauh ini, bila suami bertanya kepada sesama pelelang pasti ditanggapi dengan baik.



Jasa Titip Lelang Tambah Pundi Uang

Jasa titip lelang di Facebook
Prosedur dan contoh postingan lelang titipan di akun lelang Facebook Moa Toys

Penghasilan lelang tidak hanya didapatkan dari keberhasilan menjual produk sendiri saja, namun juga bisa melaui jasa titip lelang. Jasa titip lelang ini memungkinkan dilakukan bila reputasi akun yang melakukan lelang sudah diakui dan dipercaya. Dibuktikan dengan teman yang banyak, konsistensi melakukan lelang, ramai atau tidaknya peserta lelang dan pelayanan yang diberikan. 

Bila masih asing dengan istilah jasa titip lelang, singkatnya adalah melelang action figure milik orang lain di akun kita dengan fee tertentu. Menetapkan fee adalah hak bagi Si Penyedia Jasa Titip. Bila disepakati, maka pemilik produk bisa mengirimkan foto dan keterangan produk yang hendak dilelang. Setelah produk tersebut terjual, maka Si Pemilik Produk harus mengirimkannya ke alamat pemenang. Jadi, pemilik akun atau penyedia jasa titip lelang hanya sebagai mediator untuk melelangkan produk tersebut.


Khusus akun Facebook Moa Toys, jasa titip lelang ini sudah hampir satu tahun dijalankan. Ada dua jenis fee yang kami ajukan kepada klien. Pilihan pertama adalah 10 ribu untuk hasil lelang bernilai 10 ribu sampai 200 ribu dan 5% bila hasil lelang bernilai di atas 200 ribu. Pilihan kedua, fee per barang 10 ribu, berapa pun total hasil lelangnya. Bagi penitip lelang yang produknya tidak terjual, maka tidak perlu membayar fee. Ini karena niat utama kami adalah membantu para pelelang baru yang belum memiliki pasar. Namun banyak pula pelelang yang memasang fee baik produk itu laku atau tidak. 


Produk yang dititip 20 item dan laku di lelang dengan total harga 3 juta rupiah.

Pilihan fee pertama: 5% x 3.000.000 = 150.000 (karena hasil lelang di atas 200 ribu)

Pilihan fee kedua: 20 x 10.000 = 200.000

Biasanya dalam sekali lelang kami bisa mendapat titipan hingga seratus item. Hasilnya tentu lumayan besar!


Bila lelang telah selesai, maka pemenang lelang tetap melakukan pembayaran ke rekening Moa Toys sebagai penyelenggara. Takutnya ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan merugikan klien kami. Setelah barang berhasil dikirim ke alamat pemenang tanpa keluhan, barulah uang hasil lelang di transfer ke masing-masing penitip. Kecuali pemenang meminta melakukan pembayaran melalui e-commerce, baru diizinkan untuk bertransaksi secara langsung antar klien yang menitip lelang dengan pemenang lelang. 


Membuka jasa titip lelang ini menjadi bonus yang tak kalah menggiurkan bila akun lelang telah memiliki pasar yang besar. Makanya jangan pernah berhenti untuk tetap konsisten mengelola akun bila ingin membuka jasa titip lelang yang ramai. Walau sewaktu-wakntu kita tidak bisa menjual produk sendiri karena berbagai alasan, masih ada sumber penghasilan dari produk-produk yang dititipkan untuk dilelang. 



Pentingnya Branding

Contoh branding akun Facebook Moa Toys
Contoh posting-an branding akun lelang Facebook Moa Toys

Agar mendapat perhatian pasar, maka perlu melakukan branding pada toko atau akun serta admin yang mengelolanya. Misalnya branding pada akun lelang Moa Toys yang sudah menerima jasa titip lelang. Interaksi dengan teman-teman online tentu harus dibangun agar saya dan suami sebagai admin Moa Toys dinilai sebagai sosok yang menarik dan dapat dipercaya.


Halaman Facebook jangan hanya dipenuhi dengan foto-foto lelang saja. Selingi dengan unggahan yang lebih santai namun tetap informatif, contohnya dengan membagi tips seputar lelang action figure. Lebih baik lagi kalau unggahan tersebut dapat memancing pengguna lain untuk berkomentar, sehingga engagement rate-nya akan meningkat. Misalnya melalui pertanyaan atau survei kecil-kecilan yang masih berkaitan dengan action figure. Penting juga untuk merespon postingan teman-teman lain yang dianggap menarik agar akun kita semakin dikenal.


Strategi kami yang lain adalah melakukan branding dengan menggunggah sesuatu yang sedang tren. Mau atau tidak mau, berita dan informasi terkini harus diikuti agar menemukan ide menarik untuk dijadikan posting-an dengan engagement rate yang tinggi. Berhubung tidak berlangganan koran harian, kami mengandalkan website atau akun media sosial yang menyampaikan berita, informasi dan hiburan terkini yang viral di masyarakat. Tidak perlu membahas yang berat-berat, topik ringan jauh lebih diminati karena dimengerti semua kalangan.


Salah satu media menarik untuk sumber inspirasi adalah Indozone yang terkenal dengan tagline-nya #KAMUHARUSTAU. Selain di Instagram, Indozone juga tersedia dalam bentuk website. Bila biasanya website berita menyajikan informasi yang lebih serius, Indozone bisa memberikan yang lebih lengkap, termasuk informasi ringan, viral dan menghibur sehingga cocok untuk dijadikan sumber ide unggahan di halaman Facebook atau akun sosial media lain yang mencantumkan link akun lelang. 


Indozone.id


Ada banyak kategori yang bisa dipilih untuk disesuaikan dengan jenis akun yang hendak di-branding. Mulai dari berita terkini, fakta dan mitos, teknologi, game, dunia sepak bola, food, beauty, videografik, infografik dan ilmu-ilmu baru yang menarik dan bermanfaat untuk diketahui. Lengkap sekali, bukan? Pilihlah topik mana yang kira-kira bisa memancing interaksi. Menurut pengalaman kami, yang viral dan baru adalah yang paling menarik. Tentunya harus dihubungkan dengan konsep dagangan, ya!  


Contohnya beberapa waktu lalu serial Squid Game menjadi trending topic di berbagai media. Saya bisa membaca berbagai informasi mengenai Squid Game di website Indozone dan menjadikan momen ini untuk mengunggah foto action figure One Piece bertema Squid Game. Bukan hanya mendapat respon positif dari teman-teman Facebook, namun juga follower akun Instagram yang pada profilnya mencantumkan akun-akun jualan kami. Ini dapat menjadi soft selling untuk mencuri perhatian lebih banyak lagi.


Branding dengan posting sesuatu yang viral
Berbekal informasi viral tentang Squid Game di Indozone.id, jadilah foto salah satu WCF karakter One Piece bertema Squid Game 

Tujuan utama dari keberhasilan branding adalah untuk menanamkan dalam pikiran pengguna Facebook atau konsumen bahwa lelang action figure ya di Moa Toys. Bagaimanapun, pesaing pasti ada. Bila Moa Toys bisa mendapatkan penilaian yang unik dan menarik serta dapat dipercaya dalam perihal jual-beli action figure, tentu dalam setiap lelang akan banyak yang ikut serta. Ini bisa sekalian memperkenalkan toko online kami di e-commerce dan  lebih mudah juga menemukan pasar bila ingin menjual produk secara normal. Makanya penting sekali untuk menetapkan strategi branding yang tepat dan tetap konsisten melakukannya agar pelanggan tidak lari ke lain hati. 



Kesimpulan

Sosial media saat ini sudah lebih banyak memberi manfaat dalam kehidupan manusia. Fitur-fiturnya semakin berkembang, bahkan ada yang diperuntukkan khusus bagi para penjual online. Facebook bisa dijadikan salah satu platform sosial media yang dapat menjual produk dengan cepat, contohnya melalui sistem lelang action figure. Lelang mungkin saja memberi untung besar, namun berisiko pula mengalami kerugian. Makanya penting sekali menguasai produk yang hendak dilelang, mencari pasar yang tepat serta jelas dalam penyelenggaraan lelangnya.


Kesuksesan lelang action figure di sosial media Facebook membutuhkan proses, tidak bisa dalam sekali coba langsung memperoleh hasil sesuai bayangan. Tetap konsisten belajar, mencoba dan mengamati pasar adalah kunci yang mesti dipegang. Branding pula akun lelang dengan strategi yang tepat dan terkini agar semakin hits. Sehingga lelang menjadi ramai dan memungkinkan untuk membuka jasa titip lelang sebagai pintu penghasilan tambahan.


Jangan sia-siakan sosial media hanya untuk sekadar scrolling yang tidak penting. Manfaatkanlah untuk hal-hal yang lebih bermakna, salah satunya untuk mendapat penghasilan.


Punya pengalaman menarik juga tetang berjualan di sosial media? Yuk, sharing di kolom komentar! 


Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)