Popmama Parenting Academy 2021, Support System-nya Orang Tua Milenial

Popmama Parenting Academy 2021

Kesalahan demi kesalahan itu membuat saya merasa sedih karena perasaan bersalah. Tak jarang, saya beranggapan bahwa saya bukan ibu yang baik, tetapi segera saya simpan. Berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahan itu dan berusaha menjadi lebih baik setiap harinya.


Terkadang, stres dan sedih sebagai ibu bisa bertambah karena pikiran saya sendiri. Saya minder ketika melihat orang lain yang terlihat sempurna dalam pengasuhan anak. Misalnya, melihat seorang teman yang mempunyai anak yang pintar dalam banyak hal, sabar menghadapi anak-anaknya, diri yang terawat dan suami yang terlihat bahagia. Ah, terlihat sempurna.


Namun melihat kebaikan teman-teman tersebut juga menjadi inspirasi dan semangat, mendapatkan ide menjadi ibu yang lebih baik lagi. Saya mengambil pelajaran dari mereka.


(Dikutip dari buku Happy Little Soul oleh @retnohening, halaman 172-173)



Penggalan curahan hati ibu dari anak perempuan lucu bernama Kirana ini seakan mewakili apa yang saya rasakan. Bagi yang mengikuti akun Instagram @retnohening, pasti takjub dengan tingkah lucu nan menggemaskan Kirana. Namun ternyata, dibalik layarnya, banyak sekali hal tak terlihat yang sungguh menguras emosi. Tidak jauh berbeda dengan saya yang juga merupakan seorang ibu, selalu berusaha memperlihatkan hal membahagiakan alih-alih mengeluh di depan banyak orang. Lagi pula, belum tentu semua akan mengerti, takutnya respon yang diterima malah semakin membuat putus asa.


Sebaliknya, kalau kewarasan saya stabil, semua kejadian kurang mengenakkan selama mengasuh malah menjadi pelajaran untuk bisa melakukan sesuatu yang lebih lagi. Kalau hari ini anak tidak mau makan, berarti saya harus lebih sabar dan kreatif lagi dalam memasak. Atau bila anak-anak lain bisa memiliki berat badan ideal, berarti ini waktunya saya belajar dan belajar lagi agar dapat mencapai keberhasilan yang sama. Saya pun bisa sangat berani menanyakan banyak hal dan ibu-ibu lain juga antusias menjelaskan apa saja yang mereka lakukan.


Parents support parents itu memang dibutuhkan dan sangat besar manfaatnya.


Saya masih ingat, pasca melahirkan anak pertama, tidak mengerti bagaimana cara menyusui, memandikan bahkan panik berlebih ketika bayi saya terus menangis. Tidak ada satu pun dasar ilmu yang saya dapatkan mengenai parenting dari jenjang pendidikan yang saya lalui. Ya, karena memang tidak ada! Mau tidak mau, saya dan suami harus belajar otodidak dan berani mencoba. Maski sebagian besarnya saya yang lebih berperan, keterlibatan suami juga sangat membantu.


Orang tua butuh yang namanya support system agar pengasuhan bisa dilakukan dengan baik. Dipaksa seperti apa pun, tidak ada Papa atau Mama yang bisa segalanya sendiri. Pasti ada masa jenuh, tidak berdaya dan butuh dukungan. 


Menyadari beratnya tanggung jawab yang saya emban sebagai orang tua, saya mengenyampingkan apa yang dikatakan kesempurnaan. Kesalahan semakin banyak terjadi ketika saya terlalu memaksa menjadi wonder women. Fitrahnya, saya tetaplah manusia biasa yang tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Bagaimanapun caranya, saya harus membangun support system terbaik demi saya sendiri, suami dan tentunya anak-anak kami. 




Apa Saja Support System yang Dibutuhkan Orang Tua?

Popmama Parenting Academy 2021

Ketika saya mengalami Baby Blues Syndrome, entah apa yang terjadi bila suami tidak mendampingi. Saya merasa cemas, takut, tertekan dan selalu bergegas mengurung diri di kamar mandi ketika mendengar bayi saya mulai menangis. Untungnya suami mengerti bahwa keadaan mental saya sedang tidak baik-baik saja. Hingga akhirnya kami semua bisa melaluinya dengan baik. Bayangkan bila saat itu saya tidak mendapat dukungan, bisa saja bayi yang seharusnya saya susui menjadi korban. 


Pernah juga ketika saya nyaris putus asa, tidak tahu harus berbuat apa lagi dalam menghadapi anak GTM (Gerakan Tutup Mulut) lebih dari seminggu, beberapa artikel dari ahli memberikan kelegaan karena ternyata hal ini umum terjadi. Sesekali mencurahkan isi hati via telepon dengan sahabat lama yang juga sudah menjadi ibu, seolah memberi genggaman yang membuat saya tidak lagi merasa sendiri. Ya, semua ibu mengalami! Dengan membuka diri seperti ini, tidak egois untuk selalu terlihat baik-baik saja, terbukti berhasil mengeluarkan saya dari jerat gangguan mental. Saya bisa melanjutkan pengasuhan dengan lebih baik dan "waras".


Data Simfoni-PPA

Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dalam sistem informasi online Simfoni-PPA per tanggal 23 November 2021, tercatat 2026 kasus kekerasan dilakukan oleh orang tua. 


Data ini bagai cambukan bagi saya yang terkadang khilaf meneriaki anak dan tanpa niat melakukan rentetan kesalahan lain. Andai ketika saya mengalami masalah dan tidak ada suami atau support system lain yang memberi dukungan dan bantuan, mungkinkah saya menjadi salah salah satu dari pelaku kekerasan terhadap anak? Ah, mungkin saja. Mungkin pula orang tua yang melakukan kekerasan itu juga disebabkan oleh ketiadaan support system dalam menjalani masa-masa berat pengasuhan. Bisa saja, bukan?


Makanya, beratnya perjuangan menjadi orang tua harus diimbangi dengan support system yang baik. Support system ini tidak hanya manusia, namun bisa juga berupa teknologi, manajemen yang baik, atau apa saja yang dirasa dapat dimanfaatkan dalam menyelesaikan tugas-tugas pengasuhan.


1. Ilmu

Pasti, ilmu adalah hal pertama yang harus dimiliki. Tidak bisa menganut paham seperti air mengalir, mengasuh anak harus berlandaskan pada ilmu yang teruji, tepercaya dan tanpa embel-embel "katanya". Masa depan anak dan keluarga tergantung dengan bagaimana orang tua menerapkan cara pengasuhan. 


Sayangnya, tidak ada satu pun sekolah atau universitas yang membuka jurusan terkait ini. Sehingga mau tidak mau orang tua harus mencari tempat belajarnya sendiri. Beruntungnya, kini sudah banyak buku bacaan, atikel, kamunitas yang bisa dijadikan sumber belajar. Penting juga mendengar pengalaman orang tua lain yang pernah mengalami masalah serupa. Sumber-sumber ilmu parenting yang tersedia ini harus dimanfaatkan orang tua untuk dapat menentukan gaya pengasuhan yang paling tepat. Pastikan sumbernya akurat, ya.


2. Orang Terdekat

Pasangan, orang tua, mertua, tetangga, teman atau sahabat adalah orang terdekat yang paling bisa diajak bekerja sama. Jangan sampai merasa tidak enak, malu atau menganggap bisa melakukan segalanya sendiri sehingga mengabaikan bantuan orang lain. Kalau tidak ditawarkan, maka ungkapkan. Upayakan untuk selalu mengeluarkan unek-unek dari pada dipendam. Karena kalau orang tua sudah stres dalam mengasuh, dampaknya bukan hanya bagi orang tua itu sendiri, namun juga anak-anak dan masa depannya.


Jasa pihak ketiga juga saya kategorikan dalam orang terdekat. Bila mencuci baju, menyetrika, membereskan rumah atau pekerjaan rumah tangga sudah membuat diri sendiri lelah atau cenderung mengganggu kesehatan mental, maka mintalah bantuan pihak ketiga. Misalnya loundry kiloan dekat rumah, asisten rumah tangga harian untuk sekadar menyetrika baju dan mengepel lantai tiga kali seminggu dan sebagainya. Satu atau dua saja tugas yang diringankan, pasti dampaknya luar biasa melegakan.

 

3. Teknologi

Sebagai orang tua milenial, yang dinilai lebih cakap berteknologi dari generasi sebelumnya dan menjadikannya sebagai gaya hidup, saya mengakui bahwa teknologi ini sangat banyak membantu dalam berbagai hal, termasuk parenting. Seperti peralatan canggih untuk meringankan tugas rumah tangga, kemudahan pengaksesan  informasi, komunikasi dan mobilisasi. Orang tua dapat memanfaatkan ini semua untuk meringankan tugas-tugas yang ada. Contoh sederhananya adalah mesin cuci, rice cooker, vacum cleaner, website parenting dan keluarga, aplikasi kesehatan dan ojek online. Semuanya tentu sudah terbukti dapat memudahkan dan menjadi solusi dalam masalah kehidupan sehari-hari.


4. Manajemen yang Baik

Mungkin terkesan berlebihan dan merepotkan. Kenapa sih harus bersusah payah mengatur jadwal dan waktu? Terkadang, saking banyaknya tugas yang harus diselesaikan, orang tua sering lupa untuk menentukan prioritas. Sehingga mengerjakan segala sesuatunya secara acak tanpa arah. Memang semuanya bisa selesai, namun perlu diperhatikan juga apakah selesainya tugas itu sudah benar-benar memuaskan. Mungkin saja rumah bersih dan anak-anak terurus dengan baik, namun akibatnya, tidak ada lagi waktu untuk diri sendiri walau hanya sekadar menyeruput kopi.


Jadwal harian masing-masing orang pasti berbeda. Jam biologis, prioritas serta kondisi tubuh dan keluarga sangat menentukan perencanaan jadwal ternyaman. Orang tua harus menyesuaikan kemampuan yang dimiliki agar jadwal tidak terasa sebagai sebuah beban, melainkan support system yang bisa melancarkan segala upaya dalam tercapainya target dan tujuan. 


Keempat support system tersebut sebenarnya selalu ada disekitar kita sebagai orang tua. Namun beberapa kendala seakan membayangi. Seperti stigma yang menganggap ibu bisa melalukan segala hal terkait parenting dan dibilang manja kalau mengeluh. Atau ayah yang lebih lekat sebagai pencari nafkah keluarga, sehingga tidak terlalu dilibatkan dalam pengasuhan. Akibatnya, orang tua mengenyampingkan kebutuhan dasar mereka sebagai makhluk sosial dan menahan diri jangan sampai meminta bantuan. Menganggap sempurna bila semuanya selesai atas upaya sendiri. 


Permasalahan inilah yang membuat orang tua butuh apa yang namanya skill parenting, bergabung dengan kumpulan orang-orang berpikiran positif, sebuah wadah yang memberikan banyak ilmu pengasuhan tepercaya serta memungkinkan orang tua untuk saling berbagi, memberi dukungan dan saling belajar demi terwujudnya sistem pengasuhan terbaik untuk anak-anak generasi emas. 



Popmama Parenting Academy dari Popmama.com, Support System Orang Tua yang Lengkap

Popmama Parenting Academy 2021

Menjawab kebutuhan akan pentingnya keberadaan support system bagi orang tua, hadirlah Popmama Parenting Academy (POPAC), sebuah event tahunan dari Popmama.com yang dimeriahkan dengan berbagai webinar serta aktivitas seru dan tentunya sangat bermanfaat. Saya menganalogikan bahwa Popmama.com adalah kampusnya, wadahnya atau tempat berkumpulnya para orang tua untuk mempelajari berbagai ilmu parenting. Meski namanya Popmama, bagi saya, ini bukan hanya bermanfaat bagi mama-mama saja, namun juga papa-papa yang perannya tak kalah besar dalam kehidupan anak dan keluarga.

Bagi yang belum kenal dengan Popmama.com, yuk, kenalan dulu.


Popmama.com merupakan media online yang menyajikan konten worth-sharing trending dan relevan untuk mama milenial di Indonesia. Mama bisa berbagi cerita, tips, trik dan pengalaman agar dapat saling mendukung satu sama lain. Disajikan juga beragam informasi hangat mengenai kehidupan mama, parenting dan yang tak kalah pentingnya adalah ilmu dari para pakar kompeten dan profesional.


Sebagai bagian dari IDN Media, perusahaan media multiplatform untuk milenial dan generasi-Z, Popmama.com memiliki visi dan misi untuk menjadi media online yang paling mengerti kebutuhan mama milenial dalam menjalani kehidupannya sebagai orangtua. Berbagai konten kreatif disajikan dengan sudut pandang dan cara yang berbeda dari media konvensional dengan memberi banyak sentuhan visual, video, list dan humor dalam penulisan artikel, sesuai dengan selera milenial.


Popmama.com memberikan hampir semua support system yang dibutuhkan oleh orang tua, mulai dari ilmu tepercaya yang langsung bersumber dari ahlinya, komunitas yang menjadi tempat berkumpulnya orang tua untuk saling berbagi pengalaman dan dukungan, serta konten-konten penunjang kehidupan orang tua. Saya sebagai ibu yang masih banyak kekurangan, seperti mendapat pegangan untuk bertahan dan membekali diri dalam menjalani pengasuhan.


Banyak sekali keunggulan Popmama.com yang tentunya bisa memberi dampak positif bagi para orang tua maupun calon orang tua. Pokoknya apa saja seputar kehidupan pengasuhan dan segala sesuatu yang menyangkut pengasuhan seperti keluarga, kesehatan bahkan fashion, ada di sini. Support system yang bisa diandalkan!


✔  Lengkap, Tepercaya dan Up To Date

Hoax? Jauh-jauh, deh! Kini ancaman berita bohong semakin mengkhawatirkan. Bila orang tua termakan berita bohong lalu menerapkannya dalam pengasuhan, dampaknya bisa sangat berbahaya walau terkesan sepele. Nah, di Popmama.com, orang tua tidak perlu khawatir karena semua informasi yang tersaji tidak lagi berdasarkan "katanya", namun bersumber dari data dan fakta yang teruji kebenarannya. 


Mulai dari pernikahan, rencana kehamilan, melahirkan, mengasuh anak dari newborn hingga big kid, relationship, kesehatan, fashion hingga home and living, semua ada. Pokoknya kebutuhan ilmu yang dibutuhkan orang tua bisa didapatkan di sini. Popmama.com juga selalu memperbarui informasi sesuai dengan perkembangan yang ada. Bagaiamanpun, kehidupan bersifat dinamis, semua berubah dengan kebutuhan yang tentunya tidak akan sama. Jadi, jangan takut ketinggalan informasi terkini terkait perkembangan dunia parenting.


✔ Tanya Ahli

Anak nangis terus dan bingung mau tanya ke siapa? Atau khawatir dengan keadaan janin sedangkan jadwal kontrol masih lama? Baca-baca artikel secara random di internet malah makin takut. Saya paham betul bagaimana tidak enaknya berada di momen-momen seperti ini. Tenang, Popmama.com menyediakan fitur tanya ahli yang memungkinkan para orang tua untuk bertanya tentang masalah yang sedang dihadapi langsung kepada ahlinya kapan saja dan gratis! Jawaban akan segera diberikan agar orang tua juga secepatnya mendapat kejelasan. 


✔ Tools Kehamilan

Khusus kehamilan, Popmama.com menyediakan tools untuk menghitung perkiraan hari lahir, masa subur, ide nama bayi dan kalkulator berat badan saat hamil. Jadi Mama bisa mendapat gambaran mengenai kehamilan yang tengah di jalani atau rencana kehamilan dengan menghitung masa subur. Mengingat masa-masa hamil pertama dulu, rasanya tools ini akan sangat membantu dan pasti menjadi favorit.


Parenting Community

Dukungan dari ilmu, sudah. Nah, kehadiran Community semakin melengkapi Popmama.com untuk menjadi support system para orang tua milenial. Bukan hanya untuk Mama, Papa juga bisa gabung, lo! Berkumpul dengan teman-teman yang memiliki permasalahan, kehidupan atau "dunia" yang sama bisa menjadi mood booster paling berpengaruh.


Dalam komunitas Popmama, orang tua bisa saling ngobrol seputar Pregnancy, Baby, Kid, Big Kid dan Life yang dikelompokkan berdasarkan grupnya masing-masing, jadi tidak bercampur baur. Sebagai wanita, ngobrol ini sudah menjadi kebutuhan, sehari tidak ngobrol rasanya hampa, hehehe. Agar obrolannya positif dan bermanfaat, komunitas Popmama lah jawabannya.


Di sini akan di-share juga info-info terbaru dari Admin dan obrolan tentang Tanya Ahli yang pastinya bisa menjadi ilmu bagi seluruh anggota. Eits, belum cukup sampai di situ, akan ada kontes seru bersama keluarga yang bertabur hadiah, lo! 


Event Parenting Academy

Inilah yang dinanti-nantikan, parenting academy dari Popmama. com yang diselenggarakan terjadwal setiap tahunnya. Popmama Parenting Academy (POPAC) dapat menjadi one stop solution bagi keluarga milenial untuk mencari hiburan, pendidikan, pengalaman menyenangkan dan pengalaman berbelanja dalam satu event. Bila sebelumnya diselenggarakan secara luring, sejak pandemi, tepatnya tahun 2020 lalu, POPAC diadakan secara virtual. Pastinya tetap seru!


Ada kuliah WhatsApp, webinar dan online class yang tentunya akan diisi oleh tenaga-tenaga profesional sehingga ilmu yang kita dapatkan terarah dan terjamin. Dapatkan juga pengalaman berkompetisi yang melibatkan seluruh keluarga, jadi seru-serunya dapat, ikatannya dapat, hadiahnya juga dapat. Terus mau belanja? Di POPAC juga ada acara belanja kebutuhan parenting, lengkap dengan flash sale-nya. 


"Tapi pas acara berlangsung saya tidak bisa ikutan, gimana dong?" Karena event ini terjadwal, mungkin saja ada yang belum bisa ikut karena alasan mendesak tertentu. Tenang, ringkasan acara bisa diakses di website Popmama.com. Tidak ada kata terlambat untuk belajar kalau di Popmama!


Popmama.com dengan segala keunggulan tersebut bisa sekali dijadikan support system bagi orang tua milenilal yang lebih dekat dengan teknologi. Orang tua akan memperoleh ilmu dari ahli yang menjadi dasar pengasuhan, bergabung dengan orang tua lain untuk saling mendukung, dan nantinya akan berujung pada implementasi manajemen pengasuhan yang baik. Apalagi pengemasannya yang menarik dan kekinian, artikel-artikel pun menjadi mudah dipahami dan tidak membosankan sama sekali untuk dibaca dan diikuti.


Teknologi memang memudahkan banyak hal. Inilah yang menjadi alasan kehadiran Popmama.com bagi orang tua milenial. Saya bisa dengan mudah mendapat solusi dari masalah pengasuhan yang sedang dihadapi, di mana saja dan kapan saja, sehingga tekanan itu akan berkurang. Atau ketika saya ingin suami lebih terlibat, saya akan mengirimkan link artikel dari Popmama.com yang saya rasa penting untuk diketahui kami berdua. Biar sama-sama belajar dan terus memperbaiki diri agar bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi setiap harinya. 


Masih yakin mau melewatkan manfaat besar dari Popmama.com? Rugi!



Siap-siap untuk Keseruan Popmama Parenting Academy 2021 - Parents Support Parents

Popmama Parenting Academy 2021

POPAC 2021 tinggal menghitung hari. Mengangkat tagline Parents Support Parents seolah memberi energi besar bagi para orang tua yang menghadapi masalah-masalah pengasuhan baru di masa pandemi. Tahu 'kan, kalau pandemi membuat kita sebagai orang tua harus berjuang dengan segala perubahan kebiasaan aktivitas anak, mulai dari sekolah daring yang menguji iman, keterbatasan ruang gerak anak yang membuat mereka tidak kalah stres, hingga kehidupan keluarga juga mendapatkan imbasnya.


Tidak ada kekuatan yang lebih besar selain bersama-sama bangkit dan saling menopang. Orang tua bisa sangat bermanfaat bagi orang tua lain, saling berbagi, belajar, mendukung dan mengapresiasi. Inilah yang menjadi garis besar dari kegiatan POPAC 2021, keseruan yang mengutamakan pentingnya meningkatkan skill parenting, memupuk kepedulian dan tentunya mempererat ikatan.


🌸 Waktu Event Lebih Panjang

Satu bulan penuh! Ya, POPAC 2021 diselenggarakan mulai dari tanggal 1 Desember 2021 sampai 31 Desember 2021. Panjangnya waktu ini tentu memberi ilmu yang lebih banyak dan juga pengalaman seru yang lebih banyak. Akan ada narasumber profesional yang mengisi acara, berikut beberapa yang sudah dibocorkan dari akun Instagram official POPAC.

- Rika Endang Triyani - Professional Storyteller

- Samanta Elsener, M. Psi - Psikolog Anak dan Keluarga

- Rista Zwestika Reni, S. Sos, AWP CFP - Financial Planner

- Dr. Marlyn Cecilia Malonda, Sp. A - Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Tangerang

- Putu P.D Andani, M.Psi - Psikolog, Co-founder dan Clinical Child & Family Psychologist, Tiga Generasi

- Saskhya Aulia Prima, M. Psi - Psikolog, Co-founder dan Clinical Child & Family Psychologist, Tiga Generasi

- Vera Itabiliana, S. Psi - Psikolog, Clinical Child & Family Psychologist, Tiga Generasi


Wah, baru segini saja sudah langsung terbayang hujanan ilmu yang bakal kita terima di POPAC 2021. Sepertinya Popmama mengerti sekali kalau menjadi orang tua itu sering mengalami guncangan psikologi. Terus, kita nanti juga bakal dikasih ilmu mendongeng dan perencanaan keuangan sebagai kebutuhan pengasuhan dalam lingkup yang lebih luas.


Eh, tapi ini masih beberapa, lo. Narasumber lain yang tidak kalah memikat juga akan segera diumumkan. Kan acaranya satu bulan, narasumbernya tentu lebih banyak. Enggak sabar menanti webinar, kuliah WhatsApp, content series dan online class didampingi narasumber kece ini. 


🌸 Bantu Anak Yatim/Piatu Akibat Covid-19

Pernah enggak sih membayangkan bahwa dari ratusan ribu korban meninggal karena Covid-19 banyak yang berstatus sebagai orang tua? Bagaimana masa depan anak-anak mereka? Siapa yang akan mencukupi kebutuhannya? 


Ini bukan hanya sekadar bayangan. Berdasarkan data hasil pemetaan yang dilakukan oleh KPPPA dan UNICEF, tercatat 25.430 anak di Indonesia kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka akibat Covid-19. 57 % kehilangan Papanya, 37% kehilangan Mamanya dan 5% kehilangan kedua orang tua. Padahal menurut UNICEF, anak yang kehilangan satu atau kedua orang tua dapat mengancam gizi, pertumbuhan, dan perkembangan anak mereka. Beruntung bila ada keluarga besar yang bisa menjamin kehidupan sang anak, kalau tidak? Dampaknya tentu jangka panjang.


Saya sangat setuju dengan salah satu agenda POPAC 2021 untuk menggalang dana yang nantinya akan dipergunakan demi menyokong masa depan anak-anak kita bersama yang terpaksa berpisah dengan orang tua mereka karena Covid-19, yaitu untuk pendidikan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Melalui platform Kitabisa.com dalam program #KawalMasaDepan, seluruh orang tua dapat bahu-membahu dan memberi dukungan satu sama lain. Kita sebagai orang tua, tentu sangat mengerti akan masalah ini. Bisa jadi mereka orang yang kita kenal, saudara kita atau yang berada di sekeliling kita.


Show must go on, kehidupan harus terus berlanjut. Seburuk apa pun takdir, selalu ada upaya untuk mencerahkan masa depan anak-anak Indonesia. Penggalangan dana ini berlangsung hingga 31 Desember 2021. Masih banyak waktu untuk peduli dan berpartisipasi. Silahkan klik link

https://kitabisa.com/campaign/popmamabantuyatimcovid


🌸 Lomba Blog 

Dalam POPAC 2021 juga diadakan blog competition sampai tanggal 30 November 2021 dengan tema-tema seputar POPAC. Kapan lagi nulis artikel dapat hadiah jutaan rupiah dan doorprize? Ini menjadi agenda yang sayang sekali dilewatkan oleh para bloger, termasuk saya. Lagi pula, dalam menulis pasti banyak ilmu yang bisa didapatkan. Yang belum tahu POPAC bisa mengenal lebih dalam manfaatnya, dan yang sudah tahu atau malah pernah ikutan bisa berbagi pengalaman dan menebar informasi agar lebih banyak lagi orang tua milenial yang mendapat support system dari Popmama.com. 


🌸 Community Awards

Keberadaan komunitas semakin marak belakangan ini. Bukannya tanpa alasan, komunitas pasti selalu memberi manfaat positif bagi anggotanya yang sering dianggap "satu nasib". Mengapresiasi hadirnya berbagai komunitas dalam kehidupan orang tua milenial, POPAC 2021 memberikan penghargaan bagi komunitas terpilih yang bisa didaftarkan hingga tanggal 30 November 2021 mendatang. Terdapat dua kategori awards,  yaitu Educative Community yang ditujukan untuk komunitas yang paling mendidik dan Supportive Community yang ditujukan untuk komunitas paling suportif. Ini dimaksudkan agar komunitas-komunitas selalu aktif memberi edukasi dan dukungan yang berdampak positif bagi masyarakat.


🌸 Popmama Little Star

Anak sudah memperlihatkan bakatnya? Jangan didiamkan begitu saja. Saya pribadi percaya bahwa setiap anak memiliki bakatnya masing-masing. Orang tua mesti peka dalam menganalisa bakat anak untuk dapat memberi stimulasi dan arahan agar bakat tersebut berkembang maksimal. Mungkin tidak semua yang langsung terlihat sedari kecil, namun tak jarang pula yang sudah mengoleksi piala di usia belum genap 10 tahun. 


Kabar gembira bagi orang tua yang memiliki anak berusia 7 - 12 tahun, Popmama Little Star turut meramaikan POPAC 2021 dengan bakat-bakat anak hebat. Jadi, di Popmama Little Star anak dapat menujukkan bakat yang dimilikinya, seperti bernyanyi, menari, modelling, olahraga dan sebagainya, melalui rekaman video singkat yang diunggah di akun Instagram/TikTok pribadi. Nanti 10 finalis terpilih akan tampil secara online di POPAC 2021. Bakat anak terkeksplor dan berkesempatan mendapatkan hadiah. Bikin penasaran, ya? Pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 4 Desember 2021. Jangan sampai terlewat!


🌸 Peluncuran Buku Panduan Pengasuhan Generasi Pandemi

Saya termasuk salah satu orang tua dengan dua anak generasi pandemi. Sepengamatan saya selama ini, aktivitas yang nyaris sepenuhnya dilakukan di rumah, sekolah daring dan berinteraksi hanya dengan orang tua serta keluarga dekat, membentuk watak dan kebiasaan baru. Mereka juga lebih waspada dengan kesehatan dan kebersihan. Malah anak-anak saya tidak mau keluar rumah tanpa masker karena mereka menaggap itu hal wajib layaknya memakai sandal ketika bermain di luar. 


Perbedaan generasi pandemi ini otomatis menciptakan gaya pengasuhan baru yang harus menyesuaikan. Di POPAC 2021 akan ada peluncuran Buku Panduan Pengasuhan Generasi Pandemi yang membekali para orang tua seperti saya agar tidak salah menerapkan dan keliru memilih cara mengasuh. Penulisan buku ini melibatkan pakar-pakar ternama yang ahli di bidangnya dalam empat pilar yang dibahas, yaitu pendidikan anak, kesehatan anak, keuangan keluarga dan pencegahan kekerasan pada anak. 


Bukan hanya dari sudut pandang pakar, dalam penyusunan materi buku, Popmama.com juga dibantu oleh pembaca-pembaca yang tergabung di dalam WhatsApp Group Komunitas Popmama.com yang memberi masukan, ide dan juga pengalaman mereka selaku orangtua dari generasi pandemi. Jadi sesuai dengan realita sebenarnya.


Buku ini dikemas dalam gaya bahasa yang mudah dipahami, mudah dibaca dan sistematis. Disertai juga dengan ilustrasi-ilustrasi yang semakin memanjakan mata dan akan membuat betah membaca. Lalu, bagaimana cara mendapatkan buku ini? Popmama.com akan membagikan buku ini secara gratis melalui link unduhan yang nanti akan dibagikan.


Waah, makin tidak sabar menanti POPAC 2021 dengan acara-acaranya yang luar biasa menarik. Seperti tagline-nya Parents Support Parents, POPAC 2021 memang lebih menonjolkan dukungan untuk para orang tua dan sesama orang tua demi menciptakan generasi penerus yang berkualitas, mulai dari ilmu, penggalangan dana hingga apresiasi. Sekecil apa pun dukungan itu, walau hanya usungan genggaman tangan yang menyemangati, bisa berarti sangat besar bagi orang tua lainnya. 


See you at POPAC 2021 on December 1, 2021!



Percayalah, Kita Tidak Sendiri

Popmama Parenting Academy 2021

Mengenal Popmama.com yang mewadahi para orang tua untuk belajar, berkomunitas, saling peduli hingga berani berkompetisi menjadi bukti bahwa di zaman yang serba teknologi seperti ini tidak ada lagi alasan untuk merasa sendiri. Saya yakin bahwa keberadaan support system bagi orang tua itu bak penyambung nyawa yang bisa dibangun dan ditemukan. Tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri serta mengerjakan segala tugas dengan sempurna tanpa bantuan dan dukungan dari orang lain, termasuk orang tua.


Orang tua milenial memiliki kelebihan dalam hal kecakapan berteknologi. Makanya teknologi ini bisa dijadikan support system utama untuk mendapatkan support system lainnya seperti pengetahuan dari para ahli terkait parenting, teman sejawat dengan problematikan serupa hingga fitur-fitur dan tools yang memudahkan. Popmama.com adalah wujud dari teknologi tersebut. Papa, Mama, percayalah kita tidak sendiri. Banyak yang peduli, banyak yang ingin berbagi dan banyak yang ingin membantu.


Ingat, anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, namun mereka butuh orang tua yang bahagia. 


Yuk, bergabung dengan Popmama.com, ikuti perkembangan informasinya dan ikuti keseruan POPAC 2021 yang akan diselenggarakan sebentar lagi. Mari bekali diri dengan skill parenting yang memadai agar anak-anak kita, penerus generasi kita, dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik demi masa depan yang bersinar. 


Semoga bermanfaat.


Referensi:

Buku Happy Little Soul oleh @retnohening

Popmama.com

Popac.popmama.com

Data SIMFONI-PPA https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan



4 comments:

  1. Pola pengasuhan anak memang tidak mudah apalagi kalau tidak menemukan ilmu parenting yang benar. Semoga Popmama bisa jadi sumber ilmu parenting buat keluarga muda dan milenial.

    ReplyDelete
  2. Support system yang tepat akan mempengaruhi kebahagiaan seorang Ibu juga kan ya, Mbak Nov.

    Seorang Ibu asal mau untuk membuka diri, dipastikan dia akan menemukan support system meskipun online pun juga gak masalah ya mbak.

    Ada media online yang bagus seperti popmama.com dan Popmama Parenting Academy ini, support system lengkap
    untuk seorang Ibu. Asyiiiik

    ReplyDelete
  3. Ulasannya baguss keren komplit plit, samaa ya bun saya juga dulu lahir anak pertama mengalami baby blues apalagi suami lagi sibuk kerjaan saya dirumah sendiri rasanyaa takut tidak bisa menjadi ibu yg baik.

    ReplyDelete
  4. Semoga popmama selalu menjadi pendamping terbaik para ibu

    ReplyDelete

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)