Meningkatkan Pahala Ramadan dengan Upaya Menjaga Bumi

No comments

Selama ini, ibadah di bulan Ramadan sangat identik dengan puasa, tarawih serta memperbanyak membaca Al-quran. Semua umat muslim berlomba mengumpulkan pahala, karena memang bulan ini begitu diberkahi dengan rahmat yang berlimpah. Tentu sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja.


Tapi, tahukah teman-teman, kalau ternyata ada amalan lain yang juga bernilai pahala dan Ramadan dapat menjadi momentum yang tepat untuk melakukannya? Yaitu menjaga bumi dan kelestarian lingkungan kita. 


Melakukan kebaikan untuk alam termasuk ibadah.


Di penghujung Ramadan ini, ngobrol bareng Ramadan Vibes Season 2 di Podcast KBR yang didukung oleh Greenpeace Indonesia, menyampaikan cara-cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian alam yang berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan selama Ramadan hingga nanti datangnya Hari Raya Idul Fitri.

\
Green Ramadan Greenpeace

Hadir tiga narasumber:

  1. Dr. Ir. H. Hayu S. Prabowo - Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  2. Nifa Rahma - Director of Education and Advocacy Green Welfare Indonesia
  3. Eji Anugrah Romadhon - Project Leader Kampanye Ummah4Earth Greenpeace Indonesia


Pada tanggal 22 April 2022 lalu, diperingari Hari Bumi yang juga bertepatan dengan berlangsungnya bulan suci Ramadan 1443 H. Ramadan tentu dimanfaatkan untuk meningkatkan ketakwaan yang diharapkan bisa berlanjut hingga seterusnya. "Salah satu ketakwaan ini bisa diimplementasikan dalam upaya perbaikan terhadap bumi, sesuai dengan pesan-pesan dalam Islam. Lakukan amalan sederhana tapi ber-impact" ungkap Eji.


Sejalan pula dengan apa yang dinyatakan oleh Bapak Hayu, yaitu manusia merupakan wakil Allah SWT yang mendapat amanah untuk menjaga alam. Dimana Islam memberi rahmah untuk semua makhluk hidup. Menjaga bumi tidak hanya untuk kehidupan manusia di bumi, tetapi juga untuk kehidupan akhirat. "Kita harus memuliakan alam. Alam ini diciptakan untuk manusia dan manusia hidup dengan memanfaatkan seluruh yang ada di alam. Kalau kita tidak menjaga bumi, bisa-bisa bumi akan memkasa kita terus berpuasa."


Nah, hal sederhana atau langkah kecil apa yang bisa kita lakukan sebagai upaya menjaga bumi, sekaligus meningkatkan pahala di bulan Ramadan hingga nanti bisa menjadi sebuah kebiasaan?


1. Jalan Kaki Ke Masjid

Pernah mendengar tiap langkah kita ke masjid dihitung sebagai pahala? Ini memang benar adanya dan sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW. Bila jarak antara rumah dan masjid tidak terlalu jauh, alangkah baiknya bila kita lebih bijak untuk memilih berjalan kaki sembari mengurangi emisi dari kendaraan.


2. Pilih Panganan Lokal

Panganan import membutuhkan perjalanan panjang hingga sampai ke negeri ini. Proses perjalanan ini sangat terkait dengan kendaraan yang digunakan, bahan bakarnya atau hal lain yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Kita bisa menyiasatinya dengan mengonsumsi panganan lokal yang bahan-bahannya di tanam di lingkungan sekitar. Alam terjaga, petani lokal pun sejahtera.


3. Tetap Hindari Plastik saat Berbuka Puasa

Ketika berbuka puasa, baik di rumah sendiri atau bukber (buka bareng) di rumah salah satu kerabat dan teman dekat, sering kali kita mempraktiskan soal makanan. Inginnya beli saja. Apalagi sudah ada aplikasi ojek online yang siap mengantarkan makanan sesuai permintaan. Namun, pernahkah terpikirkan berapa banyak sampah plastik yang dihasilkan dari pembungkus-pembungkusnya? 


Lebih baik bila memasak makanan sendiri di rumah dan gunakan tempat makan yang bisa dipakai berulang kali. Atau kalau memang ingin membeli makanan di luar, tetap hindari kemasan sekali pakai. Ini jauh lebih ramah lingkungan.


4. Jangan Belanja Berlebihan

Saat puasa, semua makanan tampak menggugah selera. Banyak sekali yang dibeli, tanpa sadar meja sudah penuh dengan makanan. Padahal, minum dan makan sedikit saat berbuka saja sudah terasa mengenyangkan. Akhirnya, banyak makanan yang terbuang. Ini tentu menjadi sebuah kemubaziran yang jelas-jelas dilarang dalam Islam, serta menambah timbunan sampah. Logikanya, selama Ramadan, sampah akan berkurang karena frekuensi makan kita juga berkurang. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, sampah menjadi lebih banyak.


Nifa berpesan bahwa intinya adalah self control. Misalnya untuk menghindari mubazir saat membeli makanan untuk buka puasa, kurang-kurangi porsi yang terlalu banyak.


5. Manfaatkan Program Sedekah Sampah dari MUI

Sejak tahun lalu, MUI telah menjalankan Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) di masjid-masjid untuk menerima sampah pilahan yang masih bernilai guna. Ini bisa dijadikan salah satu cara untuk melestarikan alam sekaligus meraup pahala. Memungkinkan pula dengan menyalurkan barang-barang tak terpakai di rumah, agar lebih bermanfaat untuk orang lain.


Sejauh ini MUI juga telah menggalakkan Ecomasjid sebagai salah satu cara untuk sosialisasi sekaligus mengimplementasikan fatwa-fatwa MUI. Jadi masjid tidak hanya menyiarkan full tentang ibadah saja, namun juga yang terkait dengan sosial dan alam. Seperti #SimpanAir, #HematAir dan #JagaAir yang fokus pada konservasi air di masjid-masjid.


Eji mengajak umat muslim untuk menjadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk berubah. Diawali dengan semangat dan kesadaran, lalu dipraktikkan mulai dari diri sendiri. Kemudian ditularkan kepada teman-teman komunitas. Tingkatkan kepedulian kepada lingkungan sekitar serta berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga bumi.


Sebagai bagian dari rangkaian kampanye Green Ramadan, Greenpeace meluncurkan game Truth or Dare yang dapat diakses melalui website https://tord.ummah4earth.org/. Truth  tentang informasi terkait lingkungan yang ingin diketahui dan Dare untuk tantangan yang bisa dilakukan. 


"Ingat, hal kecil yang dilakukan sesering mungkin dan menular ke banyak orang, bisa menjadi 1000 lebih kebaikan untuk bumi," tutup Reski Messanto sebagai host di akhir acara.


Semoga bermanfaat.

No comments

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)