Inner Strength BISKUAT ACADEMY 2022: Orang Tua, "Pelatih" Masa Depan Anak

2 comments

Tangan mungilnya seperti tak pernah lelah menggores krayon di kertas atau buku yang saya siapkan. Senang sekali menggambar. Bisa dari pagi sampai malam, menggambar puluhan gambar. Baik dari imajinasinya, tokoh kartun favoritnya, binatang laut kesukaannya, atau kejadian yang ia lihat. Satu yang paling membekas dalam ingatan saya adalah gambar saya mendorong stroller yang sedang didudukinya. 


Anak bungsu saya senang menggambar. Jelas, sangat jelas terlihat.


BISKUAT ACADEMY 2022

Beberapa waktu sebelumnya, saya sempat bingung. Semua suku kata dari huruf-huruf yang saya print dan tempel di dinding, malah dicoret dan dirobek. Padahal di usia yang sama, kakaknya sangat senang mempelajari setiap rangkaian huruf yang saya kenalkan dengan metode serupa. Antusias sekali, sehingga di usia 5 tahun, dia sudah sangat lancar membaca. Tapi, kenapa adiknya tidak begitu? 


Jawabannya langsung diberikan oleh aktivitas keseharian Si Bungsu. Saya sebagai orang tua, tidak bisa memaksakan satu hal yang sama pada dua anak dengan ketertarikan berbeda. Yang satu suka sekali berlogika, yang satu begitu mencintai karya visual. Tugas saya, mendukung kekuatan mereka dengan cara yang tepat agar menjadi potensi luar biasa di masa depannya kelak.



Setiap Anak Punya Kekuatan Unik

Anak memiliki kekuatan unik
Anak pertama saya unggul dalam berhitung dan membaca, anak kedua saya unggul dalam menggambar dan mewarnai

Lahir dari rahim yang sama, bukan berarti karakter, kemampuan, potensi dan minatnya juga sama. Memiliki dua jagoan, sudah cukup membuktikan kebenaran pernyataan tersebut. Bukan bermaksud membandingkan, namun ini adalah pijakan bagi saya sebagai orang tua untuk mengarahkan mereka sesuai potensi masing-masing.


Di usia 3 tahun, anak saya bisa mewarnai sama baiknya dengan Sang Kakak yang sudah berusia 5 tahun. Sedangkan kakaknya di usia 3 tahun dulu, jauh lebih unggul dalam merangkai huruf dan menjumlahkan angka. Karakternya pun jadi berbeda. Dengan mengambil acuan usia yang sama, saya mendapatkan satu benang merah untuk melakukan pendekatan yang adil.


Anak-anak saya butuh dukungan tepat, sesuai minat dan bakat mereka. Tidak bisa disama ratakan. Konsep adil bukan begitu, tetapi harus dilihat dari kemampuan baik apa yang tersembunyi dalam diri mereka masing-masing.


Seperti sepenggal kalimat dari Albert Einstein, “Everybody is a genius. But, if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid”. 

Sampai detik ini, tidak ada satu pun ikan yang lihai memanjat dan bergelantungan di pohon. Kemampuannya, ya berenang. Ikan pasti akan selalu dianggap bodoh bila dinilai dari kemampuannya memanjat pohon. Kera pun juga akan dikatakan bodoh sepanjang hidup, bila dinilai dari kemampuannya berenang. 


Andai saya memaksa kehendak dan tidak membuka pikiran, mungkin saja anak kedua saya akan menjadi korban. Kenapa? Pandai membaca dan berhitung masih dianggap lebih pintar. Betul, bukan? Ditambah lagi anak pertama saya, yang bersyukurnya pas tepat mengikuti alur "anggapan pintar" tersebut. Saya semakin berambisi untuk menjadikan adiknya juga pandai membaca dan berhitung di usia yang sama. Padahal, pintar bukan dinilai dari satu atau dua kemampuan saja. Ada banyak sekali kecerdasan manusia yang mesti jadi perhatian kita sebagai orang tua.


Tipe kecerdasan manusia

Pernah dengar Teori Kecerdasan Majemuk oleh Howard Gardner, seorang Psikolog dan Profesor di Harvard University? Teori yang banyak sekali diulas di berbagai situs parenting, pendidikan dan kesehatan ini, bisa menjadi pembuka mata kita agar dapat lebih bijak dalam mengenali potensi dan kemampuan baik yang dimiliki anak. Beliau mengelompokkan kecerdasan manusia dalam 9 tipe. 


1. Kecerdasan Naturalis

Bagi anak yang mudah sekali beradaptasi dengan alam dan sekitarnya, maka kecerdasan inilah yang dimiliki. Gemarnya melakukan aktivitas yang terkait dengan alam, seperti berkemah, mendaki gunung, berkebun atau hiking. Dinilai lebih baik untuk survive di alam karena dapat dengan baik mengenali, mengategorikan atau membedakan apa saja yang ia temui di alam.

2. Kecerdasan Musikal

Anak senang sekali dengan musik, suara, ritme, nada atau instrumen. Pokoknya, hal-hal yang berkaitan dengan musik, begitu menarik di matanya. Termasuk juga bernyanyi atau olah vokal dan pandai memainkan alat musik.

3. Kecerdasan Logika-Matematis

Bukan hanya suka berhitung, anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung menggunakan logikanya dalam segala hal. Memecahkan masalah dengan pertimbangan logis, kalau sebabnya begini, maka akibatnya akan begini, dan pendekatan ilmiah tetap menjadi yang terbaik. 

4. Kecerdasaan  Kinestetik

Anak dengan tipe kecerdasan ini memiliki keunggulan dalam gerakan fisik. Lihai menggerakkan badan dan terampil dalam aktivitas fisik. Potensi utama yang terpendam dalam dirinya adalah yang berhubungan dengan olahraga dan menari. 

5. Kecerdasan Visual-Spasial

Suka menggambar, memperhatikan video, membaca peta, tertarik sekali dengan pola atau bentuk, senang menyusun puzzle, maka kecerdasan visual lah yang dimiliki anak. Segala yang menyangkut dengan tampilan visual, bisa dicerna dengan baik oleh pikirannya, bahkan dari berbagai sudut pandang dan perspektif.

6. Kecerdasan Verbal-Linguistik

Jago dalam hal bahasa. Senang dengan bahasa, membaca, menulis cerita dan tentunya berujung dengan pandai berbicara. Ke depan, anak akan lebih cocok menjadi jurnalis, berpidato, penulis atau mungkin seorang YouTuber dan sukses dalam podcast. Karena pemilik kecerdasan ini dapat menjelaskan sesuatu dengan baik.

7. Kecerdasan Interpersonal

Gampang sekali berbaur dan berinteraksi dalam pergaulan. Inilah ciri utama bagi pemilik kecerdasan interpersonal. Dikarenakan kemampuannya yang sangat baik untuk menciptakan hubungan positif dengan orang lain, mampu menilai kondisi, emosi dan keinginan orang-orang di sekelilingnya. 

8. Kecerdasan Intrapersonal

Anak-anak yang mampu mengenali dirinya dengan baik, memiliki karakter yang kuat dan sangat tahu emosi, perasaan, apa yang memotivasi dan apa yang meningkatkan kepercayaan diri. Pemilik kecerdasan ini memiliki kemandirian, tidak mudah digoyahkan dan fokus dengan apa yang menjadi tujuannya. 

9. Kecerdasan Eksistensial

Penasaran sekali dengan keberadaan sesuatu. Bagaimana manusia diciptakan, bagaimana alam semesta terwujud, bagaimana nanti kehidupan setelah meninggal, bagaimana kalau hewan laut tidak ada dan sebagainya. Ciri-ciri orang filasafat banget dan juga berhubungan denga spiritual. Pertanyaannya seolah seperti berandai-andai, tapi tetap memiliki nalar yang kritis. 


Dari kesembilam kecerdasan ini, anak pasti memiliki minimal salah satunya. Itu yang ditekankan oleh banyak ahli psikologi juga. Sangat banyak tipe potensi kecerdasan yang tersimpan dalam diri anak. Inilah yang mesti dipahami, alih-alih masih berpatokan pada kepandaian matematika dan fisika. Anak yang dapat berinteraksi dengan baik, memiliki banyak teman dan pergaulannya luas, tetap termasuk anak yang cerdas kok.


Mari kembali ke dua anak saya tadi.

Anak pertama, lebih mengarah kepada kecerdasan logika-matematis dan kecerdasan verbal-linguistik. Dia lebih mudah menangkap pelajaran atau informasi yang berhubungan dengan angka dan bahasa. Sedangkan anak kedua, terlihat kecerdasan visual-spasial yang saya simpulkan dari aktivitas menggambarnya setiap hari. Sedikit menyinggung kecerdasan intrapersonal karena pendiriannya lebih teguh dan pengendalian emosinya pun lebih oke dari pada Sang Kakak. 


Dengan mengetahui kecerdasan yang dimiliki anak-anak kita seperti ini, setidaknya dengan analisa dan naluri sebagai orang tua, anak-anak bisa mendapatkan arahan dan dukungan yang lebih tepat demi menunjang kesuksesan kehidupan mereka di masa depan.


Eits, tapi perlu digaris bawahi bahwa hanya membulatkan segala upaya cuma pada kecerdasan anak saja, nyatanya masih belum sempurna. Masih ada satu lagi yang tak kalah penting kehadirannya dalam perjalanan anak meraih masa depan, yaitu inner strength. Apa itu? Yuk, kita bahasa lebih lanjut di pembahasan setelah ini. 



Peran Orang Tua untuk Bangun Inner Strength Anak

Bangun inner strength anak

Mencapai titik kehidupan hingga saat ini, proses panjang yang saya lalui tentu tidak selalu mudah. Saya pun yakin, setiap orang juga memiliki jatuh-bangunnya masing-masing, yang memberi pengalaman berharga. Ada step yang mudah, dan tak jarang pula ada masa di mana kita berpikir untuk menyerah.


Anak-anak kita pun juga pasti melalui proses kehidupan yang penuh tantangan ke depannya. Terutama dalam mencapai cita-cita. Orang tua dapat mengarahkan dengan segala rupa, namun tetap harus ada penyokong yang hanya lahir dari diri anak. Penyokong positif yang bisa menjadikan anak lebih tangguh dalam menghadapi segala seluk beluk kehidupan. Itu lah inner strength, yang kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai kekuatan baik dari dalam.


Situs healthlinkbc.ca mendefenisikan inner strength dalam penjelasan yang sederhana, yaitu:

"Inner strength, often called "resilience," is the ability to cope with the stressful situations that life throws at us." 

Bagaimana kemampuan seseorang bisa bertahan dalam situasi "tertekan" yang terjadi dalam hidupnya. Ini menyasar kepada karakter yang berhubungan dengan keberanian, percaya diri, cara bersikap dan segala yang bersifat positif.


Saya menemukan inner strength yang paling menonjol dari masing-masing anak saya. Tidak semua sama, karena kecerdasan mereka berbeda. Si Kakak lebih cekatan, cepat dan sigap dalam berpikir. Si Adik lebih telaten, gigih dan pantang usai sebelum selesai dalam mengerjakan sesuatu. Menarik, bukan? Karakter yang tumbuh dari aktivitas keseharian mereka, menjadi bukti bahwa kekuatan positif ini bisa ditumbuhkan, dilatih dan diasah.


Saat ini, anak mungkin belum paham bagaimana menantangnya kehidupan mereka di masa depan, apalagi untuk meraih apa yang dicita-citakan. Tidak akan ada yang berjalan mulus tanpa rintangan. Makanya penting sekali membangun inner strength anak sedini mungkin. Tujuannya agar anak memiliki karakter yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan dan perubahan di setiap jenjang kehidupannya.


Gimana sih caranya? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua di rumah, dan tentunya juga saya lakukan, demi membangun inner strenght anak.


  • Ciptakan Suasana Hidup yang Nyaman

Anak memiliki hak untuk hidup tenang, nyaman dan penuh kasih sayang. Orang tua lah tempat terdekat dan yang seharusnya menjadi penyedia kehidupan tersebut. Dalam membangun inner strength, kehidupan yang nyaman ini adalah yang paling mendasarnya. Kenapa? Karena untuk bertumbuh kembang dengan baik, tentu membutuhkan lingkungan yang baik juga. 


Orang tua penting sekali mencurahkan kasih sayang, perhatian, waktu yang berkualitas, serta pemenuhan kebutuhan fisiknya seperti kebersihan, makanan bergizi, pakaian, hingga tempat tinggal yang layak. Bukankah sebenarnya ini sudah menjadi tanggung jawab orang tua? 


  • Jangan Mematahkan atau Meremehkan

Ketika anak mengutarakan keinginan, memamerkan hasil kerja tangannya, atau menceritakan apa yang dialaminya, dengarkan dan respon lah dengan utuh. Jangankan anak-anak, kita yang sudah dewasa saja, pasti menginginkan hal yang sama. Benar, 'kan? Pengendalian emosi anak belum sebaik orang dewasa, bisa saja apa yang kita anggap biasa, menimbulkan dampak panjang dalam ingatannya. Mungkin saja terlihat "receh" bagi kita, tetapi ketika anak mengatakan, memamerkan atau menceritakannya dengan antusias, berarti hak tersebut sangat bermakna baginya.


Dengan tetap mendukung anak, kepercayaan diri, keberanian dan merasa bahwa pendapatnya berharga, pasti akan membangun inner strength yang baik untuk mengembangkan kecerdasannya. Sedih sekali bila di usia dini, semangat anak sudah dipatahkan. 


  • Stop Membandingkan

Kebiasan toxic yang sudah ada turun temurun ini sangat berbahaya dampaknya. Kekuatan anak bisa seketika lenyap ketika selalu dibandingkan dengan anak lain yang dinilai lebih hebat. Padahal, setia anak unik, kecerdasan dan timeline-nya tidak bisa disama ratakan. Orang tua sebaiknya fokus hanya dengan perkembangan masing-masing anak. Boleh membandingkan, namun hanya untuk pembelajaran, bukan menjatuhkan mental anak. Anak kembar saja pasti tumbuh kembangnya berbeda, apalagi anak kita dengan anak orang lain?


  • Beri Ruang pada Anak

Saking berambisinya untuk memberi segala yang terbaik untuk anak, saya pernah lupa memberi mereka ruang untuk mencari "jalan" sendiri. Segalanya diatur, dengan peraturan yang saya anggap benar. Padahal. anak punya cara sendiri untuk belajar, bermain, berpikir atau mencerna informasi yang mereka tangkap. Di sini, kemandirian sangat bisa dilatih.


Biasanya saya mempraktikkan dalam beberapa aktivitas, misalnya membiarkan anak makan sendiri pakai tangan walau sudah disediakan sendok, membiarkan mencoba mengerjakan pekerjaan rumah walau nanti makin berantakan, bahkan saya membiarkan anak-anak menyelesaikan perselisihannya ketika bermain selama tidak ada yang membahayakan. 


  • Pentingnya Mengapresiasi

Sejak anak saya bayi, setiap pencapaiannya selalu saya apresiasi. Tidak perlu dengan hal besar, dengan hal sederhana saja sudah cukup membuat mereka bahagia. Misalnya saat anak berhasil tengkurap, saya sudah mengapresiasinya dengan membeli kicring-kicring baru. Mungkin anak terlihat tidak mengerti, tetapi saya selalu percaya kalau "rasa" itu pasti akan sampai. Semakin bertambah usia, apresiasinya bisa dengan memberi tempelan stiker bintang di papan penghargaan (saya membuatnya hanya dari kertas yang ditempel di dinding). Jangan lupa, pelukan dan kecupan tetap menjadi apresiasi pertama yang saya berikan sebelum yang lain.


Banyak hal yang mungkin tidak akan didapatkan anak di sekolah terkait karakter. Cerdas mungkin sangat bisa dibuktikan dengan prestasi akademisnya, namun ketika berbicara soal karakter, penilaian tidak lagi sepenuhnya di atas kertas. Ujungnya, tetap kembali ke peran besar orang tua sebagai pihak terdekat anak. Karena pendidikan yang bersifat formal, tidak akan memberi hasil maksimal bila tidak dilengkapi dengan didikan orang tua di rumah.



Sepak Bola untuk Mengembangkan Inner Strength Anak

Sepak bola untuk bangun inner strengh anak

Berhubung kami tinggal di rusunawa dengan ukuran unit yang tidak terlalu luas, dua jagoan saya yang tumbuh semakin besar butuh ruang gerak yang lebih luas. Makanya saya senang sekali membawa mereka ke lapangan atau taman untuk berlarian sebebas-bebasnya. Tidak lupa, membawa bola tentunya. Agar ada yang ditendang dan dikejar. Tidak heran bila saat ditanya olahraga apa yang meraka gemari, jawabanya pasti sepak bola. Karena sudah terbiasa dengan kesenangan beraktivitas dengan benda bulat ini.


Ayahnya yang paling antusias untuk memasukkan anak-anak ke klub bola. Memang masih belum terealisasi, namun sudah masuk dalam agenda. Saya pasti mendukung, karena dari bermain bola, anak bisa melatih inner strength mereka dengan cara menarik dan asik. Menjadi pemain sepak bola yang handal bukan hanya membutuhkan skill, namun juga perlu memiliki karakter kuat dan positif.


Olahraga sepak bola dapat mengembangkan berbagai kekuatan baik dari dalam (inner strength), seperti berani, percaya diri, baik hati, dan tangguh.  Baik itu saat berinteraksi dengan orang lain, maupun diri sendiri.


Memangnya karakter baik apa yang bisa dibangun dari bermain bola? Apakah bisa diterapkan dalam kehidupannya di luar lapangan bola? Nah, berikut penjelasannya.


🌸 Percaya Diri dan Berani

Kedua karakter ini saling berhubungan. Saat sudah percaya diri, keberanian untuk mulai dan maju itu akan mengikuti. Dalam bermain sepak bola, kepercayaan diri dan keberanian dari setiap pemainnya adalah kunci untuk bertanding. Begitu pula dalam persaingan dan perjalanan mencapai cita-cita anak, apakah mungkin ditapaki bila anak tidak percaya akan kemampuan dirinya, serta tidak berani mencoba dan berproses?

🌸 Bekerja Sama

Dalam satu tim saja, terdapat 11 pemain. Semua harus bermain sesuai tugas masing-masing dan menjalankan strategi sesuai rencana. Bayangkan kalau pemain belakang tiba-tiba mundur dan berlagak menjadi kiper, pasti akan kacau. Kerja sama dalam sepak bola ini juga dapat dibawa anak ke kehidupannya secara umum. Mencakup juga di dalamnya bagaimana berempati, peduli dan toleransi. Tidak melulu semua bisa diselesaikan sendiri. Malah belakangan ini, berkolaborasi, yang pada dasarnya adalah kerja sama, dinilai memberi hasil yang lebih besar.

🌸 Tangguh

Pernah melihat pemain sepak bola yang tampak lemah di lapangan? Kalau saya sih tidak pernah. Latihan yang dilalui pemain untuk bisa mengikuti pertandingan, sudah menamamkan ketangguhan. Karena dalam pertandingan, kekuatan adalah senjata untuk bertahan sampai akhir. Tidak jauh berbeda dalam proses anak menggapai impian dan masa depan, ketangguhan juga menjadi senjata untuk sampai ke garis finish. Sejauh mana menjadi kuat ketika ada tantangan, dan dapat menyelesaikannya dengan baik. Karena tantangan itu adalah anak tangga yang sebenarnya. Tanpanya, a anak akan terus berada di bawah.

🌸 Sportif

Kalah, menang, mengikuti aturan, mengelola emosi adalah segala yang berkaitan dengan sikap sportif dalam sepak bola. Pemain akan melatih mental sportif saat menghadapi kekalahan, tunduk pada aturan permainan, serta pengendalian emosi yang baik ketika ada hal-hal tidak menyenangkan yang mungkin terjadi di lapangan. Dalam kehidupan pun sama, ada rules, kalah-menang, gagal-sukses, dan berbagai kejadian menguras emosi. Sportivitas menjadi modal agar tetap bertahan dalam masa-masa tersebut.

🌸 Disiplin

Mulai dari latihan, disiplin sangat menentukan keberhasilan seorang pemain sepak bola. Bahkan untuk pola makan, jam tidur dan aktivitas keseharian pun mesti didisiplinkan agar fisik terjaga. Tanpa adanya disiplin, apa pun aktivitasnya, keberhasilan itu mustahil untuk didapatkan. Sederhananya, disiplin bangun pagi, mengerjakan PR di rumah, atau rutin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang telah didaftarkan sekali seminggu. Jadwal-jadwal yang sudah disusun, beserta target-target yang dibuat, bila diterapkan dengan disiplin, pasti hasilnya tidak main-main.


Ini hanya beberapa karakter baik yang bisa dibangun dari sepak bola. Tidak menutup kemungkinan akan lebih banyak lagi karakter luar biasa lain yang akan didapatkan anak. Seperti baik hati yang terlatih dari kerja sama yang membutuhkan empati, bergotong royong, peduli dan bertoleransi.


So, sepak bola bukan sekadar kesenangan anak-anak sepulang sekolah, seru-seruan bermain lumpur ketika hujan di lapangan, atau iseng-iseng berkegiatan saat berkumpul dengan teman. Ternyata banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan anak.


Nulis tentang ini jadi ingin buru-buru masukin anak ke klub bola. Mumpung anaknya juga mau.



Sekolah Bola Online BISKUAT ACADEMY 2022, Wadah untuk Wujudkan Mimpi Anak Indonesia


Berbicara soal sepak bola, 2022 ini sudah tahun keempat Biskuat mengadakan BISKUAT ACADEMY. Wadah tepat bagi anak-anak yang memiliki mimpi dalam dunia sepak bola. Biskuat berkomitmen untuk menggali potensi sepak bola anak melalui kegiatan Sekolah Bola Online dan menghadirkan inisiatif terbaru pengembangan kompetensi guru Penjasorkes di seluruh Indonesia.


BISKUAT ACADEMY adalah wadah dan kesempatan terbaik untuk mendukung potensi anak melalui bidang non akademik, salah satunya olahraga sepak bola. Tentunya termasuk pengembangan kekuatan baik dari dalam (inner strength) anak.


Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), karena sesuai dengan visi keduanya. Pertama dari sisi Kemenpora, yaitu peningkatan prestasi olahraga dan persiapan generasi sepak bola masa depan Indonesia. Serta dari Kemendikbud Ristek, yaitu sejalan untuk mewujudkan pelajar Pancasila yang memiliki akhlak mulia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bernalar kritis, berkhebinekaan global, bergotong royong, kreatif dan mandiri. 


Ada apa sih di BISKUAT ACADEMY 2022?

Acara Biskuat Academy 2022

Ya, ada yang berbeda di Biskuat Academy 2022, bukan hanya anak, namun guru pun bisa sama-sama mengembangkan potensi di sini. Melalui Physical Education (PE) Teacher Workshop sebagai salah satu rangkaian acara, memberi dukungan kepada para pahlawan di balik pengembangan potensi sepak bola anak, yaitu guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes) di tingkat Sekolah Dasar, melalui Workshop Pengembangan Kompetensi pada tanggal 15 Oktober 2022.


Selanjutnya, seluruh peserta berkesempatan untuk mendapatkan pelatihan dengan kurikulum yang disusun oleh pelatih bersertifikat UEFA yaitu Coach Timo Scheunemann, bimbingan langsung dari pemain Tim Nasional Indonesia, dan memenangkan kesempatan tur ke stadion sepak bola di Eropa!

Selain itu, hadir juga Coach Aji sebagai sosok Pelatih Inspirasional pada BISKUAT ACADEMY 2022. Beliau aktif sebagai pelatih yang berjasa dalam membentuk pemain sepak bola handal di Indonesia. Hal ini dilakukan karena Biskuat percaya, jika satu pelatih saja dapat mengembangkan sekelompok anak, maka dukungan penuh dari berbagai pihak seperti guru, orang tua, dan masyarakat sekitar dapat menghasilkan perubahan maksimal dalam pengembangan olahraga sepak bola, terutama untuk mengasah kemampuan sepak bola generasi muda.


“BISKUAT ACADEMY konsisten hadir untuk mengembangkan skill yang dibutuhkan generasi muda agar dapat menjadi pemain sepak bola handal dengan senantiasa mendukung ‘kekuatan baik dari dalam (inner strength)’ anak, seperti berani, percaya diri, baik hati, dan tangguh. Melalui olahraga sepak bola, Biskuat percaya bahwa anak dapat mengembangkan berbagai karakter kuat dan positif saat berinteraksi dengan orang lain maupun diri sendiri.” 

-  Andhika J. Lestari, Senior Brand Manager Biskuat


Beruntung sekali rasanya ketika anak-anak kita begitu diperhatikan dan diwadahi oleh program-program yang peduli akan potensi mereka. Salah satunya BISKUAT ACADEMY 2022 ini. Saya yang tinggal di ibu kota saja, rasanya masih sulit untuk bisa mempertemukan anak dengan pelatih-pelatih sepak bola besar yang kurikulumnya tentu tak perlu diragukan. Makanya, ini kesempatan emas bagi seluruh anak di Indonesia agar dapat mengembangkan potensinya dalam sepak bola.


Bagaimana cara daftaranya? 

Cara mendaftar Biskuat Academy 2022

  1. Beli salah satu paket Biskuat Kemasan Khusus, dan temukan kode unik di belakang kemasan.
  2. Daftar via Whatsapp dengan mengirimkan pesan ke nomor Whatsapp 0812 1222 5919. Kemudian ikuti instruksi Chatbot Biskuat di Whatsapp.
  3. Ikuti Biskuat Academy dan menangkan kesempatan tur ke Stadion Bola Internasional, serta hadiah menarik lainnya.


Yuk, buruan daftar! Tujuan Biskuat untuk menciptakan #GenerasiTiger, yaitu anak-anak yang tidak hanya berprestasi, tapi juga memiliki kekuatan baik dari dalam (inner strength) yang tercermin dari karakter positif anak, sangat bisa diraih melalui BISKUAT ACADEMY 2022.


Untuk informasi lebih lanjut, bisa kepoin akun Instagram Biskuat di @biskuatindonesia dan website resminya di https://www.biskuatacademy.com/



Layaknya Pelatih Sepak Bola, Orang Tua Juga "Pelatih" Masa Depan Anak 

#GenerasiTiger

Jujur, saya merinding saat menonton video inspirasi BISKUAT ACADEMY 2022 yang telah disematkan sebelumnya. Kata-katanya menancap dalam pikiran dan hati saya. 

Saat tempat bermain kami menyempit, dia membawa kami ke lapangan yang lebih besar.

Saat cita-cita kami mengecil, dia menunjukkan mimpi kami bisa lebih tinggi.

Bahkan saat kami hampir kehilangan harapan, dia percaya, untuk kami selalu ada jalan.


Seorang pelatih saja, bisa begitu percaya dan memberi kesempatan bagi anak didiknya untuk terus bangkit dengan potensi yang dimilikinya. Dari gang sempit, anak-anak ini bisa begitu membanggakannya berlari di lapangan besar. Andai saja tidak ada yang percaya dan mengasah kemampuan mereka, mungkin potensi itu tidak akan berkembang.


Saya ingin menjadi Sang Pelatih, percaya dengan kemampuan unik anak-anak saya, dan menggenggam tangan mereka untuk terus mengembangkan setiap kecerdasan dan potensi baik yang ada dalam dirinya. Tidak ada yang lebih baik ketika seseorang bisa berada dalam lingkungan dan jalur yang tepat. Ketika kemampuan mereka dihargai, dipercayai dan diberi kesempatan untuk terus maju. 


Saya ingin menjadi Sang Pelatih, menjadikan "tendangan" anak-anak bisa lebih jauh. Membuat mereka percaya bahwa dalam diri mereka ada potensi dan kekuatan. Sehingga kepercayaan diri akan membawa langkah mereka semakin dekat dan terus mendekat menggapai cita-cita. 


Saya ingin menjadi Sang Pelatih, terus membersamai langkah anak-anak di saat terburuk sekali pun. Mereka tidak pernah sendiri. Ada orang tuanya yang akan selalu ada dan terus mendampingi sampai kapan pun dan dalam kondisi apa pun.


Kita orang tua, dan kita adalah "Sang Pelatih" anak-anak kita.

Mari sadari kekuatan baik dalam diri anak dan dukung semaksimal yang kita bisa. Karena kalau anak-anak kita sukses dan menemukan titik tertinggi dalam hidupnya, kebanggaan bukan hanya milik mereka, bisa jadi kita merasakan kebanggaan yang lebih dari apa yang anak-anak kita rasakan.


Setiap anak pasti punya kekuatan dan potensi!


_______


Referensi

Materi referensi yang disediakam penyelenggara

https://ibuibudoyannulis.com/iidnreborn/lomba-blog-mendukung-inner-strength-anak-di-biskuat-academy/

https://www.biskuatacademy.com/

https://www.healthlinkbc.ca/pregnancy-parenting/relationships-and-emotional-health/helping-your-child-build-inner-strength

2 comments

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)