Seedbacklink Summit 2026 di Ritz-Carlton Jakarta, Masa Depan Blogger Masih Cemerlang

No comments
Berkesempatan menghadiri acara yang tak lepas dari circle para bloger, selalu membuahkan pengalaman berharga. Ada ilmuya, ada serunya. Tentunya ini pula yang saya rasakan dan akan saya tuliskan, ketika saya menjadi salah satu peserta dalam acara Seedbacklink Summit 2026 di Ritz-Carlton Jakarta pada tanggal 20 Desember 2025 lalu. Acara tahunan offline pertama dari Seedbaklink yang diadakan sebesar ini.

Seedbacklink Summit 2026 di Ritz-Carlton Jakarta, Masa Depan Blogger Masih Cemerlang

Seedbacklink Summit 2026 membahas tentang Marketing and Communication Outlock 2026 dengan narasumber luar biasa yang sukses memberikan pandangan baru dan motivasi untuk tetap aktif menangkap peluang di dunia digital. Berikut narasumbernya.
  • Ahmad Desrayen - CEO of Seedbacklink
  • Bima Marzuki - Founder & CEO Media Buffet PR
  • Rizky Permata. N - Co-CEO of KOL.ID
  • Amrista Raje - Top Creator Indonesia
  • Leon Hartono - Founder The Overpost & Enterpreneur


Kabar baiknya, kesimpulan paling berharga yang saya tangkap adalah masa depan bloger yang masih cemerlang di tahun mendatang. Di tengah keluhan sepinya job dan meredupnya eksistensi blog di mata banyak orang, nyatanya blog masih sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan digital. Yakin masih malas-malasan mengisi blognya?

Marketing Inventory yang Berdaptasi

Marketing Inventory yang Berdaptasi

Disampaikan oleh Ahmad Desrayen, history just repeat, adaptation is the key. Marketing pasti memiliki inventory yang terus mengikuti kebutuhan zaman. Misal di tahun 2000-2010, inventory ini berupa koran, radio, TV, atau billboard. Maju ke tahun 2010 hingga sekarang, media baru terus bermunculan, seperti website dan blog. Tapi, platform-nya bisa jadi bertambah atau bergeser sesuai arus pengguna. Kalau sebelumnya Facebook merajai jagat maya sebagai platform bersosial secara daring, kini sudah ada Instagram, TikTok, YouTube, dan lainnya. Tentunya dengan algoritma yang masif bergerak.

Satu pertanyaan menarik dilempar oleh Bima Marzuki, apakah 5 tahun mendatang, AI akan menggantikan Google? Walau saat ini penggunaan AI meroket tajam, bahkan untuk curhat saya tanyanya ke ChatGPT, menurut analisa beliau, Google belum tergantikan. Karena semakin banyak dan sering orang menggunakan AI, semakin terlihat pula celah kekurangannya. Sehingga untuk mencari informasi yang tepercaya, pengguna internet masih mengandalkan Google yang mampu mengoneksikan dengan jutaan sumber referensi. Jelas website-nya, jelas penulisnya. Bukan mengandalkan hasil pemikiran AI yang terkadang belum dapat memberikan jawaban sesuai.

Maka dari itu, website (termasuk blog) belum kehilangan pamornya di tahun 2026 atau 5 tahun mendatang. Orang-orang masih percaya bahwa informasi yang mereka dapatkan dari hasil pencarian Google, lebih dapat diandalkan.

SEO to GEO

Bersama teman-teman blogger siap go GEO
Bersama teman-teman bloger yang siap go GEO
SEO tentu tidak asing bagi para bloger dan digital marketer. Tapi, tahukah teman-teman bahwa SEO sudah beralih ke GEO (Generative Engine Optimization)? GEO ini hadir untuk merespon munculnya mesin pencari berbasis AI. Kebutuhan brand besar bukan lagi untuk mejeng di halaman pertama Google, melainkan juga dapat menjadi referensi AI. Coba perhatikan, ketika kita bertanya di platform AI, sering diberikan tautan sumber referensi yang bisa diklik. Nah, inilah tujuannya. Karena nyatanya, muncul di halaman Google, belum tentu bisa menjadi referensi AI.

Bila SEO fokus pada kata kunci, backlink, dan analisis website pesaing, GEO justru fokus pada ragam pertanyaan pengguna, lalu memberikan jawaban tepat dan relevan. Sehingga konten yang menjadi referensinya pun menggunakan bahasa yang lebih alami, kreatif, dan relate. Tapi, perlu dibarisbawahi bahwa bukan berarti SEO tidak lagi dibutuhkan. GEO justru menjadi teknik pengembangan SEO yang berlandas AI.

Di sinilah blogger dibutuhkan. Untuk menaikkan sebuah website/brand, jelas butuh penanaman backlink dan review positif. 

Makanya tawaran kerja sama melalui Seedbacklink, baik content placement dan review produk/jasa ramai di Seedbacklink. Bila ingin menaikkan blog sendiri, juga bisa membeli backlink di sini.  

Jadi, apakah masa depan blogger tidak cerah lagi? Itu salah besar. Dari apa yang dijelaskan gamblang di Seedbacklink Summit 2026, saat ini dan beberapa tahun ke depan, blog masih diperlukan dalam berbagai kerja sama digital marketing, baik untuk SEO maupun GEO. Karena tanpa memaksimalkan dukungan dan "pertalian" rumit di balik sistem pencarian digital, di mana ini yang terus diupayakan dalam digital marketing, sebuah website/brand akan kalah saing. Soalnya, mencari informasi apapun pasti langsung searching kan?

"Resep" untuk Muncul di AI

Resep untuk Muncul di AI

Lebih lanjut, Bima membocorkan resep rahasia agar brand bisa menjadi referensi AI. Ada satu hal yang ternyata berbeda dari yang selama ini saya pikirkan. Kira-kira seperti ini resepnya.

1 cup mention di sistem Google (misal Google Chrome, Goole Translate, YouTube, dan lainnya)
1/4 cup mention di media sosial
2 sendok teh mention di situs berita
1 1/2 sendok teh mention di website sendiri

Siapa sangka menyebutkan merek sendiri di website sendiri pula, justru menjadi yang paling sedikit memberikan kontribusi. Yang paling utama adalah memunculkan nama brand di Google system, contoh sederhananya di caption video YouTube. Selanjutnya baru penyebutan di konten-konten media sosial, disusul penyebutan di situs berita. Jadi, jangan malas bikin konten ya, guys! Sering-sering deh naikin branding atau brand-nya bila ada.

Sekalian bahas konten, Rizky Permata membocorkan bahwa kerja sama KOL saat ini dan tahun 2026 lebih mengacu pada kekuatan persona. Cambukan juga nih buat saya pribadi untuk lebih mengenali diri dan menemukan keunikan. Karena yang dicari adalah bagaimana mengemas konten dengan beragam sudut pandang dan sesuai dengan keunikan masing-masing KOL. Akhirnya akan lebih relate dengan pengikut dan pesan tersampaikan dengan baik.

Pembicara di Seedbacklink Summit 2026
Pembicara di Seedbacklink Summit 2026 
Tips dari Amrista Raje, bila ingin membuat konten yang ramai, tidak perlu memikirkan semuanya sendiri dari nol, tapi bisa dengan mencari konten orang lain yang relevan dan performanya bagus, lalu dimodifikasi sesuai persona kita. Serta harus banyak-banyak praktik sampai menemukan konten jenis apa yang paling bagus insight-nya.

Leon Hartono pun membagikan pengalaman selama membangun media sosialnya. "Konten panjang dan konten pendek itu value-nya beda." Konten panjang bisa memberikan informasi yang lebih lengkap dan kemungkinan besar penonton akan lebih mudah ingat dengan kita Sedangkan konten pendek, berpotensi ramai ditonton sehingga cocok untuk mencari viewers. Cuma, kalau tidak punya branding kuat di konten pendek, akan mudah dilupakan. Makanya harus sering-sering posting.

Dan yang paling penting, tetap isi media sosial atau blog pribadi kita dengan konten-konten organik. Jangan sampai semuanya sponsored post. Pengikut tidak menyukai itu.

Kabar Gembira dari Seedbacklink

Kabar Gembira dari Seedbacklink

Adakah teman-teman bloger yang belum mendaftarakan blognya di Seedbacklink? Kalau belum, mending daftar sekarang. Karena ini dapat menjadi pintu penghasilan. Tahun kemarin, saya mendapatkan jutaan rupiah dari satu blog. Lumayan untuk bayar perpanjangan domain dan jajan-jajan, hehe.
Daftarnya bisa di sini: DAFTAR SEEDBACKLINK.
Bila butuh panduan pendaftaran, bisa dibaca di sini: Cara Daftar Seedbacklink

Singkatnya, Seedbacklink adalah platform yang mempertemukan pembeli dan penjual backlink. Bila ada yang membutuhkan backlink, bisa mencari blog mana yang kira-kira tepat. Kalau blog kita terpilih, maka akan masuk notifikasi ke email dan WhatsApp. Rate bisa ditentukan sendiri, ya. Seedbacklink mengatasi administrative trap yang biasanya bikin ribet kalau dikerjakan secara manual. Sehingga dalam menjalankan sebuah kerja sama, tak perlu lagi proses yang panjang dan makan waktu. 

Di Seedbacklink Summit 2026 kamarin, Ahmad sebagai CEO memberikan kabar gembira bahwa Seedbacklink segera tersedia di Malaysia! Jadinya akan lebih luas pasar blog kita. Mana tahu bisa mendatangkan rezeki yang lebih banyak lagi, aamiin. Selain itu, Seedbacklink juga sudah membuka fitur baru untuk para KOL. Bukan cuma blog saka yang bisa didaftrakan, tapi akun media sosial kita juga bisa.

Pastinya ini disesuaikan dengan kebutuhan brand untuk mendapat tempat teratas di mesin pencari dan AI. Rugi kan kalau tidak dimanfaatkan oleh para bloger? Sekali lagi, yakin masih malas update blog?


Penghargaan untuk bloger dan media

Terakhir, di acara ini, penghargaan juga diberikan kepada media dan bloger di berbagai kategori. Senang rasanya melihat masih ada wadah yang mengapresiasi kami, para bloger Indonesia. Alhamdulillah tahun 2024 saya berhasil masuk sebagai Top Creator of the Year untuk kategori Blogger paling Creative. Tahun 2025 diraih oleh teman-teman bloger yang saya kenal. Yey! Semoga tahun depan giliran kalian, ya!

Ingat, di 2026, bloger masih dibutuhkan dan masa depan kita masih cemerlang!
Semoga bermanfaat.

No comments

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)