Alhamdulillah Allah menitipkan rezeki yang luar biasa pada saya dan suami
untuk daftar haji tahun ini. Baru daftar, ya. Dan kami daftarnya haji reguler
dengan masa tunggu lebih dari 20 tahun. Ternyata, daftar haji sekarang jauh
lebih praktis melalui aplikasi Satu Haji, kita tidak perlu datang ke
Kementerian Agama. Selain itu, buka tabungan haji pun juga bisa
online melalui aplikasi banknya. Jadi, prosesnya bisa
online dari awal sampai akhir pendaftaran hingga dapat nomor porsi.
Berhubung belum banyak tutorial atau cara lengkap yang membahas tentang
pendaftaran haji online ini, saya akan menjelaskan di artikel ini
sedetail mungkin agar bisa menjadi referensi teman-teman yang akan mendaftar
haji juga. Kalau ada yang praktis, kenapa enggak? Iya kan? Sangat membantu
untuk saya yang memang susah pergi jauh-jauh di hari kerja karena ada anak
yang tidak bisa ditinggalkan.
Bagaimana cara dan tahapan pendafaran haji online melalui aplikasi Satu
Haji?
Bagaimana membuka tabungan haji?
Apa saja dokumen yang harus disiapkan?
Baiklah, saya tulis step by step dari awal, ya.
Pembukaan Tabungan Haji
Ini yang pertama harus dilakukan. Untuk mendaftar haji, kita wajib punya
tabungan haji. Namun, tidak bisa di semua bank, hanya di bank-bank yang sudah
ditetapkan oleh Kementerian Agama sebagai BPS-BPIH. Nanti teman-teman bisa
searching banknya apa saja karena lumayan banyak dan terlalu panjang
untuk disalin ke sini.
Kebetulan saya membuka tabungan haji di Bank Syariah Indonesia karena
kantornya dekat dari rumah. Jadi, yang akan saya ceritakan adalah cara membuka
tabungan haji di bank ini. Sebenarnya keseluruhan prosesnya
bisa online, tapi kemarin saya perlu tetap ke bank untuk
mendapatkan buku tabungannya. Buat disimpan saja. Kalau enggak, berarti tidak
perlu ke bank.
Berhubung aplikasi BEYOND tidak bisa di screenshoot, jadi saya tidak
bisa menyertakan gambar. Namun, dengan mengikuti langkah-langkah berikut,
kemungkinan besar teman-teman tak akan kesulitan.
Membuka Tabungan Biasa
- Instal aplikasi BEYOND di smartphone dan lakukan pengaturan awal.
- Buka rekening biasa dengan klik Menu > Tabungan. Pilih jenis tabungan mana yang sesuai. Kalau saya yang Easy Wadiah. Andai kita tidak request dibuatkan ATM, maka tidak ada potongan administrasi per bulan.
- Klik Open Saving atau Buka Tabungan.
- Selanjutnya ikuti alur pendaftaran dengan mengisi data diri, upload foto KTP, foto wajah, dan foto dengan KTP. Pastikan memilih cabang kantor BSI terdekat dan mudah didatangi.
- Bila proses pendaftaran berhasil. Maka tabungan sudah langsung aktif.
- Masukkan dulu dana yang dimiliki ke rekening ini sebelum ke Tabungan Haji nanti.
- Penting! Dana yang ditahan dalam rekening adalah Rp50.000. Jadi nanti saat memasukkan dana dalam tabungan, akan langsung terpotong Rp50.000.
Membuka Tabungan Haji
- Masih di aplikasi BEYOND, klik Menu > Tabungan, lalu pilih Tabungan Haji.
- Klik Open Saving atau Buka Tabungan.
- Pilih akad atau perjanjiannya. Kalau saya pilih Mudharabah.
- Masukkan nominal setoran awal. Saya langsung masukkan 25 juta karena nanti mau langsung disetorkan untuk pendaftaran haji. Jangan pas-pas banget, soalnya nanti ada biaya administrasi Rp10.000 untuk pendaftaran haji. Nominal ini bisa disesuaikan dengan setoran masing-masing, Bisa ditabung dulu, nanti setelah terkumpul 25 juta baru daftar haji.
- Pilih rekening sumber. Inilah alasan kenapa kita harus membuka rekening biasa dulu, baru rekening haji. Jadi, dana harus ditransfer ke rekening biasa, baru ke rekening tabungan haji.
- Konfirmasi dan klik Kirim Pengajuan.
- Selesai.
Bila ingin mendapatkan buku tabungan, harus ke cabang kantor BSI yang kita
pilih saat melakukan pembukaan rekening di aplikasi. Penting untuk
diketahui juga bahwa tabungan haji ini tidak bisa dipakai sesukanya
seperti di rekening biasa. Harus diambil langsung ke bank bila ingin
mencairkan. Ini sebagai pengaman saja supaya tabungan haji tidak habis
begitu saja
Cara Mendaftar Haji Online di Aplikasi Satu Haji
Awalnya saya ragu mendaftar secara online. Tapi, karena lokasi kantor
Kemenag domisili saya jauh, akhirnya saya berani saja. Ternyata, prosesnya
praktis, cepat, dan memang sangat memudahkan. Anti ribet deh pokoknya.
Berdasarkan pengalaman saya kemarin, InsyaAllah sistemnya sudah oke dan dapat
dipercaya.
Sebelumnya, berikut dokumen yang harus disiapkan. Cukup dalam format digital
saja, bisa difoto atau di-scan. Yang penting jelas.
- KTP
- Kartu Keluarga (KK)
- Ijazah/Akte Nikah/Akte Lahir
Kemudian, kita harus melakukan stor awal 25 juta sebagai persyaratan dari
Kemenag untuk mendapatkan kursi.
Setoran Awal 25 Juta untuk Mendapatkan Nomor Validasi
- Buka aplikasi BEYOND.
- Klik menu Portofolio, pilih Tabungan Haji.
- Klik Hajj List atau Daftar Haji. Proses pendaftaran hanya bisa dilakukan di hari kerja dan jam kerja.
- Lakukan setoran awal Rp25.010.000. Rp10.000 untuk biaya administrasi.
- WAJIB simpan bukti setoran.
- Setelah penyetoran selesai, kita akan mendapatkan nomor validasi yang akan dimasukkan ke aplikasi Satu Haji. Nomor validasi ini juga dikirimkan ke email dan bisa di-print juga bila dibutuhkan
Setelah mendapatkan nomor validasi sebagai bukti transfer 25 juta, baru kita
melakukan pendaftaran di aplikasi Satu Haji.
Pendaftaran Haji Online di Aplikasi Satu Haji
- Instal aplikasi Satu Haji dan lakukan pengaturan dasar.
- Klik menu Pendaftaran Haji.
- Isi nomor validasi dan NIK, klik Submit.
- Unggah seluruh persyaratan yang diminta, yaitu foto diri, foto KTP, foto diri+KTP, foto KK, Foto Ijazah/Akte Nikah/Akte Lahir, foto bukti setoran yang 25 juta dari bank.
- Setelah lengkap, maka daftarkan diri.
- Berkas kita akan dicek selama beberapa hari. Kalau saya kemarin cuma butuh waktu 2 hari. Pendaftaran tanggal 5 Mei, mendapatkan nomor porsi tanggal 7 Mei. Konfirmasi keberhasilan pendaftaran ini akan dikirimkan juga melalui email. Surat Pendaftaran haji bisa di-download sebagai pegangan kita.
- Status pendaftaran ini bisa dipantau di aplikasi Satu Haji dengan mengklik lambang lonceng pada bagian kanan atas.
- Cek estimasi keberangkatan kita di menu Estimasi Keberangkatan. Kalau saya kemarin tidak bisa langsung muncul estimasinya setelah mendapatkan nomor porsi. Sepertinya dibutuhkan waktu untuk menginput datanya. Bisa dicek secara berkala, ya. Hanya beberapa hari saja kok.
- Selesai.
Mudah sekali, bukan? Tidak perlu cetak foto, tidak perlu ke kantor Kemenag,
dan tidak perlu fotocopy dokumen. Ini sangat membantu saya yang
memang agak sulit ke mana-mana.
Saya sangat berharap Allah SWT akan memberikan kesempatan istimewa kepada
saya dan suami untuk benar-benar ke tanah suci, menggaungkan nama-Nya di
depan Ka'bah. Begitu pula dengan teman-teman yang sudah meniatkan diri untuk
melaksanakan rukun Islam yang ke-5 ini. Kita semua diberi umur panjang,
dilancarkan rezekinya, dan diizinkan menjadi tamu Allah di Baitullah.
Aamiin ya robbal a'lamin.
Semoga bermanfaat.










No comments
Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)