Tentu kita bebas dan boleh-boleh saja "nulis curhat" di blog milik pribadi. Di sini pun saya sering mencurahkan isi hati supaya tidak jadi beban pikiran. Tapi, curhatnya bukan tanpa rem, saya memiliki aturan sendiri agar curhatan itu dapat dituangkan dengan lebih positif.
Kenapa perlu ada aturan? Alasannya sederhana, karena blog bisa dibaca oleh semua orang. Jelas ada etika yang harus dijaga. Kalau curhatan kita akan menimbulkan masalah di kemudian hari atau jadinya hanya tulisan "kosong" yang tidak memberi manfaat apa pun kepada pembaca, lebih baik tidak usah ditulis. Iya, kan? Mengingat yang berkunjung ke blog adalah orang-orang yang ingin mencari informasi. Bukan sekadar iseng mampir.
Baca juga: Apakah Blog Harus Punya Niche?
Maka dari itu, agar curahan hati tidak menjadi sampah online, berikut aturan yang saya terapkan ketika menuliskannya. Tapi, sebelumnya disclaimer dulu. Ini murni sesuai pengalaman pribadi, jadi kalau ada yang tidak sesuai, skip saja, ya. Dan saya juga tidak memberi jaminan keamanan apa pun. Hanya sekadar untuk sharing saja.
✅ Apakah Pantas untuk Dibagikan?
Tidak semua masalah atau pikiran kita pantas menjadi konsumsi publik. Misal masalah keluarga, lebih baik jangan terlalu diumbar. Apalagi sampai mengungkap identitas anggota keluarga atau orang lain yang berkaitan. Tapi kalau tetap ingin berbagi dengan niat baik supaya orang lain dapat menghindari masalah serupa, wajib samarkan dengan sekreatif mungkin agar tidak menjurus ke satu orang atau pihak tertentu. Namun kembali lagi, andai rasanya sulit, lebih baik cari topik tulisan lain yang lebih aman.
✅ Apakah Menyinggung Orang Lain?
Contoh yang paling sering saya alami ketika mau menulis tentang pengalaman resign. Saya selalu berusaha menjaga agar jangan sampai menyinggung ibu bekerja. Bagaimanapun, kedua kubu ini masih kerap dibanding-bandingkan. Kalau saya rasa curhatan yang akan saya tulis dapat menyinggung ibu bekerja, saya tak akan membahasnya. Lebih baik cari aman. Jadi, pastikan mempertimbangkan siapa saja yang berkaitan dengan masalah kita sebelum menulisnya di blog.
✅ Utamakan Manfaat untuk Pembaca
Kalau sudah melalui dua tahapan pertimbangan di atas, hal selanjutnya yang wajib dipikirkan adalah manfaat. Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, orang mengunjungi blog pasti ingin mencari informasi atau insight tertentu. Maka berikanlah itu dari tulisan kita walau dasarnya adalah curhat.
Misal saat saya curhat tentang suami yang tidak peka. Saya mengemasnya dalam artikel 5 Hal yang Bisa Dilakukan Ayah agar Bunda Bahagia. Saya tulis saja semua yang ingin saya dapatkan dari suami dan membagikan tulisan itu di media sosial dengan harapan dibaca suami. Tapi di sisi lain, pembaca yang kebetulan mencari informasi relevan, tidak akan menerimanya sebagai tulisan curhat belaka, melainkan langkah-langkah yang dapat dipraktikkan.
✅ Pastikan Berdasarkan Fakta dan Data
Nah, ini salah satu yang tak kalah penting. Saat curhat, kita suka kebablasan mengeluarkan pendapat atau sudut pandang sendiri. Apalagi sedang emosi. Kalau sudah memutuskan membahas satu permasalahan nyata dalam artikel blog, setiap pendapat dan pernyataan harus berdasarkan fakta dan data. Terutama yang berkaitan dengan pemerintahan, instansi tertentu, atau ilmu pengetahuan. Ingat, ada Undang-Undang ITE.
Saya pernah membahas tentang MBG. Seperti yang sama-sama kita tahu, ini merupakan topik rawan yang membuat saya maju-mundur untuk menuliskannya. Tapi, sebagai warga negara, saya punya hak bersuara dan rasanya mengganggu pikiran kalau terus dipendam. Akhirnya setiap pernyataan tentang MBG, selalu saya sertakan dengan data atau kutipan ahli. Jadi, saya tidak hanya berpendapat sesuka hati, melainkan ada dasarnya. Artikel itu berjudul Mempertanyakan HAK PENDIDIKAN yang Diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945, andai teman-teman mau baca-baca.
✅ Tetap Menulis dengan Baik dan Benar
Sebenarnya bukan hanya untuk tulisan curhat saja, semua tulisan di blog harus ditulis dengan baik dan benar agar enak dibaca, mudah dipahami, dan dapat dipercaya. Jangan mentang-mentang curhat, menulis jadi sesukanya. Meskipun bermanfaat, kalau tidak semua pembaca mengerti, kan sayang informasinya. Dengan menulis baik, akan tergambar bahwa pemilik blognya juga baik. Menurut saya begitu.
Baca juga: E-book Menulis Artikel untuk Lomba Blog, Berdasarkan Pengalaman 50+ Kali Menang
Entah ada yang membaca tulisan blog kita yang didasari oleh curhatan itu, yang jelas, kita harus tetap menulis artikel bermanfaat dan beretika. Jangan sampai niat untuk melegakan hati malah jadi jejak abadi yang nantinya mempermalukan diri sendiri. Sudah banyak contohnya kan? Asal ketik, ada yang sampai kehilangan pekerjaan, dihujat, hingga dituntut. Semoga kita dihindari dari hal yang demikian, ya.
Jadi, kalau teman-teman mau curhat di blog, silakan saja asalkan tetap dituangkan dalam tulisan yang positif.







No comments
Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)