Saya pernah menjadi korban penipuan hingga lima juta rupiah oleh salah satu akun media sosial sahabat lama. Tidak terlalu sering berkontak karena kesibukan, saya tidak tahu bahwa akun itu dibajak, padahal kami sering berkomunikasi lewat fasilitas chatting-nya sebelum ini. Gaya bahasanya sama persis, singkatannya, bahasa minangnya hingga cerita anggota keluarganya yang saya kenali. Si pembajak juga tahu domisili saya sekarang, pekerjaan saya bahkan keluarga saya. Ketika tawaran membuka usaha bersama ia luncurkan, tanpa pikir panjang saya setujui. Lagi pula saya sudah bekerja waktu itu, dengan tabungan yang lumayan.






