Header Ads

Cara Mengatasi Sembelit pada Anak

Cara mengatasi sembelit pada anak

Semenjak Byan masih ASI Ekslusif , BAB ini sudah menjadi salah satu masalah yang selalu bikin deg-degan. Bisa sampai 2 minggu loh dia tidak menunjukkan gelagat mau pup. Karena waktu itu DSA-nya Byan bilang masih normal dengan alasan ASI yang sangat padat nutrisi sehingga hanya sedikit sekali meninggalkan ampas, jadinya aku selow saja. Sepertinya aku pernah deh membahas ini, tapi lupa judulnya apa, kalau penasaran bisa diubek-ubek aja  ya tulisan di blog ini, hehe. 

Nah setelah masuk tahap MPASI, mulai lah masalah BAB yang sesungguhnya. Jika sebelumnya Byan tidak rewel walaupun tidak pup selama dua minggu, sekarang malah rewel sekali meskipun tidak pup hanya 3 hari. So, Byan harusnya bisa pup tiap hari agar perutnya tidak kepenuhan. 

Setelah mencoba berbagai cara dengan trial-error nya, akhirnya aku menemukan berbagai tips agar masa sembelit ini terlalui dengan happy ending. Sebagian besar aku masih menggunakan cara alami dan menjadikan penggunaan obat kimia sebagai jalan terakhir jika semua cara gagal. 

Konsumsi Buah
Biasanya buah yang disarankan untuk dikonsumsi disaat anak sembelit adalah buah yang mengandung bahyak air. Ternyata tidak semua buah yang berair banyak itu cocok untuk mengatasi masalah BAB Byan. Salah satunya buah Pir yang sering direkomendasikan, tapi kenyataannya malah tidak berpengaruh apa-apa. Malah Byan lebih cepat pup jika mengkonsumsi buah alpukat yang bertekstur labih padat. Ternyata setelah aku membaca sana sini, bukan buah yang berair lah yang menjadi obat alami bagi anak sembelit, tapi buah yang tidak terlalu banyak mengandung serat. Seperti buah jeruk, apel, pisang, mangga dan termasuk buah pir. Jadi carilah buah yang cocok dalam mengatasi sembelit anak, karena masing-masing anak berbeda. Kalau Byan, sangat ampuh jika mengkonsumsi alpukat dan buah naga. 

Jangan Terlalu Banyak Serat
Jika orang dewasa disarankan untuk mengkonsumsi banyak makanan berserat untuk melancarkan pencernaan, tidak begitu dengan anak-anak, apalagi baru memulai MPASI. Semakin banyak makanan berserat yang dimakan, maka semakin besar kemungkinan sembelit akan terjadi. Jadi pilihlah  bahan makanan yang seimbang dan hindari bahan makanan berserat tinggi saat sembelit seperti selada, lobak, wortel mentah, bayam, jamur, labu, asparagus, kentang, brokoli, kacang panjang, pasta, roti whole grain, beras merah, sereal, kacang hitam, kacang lentil, kacang polong, kacang merah, buncis, biji bunga matahari, kacang almond dan pistachio (sumber makanan tinggi serat: www.alodokter.com)

Perbanyak Minum Air Putih
Konsumsilah lebih banyak air putih agar tubuh tidak kekurangan cairan termasuk di dalam saluran cerna. Jadi pup yang keras bisa lebih gampang untuk dikeluarkan karena kepadatannya berkurang. Sebenarnya dengan mengganti menu makanan dengan sup atau yang berkuah lainnya juga bisa menjadi pilihan agar semakin banyak cairan yang masuk ke tubuh.

Pijat ILU
Sudah tahu kan apa itu pijat ILU? Ini merupakan pijatan ampuh untuk melancarkan pencernaan anak.

I : Pijat dengan tiga ujung jari tangan dari perut kiri atas bayi lurus ke bawah seperti huruf I

L : Pijat dengan tiga ujung jari tangan dari kanan atas ke kiri atas perut bayi, kemudian ke bawah membentuk huruf L terbalik.


U : Pijat dengan tiga ujung jari tangan dari kanan bawah ke atas, kemudian ke perut kiri atas menuju bawah membentuk huruf U terbalik.


Cara memijat bayi yang full body bisa dibaca disini.

Gerakan Kaki Mengayuh dan Menekuk Mendekati Perut
Selain pijatan ILU pada perut bayi, gerakan kaki seperti mengayuh bisa juga dilakukan untuk merangsang anak BAB. Caranya dengan memegang kedua kaki anak kemudian putar seperti mengayuh sepeda, lakukanlah beberapa kali. Selanjutnya tekuk kedua kaki anak, angkat sampai menempel ke arah perut. Lakukan juga beberapa kali.

Minum Obat Sembelit / Konstipasi
Jika semua cara alami sudah dilakukan dan belum juga menunjukkan keberhasilan, maka jalan terakhir adalah mengunjungi dokter dan meminta bantuan. Dokter akan memberikan obat konstipasi yang pastinya aman untuk dikonsumsi anak. Jangan sekali-kali berani memberikan sembarangan obat untuk anak ya.

Semoga bermanfaat :)



No comments