3 Tahun Anakku Susah Makan, Ternyata Inilah Penyebabnya

"Dok, anak saya kok susah makan ya?"
"Ah masa sih? Mungkin itu anggapan ibu saja. Bisa jadi anaknya masih kenyang. Apa sering dikasih cemilan meskipun mendekati jam makan?"
"Tidak, Dok. Saya sudah mencoba tidak memberikan apapun kecuali air putih dari dua jam sebelum makan besar. Tapi tetap saja dia tidak mau makan".
"Saya lihat anak Ibu sehat-sehat saja. Coba lebih divariasikan lagi makanannya. Anak itu lebih hebat merasakan lapar atau tidak. Jadi kalau dia lapar, pasti minta makan."

Kira-kira dialog inilah yang paling sering aku dengar setiap kali berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah makan anakku. Tidak menyelesaikan masalah sama sekali.

_______________________________________

Source : freepik.com
Sudah hampir 3 tahun aku selalu menghadapi permasalahan yang sama. ANAK SUSAH MAKAN. Jika Gerakan Tutup Mulut (GTM) biasanya hanya terjadi dalam rentang waktu tertentu saja, tapi tidak bagi anak pertamaku. Dia mengalamai GTM disepanjang waktu, disetiap jam makan. Bahkan seringkali makanan yang disuapi akan dimuntahkan kembali. Sudah berbagai macam merek vitamin penambah nafsu makan dicoba, pemberian tambahan suplemen zat besi juga sudah aku lakukan. Tidak terhitung lagi berapa kali aku berkonsultasi dengan dokter anak mengenai masalah ini. Bahkan sampai tes alergi segala, berharap mengetahui sumber dari tidak adanya nafsu makan anakku. Tapi semua usaha itu hasilnya NOL BESAR.

Barulah beberapa waktu belakangan ini aku menemukan suplemen yang meningkatkan nafsu makannya. Suplemen yang mengandung 21 ekstrak sayuran berhasil membuat keajaiban yang selama ini aku impikan terwujud. Meskipun selera makan itu hanya bertambah sedikit, tapi paling tidak dia bisa makan dan menelan dengan baik tanpa dimuntahkan.



- PENYEBAB PERTAMA -
TIDAK TERCUKUPINYA KEBUTUHAN VITAMIN DAN MINERAL

Source : freepik.com
Aku baru sadar bahwa penyebab pertama  rendahnya nafsu makan anakku adalah tidak terpenuhinya kebutuhan vitamin dan mineral yang tidak didapatkannya dari sayuran. Bagaimana bisa makan sayur, berhasil memasukkan nasi ke perutnya saja sudah sebuah prestasi besar. Jika ada sayur dalam piring, pasti dia semakin menolak makan dan berujung muntah. Sejak aku memberikan suplemen berisi ekstrak sayuran, nafsu makannya lumayan membaik. Ini membuktikan bahwa tercukupinya kebutuhan vitamin dan mineral dapat memperbaiki nafsu makan anak.

Bagiku, menyiasati dengan pemberian suplemen tambahan kepada anak sah-sah saja. Mungkin cara kerja yang sama juga berlaku pada vitamin penambah nafsu makan anak lain yang banyak dijual bebas. Vitamin dan mineral yang menjadi komposisinya itulah yang membantu mendongkrak selera makan anak, bukan adanya tambahan zat lain seperti yang selama ini kita bayangkan. Intinya, cukupilah kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh anak, maka akan berdampak positif pada kesehatannya sehingga nafsu makan pun membaik dengan sendirinya.

_______________________________________

Baiklah, salah satu penyebab susahnya anakku makan sudah ditemukan. Namun tetap saja selera makannya masih tidak stabil. Berarti masih ada teka-teki yang belum tuntas aku selesaikan. 

Hingga pada suatu ketika aku menemukan jawaban selanjutnya.

Kebetulan beberapa saat yang lalu, anakku mengalami saat gigi dan kami berkonsultasi dengan seorang dokter gigi berpengalaman yang biasa mengatasi pasien anak. Dari sekian banyaknya ilmu baru yang beliau ajarkan mengenai penyebab kerusakan gigi, ada satu bagian yang menjelaskan mengenai penyebab buruknya selera makan anak.

- PENYEBAB KEDUA -
MAKANAN MANIS YANG MENINGKATKAN KADAR GULA DALAM DARAH

Source : freepik.com
Sebelumnya aku memang sering mendengar bahwa makanan manis akan membuat anak semakin malas makan. Tapi hanya sebatas itu, tanpa penjelasan medis yang melatarbelakangi kenapa hal itu bisa terjadi. Ternyata alasannya adalah makanan manis tersebut akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Apa hubungannya gula darah dengan selera makan? Tingginya gula darah tersebut akan mematikan sensor lapar di otak. Karena itulah anak tidak akan pernah merasa lapar jika selalu diberikan makanan dengan kadar gula tinggi.

Baca juga : Gigi Anak Bolong! Yuk, Crosscheck Makanannya

Pikiranku langsung melayang, memutar kembali kebiasaanku dalam upaya pemberian makan kepada anak. Betapa banyaknya dan seringnya aku memberikan bahkan menyuapi makanan manis olahan pabrik kepada anakku. Mulai dari biskuit, wafer coklat, eskrim, coklat batangan dan makanan sejenis lainnya. Belum lagi susu formula yang tinggi gula selalu aku berikan minimal 3 kali sehari. Semakin sedikit nasi yang ditelannya, maka semakin banyak pula aku memasukkan makanan dan minuman kaya gula ke dalam tubuhnya. Yang aku fokuskan selama ini hanya satu, kalorinya tercukupi. Tidak peduli lagi bersumber dari makanan apa, yang penting kalori yang tidak didapatkan dari makanan pokok bisa diimbangi dengan makanan-makanan dan minuman manis tersebut.

Aku salah. Itu hanyalah makanan tipuan yang hanya tinggi kalori tapi minim nutrisi. Bisa saja berat badan anak bertambah, tapi itu bukanlah sesuatu yang sehat.

Dokter juga memberikan informasi menarik lain yang belum aku ketahui sama sekali. Ternyata pertumbuhan anak disetiap tahunnya akan selalu berbeda. Perbedaan ini juga sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya jumlah kalori harian yang dibutuhkan tubuhnya.

Anak usia dibawah 2 tahun membutuhkan banyak kalori untuk mematangkan organ-organ vital seperti paru-paru, jantung, dan yang lainnya.
Anak usia 2 - 4 tahun tidak terlalu banyak membutuhkan kalori karena semua organ vitalnya sudah matang sempurna sehingga selera makan akan menurun dan tidak sebanyak biasanya.
Anak usia 5 - 12 tahun kembali membutuhkan banyak kalori untuk proses pematangan seksualnya. Maka tanpa disuruh pun, dia akan meminta makan dengan sendirinya. Bahkan lebih banyak dari yang kita kira.

Berhubung anakku berusia 3 tahun, jadi wajar saja jika selera makannya tidak terlalu tinggi. Memang segitulah kalori yang dibutuhkannya. Dipaksa bagaimanapun, tetap saja dia akan makan sesuai kebutuhannya.

Tidak hanya sebatas mendengarkan teori saja, aku mempraktekkan apa yang dikatakan dokter. Menghindari makanan manis sebanyak yang aku bisa. Susu formula yang biasa diminum juga aku stop dan diganti dengan susu UHT biasa saja agar kebutuhan kalsiumnya masih terpenuhi. Meskipun dokter sudah menyatakan bahwa berat badan tidak akan naik sepesat sebelumnya saat anak masih rajin meminum susu formula dan makan makanan manis, setidaknya butuh waktu 6 bulan untuk melihat hasilnya, tapi yakinlah bahwa berat badan yang anak dapatkan akan jauh lebih sehat.

Hasilnya bagaimana? Semua seperti mimpi. Anakku makan dengan lahap. Tidak pernah memuntahkan makanannya lagi. Sering minta makan dan badannya juga terlihat lebih berisi setelah 2 bulan aku menjalankan pola baru ini. Ah, andai aku tahu dari dulu. Mungkin aku tidak akan stres berkepanjangan.

Jadi, jika anak malas makan tanpa ada indikasi medis apapun, coba perhatikan asupan vitamin dan mineralnya, serta pastikan juga makanan yang dikonsumsi tidak mengandung gula berlebih.

Semoga bermanfaat.


6 comments:

  1. Anak saya berusia sembilan tahun. Wah pantas aja makannya sering banget. Sehari terkadang sampai lima kali makan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti sesuai dengan penjelan dokter ya, usia 9 tahun berada dalam rentang masa perkembangan seksual yang membutuhkan banyak kalori. Jadi doyan makan deh. Pasti orang tuanya juga senang kalau anaknya makan banyak.

      Delete
  2. Berarti untuk memenuhi asupan vitamin dan mineralnya bisa dibantu dengan suplemen makanan khusus anak-anak ya, bun. Selama ini belum pernah coba karena belum tau merk yang bagus apa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya merek apa aja bisa, selama itu suplemen khusus anak. Perlu diperhatikan juga usia anaknya ya. Sesuaikan dengan aturan pakai suplemennya.

      Delete
  3. anak pertama 6 tahunan, mungkin jg krg skrg udah masuk SD,tenaga terkuras disekolah, jd sering minta makan, dulunya termasuk susah, kalo adiknya 3 thn, pemakan segala,tdk terlalu kesulitan, cm abangnya rada picky eater dulunya, masa2 pematangan seksualitas bisa jadi ya...minta makan terus sekarang:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bisa jadi, makanya lebih sering minta makan karena lagi butuh kalori yang banyak.

      Delete