Waspada Penipuan Jual Beli Online Di Instagram! Penting Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Source : freepik.com by eugeneshemyakin9

Beberapa waktu lalu seorang kenalan menceritakan pengalaman penipuan yang dialaminya oleh sebuah akun toko online di Instagram. Padahal ini bukan pertama kalinya ia berbelanja secara online produk-produk yang dipasarkan di media sosial Instagram. Bisa dibilang sudah sering dan selalu aman-aman saja. Awalnya tidak ada kecurigaan apapun, hingga akhirnya admin toko tidak merespon chat setelah dilakukan pembayaran.


Lebih kurang kronologinya seperti berikut.

Awalnya ia mencari baju muslim khusus wanita melalui salah satu situs marketplace raķsasa di Indonesia. Karena tidak menemukan yang sesuai keinginan, beralihlah ke Instagram dan mulai mencari kata kunci yang berkaitan dengan baju muslim wanita. 

Setelah ditelusuri dan mengamati berbagai macam toko online yang ditampilkan, akhirnya ia memutuskan memilih sebuah model pakaian yang ada di @irs.clothing. Selain menampilkan foto menarik, harganya juga lebih murah dari pada toko online lain. Apalagi jika membeli lebih dari satu pieces, langsung diberikan gratis ongkos kirim.

Keyakinannya bertambah setelah melihat lebih jauh mengenai toko online tersebut. Followernya banyak, melebihi 20ribu. Testimoninya juga jelas dan beragam. Selalu update postingan yang menandai bahwa toko tersebut benar-benar aktif.

Tanpa menunggu lama, admin toko langsung dihubungi melalui aplikasi WhatsApp dengan nomor yang tercantum di profil akun Instagram. Semua percakapan tampak normal hingga proses pembayaran dikonfirmasi dan admin mengatakan bahwa proses pengiriman akan segera dilakukan.

24 jam setelah pemesanan berhasil, admin sudah mulai tidak merespon saat dihubungi. Baik itu melalui WhatsApp atau direct message di Instagram. Kecurigaan akan penipuan langsung membuat panik. Jalan keluar pertama yang terpikirkan adalah mencari informasi mengenai akun-akun toko online bodong yang suka menipu. Ternyata salah satunya adalah akun @irs.clothing ini. Tidak hanya di Instagram, ternyata akun Facebook-nya juga ada.

Marah, sakit hati, tapi tidak tahu harus berbuat apa. Melaporkan ke polisi juga tidak yakin akan diproses mengingat nominal rupiah yang hilang tidak terlalu besar. Usaha yang bisa dilakukan hanyalah report akun Instagram tersebut dan menghubungi pihak bank yang dijadikan rekening pengiriman untuk melaporkan bahwa rekening tersebut telah disalahgunakan dalam tindakan kriminal. Untungnya langsung segera diblokir.

Diwaktu yang sama, aku iseng mencoba memesan beberapa produk dari akun @irs.clothing. Awalnya admin memberikan rekening yang sama dengan rekening yang digunakan untuk melakukan penipuan kepada kenalanku kemarin. Aku menanyakan apakah ada rekening lain, dan dijawab dengan tegas bahwa itu adalah rekening satu-satunya toko online tersebut. Besoknya, admin toko langsung mengirimkan rekening baru dengan bank yang sama setelah rekening lamanya terblokir karena sudah dilaporan. Sudah terbukti jelas bahwa toko @irs.clothing sudah sering melakukan penipuan dan memiliki banyak nomor rekening bank.

Mirisnya, hingga saat ini akun @irs.clothing ini masih tetap aktif.




Baca juga : Ada yang Follow Di Akun Instagram. Wajibkah Di-Follow Back?

***


Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Membeli Produk di Toko Online Instagram


Salah satu akun penipuan berkedok toko online di Instagram yang masih aktif hingga sekarang


Instagram memang surganya foto-foto bagus yang sangat bermanfaat bagi pemilik bisnis toko online dalam memasarkan produk. Sayangnya, selalu saja ada oknum yang menyalahgunakan media sosial ini demi keuntungan pribadi yang merugikan orang lain, salah satunya adalah penipuan berkedok toko online. Agar terhindar dari penipuan sejenis, penting untuk memperhatikan 4 hal berikut sebelum membeli produk melalui Instagram. Apalagi ini merupakan transaksi jual beli pertama yang dilakukan di toko tersebut.


1 Perbandingan Followers dan Like

Followers atau jumlah pengikut sebuah akun toko online adalah poin pertama yang paling sering dijadikan patokan kepercayaan calon pembeli. Semakin banyak followers-nya maka semakin terjamin pula keabsahan toko online tersebut. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh oknum penipu untuk menjerat para korbannya. Followers dalam jumlah banyak sebenarnya mudah dibeli dengan harga yang  bisa dibilang relatif murah.

Biasanya, followers hasil membeli berisikan akun-akun yang jarang melakukan aktifitas di Instagram. Dia ada, tapi hanya bersifat pasif. Cobalah membandingkan jumlah like pada postingam dengan jumlah followers akun toko online yang diincar. Jika followers-nya puluhan ribu tapi yang like hanya satu atau dua orang saja, apakah itu wajar? Jika benar-benar real, minimal pasti ada puluhan like.


Harga

Jangan buru-buru tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh sebuah akun toko online. Biasanya potongan harga hanya diberikan pada momen tertentu atau membeli dalam jumlah banyak. Nah, jika produk yang diinginkan memiliki harga jual tidak masuk akal dan sangat murah dari harga normal dipasaran, walaupun hanya dibeli satu pieces saja, itu patut dicurigai. 

Apalagi iming-iming gratis ongkos kirim jika membeli dalam jumlah banyak. Bukankah itu bisa merugikan pihak toko? Semakin berat barangnya, tentu semakin mahal ongkos kirimnya. Selain untuk menarik minat calon korbannya, biasanya ini dilakukan untuk memudahkan kerja mereka agar tidak perlu bersusah-payah mengecek tarif ongkos kirim saat mengirimkan harga total yang harus dibayarkan calon korban. 


Memiliki Akun Marketplace

Memang tidak semua akun toko online di Instagram memiliki akun marketplace. Tapi untuk berjaga-jaga saja, jauh lebih baik berbelanja pada akun toko online yang juga memiliki akun marketplace, karena sudah pasti minim penipuan. Sistem jual beli yang diatur secara ketat dalam situs marketplace akan menutup celah terjadinya penipuan. Uang tidak akan diterima toko jika barang belum terkonfirmasi sampai oleh pembeli. Jadi, cobalah cari terlebih dahulu akun marketplace toko online Instagram tersebut jika ini adalah transaksi jual beli pertama yang dilakukan di toko tersebut.

Bagaimana kalau akun marketplace-nya tidak ada tapi kamu tetap ingin membeli produk di toko online Instagram tersebut? Cobalah mencari pengalam teman, saudara atau kenalan yang pernah berbelanja di toko tersebut. Tidak masalah kalau diantara mereka ada yang pernah melakukannya dan lancar-lancar saja tanpa kendala apapun. Transaksi bisa dilakukan karena sudah ada contoh nyatanya. Tapi jangan memaksakan diri jika tidak ada kenalan yang pernah berbelanja disana. 


Rekening Bank

Umumnya rekening bank yang digunakan dalam transaksi jual beli toko online adalah bank BUMN ternama seperti Mandiri, BCA, BNI atau BRI. Jika rekening tujuan pembayaran adalah rekening bank yang tidak umum, sebaiknya harus diwaspadai. Beberapa informasi terkait rekening bank yang sering digunakan dalam penipuan bisa dicari dengan mudah di Internet. 

Situs cekrekening.id dari Kementerian Komunikasi dan Informasi bisa membantu mencari keterangan tentang rekening pembayaran yang dikirimkan admin toko, apakah pernah dilaporkan dalam tindak kriminal atau tidak. Cukup dengan memasukkan nama bank dan nomor rekening, maka rekam jejak laporan kejahatan pada rekening tersebut akan tampil jika pernah dilaporkan.




Baca juga : Tidak Bijak Menggunakan, Ini Hal Berharga yang Direbut Gadget dari Kehidupanmu


Itulah beberapa poin penting yang harus diperhatikan sebelum membeli produk secara online. Pastikan toko online yang kamu incar benar-benar menjual produk secara jujur agar tidak terjerumus dalam jerat penipuan jual beli online. Entah kenapa sampai sekarang akun-akun penipuan di Instagram masih saja beropersi padahal sudah di-report beberapa kali. Maka dari itu, lebih baik meningkatkan kewaspadaan diri agar tetap nyaman berbelanja online.

Semoga bermanfaat :)


10 comments:

  1. Wah trimakasih Mbak tipsnya,
    Saya dulu juga pernah ketipu belanja di IG yg dia jual baju-baju Muslim lagi, parah memang
    Sekitar sejuta lewat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Mas.
      Waduh, lumayan banyak itu sejuta. Nyesek banget pasti.
      Semoga kita semua terlindungi dari akun-akun penipuan ini ya. Soalnya pada niat banget bikin akun online shop yang seolah-olah nyata. Padahal mah buat nipu. Ih, geregetan.

      Delete
  2. Teman saya pernah ketipu saat beli termometer tembak. Akun rekeningnya pun pakai yang tidak umum. Saya sempat usulkan supaya dilapor ke bank terkait. Alhamdulillah, bank-nya responsif. Jadi pelajaran banget kalau mau belanja di Instagram, mbak. Ngeri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya memang bank yang digunakan harus benar-benar diperhatikan ya Mbak. Aku juga baru sekarang tau ada bank yang nggak umum dijadikan rekening transaksi, biasanya kan yang bank2 BUMN ternama gitu.

      Iya, ngeri banget. Kitanya harus ekstra waspada biar nggak ketipu.

      Delete
  3. Td aku bantu report akunnya mba . Makin banyaak memang penipuan gini. Apalagi pas kemarin masker LG dicari2, duuh itu banyak temenku yg kena. Tergiur harga masker yg murah.

    Aku sendiri dr dulu ga mau belanja lgs dr IG ato FB kecualiii aku kenal baik Ama sellernya. Tp kalo g kenal, mending cari di marketplace deh. LBH aman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya Mbak udah bantu report. Semoga akunnya segera musnah dari muka bumi ini.

      Sekarang banyak yang jago nipu, niat banget bikin akun IG sampai followernya puluhan ribu. Emang lebih aman sih belanja di marketplace, bebas penipuan. Aku sendiri juga takut belanja dari IG.

      Delete
  4. Terima kasih kak buat tipsnya 🙏🏻
    Apalagi tips buat cek rekening, baru banget tahu hal ini dan ini website yang berguna banget karena selama ini bingung cara ngecek suatu olshop tuh tipu-tipu atau nggak, gimana caranya selain search google dengan nama toko tsb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama 😊
      Iya, aku juga terbantu banget sama website ini. Jadi kita bisa cek dulu sebelum membeli, terutama rekening bank yang tidak umum digunakan olshop.

      Delete
  5. betul kita memang kudu waspada jangan sampai ketipu, kalau ketipu itu sakitttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lihat temen ketipu aja sakit, apalagi kalau diri sendiri yang ketipu ya Mbak.

      Delete