No comments


Tertarik bikin tulisan ini karena ada salah seorang teman yang nyeletuk bilang kalau susu UHT kemasan anak-anak dengan berbagai rasa itu mengandung banyak gula dan melarang anaknya supaya jangan terlalu banyak meminum susu tersebut. Hmmm masa sih? Yuk kita bahas biar jelas.
2 comments

Media sosial yang telah menjadi bagian hidup ibu-ibu zaman now, termasuk saya tentunya, telah memperkenalkan saya akan keberadaan Shimajiro dengan Kodomo Challenge-nya. Maklumlah baru punya satu anak, jadi pengetahuan mengenai dunìa anak-anak masih cetek banget. Pas lihat postingan teman-teman kok ada yang main sama boneka kertas Shimajiro, meluk-meluk boneka empuknya Shimajiro bahkan ada yang dapat kartu ucapan selamat ulang tahun dari Shimajiro (iiiih so sweet banget). Mau nanya kok rasanya malu, takut nanti dibilang nggak update. Kan bisa merusak reputasi saya sebagai ibu-ibu muda yang berjiwa muda *haha apasih.
No comments

Maaf ya fotonya alakadar aja. Maklum ambilnya buru-buru. Tapi kan yang penting ilmunya, iya khaaaaaannnn.

Ternyata ada banyak makanan pemicu alergi bagi anak yang baru memulai MPASI yang selama ini kurang disadari oleh orang tuanya, termasuk aku. Malah baru tahu sekarang setelah bergelut dengan alerginya Byan selama labih dari setahun. Pemberian makanan pemicu alergi ini ada waktunya lho, untuk mengurangi dampak alerginya. Kan makin besar usia anak, sistem pencernaan dan metabolisme tubuhnya semakin matang. Inilah beberapa makanan pemicu alergi yang sebaiknya diberikan pada anak dengan usia tertentu.
No comments
Sebenarnya aku sudah tau kalau Byan alergi dengan telur dan ayam. Pasti langsung bintik merah kalau mengkonsumsi makanan olahannya. Tapi alhamdulillah sekarang sudah tidak separah dulu lagi. Dikasih sekali atau dua kali mah masih aman. Cuma yang paling bikin pusing itu adalah seringnya Byan muntah disaat makan. Makan apa aja. Byan jadi makin males makan karena mual. Aku sempet bingung mau ke dokter gastro atau alergi. Karena waktu itu sempat share dan berdiskusi dengan teman-teman seperjuangan, aku memutuskan untuk ke dokter spesialis alergi aja. Rekomendasi dari mereka adalah Dr. Zakiufin Munasir, SP.A(K). Reviewnya bisa dibaca disini.
No comments

Istana Pagaruyuang merupakan tempat wisata favorit di Batusangkar, kira-kira 2,5 - 3 jam dari kota Padang. Apalagi setelah mengalami kebakaran beberapa tahun lalu, sekarang tempat ini sudah direnovasi dan dikelola dengan sangat baik. Lahan parkir terdapat diseberang jalan dan disetiap sisinya banyak pedagang souvenir. Saat pertama kali kesini saya sempat kebingungan mencari lahan parkir karena petunjuknya sangat kecil dan pengendara kesulitan untuk melihatnya. Karcis masuk dibeli dengan harga Rp. 15.000,- per orang di depan pintu gerbang istana.

Selain bangunan utama, juga ada rumah gadang dengan ukuran yang agak kecil di bagian belakang. Terdapat beberapa rangkiang (sebutan untuk tempat penyimpanan bahan makanan yang berbentuk rumah gadang mini) di sekitar istana. Ternyata dibelakang istana juga ada janjang saribu (tangga seribu) untuk naik ke atas bukit. Hanya saja disana sepi dan jarang ada pengunjung yang naik. Dibagian luar sudah banyak spot untuk berfoto, mulai dari taman dengan hamparan rumput yang luas, badut-badut lucu yang mengenakan pakaian adat minang dan yang paling wajib adalah mendokumentasikan keseruan kita bersama keluarga, teman atau saudara dengan background Istana Pagaruyuang ini. Disini juga banyak jasa foto yang hampir ada disetiap sudut area istana. Cukup membayar Rp. 30.000,- kita sudah bisa mendapatkan satu foto ukuran A4. Hasilnya juga bersih, cocok lah kalau mau dipajang.

Sebelum memasuki istana, alas kaki harus dilepas dulu. Di pintu masuk sudah ada jasa penitipan sendal, jadi tinggal ditaruh dalam kantong plastik yang disediakan. Bangunan utama Istana Pagaruyuang terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama sangat luas dengan langit-langit yang tinggi dan berisikan barang-barang peninggalan istana walaupun banyak berupa replika serta tempat-tempat duduk bermusyawarah yang didekorasi dengan nuansa minang. Disini juga ada patung-patung berpakaian adat yang menambah nuansa minangnya. Naik ke lantai dua dengan tangga yang sangat tinggi dan lumayan bikin merinding kalau lihat ke bawah. Di lantai ini ruangannya lebih kecil. Kalau dilihat dari barang -barang yang ada, sepertinya lantai dua ini khusus untuk tempat tidur raja dan ratu. Ada pelaminan mini, ranjang ala-ala kerajaan, lemari, meja rias serta meja dan kursi untuk duduk bersantai. Jujur barang dilantai dua ini sedikit tidak terawat, walaupun kondisinya masih bagus. Lanjut lagi naik ke lantai tiga. Masih menggunakan tangga dan ternyata jaraknya sangat dekat (langit-langit lantai dua lebih rendah dari lantai satu yang sangat tinggi). Lantai tiga ini ruangannya lebih kecil lagi, bahkan hanya seluas kamar biasa. Dari keterangan yang tertulis, lantai tiga ini digunakan sebagai tempat penyimpanan barang berharga istana seperti mahkota raja. Dilantai ini ada juga meja dan kursi untuk duduk, peti dan lemari. Yang pasti semakin tinggi lantainya, semakin bagus pemandangannya. Dengan jendela yang berukuran besar, wisatawan leluasa menikmati pemandangan disekitar istana.

Jika ingin menyewa baju adat, disini juga bisa. Penyewaan ada dibagian paling bawah istana di samping pintu masuk. Baju adat yang disewakan adalah baju pengantin wanita dan pria adat minang. Satu bajunya disewakan seharga Rp. 35.000,- dengan ukuran terkecil untuk anak berusia 2 tahun.

Jika ingin berkeliling istana tapi malas untuk berjalan jauh, didekat gerbang istana ada mobil kereta yang siap mengajak kita berkeliling hanya dengan biaya Rp. 5.000,- saja. Ternyata bagian belakang istana agak kurang terawat, bahkan ada toilet umum yang sudah tidak bisa digunakan lagi karena diabaikan begitu saja. Entah karena tidak ada pengunjung yang berminat untuk menjelajahi bagian belakang istana. Selain itu juga ada penyewaan mobil-mobilan untuk anak-anak, odong-odong dan becak-becakan. Lumayan untuk menambah kegembiraan hati anak, hehe.

Sekian dulu review Istana Pagaruyuang dari saya. Jika ada yang salah saya mohon maaf karena tulisan ini murni berdasarkan apa yang saya lihat disana.

Semoga bermanfaat.
No comments

Yeeay kemaren Byan pulang kampung lagi ke Padang. Berhubung lebaran nanti mudiknya ke Semarang, ya udah sebelum puasa sempetin ngucapin maaf lahir batin langsung sama kakek nenek *tapi tetep lupa bilang pas mau balik Jakarta lagi hehe.
11 comments

Setelah sekian lama bersabar dengan mual dan muntahnya Byan akhirnya aku nekat ke dokter anak spesialis alergi. Sebenarnya ini rekomendasi dari teman-teman seperjuangan yang memiliki pengalaman yang sama. Pada cocok dengan beliau karena ngasih obatnya berdasarkan hasil tes, bukan menurut penglihatan dari mata aja. Sebelumnya aku pernah melakukan diet eliminasi yang ditulis dalam artikelnya dr. Widodo Judarwanto SPA (bisa dibaca disini), walaupun ada kemajuan tapi kasian Byan makannya menu yang samaaaaaa aja tiap hari. Maklumlah, emaknya nggak pinter-pinter banget masak. Jadinya Byan makin males makan karena makanannya nggak bervariasi. Bahkan sesekali masih muntah juga.