Lindungi Keuangan Keluarga Bersama Astra Financial: Mobil Baru yang Ringsek Sadarkan Kami Pentingnya Asuransi

Asuransi keluarga dari Astra Financial

Berbicara tentang asuransi, saya teringat kejadian lima tahun lalu ketika mengalami kecelakaan mobil tunggal di parkiran kantor. Beruntung sekali saya dan suami tidak mengalami cidera apa pun. Hanya saja bagian depan mobil ringsek parah karena menabrak kuat sudut tiang gedung. 

"Mau sekalian asuransi, Pak?" Inilah kalimat yang langsung terlintas dalam pikiran saya. Hampir saja tawaran itu kami tolak karena merasa tidak butuh. Terlalu percaya diri bahwa dengan mengendarai mobil pelan-pelan dan ekstra hati-hati bisa melenyapkan risiko kecelakaan. Lagi pula mobilnya juga masih baru, mana mungkin rusak di tengah jalan? Tapi kenyataannya apa? Tiang yang terlihat jelas dan hanya diam di tempat saja bisa tertabrak. Untung kerusakan mobil di-cover asuransi, meski syok, masih ada hal yang disyukuri. 


Kejadian mobil baru yang ringsek ini membuktikan bahwa asuransi bukan hanya sekadar membayar premi atau berinvestasi, namun ada ketenangan yang diberi sebagai manfaat yang jarang disadari.


Tidak terbayang betapa banyak biaya yang akan kami keluarkan bila tidak memiliki asuransi kendaraan. Apalagi saya sedang hamil besar saat kejadian. Tabungan untuk lahiran sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari, mana mungkin menguap begitu saja karena kejadian tak terduga?


Pikiran saja lebih jauh menerawang dengan berbagai kekhawatiran. Mobil yang bermasalah saja biaya perbaikannya bisa sangat mahal, apalagi kalau tubuh saya, suami atau anak kami nanti yang bermasalah? Tentu biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar. Sudah jelas, asuransi ini harus kami tambah untuk melindungi seluruh keluarga demi kestabilan keuangan di masa depan.





Kenapa Masih Ragu Berasuransi?

Masih ragu berasuransi
Masih ragu berasuransi karena kurangnya literasi terkait asuransi | Foto: freepik.com

Saya dibesarkan dalam circle yang tidak begitu banyak menggunakan asuransi, apa pun  jenisnya. Ditambah lagi ada fasilitas kesehatan dari kantor orang tua, rasanya itu sudah lebih cukup. Begitu pula suami, keluarga besarnya juga tidak banyak yang berasuransi. Inilah yang menjafi penyebab kenapa saya dan suami awalnya sempat berniat menolak tawaran asuransi kendaraan ketika membeli mobil. Kami memiliki pengetahuan yang terbatas tentang asuransi sehingga tidak menyadari pentingnya berasuransi sebelum benar-benar mengalaminya sendiri.

Nyatanya, memang terdapat alasan-alasan tertentu kenapa masih ada keraguaan pada diri seseorang untuk berasuransi. Kondisi masing-masing yang berbeda tentu menjadi  latar belakangnya. Nah, berikut beberapa alasan umum kenapa orang-orang masih ragu untuk memiliki asuransi.


1. Kurang Paham

Fix, inilah penyebab kenapa saya dan suami ragu menerima tawaran asuransi. Pemahaman saya tentang asuransi hanya sebatas penggantian ganti rugi oleh perusahaan asuransi ketika ada musibah yang dialami. Lalu, bila tidak ada kerugian, apa gunanya saya berasuransi? Padahal asuransi tidaklah sesederhana itu. Banyak sekali manfaat yang akhirnya saya dapatkan dari sisi ketenangan dan keuangan.


Intinya adalah mengenal apa yang dinamakan manajemen risiko. Tidak ada yang pasti dalam hidup. Jangankan untuk sesuatu yang terjadi dengan spontan, pengaplikasian sebuah rencana yang tersusun matang saja masih dibayangi berbagai risiko. Konsep ini masih sering diabaikan, termasuk oleh saya dan suami sebelum kejadian menabrak tiang. 


2. Sudah Ada Fasilitas dari Kantor

Instansi atau perusahaan biasanya menyediakan fasilitas pendukung untuk karyawannya. Misalnya orang tua saya yang bekerja di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan suami di salah satu instansi pemerintah, tidak perlu khawatir dengan urusan berobat karena ada klinik kantor yang bisa dikunjungi kapan pun. Untuk saya yang bersyukurnya masih "aman-aman saja", fasilitas ini dirasa sudah sangat mencukupi. Namun apa jadinya bila kejadian luar biasa menimpa? Faktanya tidak semua obat dan pengobatan yang dibayarkan oleh kantor. Apalagi untuk menghendel musibah seperti kecelakaan, kebakaran rumah atau kehilangan barang berharga. Inilah yang acap luput dari pemikiran.


3. Mahal

Tidak semua orang memiliki penghasilan berlimpah. Mungkin tidak masalah bagi karyawan bergaji di atas 5 juta untuk membayar satu asuransi senilai 500 ribu per bulan. Tetapi bagaimana bagi mereka yang hanya berpenghasilan 2 juta, plus dengan dua anak dan cicilan. Tentu berasuransi masih dinilai mahal dan ini sangat bisa dipahami. Namun lain cerita ketika asuransi dianggap mahal, padahal penghasilan mencukupi untuk membayar premi bulanan, inilah yang jadi masalah. Mirisnya, jangankan membayar asuransi ratusan ribu, jasa asuransi yang hanya puluhan ribu per bulan saja masih dikeluhkan. 


4. Ada Kebutuhan Mendesak

Memprioritaskan sesuatu dalam hidup memang perlu, namun penting dipilah dan dipilih apakah urutan prioritas tersebut sudah tepat atau belum. Alasan membiayai kebutuhan lain juga kerap menjadi penyebab kenapa orang masih ragu berasuransi. Tidak masalah bila kebutuhan tersebut benar-benar mendesak. Namun bila kurang bijak menimbang atau tetap keterusan meski kebutuhan lain tersebut sudah tidak lagi dikeluarkan, ini bisa-bisa membuka pintu pengeluaran baru yang sebenarnya uang tersebut cukup membayar premi asuransi untuk diri sendiri bahkan sekeluarga.


5. Proses yang Ribet

"Nanti klaimnya susah. Urus ini-itunya, berkas-berkasnya dan mobilitasnya ke sana, ribet!" Saya tidak mengelak bahwa pemikiran serupa juga menjadi alasan kenapa saya masih menolak berbagai tawaran asuransi, meski dari sisi finansial saya sangat mampu membayarnya waktu itu. Padahal hanya dengan seksama membaca polis dan memilih perusahaan asuransi yang tepat, seharusnya ini tidak lagi menjadi kendala. Apalagi kini sudah banyak perusahaan asuransi yang go digital. Tentu sudah banyak kemudahan proses dan akses informasi yang bisa dinikmati masyarakat. 


Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa literasi asuransi di Indonesia hanya berada di angka 19,4%. Ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, dan Singapura.


Dari semua alasan yang menjadi penyebab keraguan berasuransi, terdapat satu benang merah yang dapat ditarik. Literasi asuransi yang masih rendah adalah pokok permasalahannya. Asuransi yang sebenarnya penting, tidak menjadi prioritas sama sekali, bahkan masuk dalam rencana pengelolaan keuangan dan perlindungan saja tidak. Saya dulunya adalah salah satu dari masyarakat yang minim akan pemahaman asuransi. Hingga akhirnya saya disadarkan untuk lebih banyak lagi mempelajari asuransi demi hidup yang lebih nyaman dan aman.





Salah Kaprah Mengenai Asuransi

Manfaat asuransi
Asuransi bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain | Foto: freepik.com

Sebelumnya, saya menganggap bahwa asuransi hanya menguntungkan perusahaannya dan klien ketika mengalami kerugian. Namun ternyata saya salah! Asuransi tidak egois seperti itu, asuransi hadir untuk membantu masyarakat. Banyak sekali manfaatnya bagi kita sendiri dan juga bagi orang lain. 

Manfaat asuransi bagi individu sudah jelas bisa mengalihkan risiko finansial apabila terjadi sesuatu yang merugikan, seperti sakit, meninggal, kecelakaan, bencana atau kehilangan. Jadi pengeluaran drastis yang disebabkan hal merugikan tersebut bisa dialihkan kepada asuransi. Selain itu, premi yang harus dibayarkan juga secara tidak langsung membantu individu dalam mengatur keuangan yang berguna untuk masa depan. Keterjaminan yang diberikan asuransi membuat hidup lebih tenang dan nyaman. 


Nyatanya, ada manfaat lain dari asuransi yang tidak pernah saya bayangkan. Premi yang rutin kita bayarkan dan belum kunjung dimanfaatkan untuk kerugian pribadi, bisa sangat berguna bagi klien lainnya. Sistemnya sama dengan subsidi silang, premi kita bisa membantu ornag lain yang sedang membutuhkan dan premi orang lain juga akan membantu kita ketika kerugian menimpa. Secara tidak langsung, terdapat upaya untuk saling membantu antar sesama manusia yang difasilitasi oleh asuransi. Bukankah ini sangat mulia? 


See? Asuransi bukan hanya bermanfaat untuk diri pribadi, namun juga bisa membantu orang lain yang sedang mengalami kesusahan. Entah kenapa ini menjadi keistimewaan bagi saya ketika bisa bermanfaat bagi sesama sekaligus menjamin keamanan finansial sendiri. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya? 



Yuk, Hitung-Hitung Untung-Rugi!

Asuransi sangat menguntungkan, bukan merugikan
Asuransi tidak pernah merugikan, malah sangat menguntungkan | Foto: freepik.com

Ketika saya masih bekerja dulu, ada salah seorang rekan kerja yang sudah memiliki asuransi atas nama sendiri di usianya yang belum menginjak 25 tahun. Dia harus membayar premi senilai 500 ribu rupiah per bulan dan tidak masalah dengan itu meski harus mengurangi jatah belanjanya. Sebagai wanita muda yang baru saja berpenghasilan sendiri, saya penasaran kenapa asuransi menjadi prioritasnya ketika teman-teman lain, termasuk saya, lebih memilih memuaskan diri berbelanja apa saja yang dimau.

Ternyata, ibunya penderita kanker payudara yang kini harus melakukan perawatan ekstra. Biaya yang dikeluarkan untuk itu sangat besar, mulai dari biaya konsultasi dokter, obat-obatan dan rawat inap di rumah sakit bila kondisi drop. Sadar bahwa garis keturunannya memiliki riwayat penyakit kanker, hanya asuransi yang bisa mengamankan keuangannya apabila kemungkinan terburuk terjadi suatu saat nanti. Bukankah terlihat sangat jelas bahwa asuransi sangat menguntungkan? Kestabilan keuangan dan masa depan akan jauh lebih aman.


Itu adalah salah satu contoh kejadian yang bisa diprediksi. Bagaimana dengan kerugian yang tidak bisa diketahui kapan datangnya? Kembali lagi ke kejadian mobil ringsek yang saya alami. Meski suami sudah sangat pelan dan hati-hati mengendarai mobil, tetap saja bisa terjadi kecelakaan tunggal di tempat yang tidak kami sangka. Bila dihitung-hitung biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan kap depan mobil yang penyok parah, jauh melebihi biaya asuransi per tahun yang telah dibayarkan. Agar lebih jelasnya, bisa dilihat pada perhitungan berikut. 

Andai kami tidak memiliki asuransi kendaraan, sudah jelas bahwa 14 juta rupiah harus dikeluarkan. Ini pun hanya estimasi kerusakan besar yang saya ingat dan menghitung berdasarkan referensi harga di Internet. Harga perbaikan aslinya bisa saja jauh lebih besar.


Saya dan suami terlalu takut membayangkan seandainya kejadian serupa terulang kembali dan ada cidera fisik yang menyertai. Bisa-bisa tabungan kami kosong hanya untuk urusan mobil. Berkat asuransi inilah, kekhawatiran akan keamanan finansial bisa dihilangkan. Membayar 6 juta rupiah yang saya kira dulunya mahal, ternyata sangat murah setelah dibandingkan dengan biaya perbaikan mobil akibat kejadian tak terduga.


Reza Ronaldo, seorang praktisi asuransi yang sudah berkiprah selama puluhan tahun di industri manajemen risiko, dalam bukunya Why is Insurance so Important, memberi pelajaran mengenai pentingnya asuransi melalui kejadian gempa dan tsunami Aceh yang terjadi 26 Desember 2004 lalu. Sudah tahu 'kan betapa dahsyatnya bencana tersebut? Bahkan sehari setelahnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa tsunami Aceh adalah bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi. Ratusan ribu nyawa menjadi korban dan tidak terhitung lagi bangunan dan barang berharga yang lenyap seketika. 


Asuransi memang tidak bisa mengembalikan nyawa, namun paling tidak bagi yang masih hidup, ada harapan baru berupa santunan dan ganti rugi dengan mengikuti asuransi.

- Reza Ronaldo, praktisi asuransi -


Bagaimanapun, life must go on. Bagi yang memiliki asuransi, tentu tampak secercah harapan meski masih berselimut duka. Perusahaan yang mengasuransikan aset dan pegawainya akan lebih lega. Keluarga yang mengasuransikan  anggota keluarga, rumah, kendaraan dan barang berharga lainnya tentu akan mendapat ganti rugi sesuai dengan yang tertera dalam Polis Asuransi. Belajar dari bencana tsunami ini, bukankah asuransi terbukti memberi proteksi terhadap kejadian merugikan yang diluar kuasa manusia?


Dari tiga contoh nyata yang telah dijelaskan tersebut, sudah tergambar dengan jelas bahwa asuransi tidak akan merugikan, malah sangat menguntungkan. Asalkan tetap memilih jenis yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai sudah rugi duluan, baru menyesali tidak memiliki asuransi. Semakin kita mengenal jasa asuransi, pasti akan semakin jelas pula manfaat yang akan dirasakan. Berbagai risiko dalam kehidupan tetap harus diperhitungkan dan direncanakan agar tidak meruntuhkan kestabilan keuangan yang sudah dibangun dengan susah payah. 




Teliti Sebelum Membeli Asuransi

Teliti membeli asuransi
Jangan asal, pertimbangkan dengan matang sebelum membeli asuransi | Foto: freepik.com 

Semua jenis asuransi pasti bermanfaat. Namun perlu digaris bawahi, tidak semua jenis asuransi harus dimiliki oleh seseorang. Meski tidak dipungkiri bahwa lebih banyak perlindungan maka akan lebih aman pula finansial kita. Namun tetap saja harus ada pertimbangan sebelum memilih jenis asuransi agar nilai manfaatnya bisa dirasakan dengan maksimal. Tidak mungkin 'kan gaji yang diterima hanya dialokasikan untuk asuransi saja? Tentu harus dipilih sesuai tingkatan prioritasnya.

Rianto Astono mencurahkan pengalamannya dalam buku Salah Kaprah Memilih Asuransi mengenai pentingnya membeli asuransi yang tepat sesuai kebutuhan. Awalnya beliau harus mengeluarkan 3 juta per bulan untuk asuransi sekeluarga. Namun setelah mempelajari lebih dalam mengenai asuransi, ada beberapa jenis asuransi yang sebenarnya tidak ia butuhkan. Contohnya asuransi jiwa, menurutnya hanya ada tiga manusia yang membutuhkan, yaitu orang yang memiliki tanggungan, orang yang menjadi tulang punggung keluarga dan orang yang memiliki hutang. Jadi ia menilai bahwa istrinya yang merupakan ibu rumah tangga dan anaknya yang masih bayi tidak membutuhkan asuransi jiwa karena bila terjadi hal tidak diinginkan, maka tidak akan mengganggu finansial keluarga. 


Semua keluarga butuh pertimbangan semacam ini agar dapat merasakan manfaat asuransi semaksimal mungkin dari premi yang dibayarkan. Bukan berarti memilih yang paling murah atau menganggap yang lebih mahal adalah yang terbaik, namun sesuai kebutuhan adalah kuncinya. Bagaimanapun pilihan tetap berada di tangan konsumen dan harus dinilai dari sudut pandang konsumen pula tanpa terbuai dengan iming-iming promosi tertentu. Perhatikanlah beberapa hal berikut sebelum memilih asuransi keluarga.

✔ Perhatikan Perusahaan Asuransinya

Sudah jelas, pertama kali pilihlah perusahaan asuransi yang sudah terpercaya dan baik reputasinya. Jangan terbuai dulu dengan premi murah dan biaya tanggungan fantastis, tetapi tidak mengenal perusahaan asuransi yang menawarkannya. Sebelumnya cobalah mencari tahu melalui pengalaman saudara atau kenalan yang memiliki asuransi. Tambah pula dengan membaca review dan mengunjungi website resmi perusahaan tersebut di jaringan Internet. Dari sini bisa juga diketahui rumah sakit yang menjadi rekanan, bengkel-bengkel yang bekerja sama atau hal lainnya.


✔ Perhatikan Premi dan Biaya Tanggungan

Premi yang rutin dibayarkan tentu menjadi beban keuangan baru bagi keluarga. Makanya penting sekali menyesuaikan besarnya premi dan manfaat yang akan diterima dengan kondisi keluarga. Besaran premi akan sepadan dengan proteksi yang diberikan. Lebih memudahkan lagi bila ada fleksibilitas waktu dan cara pembayaran premi ini. Misalnya sekali sebulan atau per tahun. Pastikan keluarga mampu membayar premi tanpa tersendat dan tidak ada kebutuhan pokok yang mesti disingkirkan.


✔ Perhatikan Jenis Asuransinya

Produk asuransi ada yang menawarkan perlindungan tunggal dan yang menyertakan anggota keluarga. Bila sudah berkeluarga, memilih yang bisa memproteksi satu keluarga sekaligus bisa menjadi pilihan yang lebih praktis dari pada harus mendaftarkan satu per satu untuk setiap anggota keluarga. Hindari membeli produk asuransi yang berlebihan. Misalnya manfaat tambahan untuk penyakit kritis. Bila tidak ada diagnosa penyakit kritis, tentu tidak perlu menambahkannya. Baca pula dengan seksama ringkasan produk asuransi agar tidak ada syarat, ketentuan, pengecualian atau hal lain yang belum dijelaskan di awal agar tidak setengah-setengah dalam menilai.


✔ Perhatikan Kemudahan Klaimnya

Perusahaan asuransi yang baik tidak akan mempersulit kliennya untuk pengajuan klaim. Klaim ini adalah hak klien, jadi semestinya pihak penyedia asuransi jangan sampai terlalu mempersulit prosesnya. Pelajari dengan baik cara pengajuan klaim yang tertera dalam Polis agar tidak memicu masalah baru nantinya. 



Astra Financial Sediakan Asuransi Lengkap untuk Keluarga

Astra Financial
Sejahterakan keluarga dengan produk asuransi lengkap dari Astra Financial | Foto: astrafinancial.co.id

Asuransi dari Astra Financial bisa dijadikan pilihan terbaik sebagai perusahaan yang terpercaya, jelas dan memiliki produk lengkap dalam melindungi keluarga. Sebenarnya Astra Financial ini mengelola 12 entitas bisnis yang mencakup pembiayaan, asuransi, dana ventura, financial technology dan dana pensiun. Nah, khusus untuk kebutuhan keluarga, terdapat dua jenis asuransi yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitas dan reputasinya, yaitu asuransi jiwa dari PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) dan asuransi umum dari Asuransi Astra Buana. 

Dengan value proposition berupa best value, integrated dan speed, Astra Financial mengedepankan prinsip “Prudent” dan menerapkan tata kelola yang baik dalam menjalankan bisnis di seluruh layanan jasa keuangan. Astra Financial memiliki misi untuk menjadi rekan bagi masyarakat Indonesia untuk memaksimalkan potensi keuangan dan memampukan masyarakat untuk menjadi sejahtera.





Astra Life

PT ASURANSI JIWA ASTRA (ASTRA LIFE)


PT ASURANSI JIWA ASTRA (Astra Life) berdiri sejak tahun 2014 dan merupakan perusahaan penyedia asuransi jiwa yang dimiliki oleh PT Astra International Tbk, PT Sedaya Multi Investama dan Koperasi Astra International. Astra Life sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.


Astra Life menawarkan produk berupa asuransi perlindungan jiwa, kesehatan, kecelakaan, asuransi jiwa unit link, asuransi jiwa syariah, nasabah group berupa program kesejahteraan karyawan (employee benefit group business) dan dana pensiun (DPLK). Tahun 2019 Astra Life telah melayani lebih dari 2,2 juta tertanggung. Astra Life juga didukung oleh ribuan penyedia layanan kesehatan di seluruh Indonesia yang menjadi mitra perusahaan.

Kekuatan Astra Life
Kekuatan Astra Life | Infografik: astralife.co.id

Profil singkat ini sudah memberi gambaran bahwa Astra Life dapat dijadikan pilihan terbaik untuk pembelian asuransi jiwa. Selanjutnya mari kita bahas produk asuransi dari Astra Life yang tepat sesuai kebutuhan keluarga.

Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa akan memberikan ganti rugi atas nyawa seseorang. Apabila pemegang polis meninggal dunia, maka tertanggung akan menerima uang pertanggungan. Saya sependapat sekali dengan Rianto Astono, suami yang menjadi tulang punggung keluarga kami adalah yang paling penting memiliki asuransi ini. Saya seorang ibu rumah tangga dan kami memiliki dua balita. Misal takdir yang paling tidak diinginkan terjadi, otomatis satu-satunya pintu pemasukan keluarga akan hilang. Uang santunan ini tentu sangat besar manfaatnya. 

 

Asuransi Kesehatan

Sudah jelas, asuransi kesehatan wajib dimiliki setiap anggota keluarga. Biaya kesehatan saat ini sangat mahal, bahkan hanya untuk mengobati anak demam ke dokter spesialis saja bisa merogoh hingga ratusan ribu rupiah di luar harga obat. Apalagi biaya rawat inap dan tindakan lainnya, tentu sangat mahal. Nah, asuransi kesehatan inilah yang akan menalangi biaya-biaya tersebut. Asuransi kesehatan dari Astra Life memberikan perlindungan untuk rawat inap yang dihitung per hari serta fleksibel untuk mengatur tambahan manfaat lainnya.


Asuransi Kecelakaan Diri

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Apalagi bagi pengguna aktif kendaraan bermotor, baik yang dibawa sendiri maupun umum. Asuransi kecelakan diri dari Astra Life akan memberi pertanggungan atas kerugian yang diakibatkan oleh kecelakaan, mulai dari perawatan medis, cacat hingga kematian.

Ketiga asuransi tersebut adalah asuransi penting yang sebaiknya dimiliki keluarga. Tidak menutup kemungkinan ada asuransi tambahan yang mesti dipertimbangkan apabila keluarga mengalami kondisi tertentu. Misalnya seperti rekan kerja saya tadi yang ibunya menderita kanker, memiliki asuransi penyakit kritis sangat direkomendasikan. Astra Life bisa memberi manfaat pertanggungan bila terdiagnosa salah satu dari 35 penyakit kritis. Jadi risiko biaya yang super mahal bisa dialihkan.


Sebenarnya Astra Life memiliki banyak sekali produk asuransi dengan manfaat yang berbeda. Menggabungkan beberapa asuransi, seperti asuransi jiwa, kesehatan, kecelakaan dalam satu paket produk yang lengkap tentu memudahkan konsumen untuk memilih mana yang terbaik.


Bagi saya dan keluaga, AVA iFamily Protection adalah yang paling sesuai. Manfaat asuransinya sangat lengkap dan bisa mengikutsertakan anggota keluarga. AVA iFamily Protection mencakup Manfaat Meninggal Dunia akibat penyakit maupun kecelakaan, Manfaat Penggantian Biaya Rawat Jalan Darurat, Santunan Rawat Inap, Santunan Rawat Inap ICU dan Manfaat Pengembalian Premi 100%. Plan premi per tertanggung dimulai dari 500 ribu rupiah dan pembayaran premi dapat dilakukan secara bulanan, kuartalan, semesteran, ataupun tahunan. 

Astra Life AVA iFamily Protection
Manfaat AVA iFamily Protection, asuransi pas untuk sekeluarga | Infografik astralife.co.id

Dengan AVA iFamily Protection, suami bisa mendaftarkan seluruh anggota keluarga dengan manfaat yang super lengkap, tentunya sesuai dengan kebutuhan. Asuransi jiwanya ada, asuransi kesehatannya ada dan asuransi kecelakaannya juga ada. Apalagi premi bisa dikembalikan 100% meski sudah pernah klaim rawat inap, tentu ini sangat menguntungkan. Seolah seperti menabung dalam jangka waktu tertentu. AVA iFamily Protection membuat kami sekeluarga lebih tenang karena keuangan keluarga terlindungi dari kejadian di luar prediksi yang mengancam diri.

Selain asuransi murni, Astra Life juga memiliki produk asuransi unit link yang memberi kemudahan berinvestasi sembari berasuransi. Sekali dayung, dua pulau terlampaui. Manfaat perlindungan dapat, keuntungan dari investaai juga dapat. Selain itu fasilitas cassless Astra Life yang hanya menggunakan kartu tanpa harus memaksa konsumen untuk menalangi terlebih dahulu semua biaya di awal, tentu juga memberi kepraktisan. Konsumen bisa bebas memilih mana yang lebih tepat untuk keluarga karena semuanya ada.




ASURANSI ASTRA BUANA (ASURANSI ASTRA)


Asuransi Astra sudah berdiri sejak tahun 1956 yang terkenal dengan produk asuransi kendaraan bermotor GardaOto. Selain kendaraan bermotor, Asuransi Astra juga memiliki produk asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri, asuransi pendidikan, asuransi rumah, asuransi dalam bidang commercial, asuransi syariah dan masih ada lagi yang lainnya. 


Pengalaman Asuransi Astra selama lebih dari setengah abad mengukir banyak prestasi melalui berbagai penghargaan yang telah diterima. Didukung oleh cabang dan bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia, Asuransi Astra selalu berupaya untuk memberikan kenyamanan dan ketentraman bagi setiap pelanggan. 

Fitur layanan lengkap dan terpercaya Asuransi Astra

Dari sekian banyak produk asuransi umum yang dimiliki Asuransi Astra, terdapat beberapa asuransi yang dibutuhkan keluarga dan sebaiknya lebih diprioritaskan dari produk asuransi umum yang lain. Berhubung ada beberapa produk yang manfaatnya sama dengan Astra Life, seperti asuransi kesehatan dan asuransi kecelakaan diri yang bahkan didalamnya juga disertakan asuransi jiwa, maka saya tidak akan membahasnya lagi di sini. Konsumen tentu tetap bebas memilih mana yang lebih sesuai. Toh, sama-sama dari Astra Financial, sama-sama terpercaya. 

Asuransi Pendidikan

Pendidikan adalah kebutuhan vital yang merupakan salah satu tanggung jawab utama saya dan suami sebagai orang tua. Pendidikan yang baik akan memberikan masa depan yang lebih baik pula untuk anak-anak kami. Bila ditotalkan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga nanti ke perguruan tinggi, tentu nominalnya sangat besar. Namun tetap saja takdir tidak ada yang bisa menyangka, sehingga risiko terhentinya pemasukan yang dapat mempengaruhi ketersediaan biaya untuk pendidikan anak terancam. Makanya asuransi pendidikan penting dimiliki keluarga dengan tanggungan anak.


Garda Edu adalah solusinya. Asuransi ini akan memberi pertanggungan yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai pendidikan anak apabila terjadi sesuatu kepada orang tua sebagai pihak yang membiayai, seperti meninggal dunia, cacat tetap, dirawat inap di rumah sakit karena kecalakaan, kehilangan pendapatan hingga biaya pemakaman. Jadi biaya pendidikan anak tetap aman apabila hal buruk terjadi kepada orang tua dan mengakibatkan berkurang atau terhentinya sumber pemasukan. 


Asuransi Rumah

Tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar manusia. Bagi keluarga yang sudah memiliki rumah pribadi, maka mengasuransikannya dapat melindungi aset berharga ini apabila terjadi musibah yang bisa merusaknya. Kita sama-sama tahu kalau biaya membangun rumah sangat mahal.


Garda Home adalah salah satu produk yang memberi perlindungan terhadap rumah tinggal atas risiko kebakaran, kerusuhan, huru-hara, tertabrak kendaraan, tersambar petir, ledakan, kejatuhan pesawat, gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami hingga tanggung jawab hukum pihak ketiga. Santunan yang diberikan mulai dari pembelian perabot, biaya pemakaman ahli waris yang meninggal dunia akibat kebakaran, biaya pemadam kebakaran, biaya pengobatan akibat kebakaran, kecelakaan diri akibat kebakaran, biaya tempat tinggal sementara, biaya pembersihan puing serta biaya arsitek, surveyor dan konsultan untuk proses rekonstruksi. 


Lengkap sekali bukan? Pokoknya Garda Home cocok sekali sebagai salah satu asuransi pilihan keluarga. Preminya juga ramah di kantong, yaitu mulai dari Rp 98.750/tahun. Harga pertanggungan minimum senilai 250 juta da maksimum 1 Milyar. Menyisihkan uang kurang dari 100 ribu per tahun dengan manfaat yang luar biasa tentu sangat menguntungkan dan pastinya dapat melindungi keuangan keluarga dari risiko kerusakan rumah. 


Kendaraan Bermotor

Pengalaman tabrakan yang pernah keluarga kami alami di saat-saat pentingnya tabungan untuk biaya lahiran, asuransi kendaraan bermotor pasti menjadi prioritas. Asuransi Astra memiliki produk asuransi Garda Motor untuk motor dan Garda Oto untuk mobil. Asuransi ini sebaiknya disesuaikan dengan yang paling sering digunakan dalam beraktivitas, bisa salah satu atau keduanya.


Garda Motor memberi pertanggungan atas kerugian atau kerusakan total pada motor. Perluasan jaminan dapat berupa Jaminan Kecelakaan Diri Pengemudi dan Jaminan Kecelakaan Diri Penumpang. Bagi yang belum memiliki Asuransi Kecelakaan Diri dari Astra Life, perluasan jaminan ini bisa ditambahkan. 


Garda Oto memberikan pertanggungan yang lebih lengkap lagi karena memang risiko dari penggunaan mobil juga lebih mengancam keuangan keluarga. Lecet sedikit saja biaya perbaikannya bisa ratusan ribu. Terdapat dua jenis pertanggungan yang ditawarkan Garda Oto, yaitu Total Loss Only (TLO) yang memberi jaminan atas kerugian/kerusakan dengan biaya perbaikan lebih atau sama dengan 75% dari harga mobil sesaat sebelum kejadian, dan Comprehensive yang memberikan jaminan kerugian/kerusakan sebagian dan keseluruhan dengan tambahan fitur dan layanan yang lebih lengkap.

Asuransi GARDA OTO
Saya pribadi lebih memilih Garda Oto Comprehensive karena sudah tahu dengan jelas berapa perkiraan biaya yang dikeluarkan ketika mobil mengalami kerusakan ringan. Kalau hanya memiliki pertanggungan asuransi untuk kerusakan senilai 75% dari harga mobil, terlalu berisiko bagi saya dan suami yang baru memiliki pengalaman mengemudi beberapa tahun. Apalagi kami juga berdomisili di kota besar dengan kondisi kendaraan yang sangat padat, kejadian kecelakaan ringan seperti tersenggol tentu sangat mungkin terjadi.

Konsumen juga harus mempertimbangkan jaminan tambahan yang ditawarkan, misalnya bagi yang tinggal di daerah rawan kejahatan dan sering terkena banjir, perluasan untuk kejadian huru-hara dan bencana alam mungkin saja diperlukan. Sesuikan kondisi lingkungan di mana kendaraan tersebut rutin melewatinya dengan jaminan asuransi yang dipilih. 
__________


Itulah beberapa produk asuransi yang sebaiknya dimiliki oleh keluarga. Namun tetap harus diurutkan sesuai porioritasnya. Usahakan memiliki Asuransi Jiwa dan kesehatan terlebih dahulu agar perlindungan terhadap kebutuhan diri dapat terpenuhi. Selanjutnya barulah melebarkannya kepada perlindungan aset dan pendidikan anak. 


Sekadar saran saja, apabila keuangan keluarga tidak cukup untuk berinvestasi melalui asuransi, maka tidak perlu memaksakan diri mengambil asuransi unit link. Terutama bagi yang masih berusia produktif, banyak hal bisa dilakukan untuk mengelola uang untuk investasi lain yang dianggap lebih menguntungkan. Lebih baik lagi bila premi yang lebih mahal untuk asuransi unit link itu dialokasikan untuk produk asuransi lain yang sebenarnya juga dibutuhkan. Misalnya dengan mengambil asuransi jiwa yang bukan unit link, kita bisa membeli asuransi pendidikan untuk anak.



Terapkan Digitalisasi, MOXA App Integrasikan Layanan Keuangan dari Astra Financial

Moxa App
Moxa App bisa berikan rekomendasi produk sesuai kebutuhanmu 

Salah satu penyebab masyarakat yang belum melek asuransi adalah kurangnya literasi mengenai asuransi itu sendiri. Saya pun paham, karena pernah berada di tahap ini. Namun zaman telah berkembang, informasi apa pun mudah dicari meski dari rumah sendiri. Termasuk dalam dunia asuransi, sudah banyak perusahaan yang menerapkan digitalisasi. Nyatanya, memang inilah yang dibutuhkan masyarakat.


Menjawab tantangan ini, Astra Financial menghadirkan MOXA App yang mengintegrasikam layanan finansial hanya dalam satu aplikasi pintar. Bagi yang sedang berencana atau sekadar mencari informasi mengenai asuransi dari Astra Financial yang paling tepat untuk pribadi dan keluarga, MOXA menyediakan apa yang kamu butuhkan. 

Aplikasi Moxa dari Astra Financial
Fitur dan kelebihan Moxa App | Inforafis: Moxa- Google Play

Misalnya ketika saya dan suami berdiskusi mengenai asuransi apa yang tepat untuk keluarga kami, MOXA App dapat membantu pengajuan asuransi yang cepat dan tepat sesuai dengan rekomendasi yang diberikan. Sebagai orang yang masih belum terlalu mengenal asuransi, termasuk dalam hal besaran premi, saya sempat terkejut ketika melihat premi untuk asuransi jiwa yang ditawarkan MOXA. Mulai dari Rp 12.900/bulan saja! Padahal sebelumnya saya berpikir premi untuk asuransi jiwa ini hampir sama dengan asuransi kesehatan. 


Bagaimana cara menggunakan MOXA? Langkah pertama tentu mengisntal Moxa App di gawai masing-masing. MOXA App sudah tersedia di AppStore maupun GooglePlay. Setelah instal, jangan lupa daftar dulu agar lebih leluasa bila melakukan pengajuan. Cukup dengan mengisi data diri singkat saja, seperti nama, nomor telepon dan email. 

Moxa App

Setelah proses instal dan pendaftaran selesai, bisa langsung klik menu Asuransi pada halaman utama, lalu pilih jenis asuransi apa yang diinginkan. Contoh saya memilih Asuransi Jiwa karena ini adalah yang paling wajib dimiliki, terutama bagi suami yang merupakan tulang punggung keluarga. Selanjutnya isi form yang menjadi pertimbangan bagi aplikasi untuk menentukan produk asuransi dan premi yang sesuai. Tidak butuh waktu lama, rekomendasi produk asuransi akan segera muncul dan bila tertarik bisa langsung klik tombol pengajuan. Kemudian tinggal tunggu saja dihubungi oleh pihak Astra Financial untuk percakapan lebih lanjut. Mudah dan cepat, 'kan?


Sebagai tambahan informasi, MOXA App memiliki fitur lain yang sebenarnya juga sangat bermanfaat dalam merencanakan keuangan keluarga. Ada Pembiayaan Mobil, Pembiayaan Motor, Pinjaman Multiguna, Pembiayaan Perjalanan Umroh dan banyak lagi yang lainnya. Pokoknya, MOXA sangat membantu untuk merencanakan masa depan finansial keluarga dengan berbagai produk keuangan yang akan selalu dikembangkan sesuai kebutukan masyarakat.




Rencanakan Masa Depan Keuangan Keluarga Bersama Astra Finansial

Asuransi keluarga dari Astra Financial
Astra Finansial bantu rencanakan masa depan keuangan keluarga yang sejahtera | Foto: freepik.com

Saya pernah membaca buku berjudul Pengetahuan Asuransi Di Indonesia yang ditulis oleh Drs. Suhawan, AAAI/K yang salah satu paragrafnya menceritakan bagaiamana kehidupan masyarakat di negara maju. Eropa, Amerika dan Jepang memiliki pendapatan per kapita yang cukup besar dan mayoritas masyarakatnya menggantungkan risiko hidup masa depan mereka kepada asuransi. Sehingga pada usia 45 tahun, mereka sudah memiliki dana yang cukup untuk dinikmati di hari tua. Meski meninggal di usia muda pun, mereka akan memberikan uang jaminan dari perusahaan asuransi untuk keluarga. Gaya hidup seperti ini sudah mulai ditiru oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia.


Sekaya apa pun kita saat ini, sebanyak apa pun uang dan harta benda yang dimiliki, bila tidak dikelola dengan baik dan merencanakan masa depan keuangan dengan bijak, maka semua itu akan habis dengan percuma. Tidak ada yang bisa menjamin semua itu akan kekal tanpa ada usaha untuk mempertahankannya. 


Astra Financial hadir membantu keluarga Indonesia untuk merencanakan masa depan keuangan terbaik. Dengan berbagai produk keuangannya, termasuk salah satunya asuransi, akan mengambil alih risiko kerugian yang bisa mengganggu kestabilan ekonomi keluarga. Sehingga tujuan-tujuan yang telah direncanakan tetap bisa berjalan baik karena dana yang sudah terkumpul tidak lagi dibebankan dengan pengeluaran tidak terduga. 


Pilihan produk asuransi yang lengkap dari Astra Financial sangat membantu keluarga untuk lebih bijak mengelola keuangan demi masa depan yang terencana. 


Banyak benefit yang didapatkan bila keluarga mampu memanajemen keuangan dengan baik. Menabung dan berinvestasi adalah dua hal yang masih menjadi tantangan. Apalagi bila pengeluaran keluarga sudah mulai meningkat, misalnya dengan kelahiran anak, uang sekolah anak atau berbagai cicilan. Sebenarnya, dengan asuransi dari Astra Financial, fasilitas premi yang bisa kembali 100% bisa dianggap sebagai menabung dan kini sudah ada asuransi unit link yang disandingkan dengan berinvestasi. Berencana membeli mobil, motor atau barang elektronik, Astra Financial juga menyediakan pembiayaan yang sangat memudahkan. Ada pula persiapan hari tua dengan memiliki Dana Pensiun Astra.  Pokoknya, bersama Astra Financial, keluarga Indonesia bisa merencanakan masa depan keuangan dengan lebih baik dan bijak.



Kesimpulan

Uang memang bukan penentu segalanya, namun untuk hidup dengan layak tetap membutuhkan uang. Merencanakan masa depan keuangan keluarga penting sekali dilakukan demi kesejahteraan setiap anggota keluarga tersebut. Salah satunya adalah dengan asuransi yang tepat dan sesuai kebutuhan. Menyisihkan penghasilan untuk berasuransi tidak akan membuat rugi, malah menguntungkan. Ini akan terasa ketika hal tidak diinginkan terjadi dan berisiko membuka pengeluaran besar. Meski takdir buruk tidak bisa dielakkan, paling tidak masih ada harapan dengan perlindungan finansial yang diberikan oleh asuransi.


Asuransi bukan mendoakan keburukan terjadi di masa depan, namun membantu mengambil alih kerugian finansial dari kejadian buruk yang mungkin saja menimpa. Pilihlah jenis asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan, agar premi yang dibayarkan bisa memberi manfaat maksimal. 


Astra Financial menyediakan berbagai produk asuransi keluarga yang pastinya terpercaya dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Mulai dari Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Pendidikan, Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Rumah serta perlindungan aset lainnya. Hadir pula MOXA App yang menyediakan 10 pilihan layanan keuangan dari unit bisnis Astra Financial. Sebuah inovasi digital yang menjawab kebutuhan masyarakat terkini. Mencari informasi dan rekomendasi asuransi keluarga yang tepat menjadi lebih praktis!


__________


Bagaimana, berminat memiliki asuransi keluarga terbaik dan terpercaya? Langsung saja kunjungi website Astra Financial atau instal MOXA App dan ajukan asuransi sesuai dengan kebutuhanmu. Bagikan juga pengalaman kamu dalam berasuransi di kolom komentar agar bisa menjadi bahan referensi bagi yang lain. 


Ingatlah bahwa: 

"Uang tidak akan membuatmu bebas secara finansial, hanya kamu yang bisa membuat dirimU bebas secara finansial."

- Suze Orman -


Semoga bermanfaat :)



Referensi: 

Buku Pengetahuan Asuransi Di Indonesia oleh Drs. Suhawan, AAAI/K.

Buku Salah Kaprah Memilih Asuransi oleh Rianto Astono.

Buku Why is Insurance so Important oleh Reza Ronaldo.

astrafinancial.co.id

astralife.co.id

asuransiastra.com

gardaoto.com

moxa.id

ojk.go.id




No comments:

Post a Comment

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)