Perdana Cobain Treatment CRT (Collagen Rejuvenation Therapy) untuk Atasi Scar di ERHA Ultimate Acne Cure

No comments

Treatment CRT (Collagen Rejuvenation Therapy)

Memiliki masalah scar alias bopeng di wajah, membuat saya pusing mencari produk untuk mengatasinya. Sudah mencoba berbagai merek, tetap saja tidak ada perubahan apa-apa. Yang ada malah timbul banyak masalah baru bila ternyata pilihan saya salah. Lelah coba-coba produk yang tidak jelas cocok atau enggaknya, saya memutuskan konsultasi ke ahlinya saja. Hasilnya pasti karena akan ditangani dengan tepat sesuai kebutuhan kulit.


Sebagai pelanggan ERHA sejak zaman kuliah, walau sempat terputus-putus konsultasi, jelas ERHA yang saya ingat saat mencari klinik perawatan kulit. Setelah kepoin akun sosial media dan website-nya, ternyata ada program ERHA Ultimate Acne Cure yang memang khusus diperuntukkan bagi penderita wajah berjerawat seperti saya, baik itu jerawat aktif hingga menangani bekas-bekasnya. Program ini dijamin aman, efektif dan personalised.


Erha Ultimate Acne Cure.jpg


  • Permasalahan jerawat yang kita alami akan ditangani langsung oleh Skin Expert yang sudah pasti profesional.
  • ERHA juga menggunakan teknologi modern dan terkini, termasuk dalam solusi kulit berjerawat. Jadi penanganan dan tindakan yang diberikan tepat sasaran dan teruji secara klinis.
  • Paling penting dari semuanya adalah personalised, yaitu sesuai dengan permasalahan dan kondisi kulit masing-masing. 


Tersedia tiga plan yang juga bisa disesuaikan, yaitu Advance Plan, Basic Plan dan Product Plan. Saya lebih sesuai dengan Basic Plan, yaitu 1 kali konsultasi, 1 kali treatment dan 1 personalised product


Erha Ultimate Acne Cure


Flashback ke November lalu, sebenarnya saya sudah konsultasi ke klinik ERHA. Lima tahun tidak perawatan apa-apa dikarenakan hamil dan menyusui kedua anak saya yang kebetulan jarak kelahirannya berdekatan, membuat wajah saya sangat kusam, banyak jerawat aktif dan tentunya bejibun bekas jerawat, baik itu yang kehitaman atau pun scar. Jadi saat itu dokter fokus dulu mengatasi kusam dan jerawat aktifnya. Setelah membaik, baru lanjut ke perawatan bekasnya. 


Baca cerita konsultasi saya sebelumnya di sini 👇🏻

Pengalaman Mengatasi Jerawat dan Scars dengan ERHA Ultimate Acne Cure, 2 Minggu Sudah Terlihat Hasilnya!


Kini masalah jerawat dan kekusaman nyaris teratasi sempurna. Tinggal scarnya yang butuh perhatian. Saya ingin merealisasikan rencana untuk menjalani program Acne Finale Acne Scar Program yang memang fokus memberi solusi pada acne scar. Pilihan plan-nya tetap sesuai dengan kebutuhan saya seperti sebelumnya, yaitu Basic Plan, dengan 1 kali konsultasi, 1 jenis acne treatrment dan 1 set personalized acne products.


Nah, Kamis lalu tanggal 24 Maret 2022, saya konsultasi di ARHA Apothecary Gandaria City. Sekalian biar suami dan anak-anak bisa main di mall sembari menunggu saya treatment, hehe. Akhirnya treatment perdana saya untuk mengatasi scar dilakukan juga, yaitu dengan CRT (Collagen Rejuvenation Therapy) for minimizing pore and scar


Bagaimana pengalaman saya selama treatment?

Sakit enggak sih?

Lalu perubahan apa yang saya dapatkan setelahnya? 



Treatment CRT Pertama di ERHA Apothecary Gandaria City

ERHA Apothecary Gandaria City
ERHA Apothecary Gandaria City

Sebelumnya saya hanya membeli produk saja di sini. Tapi kali ini mendaftar untuk konsultasi. Dari sisi penerapan protokol kesehatan, Gandaria City memang sudah oke banget. Di pintu paling depan jelas harus scan Peduli Lindungi, cek suhu dan sterilkan tangan dengan hand-sanitizer yang sudah disediakan. 


Saya langsung menuju ke ERHA Apothecary di lantai LG. Pas masuk, sudah ada petugas yang siap melayani di meja depan. Lengkap dengan masker, face shiled dan sarung tangan. Saya bilang saja mau konsultasi. Karena sudah terdaftar sebagai pelanggan ERHA, jadi tidak banyak prosedur lagi yang harus dilakukan. Hanya daftar dan disuruh tunggu untuk dipanggil.


Bagian Pendaftaran
Pendaftaran sebelum konsultasi

Berhubung banyak sekali produk ERHA yang terpajang, dari pada duduk diam menunggu di sofa nyamannya, mending lihat-lihat sekeliling saja. Lengkap sekali, mulai dari produk perawatan wajah, rambut hingga bibir ada.


Variasi produk ERHA
Melihat produk ERHA sambil menunggu

Eh, tak lama berselang, nama saya dipanggil untuk masuk ke ruang konsultasi dengan Dr. Sara Vigorousty Loppies. Semua petugasnya ramah, diantar sampai ke depan pintu ruangan yang memang agak masuk ke bagian dalam apothecary.


Konsultasi yang Hangat, Jelas dan Lugas

Konsultasi dengan Dr. Sara Vigorousty Loppies
Konsultasi hangat dengan Dr. Sara Vigorousty Loppies

Sapaan lembut dari Dr. Sara yang ber-APD lengkap membuka sesi konsultasi. Menanyakan apa saja masalah kulit wajah yang saya alami. Tidak ada yang terlewat, saya sampaikan semuanya. Mulai dari konsultasi di ERHA Klinik Pondok Indah beberapa bulan lalu dan penanganan scar yang ingin saya dapatkan. Setiap cerita saya didengarkan dengan serius dan ditanggapi dengan begitu hangat. Seperti curhat dengan teman sendiri. 


Tidak hanya bermodal cerita saja, Dr. Sara memeriksa wajah saya lebih dekat dan teliti di bawah cahaya lampu khusus. Lampu tersebut diarahkan ke wajah, sambil diraba-raba dengan tangan beliau. Jadi bisa kelihatan dan terasa apa saja yang menjadi masalah.


Pemeriksaan wajah dengan lampu
Pemeriksaan wajah dengan lampu khusus

Berdasarkan pemeriksaan ini, Dr. Sara memberi penjelasan detail mengenai kondisi wajah saya dan treatment apa yang cocok. Benar seperti analisa awam saya, jerawat aktif sudah teratasi dengan baik dan kekusaman pun sudah pergi. Hanya saja kebetulan beberapa hari sebelumnya saya panas-panasan di pantai, jadi agak belang di perbatasan hijab. But, it's oke.


Jadi, masalah besarnya saat ini hanyalah si scar yang membuat wajah saya tidak enak dilihat dan dipegang. Wong nggak rata begitu. Berbeda dengan bekas jerawat kehitaman yang mungkin bisa teratasi hanya dengan mengandalkan krim pencerah, scar ini justru harus diatasi dengan treatment. Dijamin tidak akan pernah hilang walau memakai krim seumur hidup. Jalan satu-satunya ya harus treatment.


Dr. Sara merekomendasikan CRT sebagai treatment yang paling cocok. CRT ini merupakan singkatan dari Collagen Rejuvenation Therapy yang dikhususkan untuk memperkecil pori dan memperbaiki struktur kulit yang tidak rata akibat scar. Saat treatment, wajah saya akan dilukai dulu dengan jarum-jarum kecil, lalu dimasukkan serum collagen yang berfungsi untuk membuat jaringan kulit baru sehingga dapat mengisi cekungan scar. 


Waduh, seketika rasa takut saya muncul. Ditusuk jarum? Bakal berdarah dong?


Dr. Sara menenangkan. Sebelumnya wajah saya akan dibius lokal dulu dengan cara mengolesnya, baru setelah itu treatment dilakukan. Memang akan muncul luka, namun jangan dibayangkan sampai berdarah-darah. Paling hanya memerah saja. Karena jarum yang digunakan sangat halus. 


Namun CRT tidak menjamin untuk mengembalikan kulit scar menjadi rata 100%. Apalagi untuk scar yang sangat dalam. Mungkin tetap ada sisa cekungan. Tapi yang jelas, dengan CTR, akan ada pengangkatan cekungan yang terjadi. Jadi scar bisa disamarkan dan yang dangkal bisa rata. Ini pun butuh sekitar 4-5 kali treatment agar hasil maksimal dapat tercapai.


Dijelaskan juga sabun cuci muka dan krim-krim apa saja yang harus saya gunakan 3 hari setelah treatment, serta krim-krim selepas 3 hari itu. Yang jelas tidak boleh menggunakan sabun cuci muka ber-scrub dulu. Selain itu, saya lega karena tidak ada pantangan apa-apa. Saya tetap bisa beraktifitas seperti biasa, seperti jalan-jalan keluar rumah atau naik ojek sekali pun. 


Foto sebelum treatment
Foto dulu sebelum treatment

Tepat sebelum memulai treatment, wajah saya difoto dulu untuk dokumentasi ERHA. Bagian depan, kanan dan kiri. Jadi jelas hasil dari setiap perawatan yang dilakukan. 


Proses Treatment CRT

Masuk ke ruang tindakan, saya diminta untuk menandatangani surat persetujuan terlebih dahulu. Ditanya apakah saya punya alergi atau tidak, karena mungkin berpengaruh terhadap obat atau produk yang digunakan selama treatment. Kemudian diminta melepas hijab dan memakai APD berupa baju khusus dan penutup kepala. Berhubung petugas dan dokternya perempuan semua, jadi aman tanpa khawatir untuk lepas hijab.


Tahap pertama, wajah saya dibersihkan dengan sabun dan spon basah. Sudah tahu lah ya kalau setiap melakukukan perawatan, wajah harus bebas dulu dari segala kotoran dan make up.


Tahap kedua, pengolesan obat bius. Cairan kental obat bius dioleskan secara merata ke seluruh wajah, lalu ditutupi dengan plastik wrap. Saya diminta untuk menunggu selama lebih kurang 30-40 menit sampai obat bius tersebut benar-benar bekerja maksimal. Kan ngeri juga kalau sampai nanti kesakitan pas ditusuk-tusuk jarum. Yowis, harus sabar. Bobok cantik dulu saja.


Pemberian obat bius
Wajah diolesi obat bius

Karena pernah merasakan efek obat bius saat melahirkan sesar, saya tidak asing dengan sensasinya. Awalnya akan mulai terasa kesemutan dan makin lama makin kebas. Ini pertanda bahwa obat bius telah bekerja. 


Tahap ketiga, sterilisasi wajah. Karena ada proses luka, maka wajah saya disterilkan dulu agar tidak terjadi infeksi. Setelahnya, saya dilarang keras memegang wajah lagi sampai treatment selesai.


Tahap keempat, treatment CTR dimulai. Ada alat berupa stik yang disalah satu ujungnya terdapat jarum-jarum kecil yang nantinya akan bergerak secara otomatis. Dibagian yang akan ditusuki jarum, diteteskan dulu dengan serum kolagen. Jadi saat jarum merusak jaringan kulit, serum bisa masuk. 


Proses Treatment CRT
Treatment CRT ditangani langsung oleh dokter

Ada beberapa tingkatan panjang jarum yang menusuk wajah saya. Pertama, level jarumnya pendek, hanya menusuk secuil saja di permukaan kulit. Jadi tidak sakit, hanya kurang nyaman saja. Lanjut ke level dua untuk mencapai lubang scar yang agak dalam. Sensasi sakitnya mulai membuat jari-jemari saya meremas seprei. Sakit, euy. Dan ternyata itu masih separuhnya! Level ketiga lebih menyakitkan lagi. Ini dikarenakan juga banyak scar dalam yang harus dimasuki serum. Jarumnya pun lebih panjang lagi. Mau enggak mau, harus kuat. 


Tahap keempat, dikompres dengan NaCL dan pemberian antibiotik. Setelah perih-perihan, treatment ini ditutup dengan yang adem-adem. Tisu tebal yang dibasahi larutan NaCL dikompreskan ke wajah saya selama beberapa menit. Kemudian dilanjutkan dengan pengolesan antibiotik untuk mencegah infeksi.


Kompres NaCL
Kompres wajah dengan NaCL, dilanjutkan pengolesan antibiotik

Selesai, deh. Berhubung obat bius masih bekerja, jadi wajah saya tidak terlalu sakit. Cuma merahnya saja yang terlihat seram.


Oiya, sebelum meninggalkan ruang treatment, Dr. Sara berpesan bila nanti ada semacam luka yang mengering seperti bintik-bintik kecil, biarkan saja. Pasti akan hilang dengan sendirinya. Malah takutnya meninggalkan bekas bila dikelupas sendiri.



Pembayaran dan Pengambilan Krim

Krim pagi-malam
Krim pagi-malam untuk dipakai di rumah

Siap-siap menuju ke kasir. Kira-kira berapa yang harus saya bayar untuk treatment CRT, krim, konsultasi dan biaya lainnya? 


Masih di bagian yang sama dengan pendaftaran tadi, petugas memperlihatkan faktur yang panjang banget. Wajar sih, total ada 5 krim untuk pagi dan malam serta 2 sabun cuci muka untuk di bawa pulang. Totalnya adalah 2,8 jutaan. Yang paling mahal jelas untuk treatment-nya, sudah 2 juta sendiri. 


Tapi kalau dibaca-baca di Internet, memang segini sih harga normal treatment CRT. Karena fungsinya untuk mengatasi scar yang tidak bisa diatasi oleh pemakaian krim. 


Krim resep dokter
Krim diberikan sesuai resep dokter

Setelah bayar, saya diminta menunggu sebentar untuk pengambilan krimnya. Tidak lama, nama saya dipanggil dan krim diberikan. Lengkap dengan penjelasan ulang sesuai dengan catatan yang diberikan dokter. Ada dua pelembab untuk pagi dan malam, satu krim tabir surya, satu krim pencerah, satu sabun tanpa scrub dan krim khusus yang digunakan tepat setelah treatment serta satu sabun acne scrub untuk pemakaian normal.



Hasil Setelah Treatment CRT di ERHA

Tepat setelah treatment, wajah saya sangat merah dan terasa agak panas. Rasa ini masih sama sampai beberapa jam kemudian. Terkena air pas wudhu sih tak masalah. Saya pun masih nyaman jalan-jalam mengelilingi mall


Wajah merah setelah treatment
Wajah merah tepat setelah treatment CRT

Perihnya dimulai saat mencuci wajah pertama kali dengan sabun. Tapi bukan perih berlebihan, masih bisa ditahan. Dan setelah dikeringkan dengan handuk, perihnya sedikit mereda. 


Saya mengikuti perintah dokter untuk menggunakan sabun pencuci wajah tanpa scrub dan krim malam khusus selama tiga hari. Mengolesnya harus pelan sekali, karena kalau terkena gesekan jari lumayan perih.


Hari kedua, wajah masih perih dan merah. Ada sedikit bekas luka bintik-bintik kecil di bagian batang hidung. Tapi saya biarkan saja sesuai pesan Dr. Sara. Yang paling mengganggu itu, muncul rasa gatal. Walau hanya gatal ringan dan tidak selalu terasa, sering kali saya lupa dan menggaruknya. Ternyata malah membuat semakin perih. Jadi harus bisa menahan hasrat untuk menggaruk biar aman.


Hari ketiga, wajah sudah jauh membaik. Perih dan merahnya tinggal sedikit. Ini hari terakhir saya diminta untuk menggunakan sabun cuci muka dan krim khusus pasca perawatan. Besok kembali lagi seperti biasa.


Setelah satu minggu, waktunya penilaian. Berhubung sudah menggunakan krim normal kembali, wajah juga sudah nyaris pulih sepenuhnya, saya sudah bisa meneliti sejauh mana treatment ini memberi perubahan. Kalau dilihat sekilas, kulit di wajah saya terlihat kencang dan licin. Sebenarnya ini juga saya rasakan, yaitu seperti ada kesan ditarik. Wah, kayaknya serum kolagen bekerja nih.


Scarnya gimana? Karena ini baru treatment pertama, enggak mungkin kan scar-nya hilang total seketika. Tapi kalau diperhatikan, ada bagian-bagian cekungan dalam yang mulai terangkat. Seperti di dahi dan pipi. Saya bahagia dong! Tidak sia-sia menahan perih kemarin. Bagi saya, satu minggu mendapatkan hasil seperti ini, sudah merupakan keajaiban besar. Kalau tau hasilnya bagus, mending dari dulu saya coba.


Before After treatment CRT
Seminggu setelah treatment, lubang scar yang dalam tampak mulai melandai

Walau baru seminggu pasca treatment, saya sudah melihat perubahan. Dr. Sara mewanti-wanti agar jangan lupa menggunakan krim secara rutin, terutama krim malam. Karena ini akan membantu perawatan pada scar di wajah saya. Jadi nanti scarnya bisa lebih membaik. 

Oke, Dok. Siap!


***


Saya tidak pernah kecewa setiap kali melakukan perawatan di ERHA. Masalah jerawat yang ditangani oleh ahlinya akan memberikan rekomendsi treatment dan krim yang sesuai dengan kondisi wajah. Dr. Sara meminta saya untuk kembali melakukan treatment satu bulan lagi. Jeda waktu ini sudah cukup untuk memberi ruang pada kulit untuk membuat jaringan baru dari CRT sebelumnya. Setelah 4 atau 5 kali, akan dievaluasi kembali apakah perlu dilakukan CRT lagi atau tidak.


Yuk, yuk semangat nabung! Pastinya saya mau banget melakuakan treatment CRT selanjutnya sampai scar di wajah ini naik hingga batas maksimal. #HappyAcneEnding bareng ERHA.


Kalau teman-teman punya masalah scar dan tertarik mencoba treatment CRR di ERHA, bisa langsung mengunjungi ERHA Klinik atau ERHA Aphotecary terdekat. Jika mau tau info lebih lanjut terkait ERHA Ultimate Acne Cure, bisa cek Instagram dan TikToknya di @erha_ultimateacnecure atau kunjungi website-nya di ultimateacnecure.erha.co.id.


Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

No comments

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)