Header Ads

Tips Meredakan Batuk saat Hamil


Virus nakal emang selalu berterbangan dimana-mana. Nyangkut satu aja bisa bikin penyakit berkembang di tubuh dan mengganggu aktifitas sehari-hari. Salah satu yang paling populer adalah virus batuk. Saking populernya malah sudah dianggap lumrah jika melihat seseorang uhuk uhuk disekitar kita. 

Tapi gimana jika batuk menyerang saat kita sedang hamil? Nggak bisa makan sembarangan obat dong? Tapi kalau nggak diobatin bisa makin parah dan takutnya berdampak buruk pada kehamilan.

Baca juga:

Beseran Saat Hamil. Pernah?
Kenapa Sih Memilih Melahirkan Secara Sesar? Inilah Beberapa Alasannya
Estimasi Biaya Persalinan di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring
Aku dan Kista Tiroid

Satu bulan yang lalu aku sempat terserang batuk yang cukup parah. Awalnya sih masih batuk biasa, makin lama dibiarin eh malah makin merajalela. Aku bisa batuk tidak berhenti dalam waktu yang cukup lama sampai dada dan perut terasa sakit. Tidur pun jadi terganggu. Bahkan saking kencengnya aku batuk, secara tidak sengaja pipis sering keluar tanpa sadar. Duh syebel akutuh.

Ini ada beberapa tips yang aku lakukan untuk menghadapi batuk saat hamil. Gampang sih, tapi harus telaten juga kalau mau sembuh.

Istirahat yang cukup
Namanya juga virus, obat terampuh ya istirahat. Usahakanlah agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Berusahalah mencuri waktu untuk tidur disela kesibukan. Jangan melakukan aktifitas berlebihan yang bisa membuat tubuh semakin lelah. Kalau nggak kuat beres rumah atau masak ya udah jangan dipaksa. Rumah berantakan dikit dan beli makanan diluar dalam beberapa hari kan nggak apa-apa, santai aja sampai pulih. 

Minum air putih hangat
Saat hamil, tubuh akan membutuhkan cairan lebih banyak. Mengkonsumsi air putih yang banyak sudah pasti akan menemani hari-hari kita. Minumlah air putih hangat agar tenggorokan terasa lebih plong. Hindari minuman dingin, apalagi es teh manis dengan pecahan es balok yang belum tentu airnya matang atau nggak. Beeh bisa makin menjadi-jadi tuh batuk. 

Tidur dengan bantal yang agak tinggi
Biasanya tidur dengan satu bantal, sekarang tidurlah dengan menumpukkan dua bantal agar posisi kepala lebih tinggi. Dengan posisi seperti ini, frekuensi batuk bisa dikurangi. 

Mengoleskan sesuatu yang hangat pada leher, dada dan punggung
Bisa seperti balsem atau minyak-minyakan sejenis minyak gosok. Tapi kalau aku kemaren sih karena kebetulan ada essential oil di lemari, jadinya nyoba make yang rada-rada panas. Maaf bukannya promosi, oil yang aku pakai mereknya young living. Pertama aku make yang thieves, panas sih tapi nggak manjur. Terus ganti coba olesin R.C., rasanya lebih hangat bikin nyaman dan yang ini lumayan ngaruh ngurangin rasa gatal ditenggorokan. (Sekali lagi ini bukan promosi ya, cuma kebetulan aja beli merek yang ini)

Hindari makanan yang digoreng
Sebisa mungkin jangan makan makanan yang berminyak, apalagi gorengan diluaran yang nggak jelas minyaknya entah kayak apa. Kalau nggak percaya cobain aja makan satu bakwan, dijamin batuknya bisa kambuh sampai nggak bisa tidur. Makanan yang dimasak dirumah pun kalau bisa jangan yang menggunakan banyak minyak kayak ayam goreng, tahu tempe goreng, pokoknya semua yang digoreng deh. Ganti menunya menjadi sop daging, sop ayam, sayur-sayuran bening, atau sesuatu yang dikukus seperti pepes. Aku aja bikin sambel nggak pakai minyak, direbus semua bahannya terus diulek. Soalnya makan nggak pake sambel itu rasanya kayak hidup Dilan tanpa Milea, hampa.

Baca juga:

Perut Gatal saat Hamil, Cobalah Beberapa Tips Ini
Jika Berat Badan Janin Kurang dari yang Seharusnya, Konsumsilah Ini
Review Dokter Kandungan dr. Dewi Rumiris, SPOG
Prosedur Operasi Caesar / Bedah Sesar

Minum madu dicampur air hangat
Banyak artikel yang menyebutkan bahwa madu bisa menjadi obat yang ampuh untuk mengusir batuk. Bahkan anak kecil disarankan untuk lebih memilih meminum madu dari pada obat-obatan untuk mengobati batuk. Nah lebih baik dicoba kan? Yang jelas madu sangat menyehatkan untuk tubuh. Ambillah dua sendok madu dan aduk dengan segelas kecil air hangat matang. Minum deh.

Minum air rebusan jahe
Tubuh yang hangat sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan batuk. Jahe merupakan salah satu bahan masak yang sangat ampuh dan sudah dipercaya sejak dahulu kala untuk menghangatkan tubuh. Ambillah beberapa ruas jahe kemudian kupas dan potong kecil, atau bisa juga digeprek agar sari-sarinya keluar saat direbus. Rebuslah sampai airnya berkurang setengahnya. Minum bersama gula jawa agar rasanya lebih nikmat. Kalau aku bisa minum jahe ini tiga kali sehari setelah makan, satu gelas kecil saja sudah cukup.

Jeruk nipis dan kecap
Ini juga salah satu obat alami terampuh untuk mengusir batuk. Dari aku kecil sampai sekarang, jeruk nipis plus kecap ini masih menjadi andalan. Top markotop pokoknya *jempol. Ambillah beberapa potong jeruk nipis, peras dan ambil airnya. Campurkan dengan kecap secukupnya. Minum setelah makan ya. Takutnya karena rasa asam yang cukup kuat bisa meningkatkan asam lambung. Aku memgkonsumsinya juga tiga kali sehari setiap selesai makan.

Mengunyah kencur
Sebagai info tambahan saja, saat meminta saran di salah satu grup emak-emak ada yang menyarankan untuk mengunyah kencur sebagai obat batuk alami. Aku belum sempat nyoba sih. Nggak mau nyoba lebih tepatnya, hehe. Udah takut duluan sama rasanya, kalau nggak enak kan bisa bikin trauma *lebay. Kalau ada yang berani nyoba silahkan. Katanya sih ampuh juga buat ngusir batuk.

Meminum obat dengan resep dokter
Oba-obatan akhirnya akan dipilih juga jika batuk nggak pergi dan masih betah setelah semua cara dilakukan. Berkunjung ke dokter kandungan merupakan pilihan yang tepat agar mendapatkan penanganan yang tepat juga. Jangan sampai sembarangan minum obat ya, bahaya. Kalau aku meminum Silex sebagai obat batuk yang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Saat melahirkan Byan aku juga terserang batuk dan diresepkan Silex ini oleh dokter. Tetanggaku juga diresepkan obat ini oleh dokter kandungannya saat hamil 6 bulan. Berarti insyaAllah aman. Setelah dilihat kotak obatnya, ternyata ada tulisan "Jamu" di pojok kanan atas. Pantesan masih aman dikonsumsi ibu hamil karena masih menggunakan bahan alami dan masuk dalam kategori jamu. Tapi aku juga tidak bisa memastikan apakah semua obat berkategori jamu aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Makanya lebih baik langsung nanya ke dokter kandungan masing-masing ya.

Itulah beberapa cara yang aku lakukan kemaren saat batuk menyerang. Berkat niat yang kuat untuk sembuh, akhirnya aku berhasil mengalahkan virus nakal itu, hahaha *tertawa puas. Semoga kapok dan nggak balik lagi ya virus..

Dan semoga bermanfaat juga buat para pembaca yang budiman :)


4 comments:

  1. paling enak yg terakhir si. biasanya lebi cepet sembuh, takutnya malah jd infeksi kalo kelamaan batuknya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau maunya cepet sembuh tanpa ribet sih iya mending langsung ke dokter aja, hehe

      Delete