Header Ads

Bahan Masakan Ini Mampu Berikan Rasa Gurih pada MPASI


Tidak dianjurkannya menambahkan gula dan garam ke dalam Makanan Pendamping ASI (MPASI) hingga anak berusia 1 tahun, sering membuat ibu-ibu baru galau dan takut jika anak tidak akan menyukai makanan yang dihidangkan. Terkhusus untuk anak-anak yang susah makan dan suka pilih-pilih makanan, tidak jarang membuat ibu stres dan kebingungan memadu padankan bahan masakan agar MPASI yang dihasilkan bisa memilki rasa yang enak dan gurih. 

Bayi hanya membutuhkan kurang dari 1 gram garam setiap hari sampai usianya 12 bulan. Bahkan, saat usianya 1-3 tahun, bayi hanya memerlukan asupan garam sebesar 2 gram. Jika asupan garam bayi lebih dari ini, justru dapat membahayakan kesehatan bayi karena ginjal bayi tidak dapat menangani garam lebih banyak dari jumlah tersebut. (hellosehat.com) 
Gula yang dimaksud ialah gula buatan yang dibuat lewat proses kimiawi seperti gula pasir, atau gula pada makanan kemasan. Konsumsi gula jenis ini berbahaya untuk si kecil karena dibuat dengan melalui berbagai tahap penyulingan di pabrik dan menggunakan bahan kimia, menyebabkan kerusakan pada gigi, melemahnya sistem kekebalan tubuh serta memicu serangan diabetes dan obesitas (theAsianparent Indonesia)

Tanpa gula garam belum tentu hambar ya moms. Banyak bumbu aromatik dan bahan masakan yang bisa dijadikan sebagai penambah rasa gurih pada MPASI anak. Yang pastinya bukan MSG dan merupakan bahan-bahan alami kaya manfaat.

Duo Bawang (Bawang Merah dan Bawang Putih)

Source : www.google.com
Pasangan yang tak terpisahkan ini sudah menjadi bumbu aromatik wajib hampir di seluruh masakan, tidak terkecuali MPASI. Ibu bisa mencincang halus atau memarutnya, kemudian langsung ditambahkan ke dalam MPASI yang akan dimasak. Tapi jika ingin menciptakan rasa dan aroma yang lebih kuat, bisa dengan cara menumis terlebih dahulu hingga wangi, baru dicampurkan ke dalam MPASI yang dimasak. Dijamin rasanya jauh lebih sedap. Tapi jika stok bawang merah habis, aroma dan rasa yang kuat dari bawang putih juga sudah cukup kok untuk menambah kelezatan MPASI.

Bawang Bombay

Source : www.google.com
Biasanya bawang bombay digunakan sebagai pelengkap pada menu tumisan untuk mendapatkan aroma sedap dan rasa yang lebih gurih. Jika anak sudah bisa mengunyah makanan yang dicincang kasar, maka bawang bombay bisa menjadi pilihan yang tepat untuk ditambahkan ke dalam MPASI yang dimasak dengan cara ditumis.

Daun Bawang dan Saledri

Source : www.google.com
Tambahkan potongan daun bawang dan saledri ke dalam MPASI dapat menghasilkan rasa yang tak kalah enak. Pastikan daun bawang dan saledri dicuci bersih dari tanah yang menempel dan periksa apakah masih ada ulat atau binatang kecil di dalam rongga daun bawang. Daun ini bisa dicampurkan langsung dalam MPASI yang dimasak dengan slow cooker, MPASI yang ditumis atau membuat sup.

Daun Jeruk

Source : www.google.com
Selain menambah rasa segar dan aroma yang harum, daun jeruk juga ampuh untuk menghilangkan rasa amis dari olahan ikan atau ayam dalam MPASI. Robek daun jeruk sebelum dicampurkan ke dalam masakan. Sesuaikan jumlah daun jeruk yang dimasukkan dengan banyaknya makanan yang dimasak, jangan sampai kebanyakan ya.

Daun Salam

Source : www.google.com
Mau dimasak langsung menjadi bubur, mau ditumis, dimasak santan, dipepes atau diungkap, semua jenis masakan MPASI akan jauh lebih wangi dan sedap jika ditambahkan daun salam. Hanya saja ibu harus berhati-hati menakar banyaknya daun salam yang dimasukkan, karena kalau terlalu banyak akan menimbulkan rasa pahit dalam MPASI. Apalagi saat memasak MPASI untuk anak berusia 6 bulan yang jumlahnya masih sedikit, mungkin hanya perlu memasukkan sepertiga dari satu helai daun salam.

Baca juga 

Tomat

Source : www.google.com
Selain kaya akan vitamin, tomat ternyata bisa menyedapkan masakan loh. Mencampurkan cincangan daging tomat ke dalam MPASI dijamin bisa menambahkan rasa gurih. Sebaiknya buang kulit dan biji tomat jika anak baru memulai tahap MPASI agar tidak tersedak saat makan. 

Oregano

Source : www.google.com
Bumbu khas Italia beraroma khas ini juga mampu menambah kelezatan dalam berbagai masakan, apalagi olahan pasta yang creamy, tentunya akan sangat lengkap jika ditaburi oregano. Meskipun dari benua lain, oregano sangat mudah ditemukan di Indonesia. Banyak dijual di supermaket dengan harga terjangkau. Cukup taburkan sejumput oregano dalam satu porsi makanan si kecil, MPASI akan terasa lebih sedap saat disantap.

Kaldu

Source : www.google.com
Selain manfaatnya yang sangat bagus untuk pertumbuhan anak, air kaldu sudah menjadi hal umum yang diketahui semua ibu-ibu untuk menambahkan rasa gurih dalam MPASI. Beragam jenis kaldu seperti kaldu ayam, kaldu ceker, kaldu sapi, kaldu salmon, kaldu udang bahkan kaldu jamur, semuanya dijamin bisa menggurihkan makanan anak. Saking fenomenalnya penggunaan kaldu ini, sudah banyak yang menjual kaldu bubuk kemasan yang dicap bebas gula, garam dan MSG. Namun sebenarnya jika ingin membuat sendiri, tidak terlalu sudah kok. Hanya saja membutuhkan waktu yang sangat lama sampai benar-benar menghasilkan air kaldu yang kental dan gurih.

Serai

Source : www.google.com
Menambahkan potongan serai saat menanak nasi atau menumis dan membuat menu MPASI berkuah santan akan memberikan aroma kuat dengan rasa khas yang membangkitkan selera makan. Tentunya dikombinasikan bersama bumbu aromatik lain seperti bawang, daun jeruk atau daun salam. Untuk menghindari rasa yang terlalu kuat, serai bisa digeprek dan disimpul agar tidak terlalu panjang dan sulit saat dimasak.

Minyak Wijen

Source : www.google.com
Menumis bawang dengan minyak wijen atau memasukkan sedikit minyak wijen dalam MPASI akan memberikan cita rasa yang berbeda namun tetap nikmat. Jika bosan dengan rasa yang itu-itu saja, cobalah menambahkan minyak wijen saat memasak MPASI. Minyak wijen sangat cocok untuk masakan yang ditumis atau berkuah kental. Sesekali membuat nasi goreng dengan tambahan minyak wijen juga bisa menjadi solusi variasi menu makan anak. Namun perlu diingat, sebelum menambahkan minyak wijen ke dalam MPASI, pastikan dulu bahwa anak tidak memilki riwayat alergi terhadap wijen dan olahannya. 

Jahe

Source : www.google.com
Selain khasiatnya yang menyehatkan dan memberikan rasa hangat pada tubuh, jahe juga bisa menambah rasa sedap pada masakan. Amis pada ayam, ikan dan olahan seafood lainnya dapat dihilangkan dengan menambahkan irisan jahe. MPASI yang bersantan, ditumis, diungkap atau masakan manis seperti bubur kacang hijau bisa dimasak bersama irisan jahe untuk menghasilkan rasa yang lebih sedap.

Kunyit

Source : www.google.com
Menambahkan sedikit kunyit yang dihaluskan ke dalam MPASI terbukti dapat menambah rasa pada masakan. Jika dicampurkan dengan nasi seperti pada nasi kuning, warna yang dihasilkan pun dapat menarik nafsu makan anak yang bosan dengan warna nasi putih. Biasanya kunyit digunakan untuk makanan bersantan atau gulai, pepes jika ingin berwarna kuning, lauk yang diungkap dan sebagai pewarna alami dalam pengolahan berbagai jenis makanan. 

Lengkuas

Source : www.google.com
Ibu-ibu harus tahu dong ya bedanya jahe dan lengkuas? Lengkuas ini memiliki serat yang lebih kasar dan lebih keras dari pada jahe. Kalau masalah penggunaannya sih sama, sama-sama digeprek. Walaupun ada beberapa ibu yang lebih sering menghaluskan jahe saat mencampurkannya dalam masakan. Dengan mencampurkan seiris tipis jahe geprek pada masakan MPASI yang ditumis atau dikuah santan, maka kelezatan yang dihasilkan akan lebih maksimal.

Itulah beberapa bahan masakan yang dapat memberikan kelezatan pada MPASI meskipun tidak ditambahkan gula dan garam. Sebaiknya ibu harus pandai mengkombinasikan bumbu aromatik ini agar sesuai dengan jenis masakan yang dibuat. Jika bumbunya tepat, maka hasil masakan MPASI-nya pun akan nikmat.

Eh, tapi saat dicoba kok tetap nggak ada rasanya ya? 

Jangan disamakan lidah kita yang sudah dewasa dengan bayi yang masih dalam tahap MPASI ya. Bayi yang hanya merasakan rasa ASI, tidak akan masalah jika diberikan makanan tanpa tambahan gula garam. Pasti dia menikmati kok, jadi tidak perlu khawatir. 

Sebagai tambahan informasi, beberapa dokter anak memperbolehkan penambahan gula dan garam dalam MPASI saat usia anak sudah diatas 9 bulan. Tapi takarannya sangat sedikit, hanya sebatas sebagai penambah rasa saja. Pilihan lainnya, menambahakan parutan keju dan mentega yang sudah memiliki sedikit rasa asin ke dalam MPASI bisa dijadikan alternatif.

Namun jika anak masih lahap saat disuapi MPASI tanpa gula dan garam, akan jauh lebih baik untuk menghindari pencampuran gula dan garam tersebut dalam proses memasak MPASI hingga anak berusia 1 tahun. 

Semoga bermanfaat :)



No comments