5 Cara Mengatasi Anak yang Tidak Mau Tidur Siang

Source : freepik.com

Siapa yang anaknya susah tidur siang? Dibiarkan kasihan, disuruh malah memancing perang. Anak lebih tertarik bermain dari pada beristirahat. Tidak peduli sudah lelah atau mengantuk, yang namanya main tetap nomor satu,

Berbeda dengan bayi, anak berusia diatas 3 tahun sudah tidak mudah lagi diajak tidur. Jangankan tidur siang, tidur malam saja tidak mau. Keinginan anak untuk bereksplorasi sudah mengambil alih fokusnya sehingga menganggap tidur hanya akan membuang-buang waktunya. Padahal aktifitas si Kecil yang menguras banyak energi sangat membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak. 

Dikutip dari alodokter.com, selain mencukupi kebutuhan istirahat anak, tidur siang juga memberikan banyak manfaat, yaitu:
  1. Mempermudah anak tidur di malam hari. Loh kok bisa? Bukannya jadi lebih susah? Lelah yang dirasakan anak justru membuatnya lebih susah tidur di malam hari. Dengan bantuan tidur siang inilah rasa lelah itu bisa dikurangi, sehingga tidak mengganggu tidur malamnya.
  2. Mendukung proses belajar anak. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidur siang lebih unggul dalam permainan yang mengandalkan ingatan. Tidur siang dapat membantu anak untuk mengingat pelajaran dan meningkatkan fokusnya. 
  3. Menjaga berat badan anak tetap sehat. Jika tidak tidur siang, rasa lelah anak akan memancing keinginan untuk makan lebih banyak dan tubuh juga cenderung malas bergerak sehingga memicu terjadinya obesitas. 
  4. Memperbaiki suasana hati. Penelitian menyatakan bahwa anak berusia di bawah 5 tahun (balita) yang tidak tidur siang lebih sering gelisah dan memberikan reaksi yang lebih buruk jika mengalami kejadian yang kurang menyenagkan. Jadi dengan merutinkan tidur siang, anak akan memiliki suasana hati yang lebih baik dari pada anak yang tidak tidur siang.

Baca juga
Setelah mengetahui manfaat tidur siang yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak, tidak ada salahnya tetap mengupayakan agar anak mau tidur di siang hari. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membiasakan anak tidur siang.

Bangun Pagi
Membangunkan anak lebih pagi akan membuatnya mudah mengantuk di siang hari. Jam 6-7 pagi adalah jam ideal anak untuk memulai aktifitasnya kembali. Bagi anak yang sudah bersekolah, mungkin sudah terbiasa dengan pola seperti ini. Tapi bagi anak yang belum bersekolah, orang tua sebaiknya tetap membangunkan lebih pagi agar jadwal keseharian anak berjalan normal, termasuk waktu tidur siangnya.

Lakukan Aktifitas Fisik
Pancing anak untuk melakukan aktifitas atau permainan yang membutuhkan gerakan fisik seperti melompat, berlari, merangkak, berguling dan sebagainya. Layaknya olahraga bagi orang dewasa, aktifitas fisik tidak hanya menyehatkan tapi juga dapat memancing rasa kantuk anak di siang hari karena merasa lelah. 

Beri Reward
Anggaplah dengan melakukan tidur siang anak telah mencapai sebuah prestasi yang layak diapresiasi. Tidak perlu memberikan sesuatu yang besar, penghargaan sederhana sudah cukup untuk memberikan kebanggaan tersendiri bagi anak. Misalnya dengan membuatkan "papan bintang". Jika anak tidur siang, maka ada satu pin bintang kertas berlabel nama tertempel di papan. Jangan lupa disertai juga dengan pujian dan pelukan ya. 

Contoh Menarik
Anak adalah peniru ulung. Berikan contoh tidur siang semenarik mungkin agar anak juga tertarik melakukannya. Misalnya dengan mempertontonkan video kartun dengan tokoh utama kesuakaannya yang sedang tidur siang, atau bekerja sama dengan orang tua lain yang dikenal anak untuk mengatakan bahwa teman seumurannya sedang tidur siang melalui video call atau telepon. Orang tua juga bisa menunjukkan aktifitas tidur siang dengan masuk kamar dan berpura-pura tidur untuk memaksimalkan respon positif anak.

Konsisten
Orang tua harus konsisten dengan jadwal tidur yang telah dibuat. Jika jam 2 siang adalah waktu yang ditetapkan untuk tidur, maka patuhilah jadwal tersebut. Tidak hanya itu, konsisten dengan suasana seperti kamar yang bercahaya redup atau selimut dan bantal yang digunakan anak juga harus dijaga. Jangan sampai mengajak anak tidur siang di kamar dan suasana yang berbeda-beda. Pastikan semuanya tetap sama agar anak lebih cepat terbiasa dengan rutinitas tidur siang.


Selain cara-cara tersebut, orang tua perlu memperhatikan beberapa hal berikut dalam hal membiasakan anak tidur siang.
  1. Buat jadwal dengan memperhatikan jam mengantuk anak. Orang tua sebagai pihak terdekat, tentunya menjadi orang yang paling peka dengan perubahan sikap anak. Perhatikan kapan anak mengantuk, biasanya ditandai dengan mengucek mata, menguap atau gerakannya yang tidak energik lagi. Perhatikan selama beberapa hari, jika gelagat ini muncul pada jam yang sama maka orang tua sudah bisa menentukan waktu tidur siang yang tepat.
  2. Pastikan tidak tidur siang terlalu lama. Dilansir dari alodokter.com, durasi tidur siang yang disarankan adalah sekitar 90 menit. Bila dirasa kurang, bisa menjadwalkan 2 kali waktu tidur siang. Hal ini tergantung kebutuhan tidur yang diperlukan oleh Si Kecil.
  3. Pastikan perut anak terisi sebelumnya agar bisa tidur dengan nyenyak. Takutnya rasa lapar malah menginterupsi tidur anak. Penting juga memberi jeda waktu antara jam makan dan waktu tidur agar tidak memancing datangnya penyakit.
  4. Jangan memaksa dan tetap berikan sugesti positif akan manfaat tidur siang agar anak mengerti. Memaksa anak tidaklah membantu, malah anak semakin menolak tidur siang. 

Semoga bermanfaat :)


4 comments:

  1. Ini anak saya banget... Tiap mau nyuruh tidur siang kaya mau ke medan perang. Dua dari lima tipsnya sudah saya lakuin, kadang berhasil, kadang ya begitulah.

    Nanti saya cobain poin yang lain & mencoba lebih konsisten. Makasih ya tipsnya, Mbak ❤

    ReplyDelete
  2. wah aklau aku mah gak pernah nyuruh anak bobok siang, bair anak capai jadi kalau malam cepet tidur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang tua memang punya caranya masing-masing ya Mbak :)

      Delete