Pentingnya Membangun Ikatan Antara Ayah dan Anak, Lakukan 10 Tips Berikut Ini


Tumbuh kembang anak yang dimulai sejak dari dalam kandungan sangat tergantung kepada kedua orang tuanya. Tidak ada orang lain yang paling berpengaruh terhadap kondisi anak selain dari orang tua. Jika baik pola asuh yang diterapkan, maka baik pula perkembangan dan pertumbuhan anak. Begitu pula sebaliknya. Melalui orang tua, anak dapat mempelajari banyak hal yang tidak bisa ia dapatkan dari proses belajar mengajar di sekolah. Jadi dalam proses membangun masa depan yang baik untuk anak, orang tua harus menjadi pengasuh dan pendidik yang baik pula demi mereka.

Baca juga : 5 Hal yang Bisa Dilakukan Ayah agar Bunda Bahagia

***

Membesarkan Anak Bukan Hanya Tugas Ibu


Mengasuh anak sangat lekat dengan tugas seorang ibu. Tapi kenyatannya anak bukan hanya tanggung jawab ibu saja, ayah juga memiliki tanggung jawab yang sama besarnya terhadap kehidupan anak.

Orang tua adalah ayah dan ibu. Tidak bisa mengenyampingkan peran salah satu diantara keduanya. Baik ayah ataupun ibu memiliki peran masing-masing yang sama-sama dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak.

Ibu biasanya memberikan pengasuhan dalam bentuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti mandi, makan, tidur serta memberikan rasa nyaman dan menenangkan bagi anak. Buktinya, banyak anak yang lebih memilih bersama ibu disaat sedih, sakit, mengantuk atau rasa tidak nyaman lainnya. Anak merasa jauh lebih tenang saat dipeluk dan diusap oleh ibu.

Ayah mengasuh dalam versi yang berbeda. Umumnya Ayah lebih memilih mengajak anak melakukan berbagai macam aktifitas fisik. Misalnya saja bermain bola di lapangan, memerankan tokoh superhero kesukaan anak, atau mengajak berbelanja di warung dekat rumah. Bisa juga Ayah terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti memandikan atau menyuapi makan, namun bisa dipastikan masih ada permainan fisik yang tercipta di dalamnya. Contohnya saat Ayah membantu memandikan, membentuk balon-balon busa sabun bisa mereka lakukan.

Perbedaan cara pengasuhan Ayah dan Ibu ini memiliki porsi masing-masing terhadap tumbuh kembang anak. Kehadiran keduanya dapat memenuhi semua kebutuhan anak dalam masa-masa emas kehidupannya. Tentunya hal ini dapat membawa banyak hal baik  diusia dewasanya nanti.

Baca juga : Tips Mengatasi Kecemburuan Si Kakak Setelah Mempunyai Adik

***

Seberapa Penting Sih Kehadiran Sosok Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak? Bisa Mempengaruhi Karakter Anak Hingga Dewasa Nanti, Lo!


Sosok ayah identik dengan kepala keluarga yang sibuk dengan kewajibannya mencari nafkah. Tidak jarang ayah selalu berangkat kerja sebelum anak terbangun dan pulang larut malam setelah anak-anak tertidur. Walaupun semua itu dilakukan demi mencukupi kebutuhan keluarga, ayah juga perlu menyiapkan waktu khusus bersama anak demi kebaikan keduanya. 

Anak sangat membutuhkan sosok ayah dalam melengkapi rasa atau aktifitas yang tidak bisa didapatkannya dari ibu. Meskipun sama-sama melakukan permainan robot-robotan, pasti eksekusinya tetap berbeda saat dilakukan bersama ayah. Membangun kedekatan antara ayah dan anak berpengaruh  besar kepada kehidupan anak dan interaksi sosialnya. Bukan hanya sekarang, tapi hingga anak dewasa nanti. Bisa jadi anak perempuan mencari pasangan dengan sikap dan tindakan yang menyerupai ayahnya, atau anak laki-laki yang menjadikan ayah sebagai acuan gaya hidupnya.

Dilansir dari situs hellosehat.com, penelitian di Inggris membuktikan bahwa Ayah yang dekat dengan anaknya sejak usia 9 bulan, cenderung membuat anak lebih aktif, kreatif dan emosi yang terkontrol dengan baik saat memasuki usia 5 tahun. Hal ini dibuktikan dengan nilai tes SDQ (tes yang mengukur kesehatan psikologi anak). Sedangkan anak yang baru merasakan perhatian Ayah ketika umur 5 tahun, cenderung memiliki masalah prilaku yang lebih banyak.
Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2007, menyatakan bahwa peran asuh ayah terhadap anak akan membangun ikatan batin di antara keduanya dan membentuk perilaku serta psikologis anak hingga dewasa. Anak yang tidak mendapatkan atau merasakan peran ayah sejak dini, cenderung memiliki emosi yang tidak stabil dan memiliki banyak masalah dalam pergaulan ketika remaja.
Beberapa teori menyebutkan bahwa anak laki-laki yang tidak mendapatkan perhatian ayah, rata-rata sering mengalami kesedihan, depresi, hiperaktif dan murung. Sedangkan anak perempuan yang ayahnya tidak ikut serta dalam pengasuhan, cenderung memiliki sifat terlalu mandiri dan individualis. Bahkan ada juga penelitian yang menemukan bahwa rasa kehilangan sosok ayah atau merasa tidak diperhatikan oleh ayah akan membuat anak lebih emosional dan memiliki gangguan prilaku ketika anak memasuki usia remaja.

Sebuah jurnal yang membahas mengenai Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak membagi pentingnya peranan ayah dalam 3 range usia anak.

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini
Anak usia dini dapat diartikan sebagai usia anak pra sekolah. Ayah yang ikut serta dalam pengasuhan akan menunjukkan kasih sayangnya yang berdampak kepada perkembangan kognitif, sosio-emosional dan fisik yang baik.
Perkembangan kognitif yang dimaksud adalah anak lebih cerdas, kosa kata bertambah, anak lebih terampil, perilaku buruk berkurang, berprestasi, anak lebih aktif, mengurangi risiko kenakalan saat remaja serta berpengaruh kepada peluang karir yang baik saat dewasa nanti.
Perkembangan sosio-emosional dapat terlihat dari anak yang merasa aman, tidak mudah stres, sehat secara mental, mudah beradaptasi, mudah bergaul, terhindar dari konflik, memiliki empati dan berperilaku pro-sosial.
Perkembangan fisik yang baik dikarenakan risiko kecelakaan dan penyakit yang lebih rendah serta anak lebih sehat.

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Pra Remaja
Usia pra remaja yang dimaksud adalah saat umur anak berada dalam range 6-12 tahun. Peran ayah dalam pengasuhan anak pra remaja sangat berpengaruh terhadap pembentukan kemandirian anak. Disaat inilah anak mengalami masa peralihan dari usia pra sekolah menuju masa sekolah. Ayah dapat mengajari anak dalam hal membina hubungan dengan saudara kandung dan teman sebaya serta memberikan dukungan sosial.

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Remaja
Peran ayah dalam mendampingi anak usia remaja (peralihan menuju dewasa) sangat dibutuhkan dalam menanamkan keberanian dan rasa percaya diri serta tidak gampang menyerah dalam menghadapi masalah atau kesulitan. Ayah dapat bertindak sebagai pendidik, panutan, pendamping, konselor, komunikator dan sahabat bagi anak.

Manfaat Membangun Ikatan antara Ayah dan Anak


Banyaknya penelitian dan buku yang membahas mengenai pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak membuktikan bahwa sosok ayah yang selama ini dianggap "kalah" dari ibu adalah salah. Dijelaskan juga dalam situs alodokter.com bahwa terdapat 5 manfaat membina hubungan yang baik antara ayah dan anak.

Meningkatkan kecerdasan anak 
Kasih sayang yang diberikan oleh ayah membuat anak merasa tenang dan nyaman sehingga dapat fokus dan semangat belajar di sekolah. Motivasi ini akan membuat prestasi belajar anak meningkat

Menumbuhkan rasa percaya diri anak
Anak yang merasa disayangi akan meningkatkan kepercayaan dirinya sehingga lebih baik dalam kehidupan sosial, sigap dan yakin dalam menyelesaikan masalah atau tantangan baru.

Melatih emosi anak lebih stabil dan terhindar dari perilaku negatif
Anak yang mendapatkan perhatian yang cukup dari ayahnya cenderung memiliki kondisi emosional yang stabil, merasa aman dan berani sehingga menjauhkannya dari perilaku negatif. 

Membantu mengembangkan bakat anak
Keterlibatan ayah dalam aktifitas anak membuat ayah dapat melihat bakat anak yang sebenarnya sehingga dapat diarahkan dengan tepat dan sebaik mungkin.

Mencegah terjadinya gangguan mental
Keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak dapat membuat anak terhindar dari gangguan mental pada masa mendatang dan mencegah pubertas dini khususnya bagi anak perempuan. Anak juga menjadi lebih mahir dalam mengendalikan stres saat dewasa nanti.

Baca juga : Ide "Me Time" Tanpa Harus Meninggalkan Anak Di Rumah

***

Tips Membangun Ikatan Ayah dan Anak


Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak dapat menentukan kehidupan masa depannya kelak. Ayah harus sadar bahwa kewajiban mengasuh dan membesarkan anak tidak hanya tanggung jawab ibu saja. Tidak semua hal yang dibutuhkan anak bisa didapatkan dari ibu. Sebenarnya tidak perlu memaksakan diri mengajak anak mengunjungi objek wisata setiap minggu demi membangun ikatan yang kuat antara ayah dan anak, banyak kok aktifitas sehari-hari yang bisa dilakukam bersama anak walaupun hanya di rumah saja. Berikut 10 tips yang bisa dilakukan ayah agar dapat berperan aktif dalam pengasuhan anak yang tentunya banyak membawa dampak positif bagi tumbuh kembangnya.


1 Komitmen Menjadwalkan Waktu untuk Anak
Jangan sekali-kali memberikan waktu sisa yang ayah punya kepada anak. Ayah harus menjadwalkan waktu ditengah kesibukan, bukan menunggu datangnya waktu sisa. Menjadwalkan berarti melakukannya sesuai ketetapan yang dibuat. Ayah juga harus berkomitmen untuk mematuhi jadwal tersebut sehingga rutin dilaksanakan. Pilihlah waktu yang paling mungkin untuk dikhususkan bersama anak agar tidak menjadi beban dan banyak terjadi interupsi. Misalnya jadwalkan hari Minggu saat hari libur kerja untuk  seharian bersama anak. Ayah benar-benar harus melaksanakannya setiap akhir pekan dan ciptakanlah waktu yang berkualitas. Walaupun ini adalah jadwal yang dibuat sendiri, jangan sampai ayah melanggarnya dengan mudah. Lakukanlah demi anak yang membutuhkan waktu bersama ayahnya.

Fokus
Fokuskan perhatian hanya kepada anak. Jangan sampai waktu yang dijadwalkan untuk membangun ikatan dengan anak malah terganggu dengan hal lain yang sebenarnya bisa dilakukan dilain waktu. Misalnya saja tetap bermain handphone atau menonton film ketika bermain bersama anak. Percuma saja jika tubuh ayah berada disamping anak tapi pikirannya tetap sibuk dengan yang lain. Ikatan yang seharusnya terjalin bisa jadi merusak kedekatan yang sudah ada. Anak akan merasa diabaikan dan tetap bermain sendiri meskipun sebenarnya sang ayah berada didekatnya.

Menyambut Anak saat Bangun Tidur
Aktifitas pertama yang bisa dilakukan ayah adalah menyambut anak ketika bangun tidur. Ucapkan kata sapaan dan dekati anak saat ia membuka mata. Beri juga pelukan hangat agar anak merasa nyaman dengan kehadiran ayahnya. 

Ikut Mengasuh
Apabila ada kesempatan atau dihari libur, ikut sertalah dalam aktifitas mengasuh anak. Jika di hari kerja pengasuhan anak diserahkan sepenuhnya kepada ibu, maka di akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk bergantian melakukannya. Misalnya saja memandikan dan menyuapi makan. Cara berbeda yang diterapkan ayah dalam mengasuh, pasti memberikan kesan tersendiri di hati anak.

Dengarkan saat Anak Berbicara
Ayah harus mendengarkan dengan baik setiap perkataan yang dikeluarkan anak, meski perkataannya belum jelas. Beri respon sesuai apa yang bisa ditangkap dari perkataan anak. Dengan menjaga komunikasi yang baik antara ayah dan anak maka ikatan yang terbangun akan semakin kuat. Anak menjadi merasa diperhatikan dan ayah juga belajar untuk memahami anak.

Ciptakan Permainan Bersama
Kreatifitas ayah untuk menciptakan permainan baru dan seru bersama anak harus diasah semaksimal mungkin. Anak jauh lebih tertarik memainkan permainan yang baru dikenalnya, meskipun itu sangat sederhana. Tanya dulu apakah anak mau memainkan permainan yang diciptakan ayah atau buatlah beberapa pilihan. Tidak hanya mendapatkan antusias anak yang tinggi, namun anak juga merasa dilibatkan dalam menentukan permainan yang ingin dilakukan. Dengan begini waktu bersama ayah akan menjadi momen yang selalu dinantikan oleh anak.

Jangan Malu saat Terlihat Seperti Anak-anak
Jika di kantor ayah memiliki kepribadian yang maskulin dan sangat berwibawa, ketika di rumah bersama anak semuanya harus dilupakan dulu untuk sementara waktu. Masuklah ke dalam dunia anak dan lakukanlah seperti apa yang dilakukan oleh anak. Misalnya saat bernyanyi lagu anak-anak. Ayah harus total menyanyikannya dengan wajah ceria, senyum lebar, bertepuk tangan dan menggoyangkan badan ke kiri dan ke kanan. Jika memungkinkan ayah bisa mencontohkan tarian ala anak-anak agar menarik perhatian anak dan bisa ditiru dengan mudah.

Berikan Reward
Tidak ada salahnya jika ayah sering memberikan reward kepada anak ketika ia berhasil melakukan sesuatu atau berbuat hal baik. Reward ini bisa berupa pujian atau hadiah kecil yang disukai anak. Dengan memberikan reward, anak merasa diapresiasi sehingga membangkitkan semangatnya untuk belajar dan berbuat kebaikan lebih banyak lagi.

Menemani Anak hingga Tertidur
Sesekali ayah bisa mengantarkan anak tidur dengan membacakan dongeng atau memeluknya sambil menyanyikan lagu. Kebersamaan diwaktu ini sangat baik dilakukan untuk membangun kedekatan yang lebih dalam lagi antara ayah dan anak. Suasana yang hening dan nyaman seakan menambah keharmonisan diantara keduanya. 

10 Tunjukkan Rasa Cinta dalam Keseharian
Ayah harus mencontohkan rasa sayang dan cinta dengan anggota keluarga lain di rumah, khusuanya kepada ibu. Dikutip dari situs halodoc.com, terdapat beberapa pengaruh psikologi pada anak terkait keluarga yang tidak harmonis, yaitu anak menjadi stres, bersikap agresif dan kasar, pendiam dan antisosial, kehilangan figur teladan, kehilangan rasa percaya diri, mengganggu pendidikan, serta berisiko memiliki masalah mental ketika dewasa. Ayah sebagai kepala rumah tangga wajib menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga demi kebaikan semuanya, terutama anak. Jangan pernah sekalipun berdebat penuh emosi, berbuat kasar dan berkata yang tidak baik di depan anak.

***

Sudah tahu kan betapa pentingnya membangun kedekatan antara ayah dan anak? Butuh kerjasama ayah dan ibu dalam mendidik dan membesarkan anak agar dapat menciptakan generasi berkualitas di kehidupan mendatang.

Ibu wajib mengingatkan ayah jika kesibukan kantor atau aktifitas lain membuat ayah lupa untuk menjadwalkan quality time bersama anak.

Jangan sampai anak tidak menemukan sosok ayah dalam masa tumbuh kembangnya dan mempengaruhi kehidupannya saat dewasa nanti.

Semoga bermanfaat :)


Referensi :
E-jurnal Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak oleh Parmanti dan Santi Esterlita Purnamasari, Universitas Mercu Buana Yogyakarta
alodokter.com
halodoc.com
hellosehat.com
idtheasianparent.com




6 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar Pak :)
      Makanya orang tua butuh quality time bersama anak.

      Delete
  2. kejadian banget nih di saya yang ga dekat sama ayah, sampai kalo nelpon aatau ketemu, ga punya bahan mau ngomong apa.

    efeknya sih sekarang gampang depresi. hehe

    harapnnya kedepan, kelak jadi ayah saya akan bangun ikatan yang kuat dengan anak. makasih tipsnya mbak, udah ngasih gambaran buat saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiinn..semoga kita sama-sama bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak generasi mendatang. Sehingga luka pengasuhan yang pernah ada tidak terulang lagi.
      Beruntung kita hidup di era yang begitu mudah mencari ilmu dan sharing informasi. Jadi bisa selalu belajar :)

      Delete
  3. betul, kadang banyak ayah ayng cuek

    ReplyDelete

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)