Tangguh Di Tengah Keniscayaan Perubahan Bersama ASUS ROG Phone 6

No comments
Pernah nonton Fabricated City?
Film asal Korea yang dilakoni oleh Ji Chang Wook ini mengisahkan tentang seorang maniak gamer yang kesehariannya hanya bermain game di warnet yang ia jaga. Di dunia game itu, ia dijuluki sebagai Dewa dengan strategi brilliant yang selalu membawa timnya menuju kemenangan. 

Tangguh hadapi perubahan

Tiba-tiba, hidupnya berubah drastis dalam satu malam. Difitnah melakukan pembunuhan pada seorang gadis karena kebetulan, sebelumnya ia diminta mengantarkan barang dengan bayaran menggiurkan ke rumah gadis tersebut. Berakhir di penjara akibat kesalahan yang tidak pernah dilakukannya.

Bukan main penderitaan yang diterima selama ditahan. Sampai akhirnya ia berhasil keluar dan bertemu dengan tim dalam game online-nya di kehidupan nyata. Bersama mereka, strategi yang biasa diaplikasikan dalam game, direalisasikan untuk membongkar sebuah sindikat kejahatan besar, dalang di balik fitnah yang menjerumuskannya. 

Bila penonton dimanjakan dengan aksi laga sosok idola, saya malah tertegun alur cerita yang menyiratkan bahwa perubahan itu pasti terjadi dalam hidup. Bahkan bisa lebih cepat dari yang kita duga. Entah itu dikarenakan faktor dalam kendali kita, seperti pilihan, atau oleh dunia luar yang tidak bisa diprediksi sama sekali.

Setidaknya kita mesti sadar bahwa kita adalah salah satu mata rantai aktivitas seluruh manusia. Entah kita yang mencipta perubahan, atau yang menerima dampak dari perubahan yang diciptakan orang lain. Yang pasti, perubahan itu keniscayaan yang pasti terjadi.

Lalu pertanyaannya, setangguh apa kita untuk bertahan dalam kenyataan hidup yang selalu dipenuhi dengan perubahan?



Saya 6 Tahun Lalu

Saya 6 tahun lalu

Berbicara tentang perubahan, saya yakin semua setuju bahwa contoh pandemi Covid-19 adalah yang paling banyak terdampak dalam serentak. Banyak usaha gulung tikar, PHK, hingga ramainya permasalahan mental health akibat larangan mobilitas. Saya paham sekali rasanya, karena 6 tahun lalu, saya sudah lebih dulu "di rumah saja". 

Bagi yang pernah baca-baca tulisan saya di blog ini, mungkin sudah bosan mendengar cerita saya yang resign bekerja, lalu membersamai anak-anak di rumah. Mulai dari stigma yang diterima, anggapan bahwa saya bodoh, tidak bisa apa-apa, menyia-nyiakan ijazah, sampai anak tampak kurus pun, tetap dihubungkan dengan keputusan saya untuk menjadi ibu rumah tangga. Namun kali ini,   yang akan saya tuturkan bukan tentang itu, namun bagaimana saya menemukan titik ketangguhan yang melepaskan belenggu tersebut.

Memang tidak seekstrim Ji Chang Wook di film Fabricated City tadi. Tetapi perubahan yang terjadi tetap sama mendadaknya. Tepat setelah anak saya lahir, sehari setelahnya, saya langsung full di rumah. Apakah mudah? Tidak seperti kelihatannya. Walau banyak yang mengira kalau saya bisa bebas bersantai kapan pun saya mau.

Saya menganggap saat itu terjun terjatuh, ternyata jadi titik balik yang membuat saya jauh lebih tangguh.

Fokus dengan Diri Sendiri

Komentar negatif

Tidak mudah dipraktikkan, meski seantero motivator menyarankan. Nyatanya, mendengar hujanan pernyataan yang tidak baik terhadap hidup atau pilihan kita, akan mencapai titik di mana penyangkalan tak lagi mampu menjadi pagar. Disalahkan, dihujat, bahkan tak segan menghakimi tanpa peduli sudut pandang kita sebagai Si Empunya hidup. 

Ya, begitulah realita. Sebaik apa pun yang kita lakukan, pasti selalu ada pro dan kontra. Boleh mendengarkan, namun saring mana yang diperlukan. Banyak yang hanya basa basi saja mengomentari, atau mungkin sengaja memprovokasi. Tapi, apakah kita akan membiarkan komentar orang-orang sebagai kiblat? No

Sama saja membuang energi. Energi yang seharusnya bisa digunakan untuk membuktikan bahwa komentar yang tidak baik itu salah besar. Saya mati-matian mengeluarkan diri dari kegilaan pendapat orang yang mengatakan bahwa saya bukan siapa-siapa dan tidak akan bisa apa-apa lagi setelah menjadi ibu rumah tangga. But, I did it!

Dan saya bersyukur dengan itu, hingga akhirnya saya sadar bahwa diri saya terlalu berharga untuk dikendalikan orang lain. 

Berani Produktif dengan Passion


Percaya atau tidak, ibu rumah tangga sebenarnya memiliki kebebasan lebih untuk memilih hal produktif apa yang bisa dilakukan. Tidak ada aturan kantor yang mengikat dan waktu kerja pun bisa diatur sendiri. Semaksimal mungkin di antara sibuknya urusan rumah tangga dan anak. Mungkin ini juga bisa berlaku pada jam bebas yang dimiliki seseorang karyawan atau pegawai. Benar, bukan?

Saya menggunakan kata berani di awal karena memang ini adalah modal terbesar saya untuk bertahan di tengah perubahan yang menjadikan saya tak lagi dianggap. Mencoba segala peluang yang mungkin bisa dilakukan. Setiap manusia, pasti punya potensi. Itu yang saya yakini. Saya perlu berani mencoba menggali potensi itu dengan berlaku produktif. 

Lalu, dari sekian banyaknya kegiatan produktif, saya memilih mana yang sesuai dengan passion. Meski akhir-akhir ini banyak pendapat bahwa seseorang tidak mesti punya passion, tapi setidaknya, dengan melakukan sesuatu yang disukai, ada gairah di sana. Lelah menyisakan waktu dan tenaga untuk itu, tak terasa terlalu berat.

Intinya berani mencoba. Kalau ada keinginan, kejar. Temukan peluang di sana dan jangan peduli soal timing. Setiap orang punya timeline masing-masing. 

Saya pernah mencoba berjualan online, mencoba usaha kuliner, mencoba menjadi dropshipper dan mencoba peruntungan memasuki dunia MLM. Tidak ada satu pun yang berhasil. Tapi, itulah anak tangga yang membawa saya kenal dengan dunia blogging dan kepenulisan. Dunia baru yang akhirnya memperbaiki nama saya kembali. 

Temukan Lingkungan yang Tepat

Cari lingkungan yang tepat

Temukan, bukan ditunggu. Mencari lingkungan yang membawa energi positif, alih-alih bertahan dengan lingkungan yang hanya membuat mental down, adalah sesuatu yang sangat membantu untuk menjadi lebih kuat.

Lingkungan seperti apa yang dimaksud? Lingkungan yang di dalamnya kita bisa berkembang menjadi lebih baik dan keberadaan kita dihargai. Sama seperti saat saya baru menjadi ibu rumah tangga, disaat saya lelah mengerdilkan diri, komunitas blogger dan kepenulisan lah yang menyelamatkan saya. Saya menyaksikan langsung begitu banyak ibu rumah tangga yang bisa sukses dengan caranya sendiri. Dan tak pernah merendahkan satu sama lain, malah saling bergandengan tangan. Walau sebatas gandengan maya, tapi itu bekerja. Hal yang tak ada di kehidupan nyata saya.

Jangan ragu untuk bergabung dalam circle pertemanan dengan ketertarikan dan minat yang sama. Atau yang lebih spesifiknya lagi, dengan kehidupan dan permasalahan yang serupa. Saya yang awalnya sungkan bergabung komunitas karena menganggap isinya para profesional saja, sekarang malah ketagihan berkomunitas. Sampai akhirnya saya tak peduli lagi dengan omongan miring. Buat apa? Tandanya itu bukan lingkungan yang tepat untuk saya.


Saya sadar, mungkin ada yang menganggap cerita ini basi. Ibu yang resign bekerja, lalu jadi ibu rumah tangga, kemudian berusaha tetap produktif menggapai impian baru. Tapi, entah sebanyak dan sesering apa bahasan yang mengulik, tetap saja kenyataan bahwa masalah serupa tak hentinya terjadi.

Beberapa waktu lalu, di acara Festival Ibu Penggerak yang kebetulan saya berkesempatan hadir, ketua Sidina Community, Wiendrastari Putri, mengatakan satu hal yang langsung saya iyakan dalam hati.
"Ibu-ibu mungkin masih belum tahu tentang ini-itu. Tapi sekalinya sudah tahu, bisa jauh lebih hebat dari yang dibayangkan."

Setidaknya, tulisan saya ini bisa sedikit berperan sebagai pintu kecil untuk sesama ibu dalam membekali diri menghadapi perubahan.


Belajar dari Game, Bisa Bekali Diri untuk Tangguh Menyikapi Keniscayaan Perubahan

Media latihan tangguh

Ada bahasan unik ketika metaverse menjadi topik hangat dalam sebuah webinar yang saya ikuti. Karena berhubungan dengan blogger, bagaimana masa depan blogger dalam dunia virtual itu nantinya? Ketika yang hidup bukan lagi manusia, tapi avatarnya. Entah siapa yang punya, dari mana asalnya, apa tujuannya, tidak ada yang bisa memastikannya.

Kalau diperhatikan, bukankah ini sama saja dengan gaming? Ketika bermain Mobile Legends misalnya, tidak jauh beda dengan film Fabricated City yang saya ceritakan sebelumnya, di mana yang hidup di sana sama saja dengan avatar Si Gamer. Setiap gerakan, pasti atas dasar keinginan pemain. Bagaimana dia membagi tugas untuk anggota timnya, mengatur strategi dan posisi sedemikian rupa agar musuh dapat ditumbangkan. Bukankah ini ada kesamaan dengan dunia masa depan metaverse yang digadang-gadang akan membawa perubahan besar?

Yang paling tangguh dalam setiap perubahan adalah mereka yang mampu beradaptasi.

Ya, kuncinya adalah adaptasi. Semua yang saya ceritakan dari awal sampai di kalimat ini adalah realisasi dari sebuah usaha adaptasi. Dan ternyata, game bisa membekali pemainnya untuk tangguh beradapatasi dalam perubahan yang terjadi di kehidupan nyatanya. Loh, memangnya bisa? 

  • Mental Bangkit dan Membangun

Clash of Clans

Saat game Clash of Clans (CoC) baru hits di lingkungan kantor saya, sekitar tahun 2014, dan saya pun ikut merasakan keseruannya, ternyata yang diberikan permainan ini lebih dari sekadar kesenangan. Saya yang baru merantau di ibukota dan baru juga ditempatkan di salah satu unit organisasi yang tidak satu pun orang di dalamnya yang saya kenali, sempat membuat diri merasa terasingkan. Tetapi, yang saya ingat malah game CoC, membangun desa dari nol dan berjuang menjadi besar. Berkali-kali dihancurkan lawan, tetap saya bangun kembali.

Saya menganalogikan diri saya sama, dengan reputasi yang dibaratkan sebagai desa. Kalau di game saja saya bisa, kenapa untuk kehidupan nyata saya tidak bisa? 

Mental untuk bangkit dan terus membangun adalah hal pertama yang bisa kita pelajari dari game. Tidak ada satu pun game yang pertama kali main, langsung menduduki level teratas. Pasti selalu dimulai dari bukan siapa-siapa dengan harta benda seadanya. Kekalahan pun pasti juga akan dialami, karena dalam game, menang dan kalah adalah dua hukum abadi. Ketika menang, pasti ada reward yang diterima. Sedangkan kalau kalah, ada upaya lebih untuk bisa menang di percobaan selanjutnya. 

Setiap level, menang dan kalah, adalah perubahan yang mengajarkan bagaimana caranya bangkit, menjadi lebih baik dan membangun skill lebih hebat lagi. Coba bayangkan, andai setiap kali ada perubahan dalam hidup, baik cobaan atau kebahagiaan, bisa menerapkan semangat bangkit dan membangun diri kembali setelah porak poranda, bukankah akan sangat membantu?

  • Berani Maju

Super Mario

Merujuk ke KBBI, tangguh diartikan sebagai sukar dikalahkan, kuat, andal, kuat sekali (tentang pendirian dan sebagainya), tabah dan tahan (menderita dan sebagainya), kukuh. Apakah mungkin mencapai ketangguhan bila tidak ada keberanian? Berani untuk maju dan menghadapi segala yang ada di depan.

Saya jadi ingat game pertama yang mengajarkan saya keberanian. Masih pakai nintendo, berusaha menyelamatkan putri dalam game Super Mario. Bagi saya yang masih SD, deg-degan sekali rasanya setiap kali melihat musuh atau bola-bola api yang berputar 360 derajat. Tapi, berkat terus berani, walau kalah berkali-kali, ketakutan itu berubah menjadi kesenangan dan kebanggaan saat menang.

Lagi-lagi, dalam game saja kita bisa berani maju, menghadapi serangan lawan, atau malah sengaja mencari musuh untuk dikalahkan, bukankah mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata akan lebih berguna? Minimal, keberanian dalam game, rasa khawatirnya, gugupnya, hingga merasakan kekalahan yang tak lagi cukup dihitung jari, bisa memberi kontribusi ketahanan mental yang berani dan percaya diri untuk tetap berdiri dalam menghadapi perubahan. 


  • Strategi dan Membaca Peluang

Plants vs Zombie

Teman-teman yang seumuran dengan saya, mungkin ada yang dulu sempat ketagihan bermain Plants vs Zombie. Permainan bermisi mengalahkan zombie dengan kekuatan tanaman ini adalah satu contoh yang mengajarkan bahwa berstrategi dan membaca peluang sangat dibutuhkan untuk bertahan. Setiap levelnya, kekuatan zombie meningkat. Bahkan di akhir level, ada yang sangat besar dan mengendarai alat berat. Sedangkan kita pemainnya, tetap disenjatai dengan variasi tanaman.

Logikanya, tanaman lawan zombie? Tampak terlalu ringkih. Tapi, tetap saja saya bisa memenangkannya sampai level tertinggi. Karena ada permainan strategi dan membaca peluang untuk memilih tanaman mana yang paling tepat untuk menumpas zombie tertentu. So, game sangat bisa melatih kemampuan kita menyusun strategi serta mengalalisis keadaan sekitar untuk kewaspadaan dan menemukan peluang kemenangan. 

Sekarang, game-game baru semakin membutuhkan strategi ini. Bukan hanya bertanding dengan sistem, namun juga sangat memungkinkan untuk beradu strategi dengan pemain lain secara langsung. Yang tampak bermain memang karakternya, namun dibaliknya, tetap pemain yang berpikir keras menemunkan peluang kemenangan. Otak bisa terus terlatih berpikir menyusun strategi dengan bermain game. Menarik!

  • Kreativitas
Minecraft

Pernah main game yang digadang-gadang sebagai game terlaris di dunia sejak dirilis, Minecraft? Identik dengan tampilan kotak-kotak mirip Lego, di Minecraft, pemain bisa membangun dunia digital milik sendiri sebebas-bebasnya dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Mau bangun rumah, kastil, desa atau kota, semua bisa.

Game dengan konsep serupa sebenarnya banyak. Mendirikan wilayah sendiri sesuai kehendak pemain. Walau ada kontra yang menyebut bahwa game ini tidak memiliki tujuan, namun bagi saya, kreativitas pemainlah yang menentukan tujuannya. Hendak membuat apa dan mencapai apa. Imajinasi pun diuji, menyusun segala elemen sebaik mungkin. 

Kreativitas yang dilatih saat bermain game, pasti akan berguna ketika perubahan hidup menuntut sesuatu yang baru atau berinovasi. Sama seperti kepastian perubahan, kreativitas juga mutlak ada untuk bertahan di tengah gempuran perkembangan. Makanya tidak heran bila buah kreativitas dihargai dengan sangat mahal karena keunikan dan nilainya.
  

  • Relasi dan Kolaborasi

Pokemon Go

Sejak game bisa dimainkan banyak pemain, alias multiplayer, mendapatkan relasi dan belajar berkolaborasi mencapai tujuan yang sama, juga menjadi sebuah keuntungan. Misalnya Pokemon Go. Bukan hanya menangkap pokemon sebanyak mungkin, kini Pokemon Go sudah bisa bekerja sama dengan teman untuk mengalahkan pokemon lain yang lebih kuat.

Awal interaksi dari game ini, akan menjadi pembuka relasi di dunia nyata. Sangat bisa juga menjadi ajang latihan untuk membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Sebab, relasi itu adalah aset yang dapat memberi keuntungan besar. Lebih-lebih bila terlahir kerja sama, hasilnya pasti akan luar biasa. 

Suami saya pemain aktif Pokemon Go. Di kantor, sampai ada grup chatting sendiri dan rutin mengadakan pertemuan sesekali waktu. Siapa sangka, dari sini datang pelanggan baru usaha jualan action figure suami. Terasa makin nyata manfaat game untuk membentuk jaringan pertemanan positif. 

Ya, mirip-mirip lah dengan film Fabricated City. Hubungan pertemanan yang lahir dari game, menjadi kolaborasi kuat di kehidupan sebenarnya. 


Apakah ini hanya karangan saya saja karena kebetulan merasakan? Tidak, teman-teman. Nyatanya ini juga diakui secara ilmu psikologi. Samanta Elsener, psikolog anak dan keluarga, mengatakan bahwa game bisa mengasah keterampilan individu dalam kehidupan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Seperti perencanaan strategi, observasi dan analisis. 

"Seperti semua medium, game juga memiliki sisi baik, yang bisa melatih berbagai skill berguna dan pengetahuan yang dapat bermanfaat jika dilakukan secara tepat." - Samanta Elsener


Bagaimana, ingin mencoba melatih mental tangguh dari bermain game


Nge-game Sekaligus Jadi Produktif, dengan HP Gaming ASUS ROG Phone 6

Keunggulan ASUS ROG Phone 6

Maklum emak-emak, inginnya yang praktis dan serba bisa. Tapi, kalau ada fasilitas yang bisa mewujudkannya, why not

Nah, bagi yang ingin nge-game tanpa batas, bebas memilih dan memainkan game favorit untuk mengembangkan segala kemampuan yang bisa dilatih dari sini, ASUS baru saja mengeluarkan HP gaming gahar, ASUS ROG Phone 6. Dijamin bukan lagi sebatas media berlatih, apa yang didapatkan dari game, bisa langsung diterapkan dalam hal produktif di dunia nyata. 

Latihan kreativitas membangun kota dari Minecraft pakai ASUS ROG Phone 6, eh dapat ide membuat desain bertema bangunan untuk rencana usaha hampers produk konveksi. Langsung gambar sat set sat set pakai aplikasi digital art di HP yang sama.

Keberanian dan kepercayaan diri yang dilatih selama bermain game, akhirnya berhasil mendorong niat untuk membuat konten pertama di channel YouTube. Langsung rekam di ASUS ROG Phone 6 dan edit juga videonya di sini.  

Buat nge-game berat saja kuat, untuk menjalankan aplikasi multimedia dan kerja, pasti tak akan ada kendala. 

Memang ASUS ROG Phone 6 setangguh itu, ya? 


๐ŸŒธ Bye, Nge-lag dan Lelet!

Performa tiada banding

Saya termasuk yang tidak sabaran soal gadget. Lola, alias loading lama, lagi asik ngapa-ngapain tiba-tiba ke-close sendiri, apalagi sampai nge-lag, bisa bikin saya kesal seharian. Tidak terkecuali dalam bermain game, gadget yang digunakan mesti mumpuni mengangkat game masa kini yang makin canggih. Layaknya aplikasi yang terus diperbarui, game terkini yang visual dan aktivitas permainannya semakin rumit, pasti membutuhkan spesifikasi gadget yang lebih tinggi.

ASUS ROG Phone 6 punya performa tiada banding yang bikin kita bakal jauh-jauh dari masalah nge-lag dan lelet. Jauh lebih tinggi dan lebih baik dibanding pendahulunya. Prosesor terbaru Snapdragon® 8+ Gen 1 Mobile Platform menghadirkan clock speed CPU yang jauh lebih cepat, yaitu 3,2 GHz. Kombinasi antara CPU dan GPU Adreno 730 berhasil menciptakan kinerja CPU dan GPU yang 10 persen lebih tinggi. Efisiensi daya CPU juga meningkat sebanyak 30 persen.

Belum cukup sampai di situ, untuk meminimalisir bottleneck atau kemacetan, ROG Phone 6 Series diperkuat dengan RAM LPDDR5 hingga 18GB dan penyimpanan SSD UFS3.1 hingga 512GB. Wah, sudah kebayang bagaimana cepat melesatnya HP gaming ini, sekali pun untuk menjalankan game atau aplikasi berat. 

Apa yang saya bayangkan sebelumnya, yaitu tiba-tiba mendapat inspirasi dari game dan langsung diaplikasikan dalam karya atau hal produktif yang lagi-lagi mengandalkan HP, tentu tidak menjadi harapan semata. Performa ASUS ROG Phone 6 sangat mendukung untuk itu!

๐ŸŒธ Kamera Terbaik untuk Dokumentasi dan Konten

Kamera berkualitas

Terbaik dibandingkan dengan HP gaming lainnya. Dalam bayangan saya sebelumnya, gamer tak akan terlalu peduli dengan kualitas kamera gadget yang digunakan. Sepintas, bukankah bermain game tak perlu foto-foto atau rekam video? Jadi saya pikir, HP gaming tak akan cocok digunakan untuk hal lain yang membutuhkan kualitas tangkapan kamera. 

Tapi nyatanya ASUS ROG Phone 6 memberi fasilitas lebih yang mendobrak bayangan tersebut. HP gaming tak lagi hanya dapat digunakan untuk nge-game, tapi bisa juga digunakan oleh saya dan teman-teman yang suka mendokumentasikan banyak visual. Misalnya YouTuber, food blogger, travel blogger, pemilik usaha online atau mungkin penulis yang belakangan ini saya pelajari juga butuh dokumentasi dari tempat-tempat yang akan diangkat dalam naskah. 

Bukan hanya satu, tapi tiga di belakang, plus satu kamera di depan. ASUS ROG Phone 6 memiliki deretan tiga kamera di belakangnya, di mana kamera utama memiliki sensor SONY IMX766 50MP yang menawarkan mode utama 12,5MP menggunakan filter warna Quad Bayer atau mode asli 50MP. Kamera ini dapat melakukan perbesaran 2x lossless asli dalam kondisi pencahayaan yang baik, serta akan beralih ke zoom digital 2x berdasarkan mode 12,5MP pada kondisi pencahayaan rendah agar dapat menangkap cahaya yang cukup untuk menghasilkan gambar yang lebih baik. Foto malam-malam jadi tidak takut hasilnya bakal gelap.


Kamera keduanya adalah lensa sudut ultra lebar 13MP yang mampu merekam sampai sudut 125 derajat dengan koreksi distorsi secara real time. Dan kamera ketiga merupakan lensa makro 5MP. Bagi pencinta foto-foto berjarak dekat, tentu ini menjadi kabar baik. Rasanya dengan kamera selengkap ini, hasil tangkapan kamera berkualitas akan tetap bisa didapatkan dengan satu gadget. Tawaran kepraktisan lagi!


Untuk kamera depan, memiliki resolusi 12 MP yang cukup baik untuk aktivitas online meeting, video call atau video streaming. Cocok sekali bagi yang hobi belajar daring dari webinar, yang sejak pandemi tetap digemari sampai sekarang. Saya yang membutuhkan webinar untuk belajar karena masih terikat dengan dua anak di rumah, tentu akan sering memanfaatkan kamera depan ini. 


๐ŸŒธ Dipakai Lama Tetap Aman

Berbicara soal durasi pemakaian gadget, acuan terbesar saya selain performa adalah ketahanan baterai, peningkatan suhu dan kesehatan mata. Ini juga yang menjadi kelebihan ASUS ROG Phone 6, spesifikasinya memungkinkan kita untuk menggunakan dalam waktu lama tanpa masalah. Main game saja sudah memakan waktu, tidak mungkin lima menit kelar. Ditambah dengan aktivitas produktif lain, mungkin berjam-jam tak akan terasa. 


Baterai "Monster"

Baterai monster

ASUS ROG Phone 6 Series dilengkapi baterai berkapasitas 6000 mAh, yang menempatkannya ke jajaran flagship dengan baterai terbesar di pasaran. Setelah diuji, pemakaian untuk aktivitas berat seperti gaming, memotret, mengirimkan pesan, memutar video, dan sebagainya, baterai kritis setelah 8 jam digunakan. Pengujian untuk bermain game intens selama 37 menit, baterai hanya berkurang 17 persen saja. Sedangkan untuk pemakaian standar, baterai bisa awet sampai satu setengah hari setelah diisi penuh. Seawet itu!


Spesialnya lagi, nge-charge pun tidak butuh waktu lama. Dengan charger 65W yang mendukung Quick Charge 5.0 dan diperkuat teknologi HyperCharge, baterai bisa diisi penuh dari nol persen hanya dalam waktu 42 menit saja. Ini sudah diuji di ASUS Labs, lebih cepat 10 menit dari versi pendahulunya.


Pendingin Canggih

Pendingin canggih

Selanjutnya, perihal suhu yang suka naik signifikan ketika gadget digunakan non-stop dalam waktu lama. ASUS ROG Phone 6 sudah dibekali teknologi pendinginan GameCool 6 Cooling System, generasi kelima dari sistem GameCool. Struktur internal pada sistem pendinginan ini sudah ditingkatkan untuk pembuangan panas yang lebih efisien dari pada sebelumnya. Sistem pendingin CPU 360° yang baru telah didesain ulang dan difokuskan pada tata letak dual-PCB yang ditempatkan di tengah. Dengan memanfaatkan metode ini, mengisi celah udara antara dua PCB dengan senyawa termal khusus, kinerja pendinginan meningkat hingga 10°C.


Selain itu, tersedia juga aksesoris tambahan AeroActive Cooler 6. Hadir dengan Thermoelectric AI Cooling System yang terintegrasi, berbasis chip pendingin Peltier, untuk mengoptimalkan pembuangan panas berdasarkan temperatur CPU. Aksesoris ini dihubungkan dengan sambungan USB-C bebas kabel untuk menurunkan temperatur permukaan dekat CPU hingga 25°C.


Saya pun sempat menonton review ASUS ROG Phone 6 di channel YouTube GadgetIn. Benar saja, setelah di cek dengan termometer khusus dalam penggunaan intens, angka melebihi 40 derajat celcius, namun tetap nyaman saat dipegang. Ini belum pakai aksesoris AeroActive Cooler 6, lo!


Tampilan Layar Imersif yang Aman Di Mata 

Lebih aman di mata

Pasti sudah paham sekali kalau game masa kini memiliki segudang gerakan yang kadang sangat cepat, serta banyak sekali ragam visual yang disuguhkan. Warna-warna mencolok, yang kalau dilihat berjam-jam, akan bikin mata lelah atau sakit. Belum lagi ditambah dengan aktivitas lainnya, seperti membuat konten, menulis blog (ini saya banget) atau sekadar berselancar di berbagai platform media sosial. 


Tenang, ASUS ROG Phone 6 Series memakai layar AMOLED HDR10+ seluas 6,78 inci dari Samsung yang diatur kembali oleh ROG. Layar ini sudah dilindungi dan diperkuat oleh Corning® Gorilla® Glass Victus™ demi keamanan dan kenyamanan. Serta yang tak kalah penting bagi saya yang suka sakit mata dan kepala akibat interaksi dengan layar ini, teknologi Eye Care Display akan melindungi mata pengguna saat menggunakan HP lebih lama.


Keramahan di mata ini juga diimbangi dengan kualitas gambar yang yang ditampilkan. Dengan refresh rate maksimum 165Hz, layar ROG Phone 6 Series menjadi yang tercepat dan tertajam di pasaran. Touch-sampling rate hingga 720 Hz dan latensi sentuh 23 ms, sehingga saat bermain, para gamer memiliki keunggulan untuk berkompetisi.


๐ŸŒธ Leluasa Mengontrol Permainan

Air trigger

Main game tapi layar tak responsif, tak sanggup merespon sentuhan jari jemari kita? Dijamin bakal kalah telak. Sepersekian detik sangat berarti dalam game, apalagi yang beritme cepat.


ROG Phone 6 Series menjawabnya dengan teknologi AirTrigger 6 terbaru. Memiliki sensitivitas dan pemosisian yang lebih baik, serta lebih banyak kontrol gerak. Teknologi ini dilengkapi hingga 18 titik sentuh spesifik yang dipetakan pada layar (dengan AeroActive Cooler 6 terpasang). Fitur Tekan dan Kiri, memungkinkan pengguna untuk memetakan tindakan yang berbeda saat menekan tombol pengaktif ultrasonik dan tindakan yang berbeda saat mengangkat jari dari tombol. Pengguna pun dapat menggunakan giroskop untuk membidik atau mengontrol sudut pandang. Cukup tekan dan tahan tombol ultrasonik terlebih dahulu, lalu pengguna dapat mengontrol area tampilan dengan menggerakkan atau memiringkan ponsel.


Rasanya bagi pembuat konten, ini juga sangat berguna. Terutama dalam hal sesitivitas. Terkadang suka kesal sendiri kalau sudah di geser-geser sedemikian rupa, masih juga tak ada respon. Ayo, siapa yang juga mengalami? ASUS ROG Phone 6 bisa banget jadi solusi agar hal semacam ini tidak lagi kita alami. Jadi makin mupeng, kan?


๐ŸŒธ Suara Nyata dan Bulat

Suara jernih dan bulat

Main game tapi suaranya enggak cetar? Kurang ngena! ASUS ROG Phone 6 menghadirkan kualitas suara yang nyata dan terdengar utuh berkat peningkatan kualitas melalui pengaturan speaker oleh Dirac. Sistem terbaru ini memiliki dua Speaker Super Linear 5-magnet 12x16 simetris yang didukung oleh amplifier mono Cirrus Logic CS35L45. Bersama dengan pemrosesan sinyal digital terbaik dari Dirac. Sehingga menghasilkan suara yang lebar, jernih, dan kedalaman yang lebih baik dari HP lain di pasaran.


Jelas saya tidak akan memanfaatkan fasilitas kejernihan suara ini hanya untuk game saja. Namun banyak sekali aktivitas dengan gawai yang berhubungan dengan suara. Contoh sederhananya saja, dan saya yakin juga banyak yang melakukan, adalah saat mengunggah sesuatu di sosial media yang ada musiknya, voiceover atau sound asli dari sumber videonya. Kita pasti akan mendengar dengan seksama terlebih dahulu, bukan? Suaranya sudah bersih atau belum, sudah mulus atau masih banyak kresek-kreseknya. Bahkan untuk riset tulisan saya juga pasti akan sangat berguna. Soalnya lagi fokus menulis tentang budaya yang didalamnya mencakup tarian, musik atau nyanyian khas daerah. Biasanya sering saya dengar dari YouTube atau memutar ulang hasil dokumentasi. 


๐ŸŒธ Stylish dan Praktis

Stylish dan praktis

Desain ASUS ROG Phone 6 ini sangat stylish dan kekinian banget! ROG Phone 6 standar tersedia dalam pilihan warna Storm White dan Phantom Black, serta ROG Phone 6 Pro tersedia dalam warna tunggal Storm White dengan layar AMOLED ROG Vision di bagian belakangnya yang tampak sangat modern. ROG Vision di layar OLED 2 inci ini akan menampilkan animasi yang dapat disesuaikan untuk beberapa mode, seperti saat menerima panggilan masuk, memulai memainkan game, mengisi daya atau memasuki mode X. 


Mau yang lebih lagi? Para gamer tentu akan menyukai fitur yang satu ini. Pengguna bisa memilih karakter atau animasi game favorit untuk tampil di layar. ASUS sudah menambahkan 60 animasi baru ke ROG Phone 6 Pro dan bisa juga mengunduh lebih banyak lagi atau membuat animasi sendiri di editor ROG Vision.


Terakhir, kepraktisan yang dimiliki ASUS ROG Phone 6 menjadi benang merah dari keunggulan yang sebelumnya telah dijelaskan. HP gaming tidak lagi hanya bisa digunakan untuk bermain game, tetapi juga bisa menjadi sahabat dalam mengembangkan diri dan menjadi tangguh dalam menghadapi perubahan, tentunya dengan terus berlaku produktif. Yang tidak dipungkiri bahwa produktivitas zaman sekarang tidak akan lepas dari yang namanya gadget.


Kalau biasanya gamer cenderung memiliki HP kedua agar tidak terganggu panggilan masuk saat fokus bermain game, dengan ASUS ROG Phone 6, itu tidak perlu dilakukan lagi. Game Genie, dashboard legendaris sudah ditingkatkan, sehingga pengguna memiliki jalan pintas kembali ke Armory Crate, memblokir semua notifikasi dan panggilan masuk, mencegah perubahan brightness secara mendadak, mengubah refresh rate, melepaskan RAM yang tidak digunakan, mengaktifkan perekam layar serta melakukan pencarian di internet tanpa meninggalkan game.


Jadi, cukup dengan ASUS ROG Phone 6, mau nge-game, belajar, kerja, menuangkan kreativitas, hingga mengukir berbagai pengalaman baru dan melatih ketangguhan mental, semua sangat memungkinkan untuk dilakukan. All in one, kalau meminjam bahasa promosi.


Bagaimanapun, pemilihan gadget yang tepat, akan mendukung sepak terjang kita di dunia digital yang terus berkembang pesat. Setuju?

Dan ASUS ROG Phone 6 hadir untuk itu.



Harga dan Spesifikasi ASUS ROG Phone 6 Series 

Harga ASUS ROG Phone 6

Buat kalian yang mau beli ROG Phone 6 PRO, kalian juga udah mulai bisa pre-order di tanggal 24 Oktober - 10 November 2022. Untuk pemesanan awal ini, kalian akan mendapatkan banyak promo menarik antara lain Free Aero Active Cooler 6 + Devil Case + Exclusive Backpack ROGXONIC Esports selama persediaan masih ada, dengan total keuntungan hingga Rp.2.000.000. Untuk ROG Phone 6 PRO ini bisa kalian dapetin dengan harga Rp 18,999,000 eksklusif hanya di Erafone, Urban Republic, ROG Store, ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, Eraspace dan Tokopedia.  Info selengkapnya kamu bisa cek disini ya : https://rog.asus.com/id/phones/rog-phone-6-model/

Nah, kalau buat ROG Phone 6 sekarang udah tersedia  di partner-partner penjualan ROG Phone 6 yang bisa kalian dapetin langsung di Erafone, Urban Republic, ROG Store, ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, Eraspace, dan  JD.ID langsung dengan harga Rp 10,999,000 untuk variant 8/256GB dan ROG Phone 6 12/256GB dengan harga Rp 13,999,000So, tunggu apalagi buruan beli sebelum kehabisan!

Sebagai bahan informasi, berikut saya lampirkan spesifikasi ASUS ROG Phone 6 Series.

Warna Phantom Black, Storm White
Berat dan Dimensi 239g, 173 x 77x 10.4 mm
Sistem Operasi Android 12
Prosesor Qualcomm® Snapdragon® 8+ Gen 1, Mobile Platform, Qualcomm® Adreno™ 730
Memori LPDDR5 8GB, 12GB, 18GB
Penyimpanan UFS3.1 256GB, 512GB
Layar 6.78" 20.4:9 (2448 x 1080) 165Hz / 1ms, Samsung AMOLED. Corning® Gorilla®, Glass Victus. Delta-E < 1
Kamera Belakang 13MP
Main Rear Camera: Sony® flagship IMX766 50 MP image sensor - 1/1.56” large sensor size, 1 ยตm pixel size. F1.9 aperture, 23.8mm equivalent focal length in 35mm film camera
Second Rear Camera: 13 MP, Ultrawide-angle camera, 12.5mm equivalent focal length in 35mm film camera
Third Rear Camera: 5 MP, Macro
Kamera Depan 12 MP. 27.5mm equivalent focal length in 35mm film camera
Audio Speaker:
Symmetrical dual front-facing speakers with Dirac HD Sound
5-magnet stereo speaker with Cirrus Logic amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect
Audio Output:
Hi-Res Audio up to 384 kHz / 32-bit for 3.5mm output
Qualcomm WCD9385 for Hi-Res output
AudioWizard with multiple listening profiles
Microphone:
Tri-microphones with ASUS Noise Reduction Technology
3.5mm Headphone Jack
Rekaman Video 8K UHD (7680 x 4320) video at 24 fps for main rear camera
4K UHD (3840 x 2160) video at 30 / 60 fps for main rear camera, at 30 fps for second rear camera
1080p FHD video recording at 30 / 60 fps
720p HD video recording at 30 / 60 fps
3-axis electronic image stabilization for rear cameras
HDR10+ video recording (4K UHD video) for main 50MP and ultra-wide 13MP camera
Time Lapse (4K UHD video)
Slow Motion video (4K at 120 fps; 1080p at 240 / 120 fps; 720p at 480 fps)
Take still photo while recording video
Teknologi Nirkabel 802.11a/b/g/n/ac/ax
2x2 MIMO
Dukungan aptX dan aptX HD
NFC
Integrated WiFi 6E* (802.11a/b/g/n/ac/ax, 2x2 MIMO)
Supports 2.4GHz/ 5GHz/ 6GHz WiFi
Bluetooth® 5.2 (HFP + A2DP + AVRCP + HID + PAN + OPP), supports Qualcomm® aptX™ Adaptive and aptX™ Lossless
Wi-Fi Direct
NFC
Navigasi GPS (L1+L5)
GALILEO (E1+E5a)
QZSS (L1+L5)
GNSS support GPS (L1/L5), Glonass (L1), Galileo (E1/E5a), BeiDou(B1i/B1c/B2a), QZSS (L1/L5) and NavIC
Kartu SIM Slot ganda
Dual slots: 5G*+5G or 4G dual-SIM / dual-standby support
Slot 1: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card
Slot 2: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card
Sensor Giroskop
Kompas-elektronik
Sensor Jarak
Sensor Cahaya Sekitar
sensor sidik jari
Akselerator
Gyro(Dukungan ARCore)
In-display fingerprint sensor, face recognition, accelerometer, e-compass, gyroscope, proximity sensor, ambient-light sensor, ultrasonic sensors for AirTrigger 6 and grip press
Baterai Equivalent 6000 mAh (typical) high-capacity battery, supports Quick Charge 5.0 and PD Charging
Adaptor Daya USB power adapter (65W)
USB power adapter (65-Watt)
Output: 3.3-21V 3.25A, supports up to 65W QC5.0 / PD 3.0 / Direct Charge adapter
Isi Kotak Dokumentasi (buku panduan, kartu garansi)
Ejektor pin (jarum baki SIM)
USB power adapter (65W)
USB-C to USB-C cable
ASUS ZenEar Pro (EA009B)
Aero Case
USB power adapter (65-Watt)
USB-C to USB-C cable
Aero Case
ROG AR Card
Ejector pin (SIM tray needle)
Documentation (user guide, warranty card)


Perubahan, Tantangan yang Menjadi Jalan

Perubahan, tantangan yang menjadi jalan

Coba bayangkan kehidupan kita flat saja, tidak ada yang berubah. Walau mustahil, coba bayangkan sebentar saja.

Misal jadi orang berduit bertahun-tahun, atau mungkin sejak lahir sudah kaya raya. Terlihat enak pastinya, dan saya pun juga mau seperti itu. Tapi apakah enak yang kita pikirkan sebagai orang yang tidak pernah berada di posisi itu, juga dirasakan oleh Si Orang Berduit Abadi ini? Baginya kekayaan bukan lagi hal spesial. Wong sepanjang hidup kaya terus. Tidak merasakan susah. Jadi kalau kaya, ya biasa saja. 

Bisa jadi dari kejadian serupa ini lahir kalimat fenomenal, "Harta tak menentukan kebahagiaan". Karena yang bahagia ketika mendapat banyak uang adalah mereka yang tidak punya cukup uang. Bukan mereka yang sudah bergelimang uang sepanjang hidupnya. Betul apa betul? 

Inilah berkah perubahan. Ada rasa syukur, pengalaman dan pelajaran yang hanya bisa dipetik setelah melaluinya. Melalui tantangan yang tercipta sebagai dampak dari perubahan tersebut. 

Ketika perubahan itu membahagiakan, berarti ada yang dipertahankan dan ditingkatkan. Inilah yang akan membuat kita selalu berkembang. Bila perubahan itu membuat kecewa, maka akan ada pelajaran yang membuat kita akhirnya menemukan kemampuan dan potensi.

Saya mungkin tidak akan menemukan kemampuan menulis bila tidak memilih berhenti bekerja.
Saya mungkin tidak akan punya blog kalau masih sibuk dengan tugas kantor. 
Dan saya mungkin tidak akan memiliki lingkungan terbaik untuk mampu terus maju dan berani menembus berbagai tembok pembatas hasil pikiran saya sendiri, yang saya dapatkan dari circle blogger dan penulis.

Bukankah perubahan itu baik bila kita meresponnya dengan baik? 

Berkat perubahan mendadak tersebut, dibayangi stigma yang sempat membuat saya diambang penyesalan, ketangguhan lah yang akhirnya membawa saya jauh lebih hebat. Tentunya hebat dalam penilaian saya. Saya mencoba terus bertahan, bersabar tanpa lelah menikmati setiap prosesnya. Walau banyak tangis dan tawa yang hadir silih berganti.


Yuk, mari kita latih diri agar tangguh menghadapi perubahan, yang salah satunya bisa dengam cara seru bermain game. Toh, tidak ada salahnya mencoba belajar dari game dan merasakan betapa tangguhnya para gamer menaklukkan setiap perubahan yang terjadi dalam permainan demi menjadi pemenang. 

Tapi mesti memilih gadget yang tepat, agar saar nge-game tetap lancar dan mulus. Game sekarang sudah canggih dan keren, dengan tampilan visual dan strategi bermain yang lebih kompleks. Seperti ASUS ROG Phone 6, gahar dan kuat untuk games terbaru yang berat sekali pun. Jadi tidak ada batasan lagi untuk mencoba game "berat" yang disuka. Hajar! 

Terlebih lagi ASUS ROG Phone 6 juga sangat mumpuni untuk berbagai aktivitas produktif yang kini banyak membutuhkan aplikasi-aplikasi terbaru. Lancar jaya semua upaya kita untuk terus maju dan berkembang.

Kamu sungguh sial bila tak pernah tertima musibah. Karena artinya kamu menjalani hidup tanpa pernah menghadapi "lawan". Tidak ada yang tahu kemampuanmu sesungguhnya, bahkan dirimu sendiri pun tidak.
- Seneca (On Providence)
Diambil dari buku Filosifi Teras karya Henry Manampiring

Jadilah juara, setidaknya bagi diri sendiri dalam setiap perubahan hidup yang pasti dan selalu akan terjadi.
Semoga bermanfaat.

_______

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ROG Phone 6 Blog Writing Competition di Blog Katerina Travelerien.


Referensi
Materi dari penyelenggara ASUS ROG Phone 6 Blog Writing Competition
https://www.travelerien.com/2022/10/asus-rog-phone-6-blog-writing-competition.html
https://techno.okezone.com/read/2021/11/09/326/2498871/3-manfaat-main-game-bagi-orang-dewasa
https://rog.asus.com/id/phones/rog-phone-6-model/

No comments

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)