Pengalaman Treatment Subsisi dan Laser CO2 untuk Menghilangkan Scars di Sozo

No comments
Di tahap capek banget sama scars atau bopeng yang enggak hilang-hilang ini. Sudah treatment microneedling 4 kali, rasanya nggak banyak perubahan. Makanya, pas lihat iklan treatment subsisi di Instagram, saya penasaran. Apa memang lebih efektif mengatasi bopeng karena yang diperbaiki adalah jaringan bawah kulitnya? Akhirnya saya coba di Sozo! Ambil paket Ultimate Scar Solution yang sekalian sama Laser CO2. Katanya juga ampuh untuk bopeng.

Pengalaman Treatment Subsisi dan Laser CO2 untuk Menghilangkan Scars di Sozo

Hasilnya nanti saya ceritakan di akhir, ya. Karena menceritakan proses treatment-nya juga tak kalah penting. Serius, ini treatment tersakit yang pernah saya lakukan. Walau sudah dibius sekalipun, tetap sakit ya ampun. Jadi, kalau teman-teman mau melakukan treatment subsisi, harus siapkan mental dulu. Beauty is pain banget deh pokoknya. 


Nah, bagaimana prosesnya dari awal sampai akhir? Saya tuliskan detail mulai dari reservasi hingga perawatan dan hasilnya.

Wajib Reservasi Dulu

Wajib Reservasi Dulu

Jangan langsung datang, khawatirnya kita nggak dapat jadwal. Soalnya sudah pada reservasi semua dan datang sesuai jam yang disepakati supaya tidak menunggu lama. Bahkan sudah reservasi pun, kemarin saya tetap menunggu untuk treatment-nya. Malah ada lebih dari satu orang yang reservasi di jam yang sama.

Cara reservasinya gampang, tinggal WhatsApp saja nomor admin di akun Instagram Sozo @sozo.skinclinic. Sepertinya adminnya banyak, jadi nomornya bisa saja berbeda-beda setiap kali ada yang menghubungi. Atau kalau bertemu iklan Sozo untuk perawatan kulit, langsung klik saja linknya. Nanti akan segera dibalas, lalu diarahkan ke klinik terdekat (saya di cabang Bintaro). Kalau sudah reservasi akan diingatkan kembali 3 hari dan 1 hari sebelum kedatangan.

Konsultasi Gratis dengan Dokter

Jadwal reservasi saya di jam 2 siang. Setelah melapor ke admin yang ada di bagian depan, saya diminta menunggu sebentar. Tak berapa lama, saya dipersilakan masuk ke ruang konsultasi yang mana konsultasi ini gratis. 

Dokter menjelaskan kondisi wajah saya yang memang membutuhkan treatment subsisi dan alangkah lebih baik jika sekalian mengambil paket ultimate. Seperti yang saya duga, dengan scars sebanyak ini, pasti butuh treatment ekstra. Tapi sebenarnya kalau saya tetap mau subsisi saja juga tidak apa, dokter hanya menyarankan saja.

Berikut yang termasuk dalam paket Ultimate Scar Solution.
  • Laser CO2 Scar - full face (hanya tersedia di cabang Arteri, Benhil, Bekasi, Pondok Bambu, BSD, Bintaro, Tanjung Duren, Cinere, Kemang, PIK, Kelapa Gading, Bandung, Medan, Makassar, Rawa Mangun)
  • Growth Factor Serum
  • Subsisi
  • PRP

Treatment subsisi hanya bisa dilakukan dengan jarak waktu paling dekat 6 minggu dan jangan melewati 3 bulan. Kalau terlalu lama, jaringan parutnya akan terbentuk kembali. Dengan kasus wajah seperti saya, butuh setidaknya 3 kali treatment subsisi.

Saya dijelaskan proses treatment dari awal sampai akhir, manfaatnya, perawatan, hingga efek yang mungkin akan terjadi. Sampai di sini, saya masih santai. Mengira tak akan sakit karena nanti dikasih bius lokal dulu. Pokoknya manut saja apa yang terbaik sesuai dengan rekomendasi dokter. 

Pembayaran

Setelah konsultasi, saya diminta untuk melakukan pembayaran. Dengan rincian sebagai berikut.
  • Paket Ultimate Scar Solution Rp1.679.000 (harga normal Rp3.496.000)
  • Tax Rp83.950
  • Skincare untuk perawatan Rp546.670 (termasuk biaya admin Rp16.650)
  • Dikurang voucher diskon new user Rp50.000
Total Rp2.259.620

Setelah pembayaran, saya kembali menunggu antrian. Lebih kurang 45 menit. Karena di akhir pekan yang datang cukup ramai. Saya menunggu sambil makan siang dan ngopi cantik di depan klinik. Soalnya setelah treatment pasti susah makan karena sakit. 

Masuk Ruang Tindakan dan Treatment

Masuk Ruang Tindakan dan Treatment

Beberapa menit sebelum tindakan, saya meminta untuk di WA dulu agar tidak terburu-buru. Setelah diinfokan bahwa giliran saya sebentar lagi, saya langsung ke klinik. Ternyata masih menunggu lagi sebentar sebelum benar-benar masuk ke ruang treatment.

Sebelumnya, wajah saya difoto dulu bagian depan, samping kiri, dan samping kanan. Supaya jelas before-after-nya dan sepertinya ini sudah menjadi SOP klinik kecantikan. Barulah diminta untuk bersiap-siap treatment. Cari posisi tiduran senyaman mungkin, dan jangan lupa selimutan agar bisa sekalian tidur, hehe.

🌸 Ambil Darah untuk PRP

Ambil Darah untuk PRP

Yang pertama kali dilakukan bukan mencuci wajah, melainkan ambil darah untuk PRP. Soalnya darah harus diproses untuk diambil plasmanya saja. Beruntung perawatnya jago banget ambil darah, nyaris tidak sakit sama sekali. Ambil darahnya di bagian punggung tangan sebanyak 10ml. Nanti hasilnya sekitar 2-3ml plasma darah. Inilah yang akan dimasukkan ke dalam lapisan jaringan kulit kita saat subsisi.

Saat diperlihatkan plasma yang berhasil disaring. Dapatnya pas 3ml. Warnanya kuning cerah mirip warna minyak. Kata perawatnya justru warna kuning ini yang bagus. Plasma darah sudah dimasukkan ke dalam suntikan.

🌸 Dioles Krim Bius

Dioles Krim Bius

Sebelumnya wajah dibersihkan dulu. Perawatnya memperlihatkan bahwa spons yang digunakan masih baru. Baru dioleskan krim bius ke seluruh wajah dan ditutup dengan plastik wrap. Perlahan terasa kebas, lalu mati rasa.

Biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit sampai bius bekerja. Cuma kemarin karena dokternya ada treatment atau konsultasi lain, saya lupa pastinya, jadi menunggu lebih lama. Semoga next dokter yang bertugas bisa ditambah. Saya cuma takut efek biusnya berkurang karena didiamkan terlalu lama.

🌸 Treatment Subsisi Scars

Treatment Subsisi Scars

Treatment langsung dilakukan saat dokter datang. Bius yang disuntik diberikan sebagai penambah. Rasa sakit sudah mulai menghantui. Suntikan berjarum tumpul ditancapkan ke dalam pipi. Lalu digeser-geser untuk memutus jaringan parut yang membentuk kawah bopeng. Dan di ruang inilah disuntikkan plasma darah tadi. Astaga, rasanya sakit banget sampai saya dikasih squishy untuk diremas. 

Kalau dibagian pelipis dan dahi, jarum suntiknya yang tajam karena dagingnya tipis. Dengan cara yang sama dan sakit yang sama, subsisi dilakukan cepat karena dokternya tahu saya tidak kuat. Setelah semua selesai dan plasma darah telah disuntikkan habis ke jaringan bawah kulit, lega sudah. Walau sisa sakitnya masih sangat terasa.

🌸 Laser CO2

Laser CO2

Tanpa menunggu, lanjut ke treatment kedua. Sebelumnya mata saya ditutup dulu dengan penutup khusus agar tidak terkena laser. Pertama laser ditembakkan ke bagian scarsnya saja. Rasanya jauh lebih ramah daripada subsisi. Hanya terasa cekat cekit dan panas. Saya masih bisa menahan.

Kemudian laser tahap kedua dilakukan ke seluruh wajah. Saya tidak terlalu paham bedanya dengan tahap pertama untuk scars, soalnya caranya sama saja. Hanya bekasnya saja yang berbeda. Kalau untuk scars bulat, kalau yang keseluruhan kotak. Cuma, karena kembali ditembaki laser, saya merasakan sakit yang cukup bikin meringis. Sepertinya wajah saya sudah menyerah. Untung saja treatment yang menyakitkan cukup sampai di sini.

🌸 Kompres NaCl, Krim Antibiotik, dan Serum Growth

Kompres NaCl
Kompres NaCl
Agar sakitnya mereda dan biar bersih, wajah dikompres dua kali dengan kapas yang sudah dibasahi NaCl. Rasanya dingin dan sangat menenangkan. Kemudian dioleskan antibiotik supaya tidak infeksi. 

Terakhir, barulah dioleskan serum Growth racikan Sozo yang bermanfaat untuk memaksimalkan pertumbuhan jaringan baru agar dapat mengisi area bopeng. Disuruh menunggu sampai kering dulu baru boleh meninggalkan ruang treatment

Pemberian serum Growth
Pemberian Serum Growth
Tak lupa difoto kembali bagian depan, samping kiri dan kanan wajah untuk dokumentasi. Tak lupa saya meminta masker untuk menutupi wajah yang bengkak dan merah parah.

Kondisi wajah after treatment
Kondisi wajah after treatment
Tepat setelah treatment, wajah saya bengkak, berdarah, merah, terdapat lubang di beberapa titik untuk memasukkan jarum subsisi, berbekas titik-titik banyak karena laser CO2, serta berlapis serum dan krim yang membuatnya tampak berminyak dan basah. Rasanya? Tentu saja perih. Pas saya pakai masker di saat mau pulang, alamak, bikin meringis. Tapi kalau tidak pakai masker malah malu dilihatin orang.

Saran: 
Lebih baik melakukan treatment saat haid atau datang bulan supaya tidak mencuci buka pas wudhu. Karena memang tidak boleh cuci muka selama 4 jam setelah treatment. Saya yang membiarkan wajah semalaman tanpa diapa-apakan saja besoknya masih sakit pas cuci muka.

Total waktu keseluruhan treatment lebih dari 1 jam. Sepertinya pas saya kemarin sampai 2 jam. Pastikan siap dengan waktu yang cukup panjang ini, ya.

Mengambil Krim untuk Perawatan di Rumah

Mengambil Krim untuk Perawatan di Rumah

Kembali ke bagian admin di depan pintu masuk, krim yang dibawa pulang untuk perawatan sudah disiapkan. Saya diresepkan 4 krim dan 1 sabun cuci muka. Sebenarnya sudah ada di rumah walau mereknya beda, cuma demi memastikan tidak ada kandungan berbahaya untuk wajah bengkak dan merah pasca treatment, lebih baik percayakan ke dokter saja.

Berikut rincian produk perawatannya dan cara pemakaian sesuai penjelasan dokter dan Mbak adminnya.
  • Sabun cuci wajah digunakan pagi dan malam.
  • Antibiotik dioles pagi dan malam selama 5 hari (lapisan pertama).
  • Anti iritasi dioles pagi dan malam selama 5 hari (lapisan kedua).
  • Moisturizer dioles pagi dan malam (lapisan ketiga).
  • Sunscreen untuk wajah berjerawat dioles pagi hari saja (lapisan terakhir).

Pastikan memberi jeda beberapa menit sampai krim di lapisan sebelumnya meresap. Kalau saya, sekitar 2-3 menit. Makanya bisa lama banget proses oles-oles ini. Selain itu, dilarang cuci muka minimal 4 jam setelah treatment, dilarang makeup, dilarang berkeringat banyak, dan berpanas-panasan berjam-jam di bawah matahari terik untuk 1 minggu ke depan. Wajib dituruti kalau ingin hasilnya baik.

Penyembuhan Pasca Treatment

Penyembuhan Pasca Treatment

Hari ke-1
Bangun pagi wajah masih sakit. Tapi, harus cuci muka karena rasanya enggak enak banget. Tidak boleh digosok keras-keras dan harus pelan supaya tidak makin sakit. Saya menggunakan banyak sabun karena berminyak parah. Bahkan cuci muka sampai 2 kali. Setelah dilap kering, baru dioles krim perawatan satu per satu.

Wajah saya makin bengkak dari kemarin. Masih merah dan sedikit memar di bagian pipi. Saat disentuh terasa kasar karena bekas laser. Mau buka mulut pas makan pun lumayan susah karena sakit. Jadi, ya ditahan saja.

Hari ke-3

Bengkak dan sakit sudah jauh berkurang. Bekas-bekas laser semakin terasa kasar. Mungkin karena sudah mulai mengering. Setidaknya saat cuci muka tidak seperih di hari pertama dan sudah bisa membuka mulut saat makan seperti biasa.

Hari ke-7

Bengkak sudah hilang, sakit dan merahnya juga sudah hilang, namun titik-titik bekas laser masih banyak dan kasar. Di beberapa bagian sih ada yang mulai mengelupas. Tapi masih tersisa banyak di bagian dahi atas, pipi agak ke belakang sampai ke dagu. Kalau di hidung dan pipi depan sisa sedikit saja kasarnya. Lebih ke pemulihan bekas laser saja setelah ini.

2 Minggu Pasca Treatment

Wajah sudah kembali normal. Beberapa kawah scar yang dalam, ada yang sudah naik, tapi masih ada juga yang masih terlihat sama. Kata dokter, hasil treatment pertama ini memang hanya mampu menaikkan bopeng sekitar 30% saja. Walau tidak berubah drastis, setidaknya ada perubahan. Mungkin memang harus disusul dengan tretment kedua dan ketiga.

Tapi, yang bikin senyum-senyum justru wajah saya yang terasa lebih lembut dari sebelumnya. Pori-pori juga tampak mengecil Sepertinya ini efek tambahan dari Laser CO2 dan PRP yang menyuntikkan plasma darah, di mana bermanfaat untuk peremajaan kulit, membuat glowing dan kenyal. Mantap deh!


Secara keseluruhan, saya suka dengan hasil treatment paket Ulimate Scar Solution di Sozo. Lebih instan dari pada microneedling walau prosesnya sakit banget dan cukup membuat saya trauma. Kalau ditanya apakah mau melanjutkan ke treatment selanjutnya, saya mau-mau saja. Apalagi setelah melihat ada kawah scar yang mulai terangkat. Cuma harus mengembalikan keberanian dulu agar tidak menyusahkan dokternya nanti. Soalnya kemarin saya sampai angkat-angkat kaki dan berisik banget karena menahan sakit, hehe.

Kalau teman-teman punya masalah bopeng di wajah, treatment subsisi yang dikombinasikan dengan laser CO2 ini recommended untuk dicoba. Nabung dana dan mental dulu agar siap lahir batin. Terutama bagi yang belum pernah treatment wajah sama sekali.

Semoga bermanfaat.

No comments

Sebelum komentar, login ke akun Google dulu ya teman-teman. Jangan ada "unknown" diantara kita. Pastikan ada namanya, biar bisa saling kenal :)