Header Ads

Menjelajah Puluhan Negara Di Mini Mania - Taman Miniatur Dunia


Sekarang ini sangat banyak dibangun objek wisata bertema miniatur landmark terkenal dari berbagai negara di dunia. Salah satunya berlokasi di Cimory Semarang, Jawa Tengah. Mini Mania, Taman Miniatur Dunia. Dinamai seperti ini karena memang semuanya serba mini. Mulai dari landmark yang berukuran mini, sampai ke petugas yang berjaga pun juga berukuran mini. Inilah yang membedakan Mini Mania dengan objek wisata sejenis lainnya. Disini, orang-orang kurang beruntung yang memiliki kekurangan dengan tubuh kecil, bisa mendapatkan pekerjaan layaknya orang normal pada umumnya. Keistimewaan ini membuat Mini Mania sangat membekas dalam ingatanku sampai sekarang. Aku begitu kagum dengan pihak-pihak berhati mulia yang mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi kaum disabilitas. 

Berjalan menuruni beberapa anak tangga dan jembatan kayu, pintu gerbang Mini Mania dengan loket pembelian tiket disampingnya sudah terlihat. Harga tiket masuknya adalah Rp. 25.000,- per orang. Anak dengan usia diatas 2 tahun sudah dikenakan harga penuh. Setelah pembelian tiket, maka tangan masing-masing pengunjung akan dicap, sekaligus diberikan informasi bahwa satu tiket bisa ditukarkan dengan satu minuman gratis di konter yang tersedia di dalam. Berhubung aku membawa bayi, maka dengan baiknya petugas menawarkan payung agar kami tidak kepanasan selama berkeliling.


Baru saja memasuki pintu gerbang, terdapat meja yang diatasnya terdapat tumpukan caping (topi berbentuk kerucut yang sering digunakan petani) yang bisa digunakan pengunjung agar tidak kepanasan. Lumayan unik bukan?

Baca juga:


Berjalan beberapa langkah, pengunjung sudah langsung bisa melihat berbagai landmark dari kejauhan. Menara Kembar dari Malaysia membuka penjelajahan kami disini. Kesan pertama yang aku rasakan adalah takjub karena begitu kreatifnya si pembuat miniatur ini karena terlihat begitu mirip dengan aslinya.

Setiap miniatur landmark disertai dengan papan informasi nama, lokasi dan lengkap dengan history dibalik pembangunannya. Jadi pengunjung bisa mendapatkan ilmu baru sambil menikmati megahnya bangunan walaupun dalam skala kecil. Bagiku, Mini Mania ini bisa dikategorikan sebagai objek wisata edukatif.


Tidak jauh dari Menara Kembar, terdapat beberapa landmark lain seperti The Arc The Triomphe di Paris, Patung Batu Pahatan Bentuk Wajah dari Pulau Paskah, Bridge Tower dan Big Ben. 





Petugas berjaga hampir disetiap sudut area dan siap memberikan penjelasan dengan ramah mengenai landmark yang sedang kita lihat,  serta menawarkan bantuan untuk mengabadikan momen dalam bentuk foto. Berfoto dalam formasi lengkap dengan seluruh anggota keluarga terasa sangat mudah disini. 



Ternyata konter penukaran tiket dengan minuman gratis terletak di area belakang. Satu tiket bisa ditukarkan dengan satu botol kecil yogurt Cimory berukuran kecil. Memang disini serba mini ya.


Ditengah area wisata terdapat spot foto wajib yang tidak boleh dilewatkan karena inilah  landmark terbesar disini. Apalagi kalau bukan Menara Eiffel lengkap dengan taman bunga di depannya.


Bukan hanya landmark negara lain saja loh yang ada disini, tapi bangunan kebanggaan Indonesia juga tidak kalah megahnya dengan yang lain. Ada Monas dan stupa Candi Borobudur.



Tidak lengkap rasanya jika foto landmark lain tidak aku perlihatkan disini. Walaupun ada beberapa yang tidak terfoto karena dalam masa pengerjaan atau pembersihan, tapi lumayan banyak kok yang bisa didokumentasikan.











Bukan hanya landmark saja yang bisa menjadi spot foto menarik disini, tapi ada beberapa tempat unik seperti sapi bergambar bendera negara, bendera berbagai negara yang berkibar dan yang lainnya.






Diakhir perjalanan, pengunjung bisa beristirahat sejenak sambil duduk di kursi yang tersedia di sekeliling kolam air mancur besar yang cukup menrik perhatian.


Sebenarnya kursi duduk berbentuk unik tesedia hampir diseluruh area wisata. Jadi pengunjung tidak perlu pusing mencari tempat untuk duduk sembari menikmati pemandangan indah berbagai bangunan megah landmark dunia. Fasilitas lainnya adalah tempat sampah yang sengaja dibuat dengan warna mencolok memudahkan pelanggan untuk menemukannya tanpa harus bersusah payah mencari. Bukan hanya satu, tapi banyak tempat sampah besar yang tersedia disini sehingga tidak ada alasan lagi bagi pengunjung untuk membuang sampah sembarangan.



Secara keseluruhan, aku sangat suka dengan objek wisata Mini Mania ini. Tempatnya bersih, terawat, petugasnya ramah dan pastinya banyak ilmu yang bisa didapatkan dari sini. Mungkin karena Mini Mania ini termasuk objek wisata yang baru dibuka beberapa waktu lalu, jadi masih terdapat beberapa miniatur landmark yang masih dalam proses pengerjaan. Walaupun sedikit mengganggu, tapi tidak apa-apa lah. Semoga nanti disaat semuanya selesai, Mini Mania terlihat lebih menawan lagi.

Baca juga:


Seperti biasa, inilah beberapa tips yang bisa aku berikan agar kunjungan kalian menyenangkan tanpa kendala.
  1. Pilihlah waktu sore hari yang cerah sebagai waktu kunjung yang tepat agar tidak kepanasan saat berkeliling. Selain itu foto yang dihasilkan pun lebih bagus karena sinar matahari sudah tidak menyilaukan lagi.
  2. Bawalah kamera! Jangan sampai ketinggalan. Kamera handphone saja sebenarnya sudah cukup kok, karena Mini Mania ini adalah objek wisata outdoor yang pencahayaannya sangat baik.
  3. Jika membawa anak, lebih baik memakai gendongan agar lebih mudah untuk berfoto karena tidak semua miniatur dibangun dalam kondisi lantai datar. Ada yang memiliki tangga, menanjak atau menuruni tanah rerumputan.
  4. Tidak semua miniatur landmark bisa menjadi latar belakang foto. Beberapa miniatur yang dibangun rendah akan tertutupi jika kita berfoto di depannya.
  5. Tidak terlalu penting untuk menggunakan caping yang tersedia di pintu masuk karena akan menutupi wajah pada saat di foto.
  6. Jika ditawari payung, sebaiknya tidak usah diambil. Sekali lagi, ini hanya akan mempersulit kita untuk berfoto. 
  7. Jangan segan untuk memintai tolong kepada petugas untuk berfoto. Petugasnya baik semua kok, dan teknik pengambilan gambarnya juga lumayan bagus.
  8. Bacalah papan informasi yang terdapat pada masing-masing miniatur untuk menambah wawasan.
  9. Bawalah minuman dari rumah agar tidak kehausan dan tentunya lebih hemat.
  10. Jangan lupa menukarkan tiket dengan minuman gratis, kan lumayan.
  11. Jangan menodai objek wisata ini dengan sampah yang dibawa. Tempat sampahnya banyak, jadi tidak ada alasan lagi meninggalkan jejak sampah disini.
Oke itulah cerita kami saat jalan-jalan ke Mini Mania Taman Miniatur Dunia yang teretak di Cimory Semarang, Jawa Tengah.

Semoga bermanfaat :)


10 comments:

  1. Enter your comment... keren lengkap

    ReplyDelete
  2. cimory semarang sejak dulu selalu banyak inovasinya. Dari awal buka sampai ini nih yang saya belum tahu kalau ada taman mini mania.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya kah Mbak? Soalnya aku baru berkunjung ke sana setelah menikah karena kebetulan suami asal Semarang. Bisa dicoba Mbak jalan-jalan ke Mini Mania bareng keluarga, bagus dan puas foto-foto.

      Delete
  3. Wahhhh tempatnya family friendly banget nih... Seru juga bisa melihat berbagai miniatur landmark dari berbagai negara...

    ReplyDelete
  4. wah asyik ya, bisa keliling dunia murah meriah

    ReplyDelete
  5. Waaah ini di Semarang ?
    Alhamdulilah banyak tempat liburan asyik ya di Semarang ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa baru buka kayaknya. Banyak tempat wisata bagus sekarang di Semarang 😊

      Delete